Kaisar Pratama, pemuda tampan yang disukai banyak wanita. Anak bungsu dari pasangan pengusaha Andi Pratama dan Wina Pratama. Di usianya yang baru menginjak dua puluh lima tahun seorang Kaisar sudah menjabat sebagai Manager keuangan di salah satu Bank swasta terbesar yang ada di Indonesia.
Kaisar Pratama sudah di kenal banyak orang sebagai pemuda dingin tingkat tinggi.
Yasika, gadis sederhana berparas cantik, pintar dan sedikit pendiam. Melanjutkan pendidikan terakhir nya di salah satu Universitas yang berada di Jakarta. Menjadi seorang pengacara adalah cita-citanya.
Yasika pernah bertunangan
dengan seorang laki-laki yang merupakan cinta pertamanya.
Anne Putri, gadis cantik, tinggi, dan juga pintar. Menjadi seorang Dokter adalah impiannya sejak kecil. Anne dan Kaisar pernah menjalin hubungan selama lima tahun lamanya.
Dan hubungan mereka harus berakhir ketika Anne memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di negeri kangguru.
Bagaimana kisah asmara antara mereka bertiga?
Siapakah diantara kedua gadis itu yang akan mendapatkan hati seorang Kaisar?
Yasika, gadis sederhana berparas cantik dan sedikit pendiam.
Atau Anne Putri, yang merupakan mantan terindahnya.
yu ikuti terus kelanjutanya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon parida hakim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
07. Dia tersenyum
Dentuman musik yang memekakan telinga, serta ruangan yang minim akan pencahayaan menjadi hal pertama saat tubuh kita memasuki klub malam. Orang-orang berlalu lalang disana, mereka semua seolah tidak mempunyai beban hidup sama sekali.
Saat tubuh mereka masuk ke dalam klub itu, ternyata sang pemilik klub telah menunggu kedatangannya. Selain karena sang pemilik klub itu saudara sepupu Adi, mereka juga adalah tamu VVIP di klub malam itu.
"Hai .. Bro," Sapa Zydan sang pemilik tempat hiburan malam itu sambil melambaikan tanganya.
"Udah lama gak kesini? Kemana aja kalian? kok baru pada nongol lagi." Tanya Zydan kembali.
"Sorry, kita kan orang sibuk, gak kaya elo? kerjaan cuman ngurusin orang mabuk dan cewek barbar." Seru Adi sambil tertawa keras.
"Berengsek, lo.?" Dengusnya kesal.
"Widihhh .. siapa ni,?" Zydan baru menyadari kehadiran ketiga gadis yang baru saja datang bersama saudara sepupunya itu. "Gue baru lihat, kalian bawa pasangan kesini?" Cowok itu melirik. "Jangan-jangan .. mereka ini koleksi kalian yang baru ya.?" Zydan berbisik pelan ke telinga Adi, karena takut di dengar oleh para cewek-cewek itu.
Adi menoleh dengan dahi mengkerut.
"Gila, dapat darimana lo,? lihat bodynya, bikin ngiler." Zydan menatap ketiga cewek itu penuh *****. "Kenalin sama gue, dong?"
Zydan terus saja mengoceh, membuat Adi berdecak kesal menanggapinya. Usia Zydan hanya terpaut dua tahun lebih tua dari mereka. Zydan pun sudah menganggap mereka seperti temannya sendiri.
"Jangan gila, lo?" Sungut Adi kesal.
"Yaelah bro, pelit amat lo ma gue? gak kasian apa ama sodara sendiri? secara .. gue kan lagi jomblo."
"Bodo." Adi berseru jengkel.
Tanpa pikir panjang, Adi dan Zydan mengajak mereka semua masuk ke dalam ruangan. Para wanita disana berbisik saat mereka melihat segerombolan mahluk Tuhan yang sangat sempurna, senyuman terbaik mereka berikan untuk menggoda para lelaki itu.
Sedangkan para lelaki brengsek, dan hidung belang yang berada di dalam klub malam itu, menatap ketiga gadis itu seperti harimau yang sedang kelaparan.
Bagaimana tidak, ketiga gadis itu terlihat sangat cantik, seksi dan menggoda. Membuat siapa saja yang melihat, akan terpesona di buatnya.
"Duh ... kok aku risih banget, ya?" bisik Yasika pada Ica dan Novia.
"Udah tenang aja, Yas. Jangan liatin mereka."
"Jangan takut, kan ada mereka disini yang jagain kita." Dagu Via terangkat tinggi menunjuk ke empat cowok itu.
"Ya, Yas. Lo tenang aja ya,? lagian, kita kesini juga buat senang-senang kok." Ajak Ica sambil menarik tangan Yasika.
Yasika tersenyum kecut, merasa tidak nyaman dengan tempat hiburan seperti ini. Apalagi saat melihat mata jelalatan di semua arah yang tertuju pada mereka bertiga. Ah ... andai saja tadi ia menolak untuk ikut, mungkin sekarang Yasika sedang tertidur nyenyak sebelum besok mulai kembali lagi bekerja.
"Oke, nona-nona manis, silahkan duduk, kalian mau pesen apa,?" tanya Zydan yang mempersilahkan mereka masuk ke dalam room VVIP.
"Yaelah, biasa aja tuh muka, jangan di buat-buat imut kaya gitu. Najis gue lihatnya,?" hahaha .. semua tergelak saat mendengar ocehan Ervan kepada Zydan.
"Kampreett lo Van, jangan salahin gue dong. Udah tahu muka gue babyface gini,?" balas Zydan dengan tampang jemawa.
"Najis, gue,,?" sungut Adi yang berbicara.
Semua tertawa saat mendengar ocehan-ocehan mereka yang tidak berfaedah sama sekali. Kini, mereka duduk dalam satu ruangan yang sama. Mereka memesan minuman dan beberapa cemilan, termasuk juga memesan beberapa botol minuman beralkohol.
Ya, mereka memang terbiasa dengan minuman itu. Bahkan sampai mabuk berat sekalipun. Membuat Zydan, selalu kewalahan setiap kali mereka membuat onar dengan pengunjung yang lain.
Tapi berbeda dengan Kaisar, hanya dia satu-satunya orang yang jarang sekali minum. Meskipun dulu, Kai juga suka minuman yang bisa memabukan itu. Ketika dia sedang merasa frustasi. Hanya saja untuk sekarang, Kai selalu bisa menjaga dirinya agar tidak meminum minuman yang memabukkan itu.
Disana mereka semua selalu menjadi pusat perhatian setiap orang, apalagi dengan Kai, semua wanita yang berada disana selalu mencari celah untuk menggoda seorang Kaisar. Pemuda tampan dengan sejuta pesona.
Tidak sedikit dari mereka yang menawarkan diri dengan sukarela untuk berkencan semalaman. Tapi Kai selalu menolak, tidak pernah sekalipun dia berkencan dengan para perempuan itu.
Berbeda dengan sahabatnya yang lain, mereka sudah terbiasa melalukan *** bebas. Karena bagi mereka, itu hanya untuk kesenangannya semata. Untuk mencapai kepuasan dan kenikmatan sesaat. Sebelum nantinya mereka berkomitmen.
Semakin larut, dentuman musik itu semakin terdengar keras. Membuat siapa saja yang mendengar ingin segera menggerakan tubuhnya dengan bebas. Ada kepuasan tersendiri jika mereka ikut berdesakan dan menari disana.
"Ayo Nyett, kita kesana.?" Ajak Dani, kepada temanya itu.
"Hei .. apa kalian mau ikut bergabung dengan kami,?" Tanya Adi kepada para gadis itu.
Yasika, Ica dan Novia saling menoleh sesaat. Hanya Ica dan Novi yang menganggukkan kepalanya. Sedangakan Yasika, gadis itu menggeleng. Dengan segera Ica dan Novi berdiri dari duduknya, mereka ikut serta untuk menari bersama cowok-cowok itu.
"Kai .. lo mau turun gak,?" tanya Ervan.
Kaisar menoleh, lalu menggelengkan kepala. "Gak, gue tunggu disini."
"Ya udah, kalo gitu lo jagain si cantik ini ya.? awas jangan sampai lo apa apain,?" ujar Adi seraya mengedipkan sebelah matanya kepada Yasika.
Kai berdecak. "Sialan lo,".
Yasika yang mendengar perkataan Adi hanya tersenyum dengan sangat manis, membuat siapa saja yang melihatnya akan terpesona. Begitu pun dengan Kai, yang sedang melihat ke arahnya.
Ahh .. kenapa dia tersenyum seperti itu?
Adi pergi meninggalkan mereka sambil tersenyum.
Kini, hanya ada Yasika dan Kai yang duduk disana, suasana menjadi terasa canggung. Tidak tahu apa yang harus mereka berdua lakukan. Bahkan, untuk mengeluarkan suara pun rasanya begitu sulit. Yang bisa mereka lakukan hanyalah saling menutup bibir rapat-rapat.
Yasika menggerutu dalam hati. Duh .. kenapa mereka ninggalin aku sih? mana berdua lagi. Aku harus apa sekarang? kenapa rasanya jadi gak enak kayak gini?
Entah apa yang harus di lakukan oleh Yasika untuk mengusir kegugupanya ini, saat sedang berdua dengan cowok dingin dan sulit bicara seperti dia.
Kai melihat ke arah Yasika, dia tau kalo Yasika sedang tidak nyaman bahkan terlihat gelisah. Dia hanya menatap sesaat. lalu dengan segera Kai berdiri dari duduknya, dia ingin pergi ke kamar mandi. Tanpa berkata apapun, Kai pergi meninggalkan Yasika sendirian.
Ya Tuhan .. akhirnya dia pergi juga.
Yasika yang duduk sendirian, dan sesekali melihat ke arah dimana teman-temannya itu yang sedang menari dengan lincah dan tertawa riang.
Yasika mengambil minuman karena merasa kehausan. Dia menghela napas panjang, dan menghentakan kakinya karena mulai bosan.
Saat itu,
Terdengar suara ponsel yang berbunyi menandakan ada panggilan masuk untuk Novi, dan nama sang Mama yang tertera di layar ponsel itu. Yasika hanya melihat saja tanpa ingin mengangkatnya. Tapi, panggilan itu terus berulang sampai beberapa kali, hingga akhirnya Yasika menyerah dan ingin memberikan ponsel itu pada Novi, karena ia takut kalo itu penting.
Yasika berjalan keluar ruangan menuju ke arah dimana Novi sedang asik menari, meliuk liukan tubuhnya dengan indah.
Tanpa disadari, ternyata ada laki-laki hidung belang yang mengikuti Yasika berniat ingin menggodanya.
"Hai .. cantik, mau kemana,? boleh kenalan ga,? kita menari bareng yuk?" Tany laki-laki itu dengan terus mendekat kepada Yasika.
Yasika tidak mendengarkan ocehan laki laki itu, ia terus berjalan mencari sosok Novi sambil menoleh kesana kemari.
Merasa di abaikan, akhirnya laki-laki ittu dengan berani menarik tangan Yasika, dan membuat dia hampir terjatuh ke pelukan laki-laki itu.
Yasika dengan segera menjauh, dan menepiskan tangannya agar laki-laki itu melepaskanya. "Lepasin tangan aku?"
"Hei .. nona cantik, kau mau kemana huh,? ayolah ikut denganku, kita akan bersenang senang,?" ucapanya lagi.
Saat Yasika ingin berteriak, tiba-tiba terdengar suara seseorang yang membuat keduanya menoleh secara bersamaan.
"Lepasin, dia.?" Perintah cowok itu dengan suara seraknya.
Laki-laki hidung belang itu berdecih, "Heii Broo, apakah dia wanitamu,?" dengan lantang laki-laki itu bicara.
Kai menjawab "Bukan urusanmu," dengan mata yang menyorot tajam.
Tanpa bicara panjang lebar, laki-laki itu dengan segera melepaskan tangan Yasika. Ya, karena laki-laki itu tau siapa orang yang berhadapan denganya saat ini. Dia mengenal Kaisar. Dan dia tidak ingin mencari masalah dengan Kai dan teman-temanya itu. Laki-laki itu mengalah dan masih berdiri mematung disana.
Kaisar lalu memegang tangan yang putih dan halus itu, lalu menggenggamnya dengan sangat kuat tapi terasa lembut. "Ikut Aku.?" itulah yang keluar dari bibirnya Kai, seraya menariknya berjalan menjauh dari pria itu.
...****************...
haii,,,terima kasih yang telah membaca cerita aku ya,, mohon dukunganya. berikan Like,komen dan vote nya untuk aku ya..😘