NovelToon NovelToon
Are You A Mermaid? (Season 2)

Are You A Mermaid? (Season 2)

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Supernatural / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Nessa Cimolin

ARE YOU A MERMAID? SEASON 2

Please don't SPAM!! Hargai sesama author.

Update : Di usahakan seminggu 3-4 kali Up.

Diharapkan untuk membaca cerita sebelumnya agar dapat memahami jalan ceritanya. Terima kasih 🙏

Sinopsis :

Namaku Deryne Mikaelson, kalian tidak akan pernah tahu seberapa besar rasa takutku saat aku mengetahui takdirku yang sebenarnya!

Aku ditakdirkan mati di usia 18 tahun karena tidak bisa meminum darah kedua orangtuaku sesuai ritual yang sudah di tentukan oleh kakek buyut'ku...

Aku ingin merubah takdirku, merubah nasib buruk yang diberikan oleh gadis gila itu! Mampukah aku melewati ini semua? Apakah mereka akan percaya jika aku bilang aku ini putrinya? Sementara umur kita sama di tempat ini.

~

Jangan lupa LIKE!! dukungan dari kalian sangat berarti bagi saya!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nessa Cimolin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RYN DAN DONAT

"Moegi mau beli kue apa?" Mod mengangkat putranya di depan etalase toko kue terkenal di kota itu.

Moegi menunjuk beberapa kue kesukaannya, lalu dengan mata kecilnya ia berhasil menatap sebuah kue yang asing bagi dirinya.

"Itu apa mama?"

"Hmm??" Mod menatap kue yang di tunjuk oleh Moegi. "Itu donat, apa kau mau?"

"Moegi belum pernah memakannya"

"Baiklah, kita beli donat juga ya?" Tawar Mod senang. "Mau beli berapa??"

"Hmm..."

Moegi terlihat serius berpikir, bocah kecil itu menggaruk pipi chubby nya dengan sangat menggemaskan.

"Dua, masing-masing semuanya dua"

"Eh? Banyak sekali" Mod terkejut dengan jawaban Moegi.

"Aku ingin membelikan kakak juga"

"Wah, anak mama baik sekali ya? Selalu ingat kakaknya" Mod mencium pipi gembul Moegi berulang kali.

Pada akhirnya Mod menuruti permintaan putranya, ia membelikan tiga jenis kue berbeda dan masing-masing jenis dua buah. Jika di pikir memang lebih baik seperti ini agar semuanya adil.

"Nah sudah, ayo pulang!" Mod menggandeng putranya dan menuntun anak itu agar tidak terjatuh.

Sesampainya di rumah, Mod menata setiap barang belanjaan nya dengan rapi di kulkas. Ia meletakkan kue-kue yang baru saja ia beli di atas meja agar Ryn melihatnya saat pulang sekolah nanti.

"Kenapa kakak belum pulang?" Moegi mulai memakan kuenya.

"Entahlah, memang ini sedikit terlambat dari jam biasanya"

Sebenarnya apakah Ryn memiliki darah Fuu?? Ataukah dia normal layaknya manusia seperti Densha?? - Mod.

Di masa ini, Mod tidak tahu menahu mengenai Tribrid dan ritual-ritual yang harus di jalani persilangan duyung dengan manusia. Gadis itu masih dibuat penasaran dengan garis keturunan Ryn, karena sampai saat ini Ryn masih terlihat normal-normal saja.

Hah! Kenapa dulu aku tidak pernah bertanya kapan perubahan Katrina terjadi? Apa Moa tahu ya?? - Mod.

"Mama kenapa??" Moegi menatap ibunya yang sedang melamun.

"Ah! Tidak, mama tidak apa-apa"

"Kenapa wajahnya begitu?"

"Mama hanya sedikit lelah" Mod berjalan dan duduk di kursi dekat Moegi.

"Mau Moegi pijat??"

"Hah? Memangnya bisa dengan tangan sekecil itu?" Ledek Mod dan memeluk putranya.

"Bisa!" Jawab Moegi antusias.

"Hahaha, benarkah? Kalau begitu tolong pijat kaki mama ya??"

Tanpa aba-aba Mod meluruskan kakinya ia menunjukkan pada Moegi bagian-bagian yang terasa sakit lalu menyandarkan punggungnya ke kursi.

"Bersiap ya?" Moegi mengangkat kedua tangan mungilnya.

Meskipun tidak merasakan apapun Mod tetap tersenyum menghargai pijatan demi pijatan yang dilakukan putera kecilnya.

"Aku pulang!" Teriak Ryn dari depan pintu.

Mata Moegi membulat, ia tersenyum mengetahui kakaknya sudah pulang dari sekolah.

"Selamat datang!" Ucap Mod dan Moegi bersamaan.

Ryn berjalan dengan malas menuju dapur untuk menemui mama dan adiknya, gadis itu menjatuhkan tubuhnya di kursi. Ia melipat kedua tangannya di atas meja dan menyembunyikan wajah cantiknya.

"Eh? Kenapa dengan anak mama yang satu ini?"

"Aku lelah sekali"

"Lelah?"

Ryn mengangkat kepalanya, ia melirik sekilas ke arah Moegi yang sedang memijat kaki Mod.

"Hari ini pelajaran di sekolah menguras otakku" jawab Ryn asal.

"Putri mama kan pintar! Pasti bisa!!" Mod menyemangati Ryn.

"Di lemari es ada kue loh" sahut Moegi yang ikutan bicara.

"Kue??" Ryn menggelengkan kepala. "Aku lebih suka ikan goreng"

Mod menatap Ryn serius, ia terus memandangi putrinya seakan menerawang jauh ke belakang mengingat salah seorang yang sangat berarti baginya.

"Apa kau sangat tertarik dengan ikan Ryn??"

"Iya" Ryn menganggukkan kepala pelan.

Astaga! - Mod.

"Mmm, apa kau pernah merasakan sesuatu yang aneh di dalam tubuhmu?"

Ryn dan Moegi saling pandang sebelum mereka secara bersamaan menatap ke arah ibunya.

"Tidak" jawab Ryn bohong.

Moegi pura-pura tidak tahu akan pembahasan yang sedang dibicarakan keluarganya. Bocah laki-laki itu memilih untuk tutup telinga dan tak memperdulikan omongan mereka.

Jika aku mengatakan bahwa aku bisa melakukan sihir bagaimana ya reaksi mama? Bagaimana kalau ternyata mereka berpikir bahwa aku gila? - Ryn.

Ryn melupakan kenangannya saat gadis itu menunjukan ingatannya pada Mod beberapa tahun yang lalu ketika dirinya mengalami perundungan di sekolah dasarnya.

"Ini" Moegi mengeluarkan beberapa macam kue dari dalam lemari es.

"Apa ini?" Ryn memandang kue donat dengan pandangan yang aneh.

"Kata mama ini donat!"

"Donat??" Ryn tertawa. "Namanya lucu sekali"

"Enak loh! Aku sudah memakannya satu, ini untuk kakak"

"Benarkah? Kue bulat dan ada lubang di tengah ini sungguh seenak itu?" Ryn mengambil donat tersebut dan mengendus baunya.

"Coba saja!" Moegi menatap Ryn dengan senang.

Gadis bermata biru itu memasukan sedikit potongan donat ke dalam mulutnya, ia sedang meresapi rasa kue itu.

"Manis" ucap Ryn lalu menelan kue tersebut. "Ini enak"

"Tuh kan!" Moegi tersenyum, ia memakan kue yang lainnya.

"Ya Tuhan! Ini beneran enak loh, apa mama cuma beli satu?"

Mod terkejut ketika putrinya berkata seperti itu, ia menganggukkan kepala pelan sambil melirik ke arah Moegi.

"Sebenarnya mama beli dua, tapi yang satu sudah dimakan adikmu"

"Yahh... Moegi kan bisa makan yang lain" gerutu Ryn kesal.

"Apa Ryn suka?"

"Iya. Aku ingin lagi"

"Papamu kan belum pulang, coba kau telpon dan minta papamu mampir ke toko kue"

"Tidak, itu terlalu lama! Boleh aku minta uang ma? Aku akan pergi sendiri"

"Duh! Anak ini"

Mod berdiri dari duduknya ia mengambil tas jinjingnya di dekat lemari es dan memberikan selembar uang untuk Ryn.

"Ini, hati-hati ya di perjalanan" Mod mengusap kepala Ryn lembut.

"Oke, baik!"

Kalimat itu lagi... - Mod.

Ryn berlari menuju kamarnya untuk mengganti seragam sekolah menjadi pakaian sehari-hari, gadis itu segera turun dan keluar rumah menuju toko kue terdekat.

"Hehe, semoga uang dalam celengan'ku ini cukup!"

Sesampainya di toko kue Ryn menyerahkan celengan berbentuk buah apel kepada pelayan toko. Gadis kecil itu tersenyum senang menyerahkan uang tabungannya yang ia kumpulkan diam-diam selama ini.

"Aku bisa dapat berapa donat dengan uang itu?"

"Kau yakin ingin menghabiskan uangmu ini untuk membeli donat?" Tanya pegawai toko serius.

"Yakin! Memangnya dapat berapa??"

"Satu kotak isi tiga buah donat, dengan uangmu ini kau bisa mendapatkan lima belas kotak"

"Wah" Mata Ryn bersinar-sinar mendengat ucapan pelayan toko.

"Apa kau serius nak?"

"Iya, aku ambil lima belas kotak itu!"

Beberapa pegawai toko geleng-geleng kepala melihat gadis kecil berusia 12 tahun membeli lima belas kotak donat seorang diri.

"Ini" pegawai toko menyerahkan dua kantong plastik berukuran besar. "Apa kau bisa membawanya?"

"Bisa, terima kasih!"

Dengan wajah yang ceria, Ryn keluar dari toko kue. Ia menenteng tas belanjaannya penuh kebahagian, gadis itu menyenandungkan lagu-lagu aneh yang tanpa ia sadari itu adalah nyanyian duyung.

_____________________________________________

WTF!!! - Moa.

Moa mendelik melihat banyaknya kotak donat di meja makan, dengan mata kepalanya sendiri pria itu menyaksikan Ryn begitu lahap memakan donat-donat itu.

"Ryn!! Apa-apaan ini?"

Tangan Moa mulai mengemasi kotak-kotak donat yang berserakan, ia memasukan kotak-kotak kosong itu ke dalam kantung plastik.

"Dimana mamamu??"

"Aku sudah melarangnya sayang!!" Mod tiba-tiba muncul dari belakang, membuat Moa terkejut.

"Melarang??" Moa mengangkat sebelah alisnya. "Dimana kata melarang itu? Jika kau larang dia tidak mungkin bisa membeli sebanyak ini"

"Dia memakai uangnya sendiri" jawab Mod kesal.

Kini Moa menatap putrinya dengan tajam, pria berambut pirang itu berjalan mendekati Ryn.

"Darimana uangmu itu?"

"Aku memakai uang tabunganku"

"Sekarang tabunganmu menjadi semua donat itu?"

"Iya" Ryn menganggukkan kepala. "Ini enak papa" Ryn tersenyum.

"Ryn! Kau tidak boleh makan makanan manis berlebihan! Tidak baik untuk gigi dan kesehatanmu"

"Habisnya... Ini enak sekali" Ryn menghabiskan satu buah donat terakhirnya.

"Astaga! Anak ini, perutmu akan meletus kalau kebanyakan makan donat" ledek Moa jengkel.

Ryn memegangi perutnya yang sedikit buncit, gadis itu berjalan dengan malas ke kamarnya. Sejujurnya ia merasakan rasa sakit akibat kekenyangan.

Setelah ia sudah berada di dalam kamar, Ryn merebahkan tubuhnya. Ia merasakan rasa berat di bagian perut, seperti kesusahan jika dibuat duduk ataupun berjalan.

Aduh!! Perutku sakit sekali - Ryn.

Setengah jam kemudian Ryn merasakan rasa pusing di kepalanya, matanya berkunang-kunang dan tenggorokannya sedikit tidak enak. Gadis itu duduk dan membungkukkan tubuhnya, kepalanya benar-benar terasa berat.

Apa yang terjadi?? - Ryn.

"Ump!!" Ryn menutup mulutnya sendiri ketika sesuatu dari dalam tubuhnya mencoba untuk keluar.

Gadis kecil itu berlari ke dalam kamar mandi, ia berdiri di depan kloset dan setengah menundukkan kepalanya.

HUWEKK!!!

Ryn memuntahkan sebagian donat yang sudah masuk ke dalam tubuhnya, gadis itu jatuh lemas ke lantai.

"MAMA!!" Teriak Ryn kencang sambil menangis.

Merasa panik Mod dan Moa segera berlari menuju kamar Ryn setelah mendengar suara putrinya.

"Ryn?? Ada apa??" Mod menyentuh bahu putrinya.

"Hiks... Hiks... Donat" Ryn sesenggukan.

"Donat??" Moa bingung.

"Donat-donat itu keluar dari tubuhku" Ryn menunjuk ke arah kloset.

"Astaga Ryn!! Itu namanya kau keracunan, sudah papa bilang kan? Makan berlebihan itu tidak baik"

Mod memijat leher Ryn lembut dan menuntun putrinya kembali ke ranjang tidurnya.

"Apa papa marah??"

Moa tidak menjawab, ia mengalihkan pandangannya ke arah lain.

"Maafkan aku..." Ryn menundukkan kepalanya. "Aku janji lain waktu akan menuruti papa"

"Hmm..." Moa menghela nafas panjang, ia menyentuh kepala Ryn lembut. "Nah! Begitu dong, hehe"

Bersambung!!

Halo, Terima kasih sudah membaca! Jangan lupa Like, komentar, Vote, Follow, Favorit dan Rating ya? 😘🙏

1
Uyun Oy
thor aku kembali dan aku membaca karya mu sampai tamat. 2020/2024❤
Lia💚
Karya yang luar biasa. bisa bikin emosi reader naik turun itu keren... tolong untuk cerita ini dilanjutkan 🥺💗
Niaa
Halo author .. kemana saja saya baru bertemu dengan cerita mu di tahun 2023 saya sangat cinta dengan mermaid! Dan ini adalAh serial mermaid yang tiada duanya ❤️❤️
Neng Rusmawati
,👍👍
Darman DARMan
0895343298020
Darman DARMan
wAHDiN
ojun❤️
love banget sama karya mu Thor❤️❤️
ojun❤️
love banget sama karya author ❤️ nyesel baru Nemu novel ayam ini🤧❤️
ojun❤️
😭🤧
ojun❤️
berasa patah hati aku bacanya😭😭🤧
ojun❤️
sedihh bangett😭
ojun❤️
❤️❤️
ojun❤️: love banget sama karya author ❤️❤️
total 1 replies
Wiski zoe
aku memang baru baca novel athor..
baru tahu ad novel sebagus ini tentang mitologi..

kebetulan aku sangat suka mitologi..
maaf ya jarang meninggalkan kesan pd eps🙏

tp fiks aku suka...
Wiski zoe
boleh kah minta season 3 thor..

tp yg manis2 saja...
Wiski zoe
walau sdh tamat baru ku baca..
tp berharap tdk ad katrina ke 2
Elli Sahrida
Rasanya cara bicara ayahnya Fuu mirip sama cara bicara bibi Isabella ya
Elli Sahrida
tisu mana tisu...siapa yang bawa bawang😢
Elli Sahrida
Aku baca mulai season 1 sampe sekarang, pas season 1 tamat dan ga nemu lanjutannya duh rasanya sedih beet tapi pas jumpa season 2 yang jarak bacanya ampe lamaaaa beet senengnya😊
Elli Sahrida
Hadeeeh...aku baca tengah malam lagi ntar anak ama suami kaget degar aku yang ngakak sendiri, untung ga malam jum'at kan ntar dikira kesurupan😂😂
Elli Sahrida
aduh othor...jangan sembarangan naruh bawang napa😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!