NovelToon NovelToon
Wanita Solihah Pujaan Hati

Wanita Solihah Pujaan Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Poligami / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:182.5k
Nilai: 3.8
Nama Author: Ajeng Nurjamilah

Namaku Raisa, Aku lahir di Bandung. Aku tinggal bersama Ayah, Ibu dan Kakak ku. Ini kisahku, aku menjadi yang kedua demi cinta pertamaku bernama Yusuf, namun aku di pertemukan dengan cinta yang membuat aku merasa nyaman namun perbedaan keyakinan yang bernama Morgan.

Hafidzah adalah seorang santri sekaligus anak dari pemilik pesantren yang di sebut Abah Junaedi. Ia satu pesantren dengan Yusuf yang sudah lama ia kagumi tetapi Yusuf tidak tahu. Hafidzah rela di poligami demi mempertahankan rumah tangga nya dengan Yusuf.

Ini Novel pertamaku...
Jangan lupa terus dukung dengan cara:
Like, Share, Vote, Rating 5 dan Favoritkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ajeng Nurjamilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ep 07 - Graduation Part 1

Seminggu sebelum Graduastion.

Malam ini malam Rabu. Kulihat rintikan hujan deras menghambatku tidak bisa beraktifitas di luar rumah. Aku hanya membukakan jendela melihat tetes demi tetes air hujan yang jatuh dari angkasa.

"Ca..." Ibu terbangun dari tidurnya sengaja menghampiriku karena tidak bisa tidur.

"Iya, Bu..."aku menjawab sapaan Ibu dengan nada lemas.

"Kamu belum tidur, Nak...?"kata Ibu.

"Belum bu,"

"Loh... Kenapa?" Ibu penasaran denga sikapku yang tidak biasanya.

"Satu minggu lagi perpisahan kakak kelas Bu. Aku di suruh baca puisi mewakili teman-teman sekelasku,"

"Loh... Bagus donk, itu artinya kamu bisa buktikan kemampuan kamu di depan semua tema-teman kamu."Ibu memberi semangat.

"Tapi aku gak percaya diri, Bu..." keluh ku di hadapan Ibu.

"Semangat dong sayang...! Biar lebih semangat lagi ibu akan datang menghadiri acaranya." Ibu memberi ku semangat.

"Ah.... Yang bener, Bu...?" sambil memeluk Ibu.

Seminggu sebelum Graduation tiap malam aku selalu melatih diri. Menghadap ke cermin lalu membacakan puisi yang akan di bacakan pas haru Graduations.

***

Tiga hari sebelum Graduation.

Dred... dred... dred...

Suara getaran ponsel. Sepertinya ada yang mengirim pesan. Ternyata pesan dari Satria.

Satria : "Raisa..." pesan yang ke satu.

Satria : "Lagi apa kamu...?" pesan yang ke dua.

Satria : "aku perlu bicara sama kamu...!" pesan yang ke tiga. Tapi aku belum menjawab pesan darinya.

Satria : "Raisa..."pesan singkat yang kesekian. Lama-lama aku tak tega jikalau terus-terusan menjawab pesan darinya.

Raisa : "Iya, kak?"Balasan yang ke satu.

Raisa : "Maaf, kak baru lihat ponsel,"

"Boleh kak, kita ketemuan di taman...! Nanti aku kasih alamatnya," kataku memberikan kesempatan Satria untuk berbicara padaku.

Hari ini hari senin. Dua hari sebelum Graduation. Aku duduk di bawah Pohon besar yang ada di taman yang tak jauh dari rumahku. Kulihat langit sangat cerah, trik mataharipun terpancar begitu megahnya ciptaan Sang Ilahi. Ku lihat jam tangan mungil yang melingkar di tanganku menunjukam pukul 11.00 siang. Satria pun belum kunjung datang.

"Ah! Mana sih Satria? Kok belum datang juga gumamku sambil mengelus-elus keringat yang sedang bercucuran.

Ah.. Rasanya aku ingin pulang saja dari tempat itu.

"Raisa..." duh... akhirnya Satria datang juga.

"Kakak kemana dulu sih?" aku kesal.

"Maaf Raisa mobil ku bpannya kempes..."

"Aku nunggu disini sampai bulukan tau gak...?"kataku makin kesal.

"Iya...ia aku minta maaf!"kata Satria.

"Ya sudah... memangnya Kakak mau bicara apa, sih?" aku langsung To the point ke inti tujuan.

"Ya sudah kita duduk dulu di situ, yu...!" Satria menunjuk ke arah pohon besar yang di atasnya ada rumah pohonnya.

Saat itu Satria tidak langsung bicara. Tetapi dia menyuruhku naik duluan ke rumah pohon itu dan Satria pergi untuk membeli minuman.

Di rumah pohon itu aku dan Satria duduk dengan saling berhadapan melihat kebawah.

"Ada apa kak mengajak aku ketemuan hari ini...?" kataku langsung menanyakan apa tujuan Satria.

"Aku cuman memastikan kalau kamu tidak mencintai aku..." kata Satria sambil membalikan badan ku dengan kedua tangannya.

"Ma...makasud Kakak...?" aku kaget.

"Lihat aku Raisa...! Lihat aku...!" aku di paksa untuk melihat wajahnya.

"Aku sangat mencintai kamu, Raisa..."Sambung Satria dengan penuh keyakinan.

"Besok aku akan ke Korea, aku akan kuliah di sana, aku hanya ingin jawaban dari kamu."

Mendengar kalimat itu aku langsung menolehnya. Rasanya hati ini merasa bersalah padanya. Tapi aku tetap dengan komitmenku untuk tidak pacaran. Aku berusaha menjelaskannya padanya dan memberikan semangat.

"Kak Satria, kemarin pas liburan aku menolak Kakak itu bukan karena aku gak suka sama kakak, aku hanya tidak mau pacaran. Sekarang Kakak kejar cita-cita setinggi langit!" aku berusaha menenangkan Satria.

"Ta...tapi, Raisa..." Satria berusaha memotong pembicaraanku.

"Dengarkan aku...! Sekarang setelah kakak lulus nanti... Kakak harus ke Korea dengan tidak memikirkan aku. Nanti setelah Kakak lulus kuliah jika kita Jodoh bisa langsung datang ke keluargaku !"

Malam pun cerah. Beribu-ribu bintang di langit seakan-akan menyaksikan kegelisahanku. Kucing kecilku yang ku beri nama Imut datang kembali.

"Hai, Imut?" Kucing itu mendengkur kakiku kemudian ku elus-elus kepalanya.

"Meong... meong... meong" ah... entah apa yang Kucing ini jawab.

Hari ini hari Rabu, Hari dimana akan di gelar acara Graduations Kakak-kakak kelas XII. Ah Rasa nya sedih jika aku harus berpisan dengan mereka. Segala persiapan untuk tampil udah pengurus siapkan. Aku pun telah siap tampil di hadapan Ibuku, Guru dan teman-teman Kakak-kakak kelas yang akan berpisah.

"Del..." tanya Astuti.

"Iya, Tut..."jawab Delia sambil membaca teks MC yang akan di bawakan Delia.

"Caca mana sih...? ko belum kelihatan...?" kata Astuti mencariku.

Tiba-tiba Ibu baru datang mau menyaksikan penampilanku.

"Assalamuallaikum," Ibi mengucapkan salam.

"Waalaikum salam," Delia dan Astutu menjawab salam Ibu barengan.

"Tan, Caca nya mana...?" tanya Astuti.

"Loh...loh... kan tadi berangkat duluan," Ibu kaget dan khawatir.

"Delia dan Astuti belum lihat Caca, Tan..?" Kata Delia. Kawatir.

"Sebentar lagi Caca tampil, Tan..." Astuti panik.

"Duhhh kemana itu anak?" denga wajah panik sambil tarik napas.

Satu jam sebelum tampil, aku hilang. Ibu, Delia dan Astuti mencari-cari aku, Sampai- sampai aku di temukan di sebuah perpuatakaan aku di temukan dengan keadaan ketiduran.

"Ca..." Kata Ibu, Delia dan Astuti memanggilku serentak.

"Ca, kita cariin ternyata kamu di sini..." kata Astuti agak marah.

"Aku ngantuk Bu... Huamsz..."

" Udah mulai belum acaranya...? sambung aku masih keadaan ngantuk.

" Bukan mulai lagi Caca... lima menit lagi penampulan kamu!"

"Apa...?" Aku kaget tanpa basa-basi lagi aku langsung pergi ke ruangan Graduations.

Tak terasa jam sudah menunjukan pukul 09.00 waktunya aku menampilkan puisiku di depan orang-orang.

"Caca...! semangat ya sayang...! anak Ibu pasti bisa!" Ibu menyemangatiku sambil memeluku.

"Iya, bu," meneteskan air mata.

"Semangat sayang...!" mencium keningku.

"makasih ya Bu udah datang..."

Prok... Prok... Prok...

Suara tepuk tangan sangat ramai sekali. Seakan-akan tubuhku terasa kaku. Bergetar tubuhku dengan bercucuran keringat panas dingin.

"Bismillahirrohmaanirrohiim..." dalam hati.

"Kita tampilkan acara selanjutnya... pembacaan Puisi dari perwakilan dari siswi kelas XI IPA 2, siapa dia....?"

Jreng... jreng... jreng...

"Raisa...!"

Prok... Prok... Prok...

tepuk tangan kembali bersuara seakan-akan rasa ketidak percaya dirianku meningkat.

Prok... Prok... Prok...

Raisa...! , Raisa...!, Raisa...!" suara seluruh aula menyemangatiku. Ah aku langsung maju ke depan untuk membuktikan ke semua teman-teman bahwa aku bisa.

" Semangat Caca...!" kata Ibu berteriak dari kursi paling belakang.

TUNGGU KELANJUTANNYA DI GRADUATIONS PART 2.

1
Ajeng Nurjamilah
bagus banget
Ila Ila
click j
Bety Nurlaila
lanjut kak
ig@taurusdi_author
semangat thor

salam dari HIDUPKU BERSAMA CEO
istrinya linyi💕
huaa seru
Lesty
kecewa
Nurul Afifah
kak kok tamat
ig@taurusdi_author: hai kakak salam kenal

mampir yuk ke karyaku

HIDUPKU BERSAMA CEO
total 1 replies
Refni Sari Winanda
kok endingnya gantung sih kak..😟
Bintun Arief
kaget gw bacanya, endingnya gini thor? kasian Raisa 😭😭

semoga kamu ketemu Hamish ya Ra 😊
Bintun Arief
waktu dengar mikaila nangis aku mikir, hm.... sepertinya waktu ngidam Hafidzah "para wali" deh, Eeeeaaa.... eeeeeaa 😂

becanda denk, ✌️

alhamdulillah, plong ya Raisa, satu step nih, tinggal step ke dua yeyeyeyye..., thor, waktu Yusuf salah sebut nama, ada kata Morgan nyempil di situ lo. Semangat upnya, cuss lanjuuut 😊🥰
Dsyy
Semangat thor
Ig & fb : Karlina_Sulaiman
semangat terus berkaryanya kak..

🥀 ceo somplak
꧁ℌ𝔢𝔰𝔱𝔦꧂
lanjut🥰 jangan lupa mampir di cerita ku

"Cinta kita"
Noejan
Hadir😁
kimseyeol: hy kka mampir yuk di novel terbaru ku judulnya"" Dia Untuk Ku Dan Aku Untuk Nya""
total 1 replies
Quin Alesha
lanjut
Quin Alesha
langsung nikah aja gan
Quin Alesha
sedih gw bacanya
Lesty
lanju
Lesty
sehaeusnyq bu angel memberikan g terbaik
Lesty
ih kok gitu sih bu angel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!