Kanaya Anastasia, harus rela menikah dengan pria yang sudah beristri demi menyelamatkan panti asuhan agar tidak di gusur oleh keluarga Alexander.
Pernikahan tanpa cinta dari kedua belah pihak, Kanaya hanya di jadikan babu oleh istri pertama yang bernama Bella dan suaminya yang bernama Melvin.
Anehnya, sikap Melvin suka berubah-ubah hingga membuat Naya dilema. Jika tidak ada Bella, sikap Melvin sangat baik pada Naya dan sebaliknya, jika ada Bella maka Melvin akan bersikap jahat pada Naya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
07.Aku Tidak Peduli
"Aku tidak peduli jika harus pergi atau tidaknya. Masalah kalian itu urusan kalian, jangan libatkan aku!" tegas Naya.
"Seharusnya kau yang bertanggung jawab untuk masalah ini. Kenapa kau seolah menyalahkan ku?" debat Melvin tidak jika Naya melawan padanya.
"Jika bukan karena ancaman mamah mu untuk menggusur panti, aku tidak akan pernah mau menjadi duri dalam rumah tangga kalian. Aku hanya ingin anak-anak yang memiliki nasib sama seperti ku memiliki tempat tinggal yang layak. Ku tegaskan sekali lagi, aku terpaksa!" tutur Naya dengan tatapan tidak suka pada Melvin.
"Sayang, jangan menyalahkan dia. Ini semua bukan kesalahan kita semua!" ucap Bella mencoba mencari perhatian pada suaminya.
"Aku sudah menuruti permintaan mamah untuk menikah denhannya. Tapi, aku tidak bisa jika harus memiliki anak darinya!" ujar Melvin.
"Aku juga tidak ingin memiliki anak dari laki-laki yang tidak mencintai ku. Jika kau ingin protes, silahkan protes pada mamah mu. Dan ingat Mel, luka ini....!" Naya menunjuk sudut bibirnya, "tidak akan pernah aku lupakan!" ucapnya kemudian berlalu pergi.
"Kanaya, mau kemana kau? kita belum selesai bicara!" teriak Melvin kesal.
"Sayang, sudahlah. Jangan berteriak lagi, jika mamah ingin kau pergi bulan madu bersama Naya, maka pergilah. Aku tidak apa-apa jika harus tinggal di rumah seorang diri," kata Bella menyakinkan Melvin.
"Aku tidak bisa meninggalkan mu, tapi aku juga tidak bisa membawa mu. Mamah pasti mengirim mata-mata untuk itu," ujar Melvin yang bingung.
"Semua demi kebaikan kita. Istri mu itu juga di paksa, aku yakin jika di hatinya juga tidak mau melakukan hal seperti ini,"
Bella sangat pandai mengambil hati Melvin, tidak masalah bagi Bella di tinggal atau pun di ajak liburan. Itu tidak hubungan dengannya.
"Maafkan aku sayang. Kali ini aku tidak bisa menentang mamah," ucap Melvin memeluk istri pertamanya.
Bella sangat senang sekali karena Melvin akan pergi sangat lama dan dia akan bebas melakukan apa saja yang dia mau.
Ke esokkan harinya, Naya dan Melvin benar-benar pergi bulan madu atas perintah mamah Reta. Melvin sangat acuh, begitu juga dengan Naya yang tidak peduli. Selama tiga minggu, pasangan suami istri yang tidak saling mencintai ini akan hidup berdua tanpa Bella.
Sekian lama melakukan penerbangan, pada akhirnya Naya dan Melvin sudah tiba di negara P. Mereka masuk kedalam kamar yang sama, tentu saja ini membuat Melvin sangat kesal.
"Biasa saja wajah mu, aku tidak akan tidur di sana. Aku akan tidur di sofa!" ujar Naya langsung merebahkan diri di atas sofa.
"Baguslah jika kau sadar diri, seharusnya memang seperti itu," sahut Melvin dengan ketusnya.
"Aku tidak peduli...!" seru Naya memejamkan mata tidak ingin melihat wajah Melvin.
"Seharusnya Bella yang pergi, bukan kau!"
"Cukuplah, jangan membawa nama istri mu di sini. Aku sangat lelah dan tidak ingin bicara pada mu!"
Melvin benar-benar geram dengan sikap Naya yang sangat berani.
"Seharusnya kau bisa bersikap lebih lembut lagi seperti Bella...!" ucap Melvin yang membandingkan kedua istrinya.
Naya membuka mata, wanita itu langsung mengubah posisinya menjadi duduk.
"Jika aku bahagia dengan diri ku sendiri, kenapa aku harus menjadi diri orang lain untuk membuat orang lain bahagia?"
"Kau seorang perempuan, masuk di akal jika seorang perempuan harus bersikap anggun dan bijaksana. Di banding kau, Bella jauh lebih segalanya. Dia terdidik!" ucap Melvin terus membanggakan istrinya pertamanya.
"Ya, Bella memang terdidik. Berbeda dengan aku si yatim piatu yang hidup tanpa didikan orangtua ini. Tapi, setidaknya aku tidak pernah membandingkan kehidupan orang lain seperti mu!" balas Naya membuat Melvin langsung bungkam.
Naya kembali merebahkan diri dengan menutup wajahnya dengan bantal. Masa bodoh dengan Melvin yang ingin bicara apa atau pun melakukan apa.
Berbeda lagi dengan Bella, kepergian Melvin dan Naya di memanfaatkannya untuk membawa sang kekasih menginap di rumah. Mereka bahkan melakukan hubungan suami istri di kamar utama, tempat di mana Melvin biasa tidur.
"Malam ini aku sangat senang sekali, aku bisa hidup lebih lama bersama mu sekarang," ucap Bella sambil mengelus dada Fedrik.
"Sayang, kau adalah wanita paling beruntung. Entah kenapa suami mu itu sangat bodoh! dia mau saja di bohongi."
"Biarkan saja, selama masih ada kau dan uang yang terus berjalan. Aku tidak masalah jika dia ingin memiliki istri berapa pun!"
Mereka menertawakan kebodohan Melvin.
Jauh di negara P, yang berselisih waktu selama tujuh jam dengan negara S. Tengah malam, Melvin terbangun karena merasa haus dan lapar.
Tanpa sengaja Melvin melihat Naya yang tertidur begitu pulasnya tanpa menggunakan selimut. Naya tertidur sambil meringkuk, jauh dari lubuk hati yang paling dalam Melvin merasa kasihan pada istrinya ini.
Lagi-lagi, bayangan Bella membuat pria ini tidak peduli pada Naya. Melvin yang acuh langsung keluar untuk mencari makanan.
Malam berganti pagi, Kanaya hanya mengekor di belakang suaminya untuk turun sarapan pagi di restoran hotel. Mereka berjarak, Melvin bersikap seolah tidak mengenali Naya. Bahkan, mereka juga duduk berjauhan.
Tidak peduli, Naya sungguh tidak peduli yang terpenting dirinya bisa makan dan tidur itu saja. Masalah anak, wanita ini juga tidak peduli dengan permintaan ibu mertuanya.
Selesai sarapan, Naya langsung kembali ke kamar hotel sedang Melvin memutuskan untuk pergi jalan-jalan seorang diri. Naya hanya menghabiskan waktu dengan menonton televisi dan sesekali menikmati pemandangan dari atas balkon kamar yang sangat indah.
"Dunia luar sangat luas dan indah. Tapi, kenapa aku terpuruk dalam masalah ini?"
Netra matanya menatap hamparan langit biru. Bulan madu yang seharusnya indah hanya terasa hambar apa lagi Naya sebelumnya belum pernah pergi ke luar negeri. Keterbatasan bahasa juga membuat wanita ini hanya mengurung diri dalam kamar hotel.
Menjelang sore, Melvin pulang ke hotel. Tak ada tegur sapa, keduanya seperti orang asing yang tak saling mengenal. Untung saja Naya membawa beberapa buku untuk di baca di kala bosan.
Selesai makan malam, Melvin menghampiri Naya yang sedang duduk di balkon kamar. Pria ini melemparkan sejumlah uang pada istri.
"Jika kau ingin berbelanja, gunakan uang ini. Ingat, jangan boros!"
"Aku terbiasa berhemat, bahkan aku sudah biasa di jatah dari istri mu!" ketus Naya.
"Kenapa, apa kau tidak suka jika Bella yang mengatur keuangan di rumah?" tanya Melvin yang bersiap untuk mengomel.
"Tidak, sama sekali tidak berniat. Aku hanya memberitahu mu saja, jika istri mu menjatah ku dua juta perminggu. Jadi, jangan kau anggap aku yang menghabiskan uang mu nantinya!"
"Apa maksud mu hah? apa kau sedang menjelekan Bella?" Melvin tidak suka dengan tuduhan Naya, "Empat puluh juta itu sudah sangat banyak.kau seharusnya bisa hidup dengan uang yang ku berikan!"
"Aku memang hidup, tanpa kau juga aku bisa hidup. Ku tegaskan sekali lagi, hanya dua juta dan tidak lebih. Maaf, aku tidak rakus akan uang!"
Melvin menatap tajam kearah Naya, laki-laki ini terdiam karena wajah Naya sangat serius. Bahkan,Melvin tidak bisa menemukan kebohongan di mata sendu milik istrinya.
Toorrr ayo mangaat dilanjut lagi, seru lhoo ini ceritanya !!!
Forgive but no forget ! 😝