Cerita bawang disisipi comedy
Kisah gadis muda dengan cinta pertama
Pernikahan yang diinginkannya berakhir bahagia, ternyata membawa penderitaan bagi Anaya. Laki-laki yang menikahinya, meninggalkan dengan benih yang sudah bersemi dirahimnya.
Apakah kesalahan yang sudah dilakukan Anaya, sehingga Raditya meninggalkannya. Dan mengirimkan pesan yang membuat Anaya kecewa.
Setelah dia mencoba melupakan, masa lalunya kembali. Menuntut sesuatu, apa yang harus dilakukannya.
Kembali ke masa lalu untuk mencari kebenaran?"
Inilah kisah ku, Anaya ayusita. Wanita yang jatuh cinta, tetapi mendapatkan derita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sery, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 7 Mata mata
***stay at home ya teman teman agar kita cepat terbebas dari covid-19.
Bagi yang di rumah saja ayo kunjungi karya qu.
👉is this love
👉kubawa pergi cintaku
👉antara dendam dan cinta
happy reading guys.
Anaya duduk diruang tunggu ICU, kepalanya menunduk dan digenggaman tangannya kuitansi biaya rumah sakit papa***.
" Kenapa non....?" tanya bik Sum ketika dilihatnya Anaya menatap terus kearah kertas yang ada dalam genggaman tangannya.
" Ini bik, Nay baru bayar biaya papa di rumah sakit.." terang Anaya.
" kurang non, bibik ada uang..." tawarkan bik Sum.
" Tidak bik, biaya papa selama tiga hari ini sudah Nay bayar..." kata Anaya.
" Selanjutnya Nay tidak tahu lagi, tabungan Nay juga nga banyak lagi..." cerita Anaya kepada bik Sum dan air matanya sudah mengalir dari kedua sudut bola matanya.
" Den Raditya belum ada kabar non...?" tanya bik Sum tentang keberadaan Raditya suami Anaya.
" Belum bik,mungkin mas Raditya lagi sibuk..." Anaya menghibur Dirinya sendiri, walaupun dalam hati kecilnya dia merasa setitik kecewa karena Raditya tidak pernah menghubunginya selama dirinya pergi.
Tak disadari Anaya selama papanya dirawat di rumah sakit ada orang yang terus mengawasi pergerakan Anaya dan bik Sum.
" Boss, target masih di ICU..." yang mengawasi Anaya melaporkan kondisi papa Anaya.
" Terus awasi..." kata orang diseberang telepon.
Orang tersebut terus melaporkan kegiatan Anaya kepada orang yang menyuruhnya.
" Bik, sepertinya Nay akan menjual rumah. Nanti kita beli yang kecil, moga papa ngak akan marah ya bik..." beritahu Anaya kepada bik Sum akan niatnya menjual rumah.
" kalau menjual rumah bisa mengurangi beban biaya rumah sakit, Papa non nga akan marah..." ucap bik Sum.
" Tolong bibik jaga papa, biar Nay pulang mengurus penjualan rumah..." kata Anaya kepada Bik Sum.
" Ya...non..." sahut bik Sum.
Anaya pergi meninggalkan rumah sakit menuju rumahnya dengan menaiki taxi.
Dalam perjalanan menuju rumahnya, orang yang mengawasinya dirumah sakit terus mengikutinya sampai Anaya tiba dirumah.
Setibanya dirumah, Anaya turun dari taxi dan orang yang mengikutinya tadi menghentikan sepeda motornya. Dan terus mengawasi Anaya dari kejauhan.
" Anaya..." seorang wanita menyapa Anaya ketika Anaya akan memasuki halaman rumahnya.
Anaya membalikkan tubuhnya kearah asal suara itu.
" Ya tante......" jawab Anaya.
" Papa kamu sakit ya...?" tanya tante Rita tetangga Anaya itu.
" Ya tante..." Anaya mengiyakan pertanyaan tante Rita.
" Sakit apa ?"apa benar papa kamu di pecat karena menggelapkan uang...?" tanya tante Rita dengan penuh selidik.
" Maaf tan Nay buru-buru, mau ke rumah sakit lagi..." ujar Anaya dengan meninggalkan tante Rita dan tidak menggubris pertanyaan tante Rita.
" He...sombong, ntar lagi papanya masuk penjara aja masih belagu..." dumel tante Rita sambil memandang kearah rumah Anaya dengan sinis.
Anaya masuk kedalam rumahnya dan dia masuk keruang kerja papanya, kemudian dia duduk di kursi. Dimana papanya sering duduk jika papanya berada dalam ruang kerjanya.
Anaya memandang kearah foto terakhir mereka bersama papa dan mamanya, Anaya merasa sedih karena akan kehilangan rumah ini, bagaimanapun juga banyak kenangan bersama mamanya dirumah ini.
Mengingat perkataan tetangganya tadi membuat tekadnya untuk ganti suasana makin kuat.
" Pindah dari lingkungan ini mungkin pilihan yang bagus..." batin Anaya.
Anaya mengeluarkan berkas-berkas kepemilikan rumah,dan dia memandangi surat rumah tersebut.
" Sepertinya papa sudah punya firasat ini semua akan terjadi.." guman Anaya ketika melihat siapa nama pemilik rumah tersebut sekarang.
Tiga tahun yang lalu setelah mamanya meninggal, tiba-tiba papanya mengalihkan nama pemilik rumah menjadi atas nama Anaya, walaupun Anaya sudah memprotesnya.
Anaya memasukan surat tanah tersebut kedalam tasnya dan keluar dari ruangan kerja papanya.
Kemudian Anaya keluar dari rumahnya untuk menunggu taxi yang sudah dipesannya tadi.
ketika menunggu taxi.........
👁️ ***bersambung👁️***
happy reading guys...