Sebuah sekolah elit dimana para anak-anak orang kaya bersekolah disana, tanpa terkecuali Lucas Wayne, salah satu pewaris Angkasa group, yang memiliki kepribadian cool. Banyak para gadis disekolahnya yang menyukainya, tapi perhatiannya tertuju pada seorang gadis bernama Ayana Meilan, Satu-satunya gadis yang memakai hijab di sekolahnya. Karena kecerdasan yang ia miliki,dia berhasil mendapatkan beasiswa, sehingga bisa masuk di sekolah elit tersebut.
Setelah lulus SMA Lucas berusaha membawa Ayana masuk ke dalam keluarganya. Bagaimana perjuangannya setelah mendapat pertentangan dari keluarga besarnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tinayuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kehangatan keluarga
Lucas pergi keluar kontrakan sambil berjalan kaki. Jalanan itu terlihat sepi, hanya beberapa saja orang melintasi jalanan gang sempit itu.Disekeliling banyak tembok tinggi yang menutupi rumah - rumah. Hanya yang memiliki usaha kecil yang rumahnya tidak memiliki pagar tembok, seperti milik Ayana, yang terbuka agar terlihat toko kecilnya.
Lucas memasuki sebuah counter handphone, disana dia memilih charger murah sesuai dengan budget yang ia punya. Setelah selesai memilih dan membayar, Lucas keluar kembali hendak menuju kontrakannya.
Dia berhenti setelah melihat Ayana yang berjalan dengan cepat. Lucas segera memanggil Ayana.
"Aya, kau mau kemana? " tanya Lucas penasaran.
"Lucas, a aku mau ke supermarket " jawab Ayana sambil menunjuk ke arah supermarket tujuannya.
" Aku ikut! " Ayana menatap Lucas
" Supermarket di sini sangat jauh, apa benar kau mau ikut, kau tidak biasa jalan kaki,kau lelah nanti "
" Ayooo ! " Lucas menarik paksa tangan Ayana menuju ke arah supermarket.
" Lepaskan, tanganku sakit! " Ayana mengibaskan tangannya, dan Lucas segera melepaskannya.
" Begitu saja sakit " seru Lucas yang membuat Ayana terlihat begitu kesal.
" Apa kemana-mana kau jalan kaki? " tanya Lucas kembali sambil menatap sekitar.
" Iya"
"Kau tidak lelah kalau setiap hari jalan kaki terus? " Lucas berjalan didepan Ayana dengan berjalan mundur.
" Sudah biasa " jawab Ayana tanpa memandang Lucas. Melihat Ayana membuang muka,Lucas tertawa kecil Membuat Ayana heran dan bertanya.
" Apa ada yang lucu, kenapa tertawa seperti itu? " tanya Ayana yang masih penasaran
" Lihatlah wajahmu, sebegitu malunya kau menatapku, kau takut salah tingkah? kalau kau ingin melihat wajah tampan ku, lihat saja, ini sebagai hadiah buatmu karena kau menolongku ! "Ayana menunduk malu.
" lihatlah jalan, kalau kau menunduk, kau bisa menabrak ku nanti ! " Lucas membalikkan badan dan berjalan normal di sebelah Ayana.
Tiba-tiba sebuah sepedah melaju kencang setelah melewati tikungan dan tepat di depan mereka, membuat Lucas dan Ayana terkejut, seketika Lucas menarik tubuh Ayana yang hampir tertabrak.
" Hey, berhenti ! " teriak Lucas dengan kencang. Jantung Ayana seperti hampir lepas dari tempatnya. Dia memegangi dadanya yang masih berdenyut kencang.
Pengendara sepeda tidak menghiraukan teriakan Lucas, dia lebih melajukan sepedah nya menjauhi mereka seperti tidak ingin berurusan lebih jauh.
Lucas masih memegang pundak Ayana.
" Kau tidak apa-apa? " Lucas melihat Ayana yang masih sedikit gemetar tubuhnya. Ayana menggelengkan kepala.
" Duduklah dulu " Lucas menuntun tubuh Ayana pada sebuah kursi di pinggir jalan.
" Terima kasih " Lucas mengangguk.
" Apa masih jauh supermarket nya? " Lucas melihat sekeliling yang belum menampakkan supermarket
" Tidak, kita sudah hampir sampai "
Lucas masih melihat Ayana yang sedikit gemetar.
" Kau mau beli apa, kemarikan, kau tunggu saja di sini! " Lucas meminta kertas yang di bawa Ayana, lalu membacanya.
" Aku bisa sendiri " Ayana meminta kembali kertas itu, namun Lucas tidak memberikannya.
" Kau tunggu di sini, ini mudah sekali, aku akan membelinya untukmu " Lucas meminta uang yang di pegang Ayana, lalu berlari menuju supermarket yang sudah di tunjukkan Ayana.
Beberapa menit kemudian Lucas kembali dengan membawa kantung plastik berisi sayur dan lainnya yang dibutuhkan Ayana.
" Cepat sekali " Ayana menerima kantong plastik itu.
" Belanjamu juga cuma sedikit, ini minumlah, aku membeli minuman ini dari uangku sendiri, dan ini uang kembalian dari belanjamu " Lucas memberikan minuman kaleng dan uang kembalian kepada Ayana
Ayana segera membuka penutup kaleng, dan meneguk minuman itu sampai habis. Lucas hanya memperhatikan Ayana minum sambil tersenyum.
" Ayo kita kembali! " Lucas mengiyakan. Mereka berjalan kembali melewati jalanan tadi.
" Sini aku bawakan sampai ke rumahmu!" Lucas merebut kantung plastik yang di bawa Ayana.Hati Ayana berdegup kencang saat Lucas mendekat ke arahnya.
Aku tidak percaya, aku bisa sedekat ini dengan Lucas. Senang sekali
Senyum tipis keluar dari bibir Ayana.
Mereka sudah sampai di rumah Ayana. Lucas dengan sopan menyapa Ibu Ayana yang masih setia menunggu dagangannya.
"Masuklah dulu, Ibu akan buatkan minum untukmu! " pinta Starla
" Tidak usah Bibi, kami sudah minum tadi "
Lucas melirik Ayana.
" Kalau begitu duduklah di sini ! " Starla mengambil kursi untuk Lucas duduk.
Ayana membongkar isi kantung plastik belanjaan tadi.Ayana mengernyit, satu persatu belanjaan dia keluarkan dari kantung.
" Apa ini? " Ayana memperhatikan satu persatu belanjaan dan mencocokkan dengan kertas yang ia bawa. Sesekali dia melirik Lucas yang masih menatapnya dengan santai.
" Kau kenapa Ayana? "tanya Starla.Ayana tidak menjawab pertanyaan Starla, namun melontarkan pertanyaan kepada Lucas.
" Lucas, apa kau tidak tau bentuk sawi? " seru Ayana.
" Tau, yang kau pegang itukan sawi " masih santai. Starla hanya diam menatap mereka bergantian.
" Ini bayam Lucas, Ini juga, kenapa kau membeli paprika, padahal di kertas tulisannya timun, tidak ada paprika nya" Ayana menepuk jidatnya.
"Astaga Lucas " gumam Ayana. Starla hanya menggeleng sambil tersenyum.
" mungkin saat membaca tulisan aku jadi salah mengambilnya Ayana, cuma salah dua saja " Lucas masih belum mau mengalah.
" Salah dua apanya, yang ini juga salah "
Ayana mendesah dengan kesal.
" Sudah, kau masak saja sesuai dengan bahan yang ada! " seru Starla.
" Iya, Bibi benar sekali "Ayana menatap Lucas dengan tatapan yang tajam.
" Kalau kau tidak meminta untuk membelanjakannya, pasti jadinya tidak seperti ini " seru Ayana sambil masuk ke dalam rumah.
Lucas jadi tersenyum, merasa bersalah dengan Ayana.
" Maafkan Lucas Bibi " Starla tersenyum
" Tidak apa-apa, hanya masalah kecil saja "
" Kalau begitu, Lucas pamit dulu Bi "Lucas hendak melangkah pergi.
" Tunggu sebentar !" Starla menghentikan langkah Lucas. Dia mengambil tas plastik dan mengisinya dengan beberapa buah segar.
"Ini, bawalah! " Lucas masih belum menerima pemberian Starla
" Tidak usah Bi, ini buat jualan Bibi saja "
Starla masih memaksa dan akhirnya Lucas menerima.
" Bibi sangat baik, terima kasih Bi " Lucas tersenyum lalu pamit untuk pulang kembali.
Sesampainya di kontrakan, Lucas segera memakai charger barunya untuk mengisi baterai ponselnya yang lowbat.
Lucas menikmati buah pemberian Starla.
Walau kekurangan uang, dan keluarga tidak lengkap, Ayana dan Ibunya hidup dengan begitu hangat sebagai keluarga.
" Aku jadi iri dengan mereka " gumam Lucas sambil menikmati buah Apel ditangannya.
" Mungkin aku akan sangat senang kalau semua keluargaku berkumpul, termasuk Louise " menggigit apel kembali.
ijin promo thor 🙏
jgn lupa baca novelku dg judul "AMBIVALENSI LOVE" 🍭🍭🍭
kisah cinta beda agama,
jgn lupa tinggalkan jejak dg like and comment ya 🙏😁
ijin promo sekalian thor 🍓
jgn lupa mampir di novelku dg judul "AMBIVALENSI LOVE",
kisah cinta beda agama,
jgn lupa tinggalkan jejak ya 🍓🍓🍓
aq mampir...
jgn lupa jg mampir dikaryaku dg judul "AMBIVALENSI LOVE"
kisah cinta beda agama 🍰🍰🍰
ku tunggu jejaknya ya 🍰🍰🍰
jgn lupa mampir jg ke novelku dg judul:
"AMBIVALENSI LOVE"
kisah cinta beda agama,
ku tunggu like and coment nya ya 🐳🐳🐳
🦊ijin promo ya🦊
jgn lupa mampir di novel dg judul "AMBIVALENSI LOVE"
kisah cinta beda agama.... 🦊
ku tunggu feed back nya ya 🙏🙏🙏😁
keren thor...
ijin promo ya 🙏
jgn lupa mampir jg ke novelku dg judul "AMBIVALENSI LOVE" ❤️
kisah cinta beda agama,
ku tunggu jejaknya ya 🤗🙏
Jangan lupa feedback 🤭