sinopsis
seorang gadis bernama cinta harus rela meninggalkan kedua orang tua dan pekerjaannya sebagai dosen di Kota B , tanpa rasa putus asa Cinta kembali meneruskan pekerjaannya seorang Dosen di kota A meskipun jauh dengan orang tua , Cinta pun bertemu Chanendra pengusaha muda yang Sukses dan menikah,,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon doeh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Julian
Seusai Cinta menelepon nomor yang diberikan nenek Dwi , dan mendapat jawaban dari orang diseberang sana serta memberi kabar bahwa
mereka akan segera datang melihat keadaan nenek Dwi , Cinta merasa lega dan tenang.
Cinta segera memberi tahu nenek Dwi bahwa keluarga nenek Dwi akan segera datang dan melihat keadaan nenek Dwi di Rumah sakit. Cinta menyarankan agar nenek Dwi jangan khawatir dan banyak berfikir dulu supaya keadaan nenek Dwi segera pulih dan membaik.
Disaat mereka sedang berbincang terdengar suara pintu diketuk , dan muncul seorang dokter juga suster memeriksa keadaan nenek Dwi yang sudah mulai membaik dan tidak lupa Cinta menanyakan penyakit yang diderita nenek Dwi.
Ternyata nenek Dwi mempunyai riwayat penyakit jantung dan asam urat yang sewaktu -waktu bisa kambuh tanpa kita ketahui. Dokter menyarankan supaya nenek Dwi jangan dibiarkan bepergian sendiri harus ada yang mendampinginya serta menjaga pola makan.
Tak lama , pintu ruangan nenek terbuka dan masuk seorang pemuda belasteran belanda yang memiliki postur tubuh tinggi, tampan , gagah , berwibawa terburu - buru memeluk nenek Dwi dengan paniknya.
Semua orang yang ada diruangan tersebut merasa kaget bercampur haru termasuk Cinta yang bingung dan bertanya -tanya siapakah orang tampan tersebut. "Kalau dilihat dari penampilannya sih seperti orang kaya , elegan ,dan sedikit arrogant ,tapi diusianya yang sekitar 28 nan apakah anaknya nenek dwi atau cucunya." gumam Cinta.
Orang tampan tersebut yang tiada lain adalah Julian segera menanyakan keadaan nenek Dwi kepada dokter dan langsung menyuruh orang suruhannya menyelesaikan administrasi yang sudah tertera di struk yang diserahkan oleh suster kepada pihak keluarganya.
Dokter segera berpamitan karena masih ada pasien yang harus diperiksanya bersama suster , tinggalah Cinta , nenek Dwi , dan Julian yang ada di ruangan tersebut.
Cinta merasa canggung dan hendak berpamitan kepada nenek Dwi , namun nenek Dwi malah tersenyum dan mengenalkan pria tampan yang ada di sampingnya dan mengatakan kalau orang tersebut adalah cucu pertamanya yang bernama Julian.
Cinta pun segera menghampiri nenek Dwi dan memberi salam kepada Julian , serta Cinta pun meminta izin pamit untuk pulang , setelah memperkenalkan dirinya kepada Julian dan menceritakan kronologisnya bertemu dan menolong nenek Dwi.
Nenek Dwi pun mengizinkan Cinta untuk pulang karena nenek Dwi tahu Cinta pasti merasa resah dan gelisah karena terlambat sampai di tempat tujuan , jadi nenek Dwi menyuruh cucunya Julian untuk mengantarkan Cinta ke tempat yang akan Cinta tuju yaitu asrama yang berada di kampus terkenal di kota A ini.
Julian merasa enggan dan malas untuk mengantar Cinta dan semua itu terlihat jelas di raut wajahnya yang mempesona membuat Cinta jadi merasa tidak enak , dan Cinta pun segera menolak tawaran nenek Dwi secara halus.
Namun nenek Dwi yang keras kepala tetap menyuruh Julian untuk mengantar Cinta dan mengancam Julian , kalau tidak mengantarkan Cinta nenek tidak mau pulang dan tidak mau bertemu lagi dengan Julian.
Dengan pasrah Julian harus menuruti keinginan nenek Dwi dan segera menelepon orang suruhannya untuk datang ke ruangan menjaga nenek Dwi menggantikan dirinya untuk sementara karena Julian harus mengantarkan Cinta sesuai keinginan nenek Dwi.
Orang suruhan Julian pun datang dan mengangguk tanda sudah siap dan setuju kemudian mempersilahkan Cinta untuk pulang dan jalan duluan , dengan rasa canggung yang amat sangat Cinta pun mengangguk dan segera memberi salam dengan mengecup punggung tangan nenek Dwi dan berpamitan.
sukses ya Thor untuk novelnya yang lain 👍🙏