Seorang wanita yang hidup hanya berdua dengan adik laki-lakinya, namun sang adik selalu saja membuat masalah sampai membuat sang kakak harus membereskan masalah yang di buatnya, dari masalah yang datang kepadanya di situlah dia di pertemukan dengan seorang pria yang akan masuk di kehidupan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurmay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kampungan
Syafa dan May masuk ke pabrik dengan bersama, namun tiba-tiba seseorang berlarian datang menghampiri Syafa.
'' Syafa ya?'' tanya seorang pria yang sedang mengatur nafasnya.
'' Iya aku Syafa, ada apa?'' tanya Syafa.
'' Kamu di panggil ke ruangan pimpinan,'' ucap orang itu yang berlalu masuk ke pabrik.
'' Kamu di panggil Pak bos? untuk apa?'' tanya Maya.
'' Enggak tau, aku kesana dulu ya, kamu masuk aja duluan,'' ucap Syafa dan di angguki Maya.
Syafa pun berlalu menuju kantor dimana pimpinan pabrik tempat dia bekerja berada, sepanjang dia berjalan tidak sedikit ada yang terus berbisik membicarakan nya.
Kasak-kusuk Syafa pergi dengan mobil pak bos terdengar santer ke seluruh telinga karyawan Pabrik, sebagian hanya cuek dan sebagian lagi yang menganggap gosip itu mesti di taikan sebagai bahan pembicaraan.
'' Kenapa mereka lihatin aku segitunya?'' gumam Syafa yang merasa aneh dengan tatapan oran-orang padanya.
Karena merasa tidak terjadi apa-apa, Syafa berjalan dengan cuek menuju Kantor bosnya.
Mengetuk pintu kantor dan masuk setelah mendapatkan sahutan dari dalam.
'' Pak Zidan memanggil saya?'' tanya Syafa pada Zidan yang sedang mengecek berkas di kursinya.
'' Iya, duduklah,'' suruh Zidan.
Syafa pun duduk dengan sopan dan menunggu ucapan Zidan yang masih saja diam. '' Ada apa pak?'' tanya Syafa.
'' Oh iya, nanti siang Oma meminta saya membawa mu untuk makan bersama oma di rumah, kamu harus siap,'' ucap Zidan.
'' Tapi kan pak, saya harus berkerja,''
'' Disini saya Bosnya, terserah saya menyuruh siapa saja kan, lagi pula kamu kan sudah saya bayar,'' ucap Zidan.
'' Iya, tapi kalau saya mendapatkan surat SP dari Supervisor bagaimana pak?''
'' Itu sudah saya urus, kamu tinggal menurut dan ikut saja sesuai perintah saya,'' ucapnya. '' Baik pak,'' jawan Syafa.
'' Ya sudah ayo berangkat,'' ucap Zidan yang
sudah beranjak.
'' Tapi pak, kata bapak nanti siang kan? kenapa harus sekarang perginya, ini kan masih pagi,''
'' Bisa tidak kamu diam, apa kamu mau menemui Oma dengan penampilan mu seperti ini, memakai seragam pabrik dan kalau kamu bekerja dulu pasti berkeringat dan baumu nanti tak sedap, apa kamu yakin ingin menemui Oma saya dengan keadaan seperti itu,'' ujar Zidan panjang lebar.
Syafa memutar matanya malas, dan dia pun menyetujui nya dan berjalan dengan membuntut dari belakang.
Karena masih jam pagi, sebagaian karyawan masih berada di luar pabrik dan tentunya dapat menyaksikan kalau Syafa kembali pergi dengan bos mereka.
'' Eeh lihat deh, itu kan Syafa anak Finishing , dia jalan lagi sama si bos?'' ucap salasatu karyawan wanita.
'' Iya, mereka mau kemana ya, kok si bos mau-maunya satu mobil dengan dia,'' timpal yang lainnya.
Gosip Syafa yang kembali pergi dengan Bos terdengar sampai ke telinga Maya.
'' Ada apa ya kok Syafa pergi dengan si bos, kenapa Syafa tidak cerita apa-apa sama aku,'' gumam Maya yang merasa aneh.
'' Nanti aku akan ke rumahnya untuk bertanya langsung padanya,'' lanjutan nya yang kembali melanjutkan pekerjaan nya.
Di perjalanan menuju sebuah butik terbesar di Ibukota, Zidan membawa Syafa ke sana, Syafa yang memang belum pernah sekalipun menginjakan kakinya ke tempat seperti iti tentunya merasa canggung.
'' Pak kita mau apa kesini?'' tanya Syafa.
'' Kita mau tidur disini,'' jawaban Zidan tentunya membuat Syafa memberi tanda waspada.
'' Tunggu pak, saya bukan wanita seperti itu, saya sudah mengatakan kan sama Bapak kalau saya wanita baik-baik,'' ucap Dyafa dengan panik.
Zidan memutar matanya dan berdecak kesal. '' Lihat, disana tertulis apa?'' tunjuk Zidan ke sebuah tulisan yang ada di atas pintu, Syafa mengejanya perlahan karena Syafa tidak begitu mengerti kata yang bertuliskan latin.
'' Butik Pak,'' jawab nya dengan polos.
'' Lalu butik itu tempat apa?'' tanya Zidan dengan muka masamnya.
'' Tempat yang jual pakaian,''
'' Nah itu kamu tau, jangan terlalu bodoh jadi manusia, oke,'' ucap Zidan yang berlalu meninggalkan Syafa yang masih berdiam diri di samping mobil.
'' Pak Zidan emosian ya,'' gumam Syafa berjalan menyusul Zidan yang sudah lebih dulu berjalan ke dalam butik.
Saat berada di dalam mata Syafa terbelalak kagum, '' waaaww, aku bahkan baru kali ini menginjakan kaki ku ke tempat seperti ini,'' gumam Syafa yang terdengar ke telinga Zidan.
'' Jangan kampungan, bersikap lah biasa saja,'' bisik Zidan dengan ketus.
Syafa berdecih, merasa kesal karena ucapan Zidan yang mengatainya kampungan.
'' Sudah tahu aku kampungan kenapa di bawanya kesini, kenapa enggak ke pasar saja, bisa nawar pula kalau disini kan harganya sudah pas sesuai yang ada di bandrol,'' gerutu Syafa yang terus saja melihat-lihat pakaian beserta bandrol nya.
'' Tidak ada yang murah, aku saja paling mahal beli pakaian harga lima puluh ribu dan ini sudah jelas sama-sama pakaian kenapa harganya bisa jauh berbeda.'' Syafa terus menggerutu membedakan pakaian yang di jual di pasar dan di sana.
'' Kamu ini bisa diam enggak sih, dari tadi saya dengar mengoceh terus,'' omel Zidan.
'' Iya, iya maaf.'' Lirih Syafa yang memanyunkan bibirnya.
suksez
semngt
mksh