NovelToon NovelToon
Oh, My Bee

Oh, My Bee

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Contest / Patahhati / Tamat
Popularitas:861.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bundew

"Aku alergi pada wanita. Kau paham sekarang?" -Nick Kyler-

"Aku tidak percaya! Mana ada alergi seperti itu?" -Bianca Arthur-

Nick Kyler, seorang pria kaya yang memutuskan untuk menyepi di sebuah pulau, setelah kisah cintanya bersama Bellinda kandas.

Penyakit "alergi pada wanita" yang dialami oleh Nick juga menjadi salah satu alasan Nick pergi dari hingar-bingar kehidupan kota metropolitan. Nick hanya ingin menyepi dan hidup sendiri dalam ketenangan

Namun, semua niat Nick menjadi terusik saat tiba-tiba seorang gadis datang dan tersesat di pulau miliknya.

Bianca Arthur, seorang desainer yang tak sengaja tersesat ke pulau pribadi Nick saat sedang berlibur.

Sifat Bianca yang manja dan kekanakan kerap membuat Nick emosi dan menimbulkan perseteruan diantara mereka.

Apakah rasa benci Nick pada Bianca akan berubah menjadi sebuah rasa cinta?

Apakah penyakit "alergi pada wanita" yang dialami Nick akhirnya sembuh setelah pertemuan Nick dengan Bianca?

Lalu, siapakah sebenarnya Bianca Arthur?
Rahasia apa yang disembunyikan Bianca dari Nick?

Masih bagian dari "Suami Bayaran Nona Bellinda"
Cerita tentang Nick Kyler yang alergi pada wanita karena trauma masa lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PINJAM BAJU

Bianca membuka lemari Nick dan melihat isi dari lemari besar itu. Mencoba mencari alternatif baju-baju Nick yang mana yang mungkin bisa Bianca pakai.

Nick tidak punya bra.

Tentu saja, Nick laki-laki.

Hhh!

Bianca mendengus frustasi.

Untuk baju dalam bagian bawah rasanya tak masalah, jika Bianca meminjam milik Nick. Sesaat Bianca merasa geli membayangkan dirinya memakai baju dan dalaman milik Nick. Tapi ini kondisi darurat dan semua baju Bianca sudah musnah terbakar. Jadi Bianca tak punya pilihan lain.

"Kau sedang merampok isi lemariku?" Tuduh Nick yang melihat Bianca memelototi isi lemarinya sejak tadi.

"Sedang mencari alternatif baju-bajumu yang mungkin bisa kupakai," jawab Bianca enteng.

"Aku tidak akan meminjamkan baju-bajuku padamu!" Nick menutup pintu lemarinya dengan kasar hingga Bianca sedikit terhuyung. Masih bagus Bianca tidak jatuh mencium lantai.

"Bisakah kau bersikap sedikit lembut kepadaku?" Protes Bianca yang kembali mencebikkan bibirnya.

"Bersikap lembut kepadamu? Maaf aku tak bisa!" Sahut Nick ketus.

"Pinjami aku bajumu, Nick. Please!" Bianca memasang wajah semanis mungkin dan berusaha merayu Nick.

"Apa kau sedang merayuku?" Tebak Nick yang seolah sudah paham.

"Ya. Karena aku benar-benar putus asa sekarang. Aku tak punya baju lain selain yang menempel di badanku ini dan aku belum mengganti baju dalamku selama dua hari," jawab Bianca blak-blakan.

"Jorok sekali!" Gumam Nick sedikit menahan tawanya.

"Pinjami aku baju sekarang, atau aku akan bertelanjang malam ini!" Bianca ganti mengancam Nick.

"Jangan coba-coba bertelanjang di dalam gubukku!" Nick menuding ke arah Bianca.

"Kau akan kerepotan sendiri jika sampai kau melakukannya!" Imbuh Nick lagi yang wajahnya terlihat panik.

Pria itu membuka pintu lemarinya dan meraih kaus secara acak, tak lupa Nick meraih beberapa baju dalam, dan sehelai kain pantai yang kemudian Nick lempar ke arah Bianca.

"Mandi sana, dan buka bajumu di dalam kamar mandi!" Perintah Nick galak.

"Kau seperti gadis perawan yang baru pertama kali bertemu pria, Nick!" Bianca tertawa terbahak-bahak seolah sedang mengejek Nick.

Wanita itu sudah menghilang dengan cepat ke dalam kamar mandi.

Brengsek!

Sialan!

Nick tak berhenti mengumpat dalam hati merutuki kelemahannya sebagai seorang pria.

Nick memilih untuk pergi ke dapur dan membuat kopi.

Rasanya malam ini Nick akan kembali tidur di sofa ruang depan. Wanita asing bernama Bianca itu sudah menguasai kamar dan kasur Nick sekarang. Dan sebentar lagi mungkin dia akan menguasai isi lemari Nick, lalu dapur seisinya, dan Nick akan pindah ke tenda di belakang gubuknya.

Jadi, ini sebenarnya gubuk milik Nick atau milik Bianca?

"Nick!" Suara Bianca terdengar melengking dari arah kamar.

"Apa lagi?" Jawab Nick ketus seraya menyeruput kopinya dengan kasar.

"Aku lapar," keluh Bianca yang berjalan tertatih-tatih menghampiri Nick.

Nick segera menghindar dengan cepat, menjaga jarak dari wanita bernama Bianca tersebut.

"Bukankah sudah kubilang untuk memasak sendiri? Aku bukan pembantumu!" Sahut Nick sebal.

"Aku tidak bisa memasak, Nick," cengir Bianca menunjukkan deretan gigi putihnya.

"Kemarin tidak bisa mengobati luka. Sekarang tidak bisa memasak. Lalu bisamu apa?" Cecar Nick merasa semakin kesal.

"Aku bisa memuaskanmu di ranjang. Jika kau bersedia. Akan aku anggap sebagai ucapan terima kasih karena kau sudah menolongku dan menampungku di gubuk kecilmu ini," jawab Bianca blak-blakan tanpa rasa sungkan sedikitpun.

Dasar wanita gila!

"Maaf, aku tidak tertarik!" Jawab Nick malas.

Pria itu menuju ke depan kompor dan mulai meracik bahan-bahan untuk masakan.

"Kau sudah berapa lama tinggal di pulau ini, Nick?" Bianca memulai obrolan. Wanita itu memperhatikan Nick yang sangat cekatan memotong sayuran.

"Bukan urusanmu!" Jawab Nick malas.

"Lalu apa alasanmu tinggal di pulau terpencil ini? Kau sedang lari dari sesuatu?" Bianca mengganti pertanyaannya.

Wanita itu sepertinya penasaran sekali dengan asal usul dan latar belakang Nick.

"Aku tidak akan menjawab pertanyaan-pertanyaan konyolmu itu!" Sahut Nick yang sudah menghidupkan kompor di hadapannya.

Tak berselang lama, wangi bumbu yang ditumis segera menguar memenuhi indera penciuman Bianca.

"Ayolah, Nick! Tidak bisakah kita menjadi teman dekat yang saling berbagi cerita?" Bujuk Bianca pantang menyerah.

"Aku bukan temanmu. Kau hanya wanita asing yang kebetulan menumpang di gubukku," ucap Nick yang terdengar pedas.

"Sampai kapan aku akan menjadi wanita asing di gubukmu?"

"Sampai kau cukup tahu diri untuk segera pergi dari gubukku dan dari pulauku ini," jawab Nick menatap tajam ke arah Bianca.

Pria itu menyodorkan sepiring tumis sayur dan telur setengah matang pada Bianca.

Tunggu!

Dari mana Nick mendapatkan telur ini? Sejak kemarin Bianca tak melihat telur di kulkas maupun di dapur Nick.

"Kau punya pesawat yang bisa membawaku pergi dari pulau ini?" Tanya Bianca to the point karena merasa Nick sudah mengusirnya.

"Tidak ada! Kau bisa berenang mungkin," ujar Nick memberikan saran.

"Dan aku akan langsung dimakan hiu. Apa kau tidak bisa lebih kejam lagi pada seorang wanita?" Bianca melahap tumis sayurnya dengan serampangan.

Terlihat sangat tidak elegant.

Nick benar-benar illfeel pada wanita ceroboh ini.

"Aku sudah menampungmu selama tiga hari di gubukku, memberimu makanan dan meminjamimu baju-bajuku. Aku kurang baik apa memangnya?" Sergah Nick memamerkan semua kebaikannya pada Bianca.

Bianca hanya memutar bola matanya dan menyuapkan nasinya yang terakhir ke dalam mulut.

"Cuci piringnya dan semua peralatan masak itu! Jangan manja!" Perintah Nick yang sudah beranjak dan keluar dari dapur.

"Aku alergi pada sabun cuci piring, Nick! Kenapa bukan kau saja yang mencuci semuanya?" Bianca mengajukan penawaran.

"Jangan mengada-ada!" Seru Nick dari ruang depan.

"Aku tidak mengada-ada! Aku benar-benar alergi," suara Bianca kembali memelas.

"Alergimu itu tidak masuk akal! Mana ada wanita alergi pada sabun cuci piring?" Sergah Nick yang sudah kembali ke dapur dan menatap marah pada Bianca.

"Ini jenis alergi langka. Kulit tanganku akan langsung mengelupas jika aku mencuci piring. Itu sudah bawaan lahir," Sanggah Bianca mencoba mencari pembenaran.

"Kau pikir aku pria bodoh yang akan langsung percaya pada bualanmu itu?" Nick bersedekap dan masih menatap marah pada Bianca.

"Cuci saja semua perabotan itu, atau aku tidak akan memasak untukmu lagi besok!" Ancam Nick menuding ke arah Bianca.

Bianca menghentak-hentakkan kakinya sambil bibirnya mencebik bak anak kecil. Wanita itu akhirnya menyalakan kran air dan mulai mencuci piring bekasnya makan tadi serta beberapa peralatan masak yang tadi dipakai Nick untuk menyiapkan makan malam.

Dan Nick sudah berlalu keluar dari dapur. Pria itu masuk ke kamar dan mengunci pintu.

.

.

.

Kok Bianca-nya agresif, Thor?

Iya Nick kan udah kaku. Kalau Bianca dibikin ala-ala gadis polos dan pemalu jadi anyep nanti 😂😂😂

Ngomong apaan sih ini.

Terima kasih yang sudah mampir.

Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.

1
Fi Fin
lapar mlulu Bianca
Mirna Wati
meleleh bacanya 😭😭😭
fhittriya nurunaja
Luar biasa
Yuli Silvy
keren Thor bakal mampir cerita yg lain LG 👍
Yuli Silvy
😂😂😂
Yuli Silvy
😂😂😂 sabar bget emng Nick
Yuli Silvy
pacar satria bee
Yuli Silvy
mudah2an Nick bisa cpt sembuh
Yuli Silvy
😂😂😂
Yuli Silvy
pantesan bee ga' bisa dekt2 SM cewek, trauma dgn masa lalunya
Yuli Silvy
mulai tumbuh benih-benih cinta🤭
Yuli Silvy
😅😅😅🤭
Yuli Silvy
😂😂😂
Yuli Silvy
lnjut ksni
MFay
ikut mampir soalnya ada cerita lucunya
Sulaiman Efendy
KEREN BANGET... NO PELAKOR, NO PEBINOR.. GK KYK KISAH THEO YG MSH ADA BAWANG MERAHYA..
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sulaiman Efendy
KANAYA, PACAR SATRIA...
Sari Rahayu
kalo ditanya mau diapain Nick biar ga muntah.
perkosa aja pas Nick tidur 🤣🤣🤣
geregetan sama nick
Sulaiman Efendy
NAMANYA KANAYA. YG RMH KOSTNYA TMPT RISHA TINGGAL..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!