NovelToon NovelToon
Di Tolak Ustadz Di Lamar Berondong Kaya Raya

Di Tolak Ustadz Di Lamar Berondong Kaya Raya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / CEO
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Rasa percaya diri Refisha benar-benar hilang karena di usianya yang sudah memasuki 29 tahun, orang tuanya berkali-kali menjodohkan, tetapi banyak kendala pria menikahinya dan termasuk banyak orang tua pria yang tidak setuju menikah dengan.

Refisha juga selalu bertentangan dengan adiknya yang sudah berusia 24 tahun dan ingin secepatnya menikah. Banyak sekali permasalahan percintaan dalam hidupnya yang tidak sesuai dengan karirnya dalam dunia pekerjaan.

Sampai seketika orang tuanya kembali menjodohkannya dengan seorang Ustadz, Refisha tidak pernah menolak apapun yang dilakukan orang tuanya, dia setuju, tetapi bukannya kebahagiaan yang didapatkan justru penghinaan dari pria yang memahami permasalahan agama itu membuat kepercayaan dirinya semakin hilang.

Lalu siapa sangka Ustadz pemuka agama itu menolaknya, satu pria pria yang dia temui tidak sengaja dengan usianya yang lebih muda, justru ingin melamarnya, mengejarnya dengan cara ugal-ugalan.

Mari mengikuti ceritanya.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 6 Mengejar

"Refisha tunggu!"

Ezra saat ini sedang mengejar Refisha yang berjalan di koridor dengan langkahnya yang begitu cepat seperti dikejar-kejar hantu.

"Refisha saya ini tidak main-main dan benar-benar serius ingin melamar kamu, Refisha kamu kenapa harus menolak saya!" langkah Refisha sampai terhenti ketika mendengar pernyataan dari Ezra benar-benar sangat lantam.

Bukan dia terlalu percaya diri atau beranggapan seperti apa, tetapi sejujurnya dia sangat malu karena banyak orang di sana yang mondar-mandir dan pasti kaget mendengar pengakuan Ezra, Refisha sampai-sampai tidak tahu harus ditaruh di mana wajahnya membuatnya malu sendiri.

Refisha menghela nafas, kemudian menghentikan langkahnya dan berbalik badan. Ezra dengan senang hati langsung menghampiri.

"Pelankan suara kamu jangan membuat malu seperti itu!" tegur Refisha.

"Kenapa? bukankah yang saya katakan adalah benar, Refisha saya benar-benar ingin menikah dengan kamu, ini bukan candaan dan lelucon, jadi sekarang katakan kepada saya apa yang harus saya bawa ke rumah kamu untuk melamar kamu," ucap Ezra.

"Ayo! kita harus bicara berdua!" ajak Refisha berjalan terlebih dahulu.

"Oke," sahut Ezra mengikuti.

Ternyata mereka berdua berbicara di parkiran yang berada di dekat mobil Ezra.

"Hey, Nona, apa tidak punya tempat lain selain berbicara di tempat seperti ini hah! apa salahnya kita mengobrol santai di Restoran atau di tempat yang lebih enak dan jangan panas-panasan seperti ini!" protes Ezra.

"Kenapa kamu tiba-tiba ingin menikah dengan saya?" tanya Refisha to the point tanpa ingin menjawab pertanyaan Ezra.

"Kamu kasihan kepada saya karena telah dihina oleh sepupumu?" lanjut Refisha.

"Jangan terlalu overthinking, kita sebelumnya tidak saling mengenal dan untuk apa juga saya kasihan," jawab Ezra.

"Kalau begitu alasan apa yang membuat kamu akan menikah dengan saya?" tanya Refisha memastikan.

"Saya tertarik pada kamu, saya penasaran kepada kamu, saya tidak mungkin mengajak kamu pacaran karena kamu pasti tidak mau jadi saya akan mengajak kamu menikah," jawab Ezra.

"Bagaimana mungkin hanya karena penasaran, kamu bisa-bisanya melamar seseorang, pernikahan itu bukan hanya menikah saja, tetapi banyak hal yang harus dipertimbangkan,! Tegas Refisha.

"Maka dari itu bicarakan kepada saya pertimbangan apa yang akan membuat kamu yakin?" tanya Ezra.

Refisha tidak bisa berkata-kata lagi, pria di hadapannya itu memang terlihat begitu serius.

"Maaf Ezra, tetapi sepertinya saya tidak bisa percaya kepada kamu," ucap Refisha masih menganggap semua itu permainan.

"Saya permisi! Asalamualaikum!" Refisha menundukkan kepala dan kemudian langsung pergi.

"Hey Refisha! Astaga jadi dia menolakku, what, apa yang ada di pikirannya, bisa-bisanya dia menolak pria setampan aku," Ezra sampai geleng-geleng kepala tidak percaya bahwa wanita yang dia kejar benar-benar tidak percaya kepadanya.

*******

Biasanya Refisha harus mengikuti beberapa perjodohan yang kembali direncanakan orang tuanya setelah perjodohan yang satu dibatalkan.

Siapa sangka di usianya yang sudah menginjak 30 tahun dan sekarang dia benar-benar dikejar oleh brondong. 1 harian Ezra seperti orang tidak punya pekerjaan yang selalu datang ke butiknya, mengganggu pekerjaannya dan bahkan saat ini Refisha yang juga berjalan di pinggir trotoar diikuti oleh Ezra dengan posisi menyetir pelan-pelan berada di dalam mobil.

"Astagfirullah, Ada apa dengannya? Apa aku memiliki hutang kepadanya sampai-sampai dia terus mengikutiku sejak tadi," ucap Refisha terlihat begitu kesal yang bolak-balik menoleh ke belakang.

Tin-tin-tin-tin.

Mobil Ezra saat ini sudah seimbang dengan Refisha yang tampak begitu buru-buru dengan kepala Ezra yang keluar.

"Refisha, apa yang membuat kamu tidak tertarik kepada saya?"

"Apa jangan-jangan kamu menganggap saya bocah? Heh, bocah-bocah seperti ini sudah dewasa, saya juga memiliki segalanya, kamu jangan takut tidak makan, tidak di beri nafkah, Refisha saya lebih tampan dari laki-laki yang menolak kamu, oke ilmu agama saya memang tidak sama seperti dia, tetapi paling tidak saya tidak munafik dan saya berbicara seperti ini bukan menjelekkan sepupu saya!" Ezra terus saja promosi.

"Sudahlah kamu jangan terus mengikuti saya, malu dilihat orang!" tegas Refisha.

"Saya akan membuat kamu lebih malu lagi, jadi cepat putuskan untuk menerima lamaran saya!" Ezra bahkan sedikit memberi ancaman.

Refisha ternyata tetap mengabaikan dan ketika dia melihat taxi, Refisha kemudian langsung menyetopkan dan langsung pergi.

"Heh Refisha!" panggil Ezra diabaikan oleh Refisha yang tetap saja pergi.

"Astagfirullah, kenapa wanita itu sulit sekali untuk dikejar, apa yang membuatnya ragu untuk menerima ku, sudah jelas-jelas aku lebih baik," ucap Ezra geleng-geleng kepala.

*****

Refisha saat ini sedang makan malam dengan kedua orang tuanya dan juga adiknya Laudya.

"Refisha, Papa ingin mempertanyakan tentang apa yang disampaikan Ezra waktu itu," ucap Tio membuat Refisha berhenti makan dan melihat ke arah sang ayah.

"Jangan bilang Mama dan Papa menganggap semua perkataan Ezra adalah serius, Ma, Pa, sudah jelas-jelas waktu itu dia hanya asal-asalan saja, tiba-tiba saja kalimat itu terucap dari mulutnya, Mama sama Papa jangan terlalu berkhayal dan memberi harapan yang tidak mungkin juga seorang Ezra anak pengusaha kaya raya melamar Kak Refisha," sahut Laudya sembari tertawa-tawa yang benar-benar meremehkan kakaknya.

"Laudya, Papa juga menganggap semua itu hanya candaan dan mungkin saja anak itu sangat sopan dan tahu menempatkan diri saat sedang dalam situasi ketegangan waktu itu, tetapi siapa sangka ternyata beliau benar-benar serius. Dia bahkan sampai menemui Papa ke kantor," ucap Tio membuat Refisha kaget dengan pernyataan dari sang ayah.

"Apah!" pekik Refisha.

"Kalau sudah datang ke kantor dan membicarakan dengan Papa, artinya dia benar-benar serius ingin melanjutkan hubungan kalian ke jenjang pernikahan," sahut Tio.

"Papa jangan bercanda dan membuat harapan terlalu besar untuk Kak Refisha," sahut Laudya menjadi orang yang tidak menerima hal itu.

"Papa tidak mungkin bercanda, Papa serius, hanya tinggal menunggu persetujuan Refisha dan setelah itu Ezra akan membawa kedua orang tuanya untuk melamar kamu secara resmi dan menentukan proses perjodohan kalian dengan jalan taaruf seperti syarat dalam pernikahan yang kamu inginkan sebelumnya," sahut Tio.

"Alhamdulillah...." Mila sebagai ibu yang selama ini berjuang untuk putrinya pasti sangat bahagia jika pada akhirnya ada laki-laki yang serius pada putrinya.

Laki-laki itu bukan dijodohkan dan tidak pernah bertemu langsung dengan Refisha, tetapi laki-laki itu bahkan sudah tahu sedikit banyaknya tentang Refisha tetapi tetap masih ingin melanjutkan perjodohan dengan Refisha.

"Tidak mungkin orang seperti dia akan melamar kak Refisha. Apa jangan-jangan Papa salah tangkap dan justru yang dimaksud dia adalah aku," batin Laudya terlalu percaya diri.

"Refisha, kamu tetap punya hak untuk memilih, memikirkan dan meminta petunjuk kepada sang pencipta. Papa hanya mendoakan yang terbaik dan semoga saja semuanya dipermudah," sahut Tio.

"Ya, Allah, ternyata dia benar-benar serius, tetapi kenapa hamba ragu dan wajarkah perasaan ini?" batin Refisha.

"Refisha, Mama bukannya ingin mendesak kamu, tetapi ini adalah kesempatan besar untuk kamu. Nak, semoga saja ini benar-benar menjadi jalan yang terbaik untuk hubungan kamu selanjutnya dan hubungan ini bisa berjalan dengan baik ke jenjang pernikahan," sahut Mila tampak terharu.

Bersambung.......

1
Dew666
Belah durenya di cut nanggung nih
Yasinta Niken
saya suka dengan cerita2nya tapi kenapa selalu putus 2
Dew666
🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!