NovelToon NovelToon
Listen, My Love You Are My Whole Life (GxG, Lesbian)

Listen, My Love You Are My Whole Life (GxG, Lesbian)

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter / Posesif
Popularitas:703
Nilai: 5
Nama Author: as2357zzjdj

Cerita ini mengisahkan tentang dua wanita (GxG, Lesbian ) jangan di baca kalau tidak suka, skip saja... 🥰🥰

Eli Sharafina seorang gadis berusia 18 tahun, dengan sifat rendah hati, ceria dan baik. ia memiliki Sahabat yang sangat baik yaitu Cherly Angeline seusianya dari keluarga orang kaya, Dengan sifat pendiam, baik dan datar.

Saat Eli dengan sahabat baiknya, Cherly. di sekolah yang sama kehidupan mereka berdua terasa baik-baik saja. Tidak ada yang membuat mereka pecah dengan orang ketiga. namun saat kelulusan sekolah sudah selesai. Eli dapat kabar bahwa Cherly akan pergi keluar negeri untuk melanjutkan sekolahnya masuk kuliah universitas kedokteran. setelah dapat kabar itu, kehidupan Eli terasa kosong, hampa dan kesepian, tidak ada ketawa ceria, bercanda dan kebersamaan.

5 tahun kemudian saat Eli usia 23 tahun di kaget kan berita heboh di televisi, ia terkejut melihat sahabatnya, Cherly. bertunangan dengan seorang pria pilihan ayahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6 Dengarkanlah sayang hidupku hanya kamu

     saat sedang mencari Cherly. ia pun melihat Cherly dari jauh sedang berduaan dengan Gavin, Eli yang melihat itu terdiam. Terlihat Gavin memberikan buket bunga mawar pada Cherly.

"Hmm! romantis sekali.. selama aku pacaran tidak pernah kasih bunga... emang laki-laki berengsek..! ". Tampak Eli sangat kesal melangkah menghampiri mereka.

" Wow... hebat iya... romantis sekali..! ".

      Gavin dan Cherly menoleh terkejut melihat Eli

" Kamu tidak pernah belikan aku buket bunga sebagus ini.. apa mungkin tergantung orang yang kamu pacarin iya... yang orang biasa di kasih... kosong... yang orang kaya... di kasih paling waow!!! ". Ucap Eli sentil dengan raut wajah sinis pada Gavin.

" Eli... ko kamu ada di sini!? ".

" Kenapa... kaget... hah?? kemana itu... selingkuhan mu... hah?? mati... dikubur!? atau jangan-jangan putus!? gara-gara tunangan dengan dia!!! ". Ucap Eli dengan nada tegas sambil tunjuk depan wajah Cherly

" Eli... itu..! ". Gavin hanya murung

" Sudah lama sekali iya... kita tidak bertemu... sekitar. 1,2,3,4,5 ohh 5 tahu... lama juga iya". ucap Eli sambil menghitung di cari tangannya

    Cherly dan Gavin hanya terdiam mendengar ocehan Eli terus menyindir tanpa henti.

"Maaf Gavin ". Ucap Cherly tarik tangan Eli melangkah pergi meninggalkan Gavin.

    Kemudian Cherly membawa Eli ke atas gedung rumah sakit berhenti sejenak, berbalik melihat wajah Eli.

" Bisakah kamu berhenti bertindak bodoh. jangan bikin ribut di rumah sakit ini". Ucap Cherly menegaskan

    Mendengar kalimat itu membuat Eli kesal seakan-akan Cherly membela Gavin, Eli senyum miring dengan ekpresi sinis

"Sungguh... !? kamu bicara seperti itu padaku!? he... kamu sadar tidak dia itu laki-laki berengsek! hah!? apa pantas dia jadi pendamping mu yang baik!? Rasanya tidak mungkin, tidak, tidak, tidak mungkin". Sambil menggeleng kepala dengan rasa tidak percayanya

"Itu bukan urusan kamu, kamu tidak usah ikut campur urusan saya... lebih baik urus saja hidup... mu itu! ". Tegas Cherly sambil tunjuk jari di depan wajah Eli.

     Eli terdiam sejenak dengan raut wajah kesal, ia pun mengambil buket bunga di tangan Cherly dari Gavin langsung ia lempar kebawah lantai dan injak dengan kakinya

   Cherly yang melihat itu seketika terkejut, bunga pemberian Gavin kini hancur di injak oleh Eli dengan kasar.

"Apa yang kamu lakukan!? ". Ucap Cherly dengan rasa tidak percaya melihat sikap Eli berubah kesal

" Kenapa?? hah?? enggak suka aku injak... laki-laki seperti Gavin tidak pantas untukmu". Tegas Eli. berlahan melangkah mendekat dengan tatapannya, Wajah Eli begitu dekat dengan Cherly hanya jarak satu senti. "Yang pantas menjadi pendamping mu hanya aku... " Ucapnya lagi dengan nada lembut

"Jangan bicara seperti itu". Jawab Cherly dengan tatapan datarnya.

" Kenapa... hemmm. tidak mau mengakui bahwa dirimu rindu padaku. Aku masih ingat waktu kita lulus sekolah di atas gedung sekolah. kita berdua melakukan yang seharusnya kita tidak lakukan. seandainya Gavin tau kalau tunangannya ini sudah di sentuh oleh mantannya" Senyum kekeh Eli mengoda Cherly

"Berhenti membicarakan itu. lupakan yang lalu". Tepis Cherly tangan Eli yang mengoda dirinya

" Dan... seandainya Gavin tahu... tubuhnya ini sudah jadi milikku gimana iya perasaan Gavin mungkin jauh lebih sakit saat dia bermain hati di belakang ku waktu itu". Ucap Eli terus mengodanya.

"Sudah aku bilang... berhenti membicarakan itu. Stop!! ". minta Cherly dengan tegas

" hehehe, huffttt... jujur aku sangat tidak mengerti bukannya kamu bilang ingin menjadi seorang pemain piano yang handal. kenapa sekarang jadi seorang dokter. aku tidak pernah tahu kalau kamu juga ingin jadi dokter ".

" kamu tidak akan pernah mengerti tentang ku. kamu tidak tahu apa yang aku alami dalam hidupku. tidak usah ikut campur urusan ku. paham! lebih baik menjauh dariku jangan pernah menampakkan wajah mu di hadapan ku". tegas Cherly sambil tunjuk jari di depan wajah Eli.

    Cherly pun melangkah melewati Eli dan meninggalkannya sendirian.

   Eli hanya senyum kekeh namun hatinya terluka saat kalimat Cherly melontarkan pada dirinya. ia hanya berdiri terdiam dengan mata berkaca-kaca seakan kehadirannya menggangu kehidupan Cherly.

*****

*****

*****

*Di kantor*

      tampak Eli hanya terdiam duduk depan komputer hanya melamun mengingat Cherly kemarin di rumah sakit. Jari-jari tangan pegang pulpen yang terus ia mainkan berputar arah bolak-balik. Jujur saja perasaan Eli tidak bisa membohongi dirinya sendiri ia merindukan sosok Cherly ingin rasanya memeluk tubuh Cherly tapi kemarin tidak ada kesempatan memeluknya terlanjur kebawa emosi.

     Tera yang berdiri terdiam tidak jauh memperhatikan Eli. Ia menggeleng kepala heran melihat Eli terus terdiam melamun. Tera melangkah menghampiri eli

"Terus... terus... melamun kerjaan banyak kau abaikan hanya masalah kehidupan pribadi mu yang tidak jelas!! ". Sentil Tera

    Eli melirik sambil senyum manis.

"Aaaahhh... Hatiku ini lagi patah hati. .. ". Ucap Eli dengan ekpresi berakting sedih dengan tangan kanan menyentuh dadanya.

" Tidak ada hubungannya iya... kerjaan sama patah hati... jangan sampai aku marah!! ". Tegas tera tunjuk jari di hadapan wajah Eli

   Kedua tangan Eli langsung pegang jari tunjuk tera dengan berakting ekpresi sedih.

" Hmmmm! jangan galak-galak cantik... nanti aura kecantikan di wajah mu hilang ". Jawab Eli merayu dengan ekpresi manis.

" Apaan sih... i ihhhh... ihhihhh". Tera langsung tepis tangan Eli merasa geli melihat sikap Eli terlihat aneh

"Ko gitu sih.. sayang hemmm". Eli pun peluk tubuh tera

    Namun tera menyingkirkan wajah Eli

" Iihhh... aneh ". Ucapnya melangkah jalan pergi begitu saja.

    Eli pun merasa puas bisa kerjain tera dengan rayuan mautnya walaupun sebenarnya agak gimana gitu kalau sama tera rasanya aneh.

"untung cantik kau tera... dasar cewek galak... masih untung aku rayu dengan manis.. malah di bilang aneh". Keluh kesal Eli mengoceh sendiri.

   Eli pun mulai berkerja dengan komputernya setelah jailin tera. saat beberapa mengetik di keyboard komputer terlintas Eli memiliki ide agar bisa sering melihat dan memantau Cherly, ia tersenyum lebar dengan ekpresi aneh.

******

******

******

     Besoknya Eli berjalan di lorong rumah sakit dengan pakaian yang ia kenakan sebagai suster dengan wajah pakai masker agar Cherly tidak mengetahui dirinya sedang menyamar. ia meminjam pakaian suster orang lain dengan nama pakai orang lain juga sebagai suster Lisa___Ia melangkah menyusuri mencari keberadaan Cherly

"Suster.. " Panggil suster lainnya di belakang Eli pun sejenak berhenti berbalik dengan ekpresi tegang

"Iya.. ".

" Suster Lisa... tolong ikut saya, bantu saya". Mintanya mengajak

     Dengan berat hati Eli terpaksa mengikuti kemauan suster ini, kalau menolak akan jadi masalah ia pun mengikuti suster ini dari belakang.

    Sesampainya di depan pintu Eli terkejut dirinya di bawa ketempat ruang kamar mayat___ia langsung menelan air ludah di tenggorokannya dengan ekpresi ketakutan.

1
Renjana
awalnya mulai berteman, tapi siapa sangka...
hai kak, mampir juga di novelku ya,😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!