NovelToon NovelToon
The Badass Empress: Lembut? Sorry, Gak Kenal!

The Badass Empress: Lembut? Sorry, Gak Kenal!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Fantasi
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: heldahell

Bagaimana jadinya jika jiwa seorang remaja cewek tomboi modern yang hobi tawuran, bermulut tajam, dan ceplas-ceplos terlempar ke masa lalu? Sialnya lagi, dia bangun di dalam tubuh permaisuri Xia Ruo, wanita paling rapuh dan tertindas di Kekaisaran Han yang baru saja mencoba bunuh diri karena tidak tahan diabaikan oleh kaisar yang penguasa berdarah dingin yang terkenal kejam.

Kini, tidak ada lagi Permaisuri Xia Ruo yang hobi menangis terisak. Yang ada hanyalah permaisuri baru yang berani duduk bersila di atas ranjang sutra sambil memanggil sang Kaisar kejam dengan sebutan "Mas Bro". Didampingi oleh Yuan er, pelayan setianya yang selalu menangis histeris dan berusaha keras mendidik sang permaisuri agar bisa berbicara lembut, Xia Ruo harus memutar otak untuk bertahan hidup. Mulai dari melabrak dapur istana demi makanan enak, melatih fisiknya yang selemah triplek basah, hingga menghadapi Kaisar kejam yang anehnya... justru mulai terobsesi dengan perubahan barbar dirinya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heldahell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 26 : Taruhan di tengah badai

Kabar dikurungnya Selir Agung Li di Paviliun Dingin membuat atmosfer istana semakin tegang, layaknya benang layangan yang ditarik kencang dan siap putus kapan saja. Namun, di Paviliun Teratai Biru, ketegangan politik itu seolah tidak berlaku. Ara justru terlihat santai duduk di gazebo, sedang menguji ketajaman belati barunya dengan memotong buah pir.

Tok, tok, tok.

Langkah kaki terdengar dari arah gerbang. Sesosok pria muda dengan jubah sutra biru muda yang glamor melangkah masuk dengan gaya angkuh. Dia adalah Pangeran Keenam, adik tiri Kaisar Yan yang terkenal sombong, sok tahu, dan merupakan salah satu kaki tangan tersembunyi dari faksi Menteri Wang di dalam istana.

"Permaisuri Xia Ruo," sapa Pangeran Keenam dengan senyuman meremehkan yang sangat kentara. "Kulihat Anda tampak sangat tenang meskipun badai sedang mengintai istana belakang. Kudengar Anda mendadak jago bertarung setelah minum racun. Apa itu benar, atau hanya taktik kasim untuk membesar-besarkan nama Anda?"

Ara bahkan tidak mengangkat kepalanya. Dia mengunyah potongan pirnya dengan bunyi renyah. "Lu kalau datang cuma mau nyari panggung mending balik kanan deh, Mas Bro Muda. Gua lagi kagak mood meladenin bocah pamer jubah."

Wajah Pangeran Keenam langsung memerah padam mendengar kalimat ceplas-ceplos Ara. Dia melangkah mendekati gazebo, lalu menepuk pedang pendek berhias permata di pinggangnya dengan sombong. "Bicara Anda lancang sekali! Bagaimana kalau kita membuktikannya? Besok malam adalah festival bulan purnama, dan akan ada kompetisi memanah tradisional di pelataran istana luar. Jika Anda memang sebatang 'baja' seperti desas-desus itu, beranikah Anda taruhan denganku?"

Ara perlahan menurunkan belatinya. Tatapan mata bulatnya beralih pada Pangeran Keenam, memancarkan binar kelicikan khas preman yang melihat mangsa empuk. "Taruhan? Wah, gua paling demen nih kalau diajak judi legal begini. Taruhannya apaan?"

"Jika Anda menang, aku akan menyerahkan hak kepemilikan tambang perak pribadiku di wilayah selatan kepada paviliun Anda," tantang Pangeran Keenam dengan percaya diri. Dia yakin wanita di depannya ini hanya gertak sambal. "Tapi jika Anda kalah, Anda harus melepaskan segel kekuasaan istana belakang dan bersujud memohon maaf padaku di depan seluruh menteri!"

Yuan-er yang berdiri di sudut gazebo langsung memegangi dadanya, ketakutan setengah mati. Tambang perak pribadi? Segel kekuasaan istana? Ini taruhan yang terlalu gila!

"Deal! Kagak pake tapi!" sahut Ara secepat kilat tanpa beban sedikit pun, membuat Pangeran Keenam justru tertegun sesaat karena tidak menyangka Ara akan menyetujuinya semudah itu. Ara bangkit berdiri, menunjuk Pangeran Keenam dengan ujung belati hitamnya. "Siapin sertifikat tanah tambang lu besok malem. Jangan sampai pas lu kalah, lu malah mewek terus ngadu ke emak lu!"

"Kita lihat saja siapa yang akan menangis besok malam, Permaisuri!" dengus Pangeran Keenam kesal, lalu membalikkan badannya dan melangkah pergi dengan langkah lebar menahan dongkol.

Setelah Pangeran Keenam menghilang dari pandangan, sesosok bayangan hitam melompat turun dari atas dahan pohon di dekat gazebo. Kaisar Yan melangkah mendekat dengan jubah naga hitamnya, melirik Ara dengan seulas senyuman miring andalannya. Pria itu rupanya sejak tadi bersembunyi di atas pohon, mengawasi interaksi mereka.

"Kau benar-benar berani bertaruh tinggi dengan Pangeran Keenam, Xia Ruo," ucap Kaisar Yan, suaranya berat dan rendah. "Kau tahu dia adalah pemanah terbaik di antara para pangeran muda?"

Ara melipat kedua tangannya di dada, lalu menyeringai sangar ke arah Kaisar Yan. "Terbaik versi zaman purba ini kan? Lu tenang aja, Mas Bro. Mau dia jago memanah kek, jago kungfu kek, besok malem gua bakal bikin dia tahu rasanya kena skakmat pake trik modern. Lagian lumayan, dapet tambang perak gratisan buat modal pensiun kita berdua!"

Kaisar Yan terkekeh rendah mendengarnya. Sembari menatap mata berani Ara, dia tahu bahwa festival bulan purnama besok malam bukan hanya akan menjadi panggung taruhan memanah, tetapi juga menjadi malam penentuan di mana darah pertempuran sesungguhnya akan menumpahkan di atas lantai istana.

1
Yadi
bab ini paling senang gue ngulang bacanya 🤣🤣🤣
Yadi
Semua masalah pada ludes jika Ibu Bar Bar Negara yg turun tangan 🤣🤣
Yadi
tawuran...?? 🤣🤣🤣
Yadi
Lanjut Thor..
Yadi
hahahaha..
Paksu Kaisar berharap banget pada ibu negara 🤣🤣🤣
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣

ketawa mulu mah gue
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
daacanss
jangan lupa mampir komen terus yaa, biar author semangat nulis nyaa😊
Yadi
Ratu Bar Bar Pedas beraksi
Yadi
Lanjuuuiut...

kok nggak ada yg komen ya?

apakah para pembaca pada terhipnotis krn novel ini enakn dibaca ya?
Yadi
Gue yakin ilmu beladiri Permaisuri satu tingkat diatas Kaisar 😄😄😄
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣

Kayaknya Kaisar Yan akan mendapatkan lawan seimbang
Yadi
🤣🤣🤣🤣

Gue suka mulut Permaisuri yg badas... yg bikin para pejabat pada setrok berjemaah ketika Permaisuri memberikan kuliah subuh 🤣🤣🤣🤣
daacanss: yakan,gak menye menye jadi seru,gak lemah terus🤭🤣
total 1 replies
Emalia
Lanjut kk
daacanss: tunggu kelanjutan nya besok ya kak😙
total 1 replies
Hatijah Cantik
cukup menghibur
daacanss: makasih kak kalo suka sama ceritanya,tunggu terus ya kelanjutan cerita nya🥰
total 1 replies
Hatijah Cantik
cerita menarik , diawali dgn ngamuk2👍🤣🤣🤣🤣
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: saling support yo ka
total 2 replies
Ame Joh
aku mampir thor sepertinya seru
daacanss: iyaa makasih ya udah mau mampir😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!