NovelToon NovelToon
Reyna: Putri Asli Yang Kembali Untuk Balas Dendam

Reyna: Putri Asli Yang Kembali Untuk Balas Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Putri asli/palsu
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Dibuang oleh keluarga sendiri. Dikhianati oleh orang yang paling ia percaya. Dan kehilangan segalanya karena ulah mereka.
Reyna pernah menjalani hidup seperti itu sampai kematian menjadi satu-satunya akhir yang tersisa.

Namun ketika membuka mata, ia justru kembali ke masa lalu. Kali ini, Reyna tahu siapa yang akan mengkhianatinya.

Mereka mengira Reyna masih gadis naif yang mudah dimanfaatkan, namun mereka salah.

Dengan ingatan dari kehidupan sebelumnya, Reyna akan merebut kembali apa yang menjadi haknya, melindungi orang-orang yang dulu gagal ia selamatkan, dan membongkar satu per satu kebusukan yang pernah menghancurkan hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Dua puluh menit kemudian, mobil Reyna berhenti di depan sebuah ruko dua lantai di kawasan bisnis yang sudah mulai tua. Papan nama Valerian & Associates terpasang di depan, catnya sedikit memudar. Tempat ini jauh dari kemewahan mansion Arland, namun bagi Reyna, ini adalah benteng pertahanan yang paling aman.

Lonceng pintu berdenting pelan saat Reyna masuk. Aroma kopi hitam murah dan kertas tua langsung menyapa indranya. Di balik meja resepsionis yang sederhana, seorang pria paruh baya dengan rambut yang mulai beruban sedang menunduk, menumpuk berkas.

Vincent Valerian.

Pria itu mengangkat kepalanya saat mendengar langkah kaki. Kacamata bacanya melorot sedikit, dan matanya yang tajam membelalak saat mengenali siapa yang berdiri di hadapannya.

"Nona Reyna?" Vincent berdiri dengan cepat, menyenggol cangkir kopinya hingga sedikit tumpah. "Apa... apa yang terjadi? Kenapa kau ke sini? Apakah Tuan Richard tahu kau datang?"

Reyna tersenyum tipis. Melihat Vincent masih utuh, masih hidup, dan belum hancur karena fitnah yang dulu ia sebarkan, membuat dada Reyna sesak oleh rasa bersalah yang luar biasa. Di kehidupan sebelumnya, pria ini adalah satu-satunya yang mencoba melawannya, dan Reyna membalasnya dengan menghancurkan reputasinya.

"Papa tidak tahu, dan dia tidak akan tahu," ucap Reyna, melangkah maju dan mengulurkan tangannya. "Halo, Tuan Vincent. Maafkan aku karena datang tanpa janji. Tapi aku butuh bantuanmu."

Vincent menatap tangan yang terulur itu dengan ragu. Ia menjabatnya perlahan. "Nona Reyna... kau tahu posisiku saat ini. Tuan Richard sudah mengancam akan menarik semua lisensi praktikku jika aku masih mencoba mencampuri urusan internal Arland Group. Apa yang bisa kulakukan?"

"Banyak," jawab Reyna tegas. Ia melepaskan tasnya dan duduk di kursi kayu di depan meja Vincent. "Pertama, berhenti memanggilku 'Nona'. Panggil aku Reyna. Kedua, lupakan ancaman Richard. Mulai hari ini, kau bekerja untukku, dan hanya untukku."

Vincent terdiam, menatap gadis di hadapannya dengan tatapan tidak percaya. Reyna yang ia kenal adalah gadis manja yang selalu berlindung di balik skirt Richard dan selalu menolak membicarakan warisan ibunya karena "takut membuat Papa sedih".

"Reyna... apa yang terjadi padamu?" tanya Vincent pelan, matanya memindai wajah gadis itu, mencari-cari gadis kecil yang dulu ia janji pada Elena untuk dilindungi.

Reyna menatap Vincent lurus-lurus. "Aku akhirnya membuka mata, Tuan Vincent. Aku menyadari bahwa selama ini aku dibutakan oleh kata-kata manis Papa dan Julian. Aku tahu mereka merencanakan sesuatu. Dan aku tahu hanya kau yang bisa membantuku menghentikan mereka."

Tanpa membuang waktu, Reyna merogoh tasnya dan meletakkan flashdisk hitam serta buku catatan kecil di atas meja Vincent.

Vincent menatap benda-benda itu, lalu menatap Reyna. "Apa ini?"

"Flashdisk itu berisi salinan digital dari seluruh aset tersembunyi Ibu. Rekening luar negeri, portofolio investasi, dan saham-saham yang tidak tercatat di neraca utama Arland Group. Buku catatan itu berisi kata sandi dan petunjuk aksesnya," jelas Reyna. "Aku menemukannya di tempat persembunyian rahasia di kamarku. Papa tidak tahu tentang ini. Dan Julian juga tidak."

Tangan Vincent gemetar saat ia menyentuh buku catatan itu. Ia mengenal tulisan tangan Elena, majikannya yang sangat ia cintai dan hormati. Air mata mulai menggenang di sudut mata pria paruh baya itu.

"Ibu Elena... dia memang selalu selangkah lebih maju," bisik Vincent, suaranya serak. "Dia khawatir Richard akan mengambil alih segalanya setelah dia tiada. Dia menyiapkan ini untukmu, Reyna. Tapi aku pikir kau sudah menyerahkannya pada Richard bulan lalu..."

"Aku hampir melakukannya," aku Reyna, suaranya bergetar sedikit mengingat kebodohannya di masa lalu. "Tapi aku tidak. Dan sekarang, kita akan menggunakan ini untuk menghancurkan mereka."

Vincent mengusap matanya dengan punggung tangan, menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan dirinya. Ketika ia menatap Reyna lagi, tatapannya telah berubah. Keraguan itu hilang, digantikan oleh api semangat seorang pengacara yang siap berperang.

"Baiklah, Reyna," ucap Vincent, membuka laptopnya dan menyambungkan flashdisk itu. "Katakan apa rencanamu. Richard pasti akan mencoba membekukan aksesmu ke rekening perusahaan tengah malam ini sebagai bentuk tekanan agar kau menandatangani dokumen itu."

Reyna menyeringai. Senyum yang tajam dan kejam.

"Biarkan dia mencoba," ucap Reyna. "Tapi sebelum tengah malam, kita akan menggunakan otoritas Ibu sebagai pemegang saham mayoritas di holding company untuk membekukan akses Richard terhadap seluruh dividen perusahaan. Kita kunci brankasnya, Vincent. Kita lihat seberapa berani dia saat uangnya tidak bisa ia sentuh."

Vincent tertawa pelan, sebuah tawa yang penuh dengan kepuasan. "Itu ilegal jika dilakukan tanpa persetujuan direksi..."

"Tapi sepenuhnya legal jika dilakukan oleh pemegang hak veto dari saham mendiang Ibu, bukan?" potong Reyna. "Kerjakan, Vincent. Malam ini, kita ambil kembali apa yang mereka curi."

Mata Vincent berkilat di balik kacamatanya. "Siap, Bos. Kita akan buat mereka menyesal telah melahirkan hari ini."

Di luar jendela kantor yang sederhana itu, langit mulai menggelap. Badai sedang berkumpul, dan kali ini, Reyna tidak akan menjadi korban yang kehujanan. Ia akan menjadi petir yang menyambar.

1
Susi Nugroho
Lanjut
Susi Nugroho
Lanjutannya di tunggu
Sribundanya Gifran
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!