NovelToon NovelToon
Veterinary Love

Veterinary Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Perjodohan / Idola sekolah
Popularitas:543
Nilai: 5
Nama Author: Inayusrina

Farra dan Barra adalah murid kelas 3 SMK Kesehatan Hewan dari dua keluarga penguasa industri kesehatan hewan Indonesia—keluarga Barra pemilik Saputra Pet Hospitals (rumah sakit hewan terbesar), sedangkan keluarga Farra pemilik Aurelie Vet Medicine (produsen obat hewan terbesar).

​Dua bulan sebelum Ujian Nasional, hidup mereka berubah total saat dipaksa menikah demi memenuhi janji masa lalu Opa dan Oma mereka. Enggan memicu skandal dan demi fokus lulus UN, keduanya sepakat menikah diam-diam dengan dua aturan ketat: menjadi suami-istri di rumah, tetapi berpura-pura asing saat di sekolah.

​Tinggal serumah sambil menyembunyikan status pernikahan dari teman-teman sekolah ternyata memicu berbagai canggung, kecemburuan, dan drama praktik lapangan. Di tengah tekanan Ujian Nasional dan ego masing-masing, persaingan dingin di antara mereka perlahan berganti menjadi benih cinta yang tak terduga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Inayusrina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Alarm ponsel berbunyi tepat pukul lima pagi. Cahaya samar fajar menyusup di celah jendela apartemen, membangkitkan Farra dari tidur lelapnya. Begitu membuka mata, wajah Barra adalah hal pertama yang menyapa—tampak tenang tanpa raut angkuh yang biasa ia perlihatkan di luar. Farra tersenyum tipis, mengusap pelan pipi suaminya sebelum akhirnya bangkit untuk menyiapkan sarapan dan merapikan diri.

​Setengah jam kemudian, aroma roti panggang dan kopi hangat memenuhi area dapur. Barra yang sudah rapi mengenakan seragam SMK Kesehatan Hewan—dengan kemeja putih licin dan celana abu-abu—melangkah keluar kamar sembari membenahi kancing lengan bajunya. Ia mendekati Farra dari belakang, mendaratkan kecupan singkat di pelipis istrinya sebelum duduk di meja makan.

​"Roti panggang isi keju dan telur siap," ucap Farra sembari meletakkan piring di hadapan Barra, lalu duduk di kursi seberang dengan seragam yang sama persis.

​Di sela-sela menikmati sarapan, Farra menatap Barra dengan raut wajah agak cemas. "Barra... kamu yakin kita bisa simpan rahasia ini rapat-rapat? Aku mendadak deg-degan banget mikirin reaksi anak-anak."

​Barra menyesap kopinya tenang. "Harus yakin. Kalau sampai bocor, fokus kita ujian bakal buyar. Yang paling penting, tahan diri di depan geng kamu."

​Farra mendesah pelan, membayangkan dua sahabat karibnya. "Apalagi Gabriella sama Amelia. Mereka itu radar gosipnya tajam banget. Gabriella pasti bakal curiga kalau aku rada keteteran atau kelihatan capek. Sedangkan Amelia... dia kan merhatiin tiap detail kecil, dari gelang sampai cara jalanku."

​"Farraz sama Ben juga sama aja," balas Barra sembari terkekeh pelan. "Farraz itu tiap hari nempel sama aku buat nanya kisi-kisi teori farmakologi, dan Ben... anak itu keponya nggak ada obat. Kalau mereka sampai tahu kita berangkat dari apartemen yang sama, habis kita diinterogasi."

​"Makanya, pokoknya di sekolah kita harus pura-pura kayak biasanya: saling cuek dan cuma bicara kalau perlu bahas materi pelajaran atau rapat OSIS," tegas Farra, yang dibalas anggukan setuju oleh Barra.

​Usai merapikan meja makan dan membawa tas sekolah masing-masing, mereka turun menuju basement apartemen. SUV hitam milik Barra sudah terparkir rapi. Barra membukakan pintu depan untuk Farra sebelum masuk ke kursi pengemudi. Mobil melaju membelah jalanan Jakarta yang mulai dipadati kendaraan pagi itu.

​Suasana di dalam mobil dipenuhi gelak tawa kecil dan hafalan singkat materi simulasi UN, hingga akhirnya plang SMK Kesehatan Hewan mulai terlihat dari kejauhan. Begitu melihat deretan pedagang dan murid-murid yang berjalan kaki di trotoar, Farra langsung menepuk pelan lengan Barra.

​"Barra, stop! Berhenti di sini aja!" seru Farra agak panik.

​Barra menginjak rem perlahan, menghentikan mobil tepat sekitar 20 meter sebelum gerbang utama sekolah. Ia menoleh ke arah Farra dengan alis terangkat. "Di sini? Masih ada 20 meter lagi sampai gerbang, Farra. Kan bisa masuk sampai area parkir dalam."

​"Nggak boleh! Kalau ada yang lihat aku keluar dari mobil kamu, hancur sudah skenario kita," tolak Farra cepat sembari memeriksa penampilannya di cermin lipat.

​Barra hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah panik istrinya. Namun sebelum Farra meraih gagang pintu, Barra menahan pergelangan tangan Farra pelan, menariknya mendekat untuk mendaratkan kecupan hangat di dahi Farra.

​"Semangat try out-nya hari ini, Istriku," bisik Barra lembut dengan senyum miring khasnya.

​Pipi Farra merona merah. "Kamu juga... Suami. Inget, jangan dekat-dekat aku di koridor!"

​Farra celingukan memastikan keadaan aman, lalu membuka pintu mobil dan melangkah keluar dengan cepat, berjalan pura-pura santai menuju gerbang sekolah seolah-olah baru saja turun dari angkutan umum. Barra menatap punggung istrinya dari balik kemudi sambil tersenyum tipis, sebelum akhirnya melajukan mobilnya menuju area parkir siswa.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!