Di dunia di mana yang kuat memangsa yang lemah, kebenaran tidak ditentukan oleh siapa yang benar, melainkan oleh siapa yang masih hidup.
Xuan Chen, seorang pemuda yang dikhianati dan dipandang sebelah mata, memilih melangkah di Jalan Demonic yang penuh darah. Berbekal rahasia Mata Dewa Iblis yang sanggup menembus segala hukum alam dan menaklukkan Qi Demonic yang liar, dia menginjak-injak aturan moralitas palsu dunia kultivasi.
Dari murid luar yang diburu hingga menjadi sosok yang ditakuti seluruh sekte, ini adalah kisah perjalanan dingin Xuan Chen menginjak setiap penentangnya, merebut kembali takdirnya, dan meniti jalan berdarah menuju puncak lima kaisar agung penguasa alam semesta.
"Qi Demonic ataupun Qi murni hanyalah kekuatan. Seberapa jauh kekuatan itu membawamu bergantung pada seberapa bijak kau mengendalikannya."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kausafiksi.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 6: TEKANAN DARI KEGELAPAN
Su Ling tidak menyahut lagi. Tanpa membuang sepatah kata pun, wanita itu berbalik dan mengayunkan jubah merah darahnya, melangkah cepat menyusuri jalan setapak batu yang membelah Lembah Murid Luar.
Xuan Chen melangkah tenang mengikuti dari belakang. Jarak tiga tapak selalu dia jaga, matanya tidak pernah berhenti mengamati pergerakan di sekelilingnya. Saat melintasi kerumunan murid berpakaian hitam yang berkumpul di pinggir jalan, Xuan Chen bisa merasakan beberapa pasang mata mengunci keberadaannya. Tatapan-tatapan itu tidak lagi sekadar dipenuhi rasa penasaran, melainkan niat membunuh yang sangat pekat dan menusuk.
Seolah-olah memiliki mata di punggungnya dan tahu apa yang sedang diamati oleh Xuan Chen, Su Ling angkat bicara tanpa menoleh sedikit pun.
"Mereka adalah teman-teman Gu Kang," ucap Su Ling datar, suaranya terngiang samar di antara desir angin lembah.
"Gu Kang?" tanggap Xuan Chen, menyipitkan matanya. Namanya terasa sangat asing di telinganya. Di sekte ini, dia hanya mengenal Tetua Mo dan Su Ling.
"Pria yang kau patahkan lehernya di platform batu beberapa hari lalu," lanjut Su Ling dengan nada tanpa emosi. "Nama pria itu adalah Gu Kang. Dia memiliki sedikit pengaruh di antara kelompok murid luar kawasan barat."
"Oh," sahut Xuan Chen singkat. Tidak ada rasa panik, keraguan, atau penyesalan sedikit pun dalam nada suaranya.
Su Ling menghentikan langkahnya sejenak, melirik ke belakang melalui sudut matanya yang tajam dengan raut wajah jengkel.
"Kau harus lebih berhati-hati, bukannya cuma merespons dengan 'oh' seolah hal itu tidak penting!" tegur Su Ling tajam. "Salah satu dari pria yang menatapmu tadi sudah berada di Ranah Penempaan Tubuh Lapisan 4. Meskipun kau kuat di Lapisan 2, melawan seseorang yang berada dua lapisan penuh di atasmu sama saja dengan menyerahkan nyawamu secara cuma-cuma."
Xuan Chen tidak menunjukkan raut takut. Sebaliknya, sudut bibirnya perlahan terangkat, membentuk sebuah seringai dingin yang dipenuhi kegelapan murni.
"Semenjak aku menginjakkan kaki di dunia kultivasi, aku tidak pernah takut dengan kematian," bisik Xuan Chen pelan namun penuh penekanan.
"Cih, sombong!" Su Ling mendesis gusar, memalingkan wajahnya kembali ke depan dengan tatapan jijik. "Terserah kau saja. Aku hanya memperingatkanmu sebagai bagian dari tugas. Urusan hidup dan mati berada sepenuhnya di tanganmu sendiri."
Su Ling langsung mempercepat gerakannya, melompat ringan menelusuri anak tangga batu yang mendaki ke arah tebing atas. Xuan Chen tidak membuang waktu dan segera mengerahkan kekuatan otot kakinya untuk menjaga jarak di belakang Su Ling.
Mereka menembus kabut hitam tebal selama waktu setengah batang dupa, hingga akhirnya tiba di depan sebuah bangunan megah dari batu hitam yang berdiri kokoh di puncak tebing. Bangunan itu dikelilingi pilar-pilar batu berukir naga iblis dan memancarkan atmosfer yang sangat menekan.
Di atas pintu gerbang utama, terukir tiga huruf besar berwarna merah darah yang memancarkan aura membunuh: AULA TETUA MURID LUAR.
Su Ling menghentikan langkahnya di depan pintu kayu tebal yang terbuka sedikit, menyilangkan tangan di dada tanpa ada niat untuk melangkah masuk.
"Masuklah," perintah Su Ling singkat tanpa menyebutkan siapa atau apa yang ada di dalam.
Xuan Chen mengangguk pelan. Dia menyapu debu dari jubah abu-abunya, mengatur ritme napasnya, lalu melangkah maju mendorong pintu kayu tebal tersebut dan memasuki area aula.
Brak!
Pintu kayu di belakangnya mendadak tertutup rapat secara otomatis, mengunci seluruh cahaya luar dan menyisakan kegelapan yang hanya diterangi oleh lentera api ungu di sepanjang dinding aula.
Namun, belum sempat Xuan Chen mengambil langkah kedua—
BOOMMMMM!
Sebuah gelombang tekanan spiritual yang luar biasa dahsyat mendadak meledak dari dalam kegelapan aula, menghantam tubuh Xuan Chen bagaikan runtuhan gunung batu purba.
BRAK!
"Ughhh!"
Xuan Chen bahkan tidak sempat memasang kuda-kuda. Perbedaan ranah yang begitu jauh bagai bumi dan surga membuat seluruh pertahanannya hancur berkeping-keping dalam sekejap mata. Lututnya dihantam ke bawah secara paksa hingga menabrak lantai batu dengan dentuman keras. Dua telapak tangannya menahan beban tubuhnya di atas lantai, menahan guncangan yang mengancam meremukkan seluruh tulang fananya.
Lantai batu di bawah telapak tangan dan lututnya langsung meretak hebat.
“Ini... tekanan ini?!” jerit Xuan Chen di dalam benaknya.
WUUUUUUSSSSSHHH!
Tekanan spiritual dari sosok tersembunyi di kegelapan itu mendadak melonjak berlipat ganda! Tekanan tersebut bercampur dengan niat membunuh yang sangat pekat dan dingin. Ini bukan main-main. Ini adalah murni kehendak membunuh yang sanggup meremukkan organ dalam praktisi biasa!
Crkkk! Crkkk!
Sendi-sendi di lengan dan bahu Xuan Chen berbunyi nyaring. Pembuluh darah di dahi dan lehernya menegang hebat hingga menonjol keluar. Keringat dingin bercucuran membasahi seluruh tubuh dan jubahnya, menetes cepat ke atas lantai batu.
Darah kental perlahan mulai mengalir keluar dari sela-sela giginya yang terkatup rapat.
“Sial... Kalau begini terus... aku bisa benar-benar mati di sini!”
Di bawah himpitan beban mematikan yang tak bisa dilawan oleh kekuatan fisik maupun matanya, seluruh otot, tulang, dan meridian di dalam tubuh Xuan Chen dipaksa meregang hingga ke batas paling ekstrem. Titik-titik akupunktur di sepanjang punggungnya mendadak membara bagaikan terbakar api!
KRAKKK!
Sebuah hambatan besar di dalam jaringan tubuhnya mendadak pecah di bawah paksaan tekanan raksasa tersebut! Energi fisik yang tadinya tersumbat di ambang batas kini bergejolak hebat, mengalir deras membasahi seluruh pembuluh darahnya.
Dinding Ranah Penempaan Tubuh Lapisan 2 yang selama beberapa hari bermeditasi tidak bisa dia tembus... mendadak retak dan hancur secara paksa di bawah tekanan mematikan ini!
BAM!
Aura fisik Xuan Chen mendadak melonjak naik satu tingkat!
Namun, tepat di saat dirinya berhasil terpicu masuk ke Ranah Penempaan Tubuh Lapisan 3, tekanan misterius dari kedalaman kegelapan aula itu sama sekali tidak berhenti... melainkan justru makin mencekik tubuh dan jiwanya!
Siapakah pemilik tekanan mematikan ini? Dan apa sebenarnya niat di balik tindakan berdarah dingin ini?
PENGUMUMAN & PESAN AUTHOR
Halo semuanya! Salam kenal dari Author Tahta Kaisar Iblis! 🔥
Pertama-tama, Author ingin mengucapkan terima kasih banyak untuk kalian semua yang sudah menyempatkan waktu untuk mampir, membaca, dan mengikuti perjalanan awal Xuan Chen di Sekte Jurang Jiwa.
Sebagai bentuk komitmen Author untuk menyajikan cerita yang seru, rapi, dan memuaskan rasa penasaran kalian, ada beberapa hal penting terkait jadwal rilis yang wajib kalian ketahui:
1. Jadwal Update Rutin Harian
Novel ini akan UPDATE RUTIN SETIAP HARI pada pukul 19.00 WIB.
Jadi, kalian bisa menjadikan cerita Xuan Chen sebagai teman bersantai di malam hari setelah beraktivitas seharian!
2. Bonus Bab (Crazy Update)
Author sangat memperhatikan antusiasme dari teman-teman pembaca sekalian. Jika lapak novel ini ramai, responsnya hangat, serta indikator dukungan terus meningkat...
AUTHOR SIAP MENAMBAH JADWAL UPDATE MENJADI 2 BAB PER HARI! 💥
Bagaimana Cara Mendukung Novel Ini?
Sangat mudah dan gratis! Jika kalian menyukai karakter Xuan Chen yang dingin, efisien, dan tidak plin-plan ini, kalian bisa membantu mempercepat bonus bab dengan cara:
Tekan Tombol Like di setiap bab yang kalian baca.
Tinggalkan Komentar / Ulasan di kolom komentar. Author membaca setiap kritik, saran, maupun teori-teori seru dari kalian tentang alur cerita ke depannya!
Tambahkan ke Favorit / Bookmark agar kalian tidak ketinggalan notifikasi saat bab baru dirilis setiap jam 19.00 WIB.
Satu like dan satu komentar dari kalian sangat berarti sebagai suntikan semangat buat Author untuk terus mengetik draf bab-bab selanjutnya dengan kualitas terbaik!
Terima kasih atas dukungannya, teman-teman pembaca! Mari kita kawal terus perjalanan Xuan Chen merayap dari Lembah Murid Luar hingga menembus puncak Tahta Kaisar Iblis!
Selamat membaca, dan sampai jumpa di update bab nanti malam pukul 19.00 WIB! 🙏✨
— Author
tapi so cerita nya menarik.