NovelToon NovelToon
Pernikahan Sendiri

Pernikahan Sendiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: ginevra

Di usia pernikahan yang baru dua bulan seharusnya pasangan suami sedang hangat-hangatnya memadu kasih. Namun tidak begitu dengan pernikahan Rana dan Jax. Meskipun mereka adalah pengantin baru, tapi tidak ada api cinta diantara keduanya, dingin, kaku, tanpa suara. Apakah ada cinta diantara mereka? atau mungkin semua hanyalah rumah tangga kosong?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ginevra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam Membara

Malam hari akhirnya tiba. Momen ini lah yang paling mendebarkan bagi Jax. Seletah dua bulan ia sama sekali tak menyentuh istrinya karena dilanda keraguan akan cintanya, debaran dan kegugupan kini menyerang terlambat.

Ada mungkin setengah jam, Jax mondar-mandir di kamarnya seolah bimbang apakah ia harus tidur ke kamar Dania atau tidak.

Ia tahu kalau tubuh Dania pasti masih belum bugar seperti semula. Tapi jauh di hatinya ada sepercik api yang siap membakar nafsunya.

"Tenangkan dirimu Jax! Dania masih sakit!" Gumamnya menahan dirinya sendiri untuk tidak berlari dan melahap istrinya utuh-utuh.

Namun gumaman itu tidak ada artinya, tubuhnya semakin lama semakin memanas, bahkan suhu AC yang sudah ia turunkan maksimal tidak mampu mendinginkannya.

"Fyuh..."

Jax melompat-lompat kecil dan melakukan push-up berkali-kali. Berusaha menekan nafsunya yang luar biasa besar itu dengan aktivitas olahraga. Kalau bisa digambarkan, birahinya berwujud Dinosaurus yang mengaung, mengangkat kepalanya lalu membuka mulutnya lebar-lebar.

Setelah semua usaha yang ia lakukan, monster itu semakin bergejolak ingin membebaskan diri ketika Sang sumber godaan itu malah mengetuk pintunya dan memanggil namanya halus, membuat bulu kuduknya seketika berdiri.

"Jax.... Jax? Kamu sudah tidur?"

Debaran Jantung yang sudah ia redam dengan susah payah kini menjelma menjadi desiran yang mendidih di kepalanya.

"Be-belum, ada apa?"

Mengetahui dirinya yang sedang dalam mode bahaya, Ia mengurungkan langkahnya untuk segera membuka pintu yang menjadi satu-satunya pemisah diantara dirinya dengan pemilik suara halus menggetarkan jiwa.

"Kamu tahu obatku dimana?" Dania masih berteriak dari balik pintu karena Jax tak kunjung membukakan pintu.

"Mm... Itu, ah ya ada di tasku. Sebentar," jawab Jax dengan cepat mengambil obat yang menjadi penyebab jantungnya menderu.

Kriet..

Jax membuka sedikit pintunya untuk menyalurkan obatnya.

"I-ini..." Jax masih bersembunyi di balik pintu dan hanya menyalurkan tangannya keluar. Sebisa mungkin ia menghindari sentuhan fisik agar tidak semakin membangunkan monster bernapas api di perutnya.

Namun Dania yang tidak tahu menahu tentang keadaan Jax yang sangat merana itu, dengan seenaknya menyentuh ujung jemari Jax yang berkeringat.

Otomatis, darahnya menderu hebat, panasnya memicu Dinosaurus yang sudah bersiap untuk beraksi.

Dengan kecepatan kilat, Jax menyambar tangan Dania dan menariknya kuat hingga tubuh Dania dengan mudah masuk ke kamar.

"Aw!"

Lalu Jax mendorong tubuh Dania di tembok dekat pintu. Ia menekan pundak Dania dengan kedua tangannya. Napas Jax sangat panas dan berat sampai Dania merasa tercekat. Perlahan, jarak dari keduanya semakin runtuh ketika bibir Jax mendekat. Ia sampai memiringkan kepalanya agar bisa leluasa melumat bibir manis istrinya.

"Tunggu!"

Dania mendorong dada Jax menjauh.

"Tunggu Jax!"

Namun cengkraman tangan Jax tidak melemah. Ia semakin berusaha mendekat.

"JAX!!"

Teriakan Dania memecah atmosfer panas diantara keduanya, menyisakan tatapan penuh pertanyaan di matanya. Apakah Dania belum siap? Itu bisa dimengerti.

"Maaf Jax, aku...aku."

Jax menghela napasnya panjang dan meletakkan keningnya di pundak Dania.

"Tidak, aku yang minta maaf. Seharusnya aku lebih bisa menahan diri."

Dania menggeleng, air matanya mulai berderai dan tubuhnya bergetar.

"Ada apa, Dan? Kenapa menangis? Lalu tubuhmu..?"

"Tidak, aku tidak apa-apa. Aku- aku mau kembali ke kamarku."

Jax mengangguk sambil melepas genggaman tangannya di bahu Dania. Ia menunduk menyesal karena tingkah impulsifnya.

"Ini bukan gara-gara kamu, Jax. Aku hanya--"

Dania menggigit bibirnya menahan semua alasan yang memberontak untuk dicurahkan. Namun sekali lagi ia tidak mau membebani Jax dengan masalahnya.

"Maaf," Dania pergi berlalu dan menghapus air matanya yang keluar tanpa sadar.

.

.

.

Malam mendebarkan sekaligus kelam itu berganti pagi hari yang cerah meski sedikit gerimis, tapi tak menutupi betapa indah dan sejuknya pagi itu.

Tidak seperti biasanya, dapur yang selalu menjadi tempat ritual pagi hari bagi Dania kini malah mempunyai penghuni baru. Jax yang merasa harus menebus bubur hambar menyedihkannya, mengeluarkan semua skill memasaknya yang sebenarnya sangat rendah itu untuk membuat roti panggang. Ia menggunakan alat pemanggang roti untuk meminimalisir kegagalan, namun hasilnya sama saja.

Roti buatannya gosong.

"Ck, bagaimana ini?" Ucapnya dengan kedua tangannya yang memegang kepala.

Tanpa banyak pikir, Jax kembali mengambil roti tawar baru dan mengulang step-stepnya sekali lagi.

Untungnya kali ini hasilnya lumayan. Lalu saatnya plating, ia mencuci beberapa strawberi kecil dan mengirisnya lumayan tipis. Sebelum menata strawberinya, ia membuat tulisan maaf dari selai coklat yang ia masukkan di botol dengan tutup runcing.

"Loh, Jax kamu ngapain?"

Dania akhirnya keluar kamar dengan baju tidurnya yang tipis, hampir membuat Jax tergoda lagi. Namun, Jax harus menahan diri kan?

Glek

"Sebentar, kurang dikit." Ucapnya sambil menata irisan strawberry.

"Nah..." Serunya.

"Wahh... Bagus banget. Ini buat aku?"

"Iya."

Jax tidak bisa menutupi senyum dan pipi merahnya.

"Terimakasih..."

"Sama-sama, ayo dimakan! Nggak tahu enak atau tidak, tapi layaklah buat dimakan."

Sejenak Dania membaca tulisan di atas roti panggang setengah gosong itu.

Hati nuraninya sedikit tersentil dengan kata maaf yang sebenarnya tidak pantas diucapkan. Masalahnya bukan Jax yang terburu-buru. Ya mungkin itu juga benar, mengingat Dania yang baru saja selesai operasi. Tapi penolakan ciuman semalam, terasa sangat berlebihan.

"Mau berangkat ke kampus bareng?" Ajak Dania untuk memperbaiki mood.

"Kayaknya nggak dulu deh, nanti kalau tersebar gosip yang nggak-nggak gimana? Aku sih nggak masalah, aku sudah terbiasa. Tapi buat kamu itu lain cerita," jawab Jax.

Apa yang dikatakan Jax memang benar adanya. Walapun sebenarnya tidak masalah Dosen menikahi Mahasiswa tapi kalau dalam satu lokasi seperti ini, masih dianggap tabu. Apalagi Jax mengikuti beberapa mata kuliah yang diampu Dania, semakin membuat kesalah pahaman kalau berita pernikahannya tersebar.

"Lagian kasian si Bob kalau aku anggurin terus," rujuknya pada motor karbu yang selalu ia kendarai kemana-mana.

"Ok, baiklah. Jadi kita akan berpura-pura nih?" Tanya Dania.

"Yahh, setidaknya sampai aku lulus."

"Lama dong, nanti kalau terbongkar gimana?"

Jax hampir menyemburkan air minumnya. Segitu tidak percayanya Dania kalau suaminya itu bisa lulus cepat. Tapi ya... Gimana ya, Jax belum genap SKS nya jadi belum bisa skripsi.

Setelah selesai dengan sarapannya, Jax dan Dania berangkat dengan kendaraan yang berbeda sehingga waktu mereka tiba di lokasi-pun berbeda. Ini sempurna untuk mengunci rahasia diantara mereka. Sampai seseorang muncul tiba-tiba di depan mata Dania, mengejutkannya hingga membuatnya menganga.

Wajah yang sudah familiar baginya, senyuman yang selalu mendampingi setiap kesedihannya, dan sapaan yang selalu menyambutnya tanpa diminta.

"Liam? Itu kamu?"

Ucapnya begitu sampai ke Parkiran khusus Dosen.

Tanpa sadar Dania berlari kecil mendekati Liam, membuat suaminya yang berselang beberapa menit sampai di depan gerbang Fakultas terkejut dengan interaksi itu.

"Siapa lagi itu?"

Jax menatap tajam sosok tampan yang tertawa bersama Dania, membangunkan rasa cemburu yang lama tidak ia rasakan setelah melihat Dania mengobrol dengan Mahasiswa baru.

1
Miu.Nuha
kalo ada yg lihat kalo ada yg lihat terus ya 😭 makany go public gih, biar gk bimbang...
Xlyzy
kemarin kamu tidak menginginkan nya kenapa sekarang malah mencoba mendekat
Xlyzy
james bisa di bilang diary hidup nya Jason
Miu.Nuha
masa laluuu masa kecil 🤔
Kartika Candra Buwana
mungkin perlu konseling bersama deh agar baik kembali semuanya
Kartika Candra Buwana
dania.sudah tulus sejak awal
mama Al
udh di tunggu ternyata gagal maning
sabar jax 🤭
naws
kok digaplok? emang jax lagi ngapain itu?
naws
kapan kelarnya kalo semuanya di gerebek daniaa? 😖
naws
makanya pisah aja.
buang2 waktu doang sama si jax. masih labil dia.
naws
gak terlalu buruk sampe kami lihat si jax macarin cewek sekampus 😭
naws
ada trauma dilecehkan kah dia?
naws
si bowo udah mupeng begituu 😖
kalo gak ada suamimu bisa2 udah digrepe kamu dan 😖
Arni Arlinawati Pratiwi💃
emmm.. si set ... an jax kumat!!! /Skull/
Arni Arlinawati Pratiwi💃
emmm.. udah di rumah aja tu cewe, 🗿😭
Arni Arlinawati Pratiwi💃
mampus jax mampus.. istri lu mo ke rumah, an ... ing!!! 😭
Arni Arlinawati Pratiwi💃
nah itu juga yang jadi pertanyaan emak.. tapi emak tau lu punya perasaan hanya saja lu nya gak peka.. lu tuh pengen di cintai dania, dengan gak berhuhungan aja sama istri lu.. udah ngebukti in kalian tuh hanya butuh komunikasi.. dania juga salah di sini, inti nya ya gitu deh.. 🗿
Arni Arlinawati Pratiwi💃
🗿... bener ya, jangan pas di tikung temen lu mewek! emak tampol teplon juga lu.. 🤯
Prayy
mulai nih perang panas panas nya🤣
Arni Arlinawati Pratiwi💃
eeeee.. masalah nya tu dosen istri nya, bahlul!!! kalian belum tau juga.. emak kasih tau nih!!! si JAX set ... an! udah nikah sama tu dosen!!! kampret!!! 🗿🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!