NovelToon NovelToon
AMIRA MENANTU TERBUANG

AMIRA MENANTU TERBUANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: santi damayanti

Dua tahun menikah
berpisah setelah akad bahkan belum pernah malam pertama
amira menunggu dengan sabar
mengabdi kepada keluarga suami
tapi setelah dua tahun berpisah
kata yang pertama dari suaminya adam "Amira aku akan menikah lagi"
bagaimana kelanjutannya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi damayanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7: Kebohongan Adam

Mila mengambil ponsel Sonia dengan kasar. Matanya terbelalak menatap layar yang menampilkan akun Instagram bernama @rikacakrawala.

Jari Mila terus menggulir laman tersebut. Foto-foto Amira terpampang jelas di sana—mulai dari momen di bandara, bersantai di Pantai Kuta, makan malam di restoran ternama, hingga kolam renang di Hotel Cemara. Walau itu hotel bintang empat, pemandangan kebahagiaan Amira sukses membuat kepala Mila dan Ibu Mirna terasa membara bak mengeluarkan asap.

"Kurang ajar!" gerutu Mirna menahan napas murka.

Sonia cepat-cepat merebut ponselnya kembali. "Ih, bisa remuk ponselku kalau Diremas seperti itu!" omel Sonia bersungut-sungut.

"Amira benar-benar kurang ajar! Kita di sini sedang kesusahan setengah mati, dia malah enak-enakan liburan mewah!" umpat Mila berapi-api.

"Benar-benar menantu tidak tahu diri! Ibu bahkan sampai harus menyerahkan kalung emas ke Ridwan, tapi Amira malah foya-foya!" sahut Mirna tak kalah emosi.

"Apa?!" seru Sonia dan Mila bersamaan, menatap ibu mereka dengan pandangan tak percaya.

"Kenapa kalian melihat Ibu begitu?!" tegur Mirna risih.

"Kenapa Ibu malah memberikan kalung emas Ibu ke Kak Ridwan?!" kesal Mila melotot.

"Iya, kenapa, Bu?!" tanya Sonia sambil menggeretakkan gigi.

Mirna mengibaskan tangan dengan jengkel. "Berisik kalian ini! Keponakan kalian itu belum bayar SPP! Kalian mau keponakan kebanggaan kalian sampai putus sekolah?! Ini semua salah Amira! Amira yang lari dari tanggung jawab!"

"Benar! Ini semua salah Amira! Lebih baik Ibu desak Mas Adam supaya cepat-cepat menceraikan dia!" usul Sonia memberi dorongan.

Pak Diki yang mendengarkan pertengkaran itu dari sudut ruangan menggeleng-gelengkan kepala. "Kalian ini otaknya sudah konslet semua..."

"Bapak diam saja!" bentak Sonia keras.

"Stres..." gumam Pak Diki lirih. Pria tua itu meraih jaket ojeknya dan berjalan keluar rumah. Kepalanya bisa pecah jika terus-terusan menyaksikan kegilaan anak dan istrinya.

“nginap dihotel bintang empat, terus belanja-belanja barang itu pasti habis puluhan juta, sedangkan kita disini di kejar-kejar petugas bank, aku sampai harus mengeluarkan tabunganku untuk membayar cicilan bank” ucap mila

“kamu bilang ga ada uang buktinya kamu ada uang tadi?” tanya mirna

“itu mas doni kasbon di kantor bu,,,kalau mas doni ga kasbon aku benar-benar ga ada jalan”

“suami kamu baik sekali” ucap Mirna

"Iya, coba Ibu telepon Adam sekarang!" desak Mila.

"Iya, Ibu telepon." Mirna merengkuh ponselnya dan menekan nomor anak kesayangannya itu.

Satu kali, dua kali, tiga kali nada dering berbunyi... Panggilan akhirnya terhubung.

"Adam! Kamu harus tegur si Amira! Dia sudah menggelapkan uang kamu buat foya-foya!" cerocos Mirna tanpa salam.

"Mas Adam lagi di kamar mandi... Nanti aku sampaikan pesannya, ya," sahut suara seorang wanita di ujung telepon dengan nada santai.

Mirna membeku seketika. "Hah?! Siapa kamu?!"

Tut... tut... tut... Panggilan diputus sepihak dari sebelah sana.

Mirna masih tercengang memegang ponselnya, berdiri kaku bak patung.

"Kenapa, Bu? Kok mukanya kayak orang kesurupan begitu?" tanya Sonia bingung.

Mila menepuk pundak ibunya cukup keras. "Bu!"

"Astagfirullah hal adzim! Kamu ini bikin Ibu kaget saja!" seru Mirna sambil mengelus dadanya yang berdebar kencang.

"Ibu ada apa sih?!" cecar Sonia makin penasaran.

"Tadi... Ibu telepon Adam, tapi yang mengangkat suara perempuan!"

"Apa?! Perempuan?!" seru Mila dan Sonia kompak.

"Iya... Kira-kira siapa, ya?" gumam Mirna bingung.

Mila merampas ponsel ibunya lalu mencoba menelepon kembali, tetapi nomor Adam mendadak tidak aktif. Sonia yang penasaran lantas memeriksa rincian panggilan dan status WhatsApp milik abangnya.

"Bu! Mas Adam itu ada di Indonesia!" seru Sonia mengejutkan semuanya.

"Loh, kok di Indonesia?! Dari mana kamu tahu?"

"Ini loh, Bu... Ibu baru saja melakukan panggilan lokal! Jam pesannya juga menyesuaikan Waktu Indonesia Barat! Posisinya kemungkinan besar sudah di Indonesia!" jelas Sonia menunjukkan bukti di layar.

Wajah Mirna memerah. Tanpa buang waktu, ia langsung mengirimkan pesan suara dengan nada mengancam pada Adam:

[Adam! Ibu tahu kamu sudah ada di Indonesia! Ibu tunggu kamu pulang ke rumah sekarang juga! Kalau kamu tidak ke rumah, jangan akui Ibu sebagai ibumu lagi!]

"Bagus, Bu! Mas Adam memang harus digituin biar cepat pulang!" dukung Mila puas.

Sementara itu, di sebuah kamar hotel berbintang di Surabaya...

Adam berjalan keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya. Wajahnya tampak tegang. "Kenapa kamu angkat telepon dari Ibu sih, Alya?"

Alya yang sedang bersandar di kepala ranjang memanyunkan bibir. "Habisnya berisik, Mas... Ponselmu berdering terus padahal aku capek. Semalam kamu ganas banget..."

Mendengar godaan itu, emosi Adam mendadak melunak. Ia melangkah mendekat. "Sayang... aku kan sengaja sembunyi-sembunyi dulu dari Ibu. Sekarang Ibu pasti curiga kalau dengar suara wanita."

"Kenapa kamu tidak mau jujur saja sih sama Ibu kalau kamu sudah nikah lagi sama aku?" protes Alya manja.

"Bukan begitu... Kalau Ibu dan adik-adikku pasti gampang menerima kamu. Tapi kalau Bapak... Bapak pasti marah besar padaku," jelas Adam serba salah.

"Lambat laun pernikahan kita pasti terungkap, Mas. Menurutku, lebih cepat mereka tahu justru lebih baik," desak Alya.

Adam merenung sejenak. Alasan utamanya bersembunyi sebenarnya bukan hanya takut pada ayahnya, melainkan takut pada pihak sponsor yang memberangkatkannya ke Jepang—seorang pengusaha kaya yang merupakan teman dekat Ibu Lasmi, pemilik panti asuhan tempat Amira dibesarkan. Adam berniat mencari-cari kesalahan Amira terlebih dahulu agar punya alasan kuat untuk menceraikannya tanpa disalahkan sponsornya.

"Mas... tadi ibumu seperti marah-marah banget soal Amira," seloroh Alya memecah lamunan Adam.

"Marah kenapa?"

"Kata ibumu, Amira menggelapkan uang yang kamu kirim."

"Apa?! Ibu bilang begitu?"

"Iya... Coba Mas aktifkan ponselnya lagi deh," saran Alya.

Adam segera menyalakan ponselnya. Seketika itu juga, deretan notifikasi pesan masuk membanjiri layar. Salah satunya pesan suara dari ibunya.

[...Kalau kamu tidak ke rumah, jangan akui Ibu sebagai ibumu lagi!]

Deg.

Dada Adam mendadak sesak. Ancaman ibunya bukan main-main.

"Sebenarnya seberapa besar masalah yang dibuat Amira sampai bikin Ibu semarah ini?" keluh Adam panik.

"Ada apa, Mas?" tanya Alya lembut.

Adam memperlihatkan isi pesan ibunya.

Alya mengelus lengan Adam dengan raut penuh simpati. "Sebaiknya kita cepat-cepat pulang ke rumah Ibu, Mas."

"Kamu tidak apa-apa? Kita kan masih bulan madu?" tanya Adam merasa bersalah.

"Tidak apa-apa, Mas... Ibumu jauh lebih penting daripada bulan madu kita," jawab Alya tersenyum manis.

Adam merengkuh tubuh Alya ke dalam pelukannya. "Kamu benar-benar wanita yang pengertian... Aku sangat beruntung bisa menikahi kamu, Alya."

"Iya, Mas..." sahut Alya menyandarkan kepala di dada Adam.

Namun di balik senyum manisnya, benak Alya membatin sinis: Aku cuma mau kamu secepatnya menceraikan wanita panti itu... Aku tidak sudi berbagi suami dengan siapa pun!

Adam lantas mengambil ponselnya dan mengetik pesan singkat pada Amira: [Aku akan pulang. Aku tunggu kamu di rumah. Ini penting!]

1
sunaryati jarum
Semoga keluarga Amira
sunaryati jarum
Mulai jadi pemuas sang penguasa,Sonia
sunaryati jarum
O mau jadi wanita simpanan ,Sonia.Tapi Yamamoto tak akan pernah menyentuh Amira
@Mita🥰
wiiiih mungkin kakak nya Amira
@Mita🥰
pasti anak buah kakek Amira yang bikin unggah an Amira hilang
YuWie
anak siapakah kamu amir
sunaryati jarum
Mungkin kau putri pebisnis besar yang diculik dan ditinggalkan di panti asuhan
YuWie
rung sadar kan..malah tambah dodro..alias tambah kebangetan niat jahatnya
YuWie
benar kata pak polisi..bertele tele
Suanti
sonia tak pernah kapok klu kejadian lgi sm amira jgn mau pki jln damai jeblos kan aja ke penjara biar kapok 🤭
sunaryati jarum
Keluarga pak Diki tidak waras semua kecuali Pak Diki
@Mita🥰
ealah ..alah bukan nya sadar malah makin menjadi
@Mita🥰
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 nah sekarang tahu kan
Suanti
sdh lah amira jeblos kan aja sonia ke penjara byk btl cerita keluarga mantan mu yg toxin 🤣🤣
Suanti
beri hukuman setimpal amira jangan mau jln damai biar kan aja di penjara biar tau rasa mantan keluarga toxin 🤭🤣
YuWie
Luar biasa
santi damayanti: terimakasih kaka
total 1 replies
YuWie
bacottt..ciatt..tendang aja al
YuWie
ngerti anak yatim piatu malah diperas.. situ waras
Suanti
jgn2 pria tua itu bpk nya amira atau kakek nya, amira 🤣🤣
Suanti
dasar keluarga toxin selalu salah kan amira 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!