NovelToon NovelToon
Pesona Ibu Tiri BADASS

Pesona Ibu Tiri BADASS

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Nikah Kontrak / Ibu Tiri
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora79

Hidup tak pernah memberi pilihan mudah pada Regatta Aulia, atau yang biasa dipanggil 'Ega'. Dia adalah seorang gadis berusia 21 tahun, yang tumbuh di dalam lingkungan sebuah panti asuhan sejak dilahirkan.

Suatu malam, Ega berhasil menyelamatkan seorang pria. Pria itu adalah Raka Adinata (27 thn), seorang pengusaha muda kaya raya yang baru saja kehilangan segalanya akibat pengkhianatan orang-orang terdekatnya.

Ega hanya berniat untuk menyelamatkan pria tersebut, namun dia tidak menyangka ... jika usahanya malam itu malah menjebaknya di dalam putaran arus kehidupan pria itu lebih dalam.

Di tengah pertengkaran, rahasia masa lalu, perebutan perusahaan, dan perasaan yang perlahan tumbuh, Regatta dan Raka mengerti akan satu hal:

"Keluarga bukan selalu tentang darah, akan tetapi tentang seseorang yang memilih untuk tinggal."

↔ UPDATE 2X SEHARI, JAM 12 SIANG DAN JAM 3 SORE.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PITB - 06.

...꧁✿ 🅷🅰🅿🅿🆈 🆁🅴🅰🅳🅸🅽🅶 ✿꧂...

Sreeeng!

Suara desisan minyak panas dan aroma rempah-rempah yang menggugah selera, mulai memenuhi dapur Penthouse itu.

Dengan cekatan, Regatta membalik potongan ayam serundeng buatannya. Wajah tenangnya tampak selaras dengan suasana sore, dimana badai politik yang terjadi tadi siang tidak pernah terjadi.

Namun, semua ketenangan itu hanyalah sebuah ilusi sesaat, sebelum badai yang sebenarnya datang menghampiri.

Di ruang tamu, Raka masih duduk mematung dengan pikiran-pikiran liar yang masih bergelayutan di otaknya.

Pertanyaan dia tentang identitas investor anonim itu masih terus berputar dikepalanya, seperti sebuah gasing yang tidak kunjung berhenti menari.

Rasa penasaran sekaligus was-was masih menggelayuti hatinya.

Siapa wanita yang menjalani hidup bersamanya ini?

Mengapa dia memiliki akses untuk dana sebesar itu?

Dan, mengapa dia begitu protektif terhadap dirinya dan ketiga anaknya?

Saat otaknya masih berkeliaran liar di dalam sana, tiba-tiba ponsel mahal miliknya bergetar keras di atas meja.

Drrrt! ... Drrrt! ... Drrrt!

Nama yang tertera di layarnya itu, langsung membuat darah Raka Adinata membeku.

Direktur Utama Bank Terbesar di Dunia, yang cabangnya ada di Indonesia. Dia adalah Bapak Hendrawan.

Raka bergegas mengangkatnya dengan tangan gemetar.

"Halo, Pak Hendrawan ... Selamat sore," sapa Raka, saat dia telah menggeser tombol 'terima'.

"Ya, selamat sore, Pak Raka ... maaf jika saya mengganggu istirahat Anda," sahut suara berat seorang pria di seberang sana.

"Ada masalah serius. Rekening operasional utama Adinata Group, baru saja diblokir oleh sistem pusat kami," lanjutnya dengan nada hati-hati.

"APAAA??!! Kenapa bisa diblokir, Pak? Kami baru saja menerima suntikan dana pagi tadi!" seru Raka, terkejut.

Kalista yang sedang membantu Regatta menata meja pun berhenti sejenak, telinga tajamnya menangkap percakapan itu.

"Itulah masalahnya, Pak Raka. Dana setengah triliun yang masuk tadi pagi itu berasal dari rekening 'Offshore' di Kepulauan Cayman, yang terdaftar atas nama cangkang perusahaan 'Phantom Holdings'," ujar Pak Hendrawan menjelaskan.

"Sistem kami mendeteksi adanya pola pencucian uang tingkat tinggi. Dana itu sekarang dibekukan sementara, menunggu verifikasi KYC (Know Your Custumer) dan sumber dana aslinya," lanjutnya dengan nada sabar.

Degh!

Jantung Raka terasa ditarik paksa, saat mendengar semua penjelasan itu.

Jika dana itu dibekukan, maka gaji ribuan karyawan, pembayaran supplier, dan operasional harian Adinata Group akan lumpuh total dalam 24 jam ke depan.

Dan ini lebih berbahaya daripada serangan Dwipangga dan Leonard!

"Berapa lama proses verifikasinya, Pak?" tanya Raka dengan nada bergetar.

"Tergantung kejelasan dokumennya, Pak Raka. Bisa dua minggu atau dua bulan. Maaf, Pak Raka ... ini adalah prosedur standar anti pencucian uang internasional, dan kami tidak bisa menerobos aturan begitu saja," jawab Pak Hendrawan, menjelaskan.

"Baik, Pak. Saya mengerti. Terima kasih atas pemberitahuannya."

Ketika sambungan telepon itu telah mati, Raka menatap layar hitam itu dengan tatapan kosong.

Keringat dingin mulai mengalir di sekitar keningnya.

Regatta telah mendengar semua percakapan itu dengan jelas, berkat tekhnologi yang dia selipkan ke ponsel milik Raka, yang tersambung dengan earbuds miliknya.

Dia meletakkan spatula perlahan ...

Wajah cerianya langsung lenyap, digantikan dengan ekspresi dingin yang mengerikan.

Tap ... Tap ... Tap.

Dia berjalan keluar dari arah dapur, sambil menyeka tangannya dengan sebuah handuk kecil.

"Ada masalah?" tanyanya singkat.

Raka menolehkan kepalanya ke arah Regatta, kedua matanya merah, menandakan dia dalam keadaan emosi tingkat tinggi.

Dan untuk pertama kalinya dalam beberapa hari ini, nada suaranya membentak kasar kepada Regatta.

"Kamu tanya ada masalah, hah?! Apakah kamu tahu, apa yang baru saja terjadi? Dana itu ternyata 'kotor' di hadapan sistem perbankan, Regatta!!!" hardik Raka dengan wajah emosi.

"Sekarang semua aset kami dibekukan! Adinata Group akan kolaps bukan karena saham, tapi karena likuiditas yang macet! Katakan padaku sekarang, siapa 'Phantom Holdings' itu, Regatta?!" lanjutnya dengan wajah frustasi.

Regatta tidak gentar sedikitpun dalam menghadapi amarah seorang Raka Adinata, dia justru mendekat kearahnya sambil menatap mata Raka dengan lekat.

"Dana itu bersih, Mas Raka. Hanya saja, jalur yang mereka gunakan memang sengaja dibuat berliku, guna menghindari pelacakan musuh-musuh disekitar kita, yang memiliki akses ke dalam Bank Lokal. Dan yang tidak pernah kami sangka adalah, mereka akan memicu 'Alarm Compliance' secepat ini ..." jawab Regatta menjelaskan keadaannya.

"Jadi, semua ini adalah ulahmu dan mereka, hm? Kamu membakar rumahku demi menyelamatkan atapnya, hah?!" hardik Raka dengan langkah agresif mendekati Regatta.

Kalista dan Kaylin yang berada di sudut ruangan langsung siaga, tangan mereka bergerak ke arah pinggang, siap untuk menarik senjata yang terselip di sana jika diperlukan.

Namun Regatta mengangkat satu jarinya, memerintahkan mereka untuk tetap diam.

"Mas Raka, dengarkan aku," ujar nya dengan suara rendah berwibawa, aura kepemimpinannya kembali muncul.

"Jika dana itu masuk melalui jalur biasa, orang-orang Dwipangga dan Leonard akan tahu sumbernya dalam hitungan menit. Mereka mempunyai kaki-tangan di dalam jajaran Dewan Komisaris Bank. Dengan cara ini, walau dana dibekukan, identitas investor akan tetap aman. Dan yang lebih penting ..." lanjut Regatta menjelaskan, lalu menjeda ucapannya.

Dia mengeluarkan ponselnya, lalu menunjukkan sebuah aplikasi terenkripsi.

" ... Mereka sudah menyiapkan dana cadangan melalui aku. Bukan uang tunai, tapi aset kripto senilai 100 juta Dollar, yang bisa dikonversikan menjadi rupiah secara 'Peer-to-peer' tanpa melalui sistem perbankan tradisional dalam waktu 1 jam," ujar Regatta.

"Aku rasa itu cukup untuk membayar gaji karyawan dan biaya operasional darurat selama dua minggu kedepan, sambil aku membersihkan nama 'Phantom Holdings' ini dari dugan kotor mereka," lanjutnya dengan nada tenang.

Raka terdiam sejenak, napasnya masih terlihat memburu karena emosi.

Logika bisnisnya berkata, bahwa solusi yang dijelaskan Regatta itu beresiko tinggi dan ilegal di beberapa aspek. Namun situasinya memang tidak meninggalkan pilihan lain sekarang.

"Kenapa kamu sampai melakukan semua ini, Ega?" tanya Raka dengan nada lebih lembut dan kebingungan.

"Pernikahan kita ini hanyalah sebuah kontrak saja. Kamu tidak wajib menyelamatkan 'Kerajaanku' sampai sejauh ini, Ega. Apa sebenarnya maumu?" lanjutnya dengan suara parau.

Regatta menatap pria didepannya itu lekat-lekat, ada kilatan kesedihan sekilas dimatanya, sebelum tertutup kembali oleh 'topeng' ketenangannya.

"Aku tidak melakukannya untuk Adinata Group, Mas Raka. Aku melakukannya karena sebuah janji yang harus aku tepati kepada 'seseorang' yang telah menolongku enam tahun silam. Dan orang itu adalah Ayahmu, almarhum Suryaputra Adinata..." jawab Regatta dengan wajah datar.

Sebelum Raka bisa mencerna ucapan Regatta, pintu utama Penthouse mereka tiba-tiba didobrak paksa oleh segerombolan orang.

BRAKK!!!

Mereka datang bukan melalui lift yang terbuka, melainkan melalui pintu darurat di sisi lorong Penthouse tersebut.

Lima orang pria bersenjata lengkap dengan memakai rompi taktis dan masker wajah menyerbu masuk.

Mereka bukan anggota polisi atau preman pasar biasa, karena gerakan mereka adalah gerakan militer yang terlatih.

"Jangan bergerak! Letakkan tangan kalian diatas kepala!" seru pemimpin kelompok tersebut.

Regatta menghembuskan napas kasar, karena kali ini dia lengah, sampai bisa-bisanya disusupi tanpa terdeteksi alarm miliknya.

Kalista dan Kaylin langsung bereaksi cepat, dalam waktu sepersekian detik, kedua wanita itu telah berdiri di depan kedua majikannya sambil memegang sebuah senjata, yang terselip dibalik pakaian mereka.

Slub! Slub!

Dua buah tembakan peringatan dari pis-tol berperedam itu dilepaskan ke arah langit-langit ruangan, membuat langkah para penyusup itu terhenti seketika.

"Regall Security! Mundur kalian!" teriak Kalista dengan nada tegas.

"Hahahahaha ...!"

Pemimpin penyusup itu tertawa dingin, ketika dia mendengar nama itu.

Dia menurunkan senjatanya, lalu melepas maskernya perlahan.

Srak!

Wajah itu langsung membuat Regatta membeliak kaget.

Wajah itu adalah wajah pria paruh baya, yang memiliki bekas luka di separuh wajahnya.

Wajah yang mengingatkan Regatta, akan tragedi enam tahun silam yang membuat dirinya mengenal seorang Suryaputra Adinata.

"Ternyata Nona Regatta Aulia, atau ... seharusnya saya memanggil Anda, Queen Relia?" ujar pria itu dengan suara serak menyeramkan.

Raka menoleh ke arah Istrinya dengan wajah syok.

"Regatta ... mereka memanggilmu Queen ... apa tadi?"

Regatta menghela napas panjang, kala menyadari bahwa masa lalunya yang kelam akhirnya datang ke tempat yang paling tidak dia duga.

"Selesai sudah ... sepertinya aku harus jujur kepada pria ini nanti. Huffft! Dasar tua bangka sia-lan! Kenapa sih dia harus muncul di saat yang tidak tepat begini?!" monolog Regatta dalam hatinya.

"Um, Mas Raka ..." panggil Regatta dengan suara berbisik, tanpa mengalihkan pandangannya dari pria berwajah luka itu.

"Sepertinya, aku akan menjelaskan semuanya nanti, oke? Tolong jaga keamanan Triple D di dalam kamarnya. Kunci pintunya, dan jangan dibuka walau apapun yang akan terjadi nanti. Aku akan mengetuknya saat semuanya selesai ..." lanjutnya dengan nada perintah yang mutlak.

"Siapa mereka, Regatta?!" desis Raka, yang adrenalinnya memuncak.

"Mereka adalah sisa-sisa organisasi Mafia, yang telah aku hancurkan enam tahun silam. Dan sepertinya mereka tahu, jika aku ada dibelakang kebangkitan Adinata Group ini," jawab Regatta.

"Baiklah, aku akan menunggu penjelasanmu nanti. Aku akan masuk ke dalam kamar Triplets sekarang. Berhati-hatilah!" ujar Raka, sambil berlari masuk ke dalam kamar anaknya.

"Terima kasih, Mas,"

Setelah melihat Raka masuk ke dalam kamar Triplets, Regatta langsung menarik senjata miliknya dari balik pinggang.

Seringai berbahaya kembali terukir di bibir indahnya, membuat pesona dinginnya menjadi terlihat sangat kejam.

"Selamat datang di neraka yang sesungguhnya, Tuan Viktor! Hahahaha!"

Slub! Slub! Slub!

...🍃☀†๏ вэ ¢๏и†เиµэ∂☀🍃...

1
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Terima kasih atas hadir dan dukungannya, Kak ... 🙏🏻😊🫰🏻💚💚💚💚💚
total 1 replies
Yue Li MZy
halo mampir di cerita KA uthor,semoga ceritanya tidak Hiatus ditengah dan smgtt ya
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Terima kasih dukungannya, Kak Yue Li ... 🙏🏻😊🫰🏻💚💚💚💚💚💚
total 1 replies
beybi T.Halim
kita ngelapak dimari.,mudah2an seruuu ceritanya👍
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Terima kasih hadir dan dukungannya, Kak Beybi ... Semoga suka dengan ceritanya, ya ... 🙏🏻😊🫰🏻💚💚💚💚💚
total 1 replies
Asra
Keren kak! semangat selalu, di tunggu up-nya.
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Terima kasih hadir dan dukungannya, Kak Asra ... 🤗🙏🏻😊💚💚💚💚💚
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!