Tembus pandang, ahli pengobatan, dan kekuatan tiada tara adalah sepasang mata dewa.
Menjadi buta demi membangkitkan kekuatan mata dewa membuat Ivan begitu menderita.
Namun semuanya terbayar setelah Ivan mendapatkan mata dewa yang sinarnya menembus kegelapan.
Gadis-gadis cantik perlahan jatuh hati kepadanya.
Bagaimana kelanjutannya dapat di baca, semoga terhibur!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agus budianto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 6 KEMENANGAN SESUNGGUHNYA
"Taruhan sudah di tetapkan, langsung buka kartunya saja!" ujar Ivan.
"Tidak perlu di lihat lagi, akhirnya juga sudah di tetapkan," sambung Ivan.
"Ucapan mu bagus, akhirnya memang sudah di tentukan," balas Leo.
Leo memegang kedua kartunya dan mengintipnya, lalu mulai mengeluarkan sedikit senyuman di sudut bibirnya.
"Bos Yola, entah kamu bersedia menggunakan dirimu untuk menggantikan nyawanya atau tidak?" ujar Leo.
Leo mengangkat kartunya ke atas dan langsung membantingnya ke atas meja. Terlihat kedua kartu milik Leo dengan angka 9 dan balak 5 yang bernilai 10. Jika di gabungkan maka Leo memiliki nilai akhir 19 yang artinya adalah 9. Nilai akhir 9 dengan balak 5 adalah nilai terbesar kedua dalam permainan adu qiu.
"Wah 9 dengan menggunakan balak 5, tampaknya tuan Leo akan menang lagi," ujar salah seorang di sana.
"Sudah aku bilang, tuan Leo pasti akan menang dengan mudah," ujar orang yang lain.
"Jika bocah itu ingin menang, maka dia harus mendapatkan nilai akhir 9 dengan balak 6, tapi itu tidak mungkin, dia hanya mengandalkan keberuntungan saja, bersiap saja untuk mati, jika mau menyalahkan, hanya bisa menyalahkan diri sendiri saja yang bodoh," ujar orang yang lain lagi.
Yola juga tampak panik sekali melihat Leo mendapatkan nilai akhir seperti itu. kini dirinya hanya bisa berdoa Ivan akan mendapatkan nilai 9 menggunakan balak 6.
"Giliranmu!" ujar Leo kepada Ivan.
Ivan juga mulai mengambil selembar kartu miliknya dan membukanya. Terlihat kartu pertama Ivan yang ternyata adalah balak 6.
"Balak 6, bocah ini masih ada harapan ternyata," ujar salah seorang.
"Jika kartu yang tertutup adalah angka 7, maka dia akan mendapatkan 9 dengan menggunakan balak 6, masih ada kemungkinan," ujar orang yang lain.
"Cepat buka, jangan membuat orang menunggu," ujar orang yang lain lagi.
Yola juga semakin deg-degan menunggu Ivan membuka kartu terakhirnya. Hanya tinggal satu kartu lagi untuk menentukan siapa pemenangnya.
Ivan juga bersiap membuka kartu terakhirnya. Pandangannya semua orang juga tertuju pada kartu terakhir tersebut.
Akan tetapi yang terjadi berikutnya membuat semua orang menghela nafasnya. Ivan membuka kartunya yang ternyata adalah angka 4, dan bukanlah 7. Dengan begitu maka nilai akhir Ivan adalah 6, yang berarti pemenangnya adalah Leo.
Yola juga langsung merasakan tubuhnya begitu lemah. Kini bukan hanya casinonya saja yang akan tutup, tapi juga kehilangan Ivan pegawainya.
"Hah, sudah aku bilang keberuntungan saja tidak cukup, sekarang malah kalah dengan telak," ujar salah seorang di sana.
"Karena sudah berani bertaruh, maka sudah siap menanggung konsekuensinya, bersiap-siap saja untuk mati," ujar orang yang lain.
"Bos Yola, kamu juga sudah lihat kartunya, gimana pendapat mu, apa kamu ingin gunakan dirimu untuk di tukar dengan nyawanya?" ujar Leo bertanya kepada Yola.
Yola tampak berpikir dengan keras saat ini. Bagaimanapun Ivan seperti ini karena ingin membantu dirinya. Walaupun dia ceroboh, tapi usahanya juga harus di hargai. Begitu tidak tahu dirinya, jika membiarkannya begitu saja, pikirnya.
"Aku bersedia untuk..." Yola hendak setuju dengan syarat dari Leo, namun Ivan langsung memotong ucapannya.
"Memangnya aku sudah kalah?" ujar Ivan.
"Apa kamu sedang berpura-pura bodoh, padahal sebenarnya kamu memang sangat bodoh, haha..." balas Leo tertawa lepas.
"Berdasarkan aturan dunia ilegal casino, kalau kamu curang, bukannya kamu yang kalah," ujar Ivan.
Ivan berdiri dari tempatnya dan mulai berjalan menghampiri Leo.
"Kau harus bisa buktikan, mana buktinya?" tanya Leo.
Ivan juga langsung memegang pundak dari Leo, sehingga membuatnya terkejut.
"Bocah, tahukan kamu apa yang kamu lakukan?" Leo tidak terima.
"Awalnya aku berpikir untuk mengambil nyawamu dengan cepat, tapi sekarang aku akan menyiksamu terlebih dahulu sebelum mati," sambung Leo.
Leo berdiri dan merentangkan kedua tangannya mengisyaratkan bahwa dirinya siap untuk di geledah dan di periksa.
"Aku memang tidak bisa berjudi, apalagi menggunakan teknik curang apapun, tapi aku punya mata dewa," ucap Ivan dalam hati.
Seketika sekilas cahaya terlihat di kedua mata Ivan. Ivan mengeluarkan kekuatan mata dewanya. Seketika pandangan Ivan langsung menembus jaket yang di gunakan oleh Leo.
Ivan mendapati bahwa di balik jaket Leo ada selembar kartu yang dia sembunyikan. Kartu tersebut bergerak-gerak mengikuti instruksi dari Leo.
"Jika orang lain yang memeriksa pasti tidak dapat menemukannya, ternyata dia memang memiliki kemampuan," pikir Ivan.
Seketika energi spiritual dari mata dewa Ivan masuk melalui telapak tangan Ivan kedalam jaket dari Leo. Alhasil Ivan dalam mengendalikan kartu di balik jaket tersebut.
"Ini..." Leo langsung kaget mendapati dirinya tidak bisa mengontrol kartunya.
"Srek..." Ivan langsung menarik jaket yang di kenakan Leo hingga terlepas.
Seketika terlihat selembar kartu dengan angka 3 jatuh dari balik jaket Leo. Semua orang juga langsung terkejut melihat itu.
"Ada kartu di balik jaket, tuan Leo benar-benar berbuat curang," ujar salah seorang di sana.
"Kalau begini kemenangan tuan Leo tidak sah, dan pemenangnya adalah Ivan," ujar orang yang lain.
"Aku tidak menyangka bocah bernama Ivan ini bisa membongkarnya, tampaknya kita terlalu meremehkannya," ujar orang yang lain lagi.
Doris yang melihat kartu tersebut juga langsung tersadar bahwa kartu dengan angka 3 adalah kartu yang dia atur untuk Leo menggunakan teknik merangkai kartu. Pantas saja dirinya sebelumnya kalah, ternyata Leo telah mencurangi nya, pikirnya.
"Sial, jika aku memeriksa nya sebelumnya, pasti aku yang menang," ucap Doris dalam hati.
Leo juga berdiri dari tempatnya dan berhadapan dengan Ivan. Leo tidak menyangka bahwa akan ada orang yang bisa membongkar teknik curang nya. Jelas bahwa pemuda bernama Ivan ini bukanlah orang biasa, pikirnya.
"Apa asal usulmu?" tanya Leo.
"Tidak ada, aku cuma pelayan di sini," jawab Ivan.
"Heh, aku sudah berpengalaman, hari ini aku mengalami kerugian tidak terduga, taktik mu buat pura-pura lemah, benar-benar luar biasa," ujar Leo.
"Oke, aku mengaku kalah, namamu Ivan, aku sudah mengingatnya, sudah di takdirkan bertemu, pasti akan bertemu lagi," sambung Leo.
Leo juga pergi dari sana dengan kekalahan di ikuti oleh dua bawahannya di belakangnya. Orang-orang di sana sikapnya juga langsung berubah terhadap Ivan. Kini mereka menyanjung Ivan hebat karena telah mengalahkan seorang raja kartu dari ibukota yang di juluki si tangan hantu.
Beberapa menit kemudian, kini Ivan dan Yola sedang berada di sebuah ruangan. Yola mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan Ivan.
"Ivan, terima kasih untuk hari ini, kalau bukan karena kamu, Star casino benar-benar harus tutup," ujar Yola.
"Katakan padaku, sejak kapan kamu mengetahui bahwa Leo telah berbuat curang?" sambung Yola bertanya.
"Hem itu... aku hanya merasa aneh saja, dan hanya asal tuduh saja, tapi kebetulan sekali ternyata di tubuhnya benar-benar menyembunyikan kartu," jawab Ivan berbohong.
Itu karena dirinya memiliki mata dewa yang mampu menembus pandang, sehingga dapat dengan mudah mengetahui bahwa Leo berbuat curang, pikir Ivan.
Ivan kemudian menyampaikan bahwa dirinya ingin berhenti kerja. Tentu saja Yola terkejut dan meminta alasan Ivan ingin berhenti.
"Kak Yola, sebelumnya aku berterimakasih banyak karena kak Yola telah begitu baik kepadaku selama ini, kini aku sudah bisa melihat kembali, aku merasa tidak cocok dengan pekerjaan ini," ujar Ivan.
"Baiklah, aku mengerti," balas Yola.
Yola mengambil sebuah kartu bank dari dalam saku bajunya dan memberikannya kepada Ivan.
"Di dalamnya ada 5 milyar, anggap sebagai pesangon dan ucapan terima kasihku atas bantuan hari ini," ujar Yola.