NovelToon NovelToon
Dicintai Sang Berandal Tampan

Dicintai Sang Berandal Tampan

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy / Tamat
Popularitas:54.4k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Rachel adalah definisi dari kesempurna, masa depannya begitu cerah, hidupnya sudah diatur sedemikian rupa oleh Ibunya, hingga banyak yang merasa iri pada Rachel. Namun, tanpa mereka tahu, Rachel merasa hidupnya seperti boneka, terutama setelah perceraian Ayah dan Ibunya.

Hingga akhirnya, Rachel sudah muak dengan hidupnya yang selalu diatur oleh Ibunya dan memutuskan untuk pergi menemui Ayahnya dan memilih tinggal bersamanya, Rachel yang terbiasa dengan kemewahan, begitu tersiksa ketika berada di tempat Ayahnya yang jauh berbeda dengan kehidupan mewahnya bersama Ibunya.

Tanpa Rachel sadari, kedatangannya untuk menemui Ayahnya membawa sebuah takdir yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya, di mana ia dipertemukan dengan seorang pria dengan seribu macam permasalahan dalam hidupnya.

Bagaimana kelanjutannya? Apakah Rachel mampu bertahan tanpa kemewahan dari Ibunya? Siapakah pria dengan seribu macam permasalahan tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Juga Tidak Tahu

Tiba-tiba saja, Rachel teringat tatapan Daniel yang begitu tenang dan janji Daniel untuk menjaganya.

​"Pembohong!" bisik Rachel lirih.

​"Kamu bilang apa?" tanya Mommy Viona, menoleh dan alisnya terangkat sempurna.

​"Tidak ada, sekarang lakukan saja apa yang Mommy mau, aku sudah di sini kan," ucap Rachel.

"Bagus, ini yang Mommy mau," balas Mommy Viona.

Lampu-lampu landasan pacu berpijar seperti permata di tengah kegelapan, Rachel berdiri di depan tangga pesawat dan angin malam menerbangkan helai rambutnya, Mommy inna sudah naik lebih dulu dan memberikan instruksi pada pramugari dengan nada memerintah.

​Rachel menoleh ke belakang, ia melihat ke arah gerbang bandara yang dijaga ketat dan jujur saja, ia berharap dengan sisa-sisa harapan yang bodoh melihat lampu depan motor yang silau atau mendengar raungan mesin yang membelah malam. Namun, yang ada hanyalah sunyi.

​"Rachel! Cepat masuk!" panggil Mommy Viona dari pintu pesawat.

​Rachel menghela napas panjang dan mengangkat kakinya ke anak tangga pertama, 'Selamat tinggal, Daddy. Selamat tinggal, Daniel. Selamat datang, di penjara Rachel' batin Rachel dan benar-benar meninggalkan Vietnam.

Sementara itu, pintu rumah susun tertutup dengan dentuman yang memuakkan dan menyisakan keheningan yang menyesakkan dada. Daddy Brian masih bersimpuh di lantai yang dingin, jemarinya mencengkeram kusen pintu hingga memutih. Di belakangnya, Anna berdiri mematung dengan air mata yang mengalir deras membasahi pipinya.

​"Mas... apa yang sebenarnya terjadi?" suara Anna pecah, hampir menyerupai bisikan yang penuh kepedihan.

Daddy ​Brian tidak menjawab. Bahunya berguncang hebat, bukan karena tangis yang meledak, melainkan karena beban penyesalan yang kini menindihnya hingga ke dasar bumi.

Daddy Brian baru saja kehilangan putrinya untuk kedua kalinya dan kali ini, rasanya jauh lebih fatal daripada dua belas tahun yang lalu.

​Anna melangkah mendekat lalu berlutut di samping suaminya. Ia memegang bahu Daddy Brian, mengguncangnya pelan agar pria itu kembali pada kesadarannya.

"Mas, jawab aku! Kenapa Rachel tiba-tiba berubah pikiran? Kenapa dia menelepon Mommynya? Padahal kemarin dia ingin tinggal di sini!" tanya Anna

Daddy ​Brian akhirnya mendongak dan wajahnya tampak sepuluh tahun lebih tua hanya dalam hitungan menit, matanya kosong dan menatap lurus ke lorong gelap tempat Rachel baru saja menghilang.

​"Aku tidak tahu, Anna... Aku benar-benar tidak tahu, aku hanya ingin memastikan dia aman dan aku berniat melindunginya dengan meminta Daniel menjaganya secara resmi, tapi...," belum sempat Daddy Brian menyelesaikan perkataannya, Anna tiba-tiba bersuara.

​"Tapi apa, Mas? Apa kamu mengatakan rencana perjodohan itu pada Rachel?" tanya Anna selidik.

​"Tidak! Aku tidak sanggup mengatakannya. Aku hanya bilang aku punya cara, tapi aku ragu. Aku tidak pernah menyebut nama Daniel di depan Rachel," ucap Daddy Brian meremas rambutnya dengan frustrasi.

"Lalu apa yang terjadi?" tanya Anna.

"Aku juga tidak tahu," ucap Daddy Brian pelan.

"Apa Rachel tiba-tiba berubah pikiran, karena dia tidak mau menyusahkan kita?" pikir Anna.

"Mungkin, tapi aku sering bilang ke Rachel, kalau dia tidak pernah menyusahkanku," ucap Daddy Brian.

"Karena ini sudah keputusan Rachel kita harus menerimanya, Mas. Aku yakin, suatu saat nanti, Rachel pasti akan datang lagi, karena hatinya sudah ada disini," ucap Anna.

"Menurut kamu begitu?" tanya Daddy Brian dan diangguki Anna.

.

Disisi lain, sejak kepergian Rachel dari bengkel dua hari yang lalu, perasaan Daniel tidak tenang dan perasaan itu mulai menggerogoti dadanya. Daniel yang biasanya bisa tertidur lelap hanya dengan beralaskan tumpukan kardus, kini terus terbangun di tengah malam.

Setiap kali ia memejamkan mata, ia melihat wajah Rachel yang kecewa, tatapan mata gadis itu saat Daniel menolak rencana perjodohan yang dicetuskan Brian.

​"Argh!" Daniel menggeram frustrasi sambil membanting kunci inggrisnya ke meja kerja.

Suara dentuman logam itu menggema di seluruh bengkel yang sepi hingga mengejutkan Dandi, "Bos, lo kenapa sih? Dari kemarin kayak singa sariawan, sensi amat," celetuk Dandi yang sedang asyik menyeruput kopi sachet.

​Daniel tidak menyahut, ia menyentuh rusuknya yang masih dibalut perban. Lukanya mulai mengering, tapi rasa nyeri di sana tak sebanding dengan rasa sesak yang tak kunjung hilang di dadanya dan teringat bagaimana jemari Rachel yang gemetar saat mengobati lukanya, ia teringat aroma sabun yang bercampur dengan wangi gadis itu.

​Daniel merasa ada sesuatu yang salah, kalimat terakhir Rachel, 'Aku bisa jaga diriku sendiri, kamu tidak perlu repot-repot,' terus berputar di kepalanya seperti kaset rusak.

"Tau deh, gue tidur aja. Ngapain juga mikirin dia," gumam Daniel dan mencoba untuk tidur.

.

Keesokan harinya, Daniel mencoba menyibukkan diri dengan membongkar karburator, namun fokusnya hancur. Ia terus melirik ke arah pintu dan berharap melihat dress selutut itu muncul lagi dengan langkah ragu.

​"Dandi, jaga bengkel. Gue keluar bentar," ucap Daniel ketus sambil menyambar jaket kulitnya.

"Mau ke mana, Bos? Tumben jam segini udah rapi?" tanya Dandi dengan sisa kantuknya.

"Banyak tanya lo," jawab Daniel singkat.

Daniel menyalakan mesin motornya, suaranya menggelegar membelah pagi, Daniel memacu motornya menuju rumah susun Daddy Brian. Ia tidak tahu apa yang ingin ia katakan, mungkin ia hanya ingin memastikan bahwa Rachel tidak menangis lagi atau mungkin ia ingin menarik kembali kata-katanya yang terlalu dingin kemarin.

​Sesampainya di rumah susun Daddy Brian, Daniel melangkah lebar menaiki anak tangga beton yang berlumut. Perasaan tidak tenangnya memuncak saat ia sampai di depan pintu rumah susun tersebut, suasana di sana terlalu sunyi dan tidak ada suara tawa kecil Rachel atau aroma masakan Anna.

Daniel mengetuk pintu dengan tegas dan pintu terbuka perlahan, memperlihatkan sosok Anna dengan mata yang bengkak dan wajah yang kuyu. Begitu melihat Daniel berdiri di sana, pertahanan Anna runtuh, ia menutup mulutnya dengan tangan dan menahan isak tangis yang kembali pecah.

​"Tante... Rachel ada di dalam? Daniel ingin bicara sebentar," tanya Daniel, suaranya sedikit melembut.

​Anna menggeleng lemah, air mata kembali menetes. "Dia sudah pergi, Daniel... Rachel sudah tidak ada di sini," jawab Anna.

​Tubuh Daniel mendadak kaku ketika mendengar jawaban Anna, "Pergi? Maksudnya keluar? Ke kedainya Om Brian?" tanya Daniel.

"Bukan itu, tadi malam... Ibunya datang dan Rachel sendiri yang meneleponnya. Dia membawa kopernya dan pergi bersama Ibunya, dia sudah pergi dari sini Daniel, Tante nggak tahu apa yang membuat Rachel akhirnya merubah keputusannya," jawab Anna.

​Dunia seolah berhenti berputar di bawah kaki Daniel, perkataan Anna barusan menghantamnya lebih keras daripada pukulan tongkat taktis para pengawal tempo hari, ia merasa seolah ada lubang besar yang mendadak menganga di dadanya.

​"Dia... menelepon Ibunya sendiri?" tanya Daniel, suaranya nyaris hilang.

"Iya," jawab Anna.

.

.

.

Bersambung.....

1
Dewi Yanti
kenapa rachel g manfaatin wkt masih sama mama nya ya, kumpulin uang cash yg banyak udh th sifat mamah nya gt pst bakal bekuin semua kartu nya. g pintar nih
Dewi Susanti
cerita bagus,menarik
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
betul segala perbuatan ada konsekuensi nya. setidaknya ada efek jera untuk ibumu yg selalu menyombonhkan kekuasaan nya dan kekayaan nya. saat terjatuh dr puncak kesuksesan nya, sakitnya tidak bisa tertolong lagi
dome🌬️🌀🌀🌀
keserakahan membawa petaka, kau tanam keburukan karmalah yg kau dapatkan.
dome🌬️🌀🌀🌀
aahhh kalau kata aku mah viona ini sudah rada stress. mungkin hidupnya selalu dituntut untuk sempurna dan selalu dikelilingi orng2 picik dan munafik serta haus akan kekuasaan dan harta. makanya hati dan fikiran nya selalu tentang kekuasaan dan gemilangnya harta😤😤
dome🌬️🌀🌀🌀
uugghhhh.... laki laki, suami dan calon ayah sejati nih bosss😁😁
bangga banget dah bagi ayah2 petarung yg berjuang demi kehidyanak dan istri demi masa depan😁😁😁
💪💪😄semangat para ayah, papa, bapak, Abi, papi, Daddy. kalian hebat😁
dome🌬️🌀🌀🌀
horeeeeee baby junior Daniel akhirnya launching 😁😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
😭😭😭😭 pengorbanan seorang suami loh ini. demi memberikan kehidupan yg layak bagi istri nya😭😭. sebegitu cinta nya Daniel sama Rachel. seribu satu bisa punya suami spek Daniel
dome🌬️🌀🌀🌀
jangan bilang emaknya Rachel bikin ulah demi kebebasan Rachel dan keamanan Rachel. asli sih kalau ternyata benar. emang definisi emak emak laknat sumpah. kalau bener ada hubungan dengan emaknya Rachel yaa. kalau ga ya syukur
dome🌬️🌀🌀🌀
dasaarrrr,,, babon Tia ga punya malu dan ga punya harga diri. sudah membuang darah dagingnya sendiri dan mengusir nya, sekarang datang karna iming2 harta. lantas memaksa kehendak tanpa tau malu. dasar gila harta. anda ini asli konglomerat atau atau orkay abal2 setengah jadi sih. sebegitu nya silau sama harta.
dome🌬️🌀🌀🌀
dihhh,,, ga tau maluuuu...😤😤😤 sudah mengusir, membuang dan tak menganggap anak. tiba2 datang mengaku sebagai ibu, mengklaim segala apa yg pernah diberikan. memangnya Rachel memaksa dan meminta itu semua padamu
dome🌬️🌀🌀🌀
mereka yg romantis aku yg baleran😄😄😄😄
mereka yg manis manis, aku yg cengar cengir 🤭🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
ada pawang ini boss😄😄😄
ga akan bisa galak galak si boss sama ibu boss🤭🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
baru ini baca novel yg ga tersentuh dengan bau2 kekayaan, ga ada istilah anak yg hilang ternyata keturunan dr orng terkaya. atau orng kaya yg nyamar. atau tiba2 punya harta warisan dr mending orng tuanya 🤣🤣. asli sederhana banget kehidupan 😁😁
top laahhh pokoknya
mangaattt thorrr💪💪💪😁
dome🌬️🌀🌀🌀
akhirnya penantian selama 2th tak sia sia yaa Daniel 😁😁😁
sekarang Rachel sudah menjadi milikmu seutuhnya 😁😁😁
semangat membuat Daniel junior🤭🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
apakah ada adegan plus plus nya🤣🤣🤣
aku kok berharap yaaakkk🤣🤣🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
apakah yg dilakukan emak durhakanya Rachel. biar lah dia hidup sengsara kesepian dan terus mengejar kekayaan yg tak berkesudahan hanya karna alasan bahagia diatas tumpukan uang da harta
dome🌬️🌀🌀🌀
kapan memulainya Rachel tau tau sudah selesai saja🤣🤣🤣
maksudnya kapan mereka menjalin hubungan tapi tiba2 Rachel bilang sudah selesai.
heheheheee.. Rachel berarti menganggap mereka dahulu punya suatu hubungan dong😄😄😄

eeaaaaaaa... kalau Danil skak mati kayak gitu Rachel mau ngomong apa🤭🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
" apa yg kau lakukan disini Rachel "?
Rachel: "main petak umpet, kenapa mau ikutan"! 🤣🤣🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
gilaaa,,, ini cerita diluar ekspektasi ku. biasanya tokoh utama aslinya konglomerat yg sedang terbuang diantar berantah karena hukuman atau apapun itu.dan sang cwe bisa meniti karirnya yg memang pada dasarnya memiliki kemampuan bisnis. tapi ga sesuai 🤣🤣🤣 kembali ketempat kumuh lagi 🤣🤣..
tapi tetap semangat laahh yaa Rachel kehidupan sejatimu baru dimulai😁😁💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!