NovelToon NovelToon
TEBUSAN RANJANG ( Kontrak Pernikahan 1 Tahun )

TEBUSAN RANJANG ( Kontrak Pernikahan 1 Tahun )

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Five Vee

*Novel dengan Alur Sat Set dan Bab Pendek.*


Junee tidak pernah menyangka akan bertemu lagi dengan Ben Pratama.

Anak culun yang dulu ia tolak di SMA, sekarang jadi CEO muda yang dingin dan sukses. Ketika panti asuhan tempat Junee mengabdi terancam digusur, satu-satunya jalan keluar adalah menerima tawaran Ben: Menjadi istri kontraknya selama satu tahun. Tidak ada cinta. Hanya kesepakatan.


Begitu pikir Junee. Tapi tinggal serumah dengan Ben ternyata tidak sesederhana itu. Setiap tatapannya penuh teka-teki. Setiap sikapnya seperti menyimpan amarah yang belum selesai.


Junee mulai bertanya: Apakah Ben benar-benar membencinya? Atau selama ini, ia salah paham tentang alasan penolakan itu? Satu tahun. Satu kontrak. Satu kesempatan untuk memperbaiki masa lalu. Pertanyaannya… apakah hati mereka masih bisa diperbaiki?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Five Vee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5. Revisi Kontrak.

Keesokan Hari

Junee kembali terbangun karena wangi roti bakar. Ia turun dari ranjang dengan pelan. Lalu melangkah keluar.

Ben sudah ada di dapur. Pria itu melihat Junee keluar dari kamar.

“Pagi.” Sapa Ben.

Junee menarik sebuah kursi untuk di tempati. Di atas meja sudah ada roti, telur, dan kopi.

“Pak Ben… tentang semalam…”

“Lupakan,” potong Ben. Tapi suaranya tidak sedingin sebelumnya.

“Anggap saja… sebagai revisi kontrak. Tidak ada lagi 1 jam. Tidak ada lagi terburu-buru.” Imbuh pria itu sembari duduk di seberang Junee.

Junee tertegun. “Revisi?” Tanyanya meyakinkan.

“Iya.” Ben mendorong piring ke arah wanita itu.

“Aku tidak mau kamu ada di rumah ini sebagai alat transaksi atau tamu.” Ucap pria itu. “Tapi, kalau kamu tidak mau, aku tidak akan memaksa.”

Junee terdiam. Ia menatap ke arah mata Ben. Tidak ada perintah. Tidak ada paksaan. Yang ada hanya pertanyaan.

“Kalau saya mau?” Tanya Junee pelan.

Ben tidak langsung menjawab. Tetapi bibirnya seperti tersenyum tipis.

“Kalau kamu mau, aku akan senang.”

Kalimat itu sederhana. Tapi membuat hati Junee tersentuh. Hanya dengan satu persetujuan, ia bisa melihat binar bahagia di mata pria itu.

Andai bisa mengulang waktu. Junee ingin kembali pada hari dimana Ben menyatakan perasaannya, 10 tahun yang lalu. Dan menerima pria itu menjadi kekasihnya. Mungkin saat ini, kehidupan mereka akan berbeda.

“Hari ini aku mengajar di panti.” Ucap Junee kemudian.

“Hmm. Lakukan apa pun yang membuat kamu senang, Junee.” Ucap Ben yang kemudian menikmati sarapannya.

Junee menganggukkan kepalanya. Ia pun menikmati sarapannya dengan tenang.

Dalam hati, Junee merasa lebih baik. Hubungannya dengan Ben saat ini setidaknya lebih mencair dari hari - hari sebelumnya.

“Aku pergi dulu.” Ucap Ben saat roti di piringnya telah habis.

Junee mengangguk pelan. Pria itu melangkah di samping kursi yang ia temapti, tangannya terulur untuk mengusap kepala Junee pelan.

Membuat wanita itu tersentak. Untung saja kopinya sudah tertelan.

“Kamu hati - hati.” Ucap pria itu.

“K-kamu juga.” Ucap Junee terbata.

Ben menyunggingkan sudut bibirnya tipis. Kemudian pergi meninggalkan penthouse.

Kantor pria itu ada di lantai 45, di gedung yang sama. Jadi tidak perlu pergi menggunakan mobil.

---

“Junee.”

Junee yang sedang mengawasi anak - anak panti bermain, seketika menoleh saat seorang memanggil namanya.

Ibu Patricia—pengurus panti asuhan Harapan Kasih, melangkah mendekati Junee.

“Iya, Bu.” Junee menghampiri wanita yang berusia hampir enam puluh tahun itu.

“Ibu mau mengucapkan terima kasih sama kamu, Junee. Kamu rela mengorbankan diri, demi panti asuhan ini.” Ucap ibu Patricia.

Junee menggelengkan kepalanya. Panti asuhan Harapan Kasih adalah rumah kedua untuknya.

Tempat Junee pulang ketika lelah menghadapi kerasnya kehidupan. Mengurus ayah yang sakit. Membantu ibu mempersiapkan jualan sebelum berangkat sekolah.

“Aku hanya melakukan apa yang seharusnya aku lakukan, Bu.” Ucap Junee.

Jika bukan karena panti asuhan yang akan di gusur, Junee mungkin tidak akan pernah bertemu dengan Ben lagi.

“Tetapi kamu harus terikat kontrak dengan pemilik gedung itu. Kamu tidak seharusnya mengorbankan masa depan kamu, Junee.” Ucap ibu Patricia sendu.

Junee tersenyum getir. Di panti asuhan itu, memang hanya ibu Patricia yang mengetahui kalau dirinya sepakat untung menikah kontrak dengan Ben, demi menyelamatkan panti.

Dan kepada anak - anak, mereka mengatakan kalau Junee harus bekerja di gedung tinggi menjulang itu.

“Tidak apa - apa, Bu. Demi anak - anak tetap aman. Masa depan mereka lebih penting. Aku sudah cukup menikmati pahit manisnya kehidupan.”

Entah akan seperti apa kehidupan Junee dan Ben kedepannya? Setidaknya, untuk 1 tahun kedepan. Dirinya akan berusaha untuk menjadi istri yang baik untuk pria itu.

---

Malam Hari di penthouse Ben Holding.

Junee duduk di balkon kamar utama sembari menggenggam surat Ben yang ia temukan di gudang kantor pria itu.

Wanita itu membaca ulang sekali lagi. Hingga terdengar suara langkah kaki mendekat.

Ben datang dengan membawa dua gelas susu hangat.

“Kamu belum mengantuk?” Tanya pria itu sembari meletakkan gelas susu di atas meja. Kemudian duduk di samping Junee.

“Belum. Sepertinya akan susah tidur.” Ucap Junee. Ia menyodorkan surat itu pada Ben.

“Bapak mau ambil surat ini?” Tanya wanita itu.

Ben menerima dengan tangan sedikit gemetar.

“Aku pikir tidak akan melihatnya lagi.” Ia membolak balik amplop coklat itu.

“Kenapa tidak dikirim, Ben?” Tanya Junee lagi.

Pandangan Ben menerawang jauh. Menatap gemerlap kota Jakarta di bawah sana.

“Karena aku pengecut. Aku takut kamu menolak lagi. Aku takut kamu bilang, ‘Ben, aku tidak pernah menyukai kamu.”

Junee terdiam. Namun ia meraih tangan pria itu untuk di genggam dengan lembut.

“Lalu sekarang bagiamana?” Tanya wanita itu.

Ben memutar kepalanya. Menatap tepat ke dalam mata Junee.

“Sekarang aku tidak mau menunggu lagi. Aku mau kamu pilih aku. Bukan karena kontrak. Bukan karena panti. Tapi karena kamu mau.” Ucap pria itu dengan tegas.

Andai ia bisa setegas itu 10 tahun yang lalu. Wanita dihadapannya ini, pasti sudah menjadi miliknya sejak lama.

Junee kembali terdiam. Tetapi kepalanya mengangguk pelan.

“Sekarang… saya pilih Bapak.” Ucap wanita itu.

Ben tersenyum. Kemudian menarik Junee ke dalam pelukannya.

Pelukan pelukan penuh kasih sayang yang tidak ada di dalam kontrak yang mereka sepakati.

Lama keduanya terdiam, hingga angin malam berembus kencang. Ben pun membawa Junee ke dalam kamar.

“Kamu bawa pengamannya?” Tanya Ben sembari merebahkan tubuh Junee di atas ranjang.

“Kenapa tidak menyimpan disini saja?” Tahunya wanita itu sembari membuka satu persatu kancing kemeja tidur Ben.

“Karena, aku takut lupa menggunakannya.” Ben kemudian membungkam bibir Junee dengan lembut.

Di luar, udara malam terasa begitu dingin. Namun di dalam kamar mewah itu, Ben dan Junee kembali memanaskan malam mereka seperti malam - malam sebelumnya.

“Pakaikan.” Perintah Ben.

Mata Junee membulat sempurna. Pipi wanita itu seketika bersemu merah.

“A- aku tidak bisa, Ben.” Ia memalingkan wajahnya.

“Pakaikan, Junee.” Ben semakin menyodorkan inti tubuhnya pada wanita itu.

Tangan Junee gemetar memasang karet pengaman itu.

“Sudah sering melihatnya. Kenapa kamu harus gugup seperti itu, Junee?”

Karena malam - malan sebelumnya ia terpaksa melakukannya. Karena kontrak. Karena panti asuhan.

Berbeda dengan malam ini. Kontrak telah direvisi.

1
ardiana dili
lanjut kak
ardiana dili
lanjut
Naufal Affiq
lanjut thor
ardiana dili
lanjut kak
ardiana dili
lanjut
Naufal Affiq
lanjut thor
ardiana dili
lanjut kak
ardiana dili
lanjut
Naufal Affiq
lanjut kak
ardiana dili
lanjut
Hennyy exo
wow awal yg bagus thor
Naufal Affiq
gak usah dengar ocehan si arga ini ya jun,ingat jun ada ben yang selalu mencintaimu
ardiana dili
lanjut
Naufal Affiq
jangan di ingat masa lalu yang penyakit kan,entar timbul masalah baru ben,ingat ben masa depan lebih indah dari pada masa lalu
ardiana dili
lanjut
Naufal Affiq
semoga kedepan nya hubungan mu dengan suami mu lebih baik lagi ya junee
merry yuliana
crazy up ya kak
Author Amatir🍒: Satu bab lagi masih nyangkut kak..
total 1 replies
ardiana dili
lanjut
Naufal Affiq
lanjut thor seru ceritanya
ardiana dili
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!