NovelToon NovelToon
Tolong Sayangi Aku

Tolong Sayangi Aku

Status: tamat
Genre:Dunia Masa Depan / Balas Dendam / Ketos / Tamat
Popularitas:12k
Nilai: 5
Nama Author: canny***

"Duniaku gelap, tapi aku tidak butuh lampu. Aku hanya butuh seseorang yang tidak memalingkan wajah saat aku memanggil 'Papa'."
Di kediaman Tenggara yang megah, Aurora Alandriana adalah sebuah anomali. Di tengah kesuksesan sang Ayah dan dominasi keempat kakak laki-lakinya—Eros, Gavin, Juna, dan Arvin—Aurora hidup seperti hantu. Baginya, rumah itu bukan tempat berteduh, melainkan sebuah pengadilan yang menghukumnya atas kesalahan yang tidak pernah ia lakukan: lahir ke dunia.
Tiap sudut rumah adalah pengingat akan kebencian. Meja makan adalah tempat penghinaan, dan lorong sekolah adalah tempat ia harus berpura-pura tidak mengenal darahnya sendiri. Terutama Arvin, kakak keempatnya yang paling dekat jarak usianya, yang memilih untuk menjadi perundung paling kejam di sekolah hanya untuk membuktikan bahwa Aurora tidak punya tempat di hidupnya.
Namun, saat sebuah rahasia besar di balik kematian sang Ibu mulai terkuak, dan saat tubuh Aurora yang rapuh mulai mencapai batas kemampuannya untuk ber

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon canny***, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 6

Tubuh Aurora terasa seperti kayu lapuk yang siap patah kapan saja. Setelah menghabiskan waktu di gudang pengap, ia harus kembali ke lapangan untuk sesi fisik.

Matahari sudah tepat di atas kepala, membakar apa saja yang ada di bawahnya. Namun, suasana di lapangan SMA Cakrawala kali ini berbeda. Ada beberapa mobil mewah terparkir di dekat lobi, dan para guru tampak sibuk menyambut tamu-tamu penting.

"Perhatian!" seru Kaila melalui pelantun suara. "Hari ini kita kedatangan alumni kehormatan yang juga merupakan donatur utama yayasan sekolah kita. Harap tunjukkan kedisiplinan terbaik kalian!"

Aurora berdiri di barisan paling belakang, berusaha menyeimbangkan tubuhnya yang mulai limbung. Kepalanya berdenyut hebat. Dari arah lobi, sekelompok pria berjas muncul. Salah satunya adalah sosok yang sangat Aurora kenali: Gavin Mahendra Tenggara.

Gavin berjalan dengan angkuh, kacamata hitam bertengger di hidung mancungnya. Sebagai atlet nasional sekaligus pengusaha muda, kehadirannya membuat para siswi berbisik kagum. Gavin sempat berhenti sejenak di dekat barisan siswa baru untuk memberikan sambutan singkat tentang "mentalitas pemenang".

Mata Gavin menyapu barisan, hingga akhirnya berhenti tepat pada sosok mungil yang tampak kotor dan berantakan di ujung sana. Aurora.

Gavin menyipitkan mata. Ia melihat seragam Aurora yang ternoda bekas tanah dan keringat. Amarahnya langsung tersulut. Baginya, penampilan Aurora yang memprihatinkan itu adalah hinaan langsung bagi martabat keluarga Tenggara.

"Panitia," panggil Gavin dengan suara berat yang penuh otoritas.

Kaila segera berlari menghampiri. "Iya, Kak Gavin? Ada yang bisa saya bantu?"

Gavin menunjuk Aurora dengan dagunya. "Siapa siswi itu? Kenapa dia dibiarkan ikut barisan dengan seragam sekotor itu? Apa SMA Cakrawala sudah tidak punya standar lagi?"

Kaila melirik Aurora dengan seringai puas. "Dia memang bermasalah sejak pagi, Kak. Poinnya sudah banyak dikurangi, tapi sepertinya dia memang keras kepala."

"Bawa dia ke depan," perintah Gavin dingin.

Aurora dipaksa keluar dari barisan. Dengan langkah gemetar, ia berjalan ke depan ratusan siswa, berdiri tepat di hadapan kakaknya sendiri yang kini menatapnya seperti menatap sampah jalanan.

"Siapa nama kamu?" tanya Gavin, berpura-pura tidak mengenal adiknya di depan publik.

"A-Aurora, Kak," bisik Aurora, suaranya nyaris hilang ditelan angin.

"Aurora," Gavin mengulang nama itu dengan nada meremehkan. "Kamu tahu berapa banyak orang yang ingin sekolah di sini tapi tidak punya kesempatan? Dan kamu di sini, berdiri dengan penampilan seperti gelandangan. Kamu menghina sekolah ini, dan kamu menghina semua orang yang ada di sini."

"Maaf, Kak... tadi—"

"Saya tidak butuh maaf kamu," potong Gavin tajam. Ia berpaling pada Kaila. "Sebagai alumni, saya minta dia diberikan hukuman fisik yang mendidik. Biar dia tahu rasanya menghargai seragam yang dia pakai. Suruh dia lari keliling lapangan ini sampai jam pulang sekolah."

Siswa-siswa lain berbisik kaget. Lari di bawah terik matahari hingga jam pulang? Itu sangat berat untuk seorang gadis sekecil Aurora. Namun, tak ada yang berani membantah Gavin Tenggara.

Arvin, yang sedang berdiri di pinggir lapangan bersama tim basketnya, mengepalkan tangan hingga buku jarinya memutih. Ia benci Aurora, tapi melihat Gavin memperlakukan Aurora seperti itu di depan umum membuatnya merasa ganjil. Ia ingin tertawa melihat penderitaan adiknya, tapi ada bagian kecil dari dirinya yang merasa terganggu. Namun, Arvin memilih untuk tetap diam dan menyalakan rokoknya di balik tembok.

Aurora mulai berlari. Satu putaran, dua putaran, kakinya terasa berat seperti diikat timah. Di putaran kelima, pandangannya mulai kabur. Wajah Gavin yang dingin dan tatapan tajam Kaila menjadi hal terakhir yang ia ingat sebelum dunianya mendadak menjadi gelap total.

BRUK!

Tubuh Aurora ambruk di tengah lapangan yang panas.

"Aurora!" Bimo berteriak dan hendak berlari menolong, namun langkahnya terhenti saat melihat Gavin hanya menatap tubuh adiknya yang tergeletak itu dengan tatapan datar, lalu berbalik pergi menuju ruang kepala sekolah seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

"Biarkan saja," suara Arvin terdengar dingin dari balik kepulan asap rokok. "Dia cuma akting biar dikasihani. Manusia seperti dia nggak akan mati semudah itu."

Tapi Arvin salah. Di tengah lapangan yang membara, detak jantung Aurora melemah, seolah-olah jiwanya memang sudah menyerah untuk terus dipaksa bertahan di dunia yang tidak pernah menginginkannya.

1
Emily
seharusnya kalian keluarga bramantyio juga sebagai tersangka terutama biang kerok si bramantyio
Emily
wah ini bpak nya bisa di kenakan pasal menelantarkan anak
Emily
bapaknya biang keroknya udah tua Bangka kelakuan macam iblis
Emily
salah lu sendiri nyet
Emily
pesong
Emily
keluarga goblok gak waras pikirannya sinting penampilan aja mentereng
Emily
wah keluarga odgj kah
Emily
apa itu keluarga psikopat dgn anak dan saudara kandung berperilaku kejam
ArchaBeryl
Terimakasih kak untuk ceritanya
Banyak pelajaran yg bisa kita ambil dari cerita kk
sungguh sangat sedih dan menguras air mata🥹🥹🥹
ArchaBeryl
😭😭😭😭😭🥹🥹🥹🥹
Neneng Lesmana
sedih
ArchaBeryl
😭😭😭😭😭😭😭
ArchaBeryl
Alur ceritanya bagus kak
tapi gak kuat bacanya
soalnya sedih banget 😭😭🥹🥹
ArchaBeryl: Pastinya kak💪💪💪
total 1 replies
ArchaBeryl
sedih pakek banget😭😭😭😭
syina chan
hi
ArchaBeryl
sedih kak🥹🥹🥹🥹🥹
ArchaBeryl
lanjut kak tetap semangat 💪💪💪
ArchaBeryl
lanjut kak penasaran
ArchaBeryl
mana lanjutnya kak
merry
hbs in hdp dgn baik Rora nikmati kekayaan kluarga mu 😄😄😄 ,,, ksh kesempatan buat abng mu Bpk mu yg bodoh Percy takhayul itu wlpun gk mudah ya 🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!