NovelToon NovelToon
Pernikahan Yang Lahir Dari Luka

Pernikahan Yang Lahir Dari Luka

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / CEO
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: peony_ha

Zara Ayleen adalah perempuan religius dari keluarga sederhana yang percaya bahwa hidup selalu punya jalan lurus untuk tetap dijalani. Namun satu malam yang kelam menghancurkan keyakinannnya. Dalam keadaan yang tak pernah ia kehendaki, Zara menjadi korban dari kesalahan seorang lelaki yang bahkan tak kenal dengan baik—Arsyad Faizandra Wiratama pewaris perusahaan besar yang hidupnya penuh kendali, kekuasaan dan kesombongan. Kesalahan itu memaksa mereka terikat dalam pernikahan tanpa cinta. Bagi Arsyad pernikahannya dengan Zara merupakan bentuk tanggung jawab bukan perasaan. Bagi Zara, pernikahannya dengan Arsyad adalah ujian terberat dalam hidupnya. Dibawah satu atap, mereka hidup sebagai suami istri yang asing. Arsyad dingin dan berjarak, sementara Zara memendam luka dan berharap dalam diam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon peony_ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mahar Cincin Berlian

Langkahku pelan menyusuri halaman yang cukup luas. Suara sepatuku beradu dengan dedaunan yang berserakan. Ditangan kiriku memegang hendel koper berwarna merah muda, kecil karena tidak banyak pakaian yang aku bawa. Pikirku hanya sementara tinggal bersama dengan pria didepanku ini, ia melangkah tegap menuju sebuah rumah berwarna putih dengan gaya klasik, tidak terlalu luas dan hanya dua tingkat saja.

Aku mulai menaiki tangga pendek menuju rumah, pintu sudah dibuka olehnya. Aku mematung memandangi dalam rumah ini, sangat rapi seperti rumah yang sudah disiapkan jauh-jauh hari.

Pikiranku mulai melayang, menerka kejadian pahit apalagi yang akan aku terima didalam rumah ini. Apakah aku siap?.

“Mbak Asih..” suaranya tegas memanggil seseorang. Ternyata rumah ini berpenghuni, nasib baik jadi aku tidak hanya tinggal berdua bersamanya.

“Nggeh Mas..” seorang wanita kira-kira berusia empat puluh tahunan, dengan rambut disanggul, berlalri pelan kearah kami.

Pria itu menoleh padaku, aku memalingkan muka. “Tolong antarkan Ayleen kekamarnya.”

Dia memanggilku dengan panggilan ayleen?, panggilan itu jadi mengingatkanku pada seseorang yang namanya telah lama bersemayam didalam hati. Ah.. sangat sakit sekali hati ini, memingat tidak ada harapan lagi untukku bersanding dengan laki-laki yang namanya selalu kusebut dalam do’a.

“Mari non Ayleen saya antarkan ke kamar. Biar mbak bawakan kopernya.” Mbak asih sudah berada dihadapanku. Aku mengangguk sebagai respon.

Sebelum berlalu aku menoleh pada pria disampingku, pria itu menatapku tajam, seperti elang yang ingin melahap mangsanya. Tatapannya membuatku bergidik.

“Mari non, silahkan masuk kamarnya sudah mbak siapkan.” Ucap mbak Asih setelah membuka hendel pintu.

“Terimakasih mbak.” Aku mulai melayangkan pandang. Nasib baik masih menghampiriku aku tidak satu kamar dengan pria bengis itu. Kamarnya cukup luas jauh lebih luas daripada kamarku, dengan kasur king size dan kamar mandi didalamnya.

“Mari non mbak Asih tinggal dulu, kalau ada apa-apa panggil saja mbak Asih.”

Aku mengangguk lagi, tersenyum tipis pada mbak asih, wanita bertubuh gempal ini sepertinya terlihat baik. Nasib baik lagi, jadi aku tidak tinggal sendirian dirumah besar ini. Aku yang sangat penakut ini, mana bisa tinggal sendirian dirumah sebesar ini, mana jauh sekali dengan tetangga.

“Sekali lagi makasih ya mbak, em… mbak jangan panggil saya non ya. Panggil saja zara atau ayleen.”

“Kalau begitu mbak asih tidak enak dong non, ini sudah menjadi keharusan mbak untuk memanggil non Ayleen denga awalan non.”

Aku mengangguk pasrah, tidak bisa membantah lagi. Mbak asih pergi sudah pergi meninggalkaku seorang diri. Aku mulai membereskan pakaian kedalam lemari yang sudah disediakan.

***

Hari ini adalah hari libur tanggal merah. Sedari pagi aku hanya mondar-mandir didalam kamar entah apa yang harus aku lakukan.

Sesekali memandangi cincin yang bermata putih berkilauan, aku memandanginya tampak indah, sangat indah. Maskawin yang diberikan oleh pria itu.

“Tok tok” suara ketukan pintu pelan.

“Siapa?”

“Mbak asih non”

Aku melangkah dan membuka pintu. “Iya mbak ada apa?”

“Sarapan sudah siap non Ayleen.”

“Oh iya mbak, makasih ya sebentar lagi aku kesana.”

Wangi masakan sudah tercium, ada beberapa masakan yang terhidang disana.

“Ini mbak Asih yang masak sendiri?”

“Iya non, mbak memang sudah biasa”

Aku melayangkan pandang, mencarai sosok yang sering menatap tajam.

“Cari pak Arsyad ya non?”

Aku terciduk, kepalang aku menganggukan kepala. “Aku tidak melihatnya dari semalam mbak.”

“Pak Arsyad memang sangat jarang sekali pulang kerumah ini non, pulang kesini kalau memang pak Arsyad sudah mulai capek, dia baru pulang kerumah ini untuk menenangkan fikiran. Dia akan duduk ditaman tanpa gangguan apapun, hanya dia seorang ditemani secangkir kopi. Dan untuk sekarang pak Arsyad memang sedang disibukan dengan pekerjaannya, beliau ada apartemen juga dan beliau lebih sering pulang kesana.”

Aku hanya mengangguk mendengarkan, sesekali meneguk teh hangat yang sudah terhidang.

Aku melanjutkan sarapan, mbak asih kembali dengan pekerjaannya. Aku melihat makanan dimena makan, sangat banyak mubazir jika tidak dihabiskan. Tapi siapa yang akan memakan masakan sebanyak ini, dirumah ini hanya ada mbak Asih dan aku.

“Non Ayleen… ini, mbak Asih nemu disaku jas milik Pak Arsyad.” Aku mengeringitkan dahi, sebuah kertas nota sudah berada ditanganku.

Aku menyimpan sendok perlahan, mulai membuka kertas nota yang kini berada ditangaku.

Nota bukti pembelian cincin?

Dari bentuknya sama persis seperti yang aku kenakan, bentuk sederhana dengan satu permata diatasnya, tapi bentar. Ini permatanya tampak berkilauan, seperti berlian.

Mataku menyapu mulai melihat harganya.

Mataku sontak terbelalak. 1,3 miliar.

Mataku memastikan kembali apakah ini benar miliku, atau milik perempuan lain. Aku sangat yakin sekali bahwa pria itu sering bermain dengan para wanita, buktinya saja dia sangat lihai sekali, aku segera menepis pikiran yang mulai melayang pada malam kelam itu.

“Mbak Asih…” aku memanggil mbak asih kemudian mencuci piring yang tadi aku pakai.

“Non Ayleen jangan, biar mbak Asih saja yang cuci.”

“Cuman ini saja, aku juga bisa mbak.”

“Em…Mbak, lain kali jika hanya ada aku saja dirumah, mbak asih jangan masak banyak-banyak. Mubazir kalau gak kemakan, dan mbak asih gausah repot-repit masak ini itu,”

“Mbak hanya melaksanakan perintah mas Arsyad aja non.”

“Pak Arsyad kan sedang tidak ada dirumah ini mbak, jadi nanti saja jika pak arsyad pulang baru mbak masak banyak.”

“Baik kalau gitu non.”

Aku memasuki kamar kembali. Menyimpan dengan baik nota yang tadi diberikan oleh mbak Asih. Aku masih tidak habis fikir, pernikahan ini hanya sementara, jika aku hamil dan setelah itu melahirkan aku akan menggugat cerai dan hidup kembali kerumah ibu dan ayah, kembali menjadi anak ibu dan ayah.

Lantas apa alasan pria itu memberiku mahar yang tidak sedikit jumlahnya. Cincin berlian dengan harga 1,3 miliar.

*

*

Jangan lupa like komen dan vote ya teman-teman dukungan kalian sangat beratk buat author.

1
Aniza
lanjut thooor
roses: siap kak, dukung terus Author ya💗
total 1 replies
Suren
mantappp👍 Arsyad butuh org ada disampingnya tapi egonya tinggi
roses: berul ka, dukung terus Author ya💗
total 1 replies
Ineu
baru mulai baca
roses: makasih kak, dukung terus Author ya💗
total 1 replies
Lisa Kusmiran07
ceritanya menarik,tp agak bingung pas percakapan.atau dialog nyaga ada tanda nya.
Sri Jumiati
cantik .cocok thor
roses: Makasi yah kak, dukung terus author💗
total 1 replies
roses
iya kak, selamat membaca dan siap-siap diobrak abrik perasaan
Sri Jumiati
bagus ceritanya
Buku Matcha
Typo nya banyak ni thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!