NovelToon NovelToon
BATAS 2 TAHUN

BATAS 2 TAHUN

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan / Nikahmuda
Popularitas:965
Nilai: 5
Nama Author: Ainun masruroh

Aleea nama panggilannya, Putri dari seorang pemilik pesantren yang cukup ramai di kotanya, aleea dikenal ramah dan santun, dia juga mengajar di pesantren milik abahnya namun aleea juga sibuk dengan dunianya sebagai penulis.

Areez seorang ustadz muda yang mengajar di pesantren milik abahnya aleea, tingginya yang semampai dengan badannya yang gagah membuat setiap orang melihat tak berkedip mata. sangat tampan memang tapi areez tidak banyak bicara hanya seperlunya, kecuali abahnya aleea.

Kebanyakan lingkungan pesantren memegang teguh adat dan senioritas, begitupun pesantren milik abahnya aleea. perbedaan umur terkadang seperti jurang yang dalam, rasa sulit untuk mengungkapkan terbatas rasa sopan seringkali menjadi pikiran.yang lebih tua merasa umurnya menghalangi untuk menunjukkan perasaan sedangkan yang lebih muda selalu bersikap sopan, bahkan terasa terlalu sopan hingga sulit di bedakan, entah itu rasa hormat, takdim atau justru menyimpan perasaan lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ainun masruroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Karena mengantuk

Sayup aku dengar suara abah, ibu dan areez, entah mengobrol atau apa, tapi terdengar seperti ibu sedang menangis dan Abah seperti menenangkan. Tapi aku enggan membuka mata, berat sekali rasanya, tapi aku ingin tau apa yang terjadi.

aku buka mataku perlahan, seketika tangan ibu menggenggam tanganku.

" mbak leea.... Mbak leea... Mbak leea.... " panggil ibu cemas

Aku melihat ibu, wajahnya basah karna air mata sedang Abah terlihat sangat cemas tapi tetap terlihat tenang, mereka di sampingku, menggenggam tangan dan menunggu aku mengatakan sesuatu dan aku melihat areez berjalan tergesa-gesa ke arah luar, hahahahahah.... Lucu, aku belum tau dia bisa begitu.

aku lihat sekitarku, lah... Ini bukan kamarku, aku baru sadar kenapa ibu menangis, ternyata aku di rumah sakit... Kenapa?.... Aku bertanya-tanya. Tak lama Ada dokter masuk keruangan di ikuti areez di belakangnya, dokter mengecek kondisiku dan bertanya apa ada rasa sakit yang aku rasakan, aku menggeleng pelan.

" Alhamdulillah mbak aleea tidak apa-apa... Hanya kecapean dan kurang darah, dan hasil cek lab juga tidak menunjukkan sesuatu yang serius, tapi mbak lea harus cek up Minggu depan, takutnya dari benturan di kepala mbak aleea mempunyai efek samping di kemudian hari, hari ini mbak leea istirahat disini dulu ya, besok baru boleh pulang " ucap dokter

" maaf aleea... Abah ga angkat telfon leea semalam " ucap Abah sedih

" gpp Abah... Aleea juga salah tidak mengabari Abah lebih dulu" ucapku menenangkan

Jujur aku tidak ingat kejadian semalam, terakhir yang aku ingat hanya saat melihat areez dan setelah itu aku tidak ingat apa-apa lagi, aku melihat dari ekor mataku, areez tengah bersandar lemas di dinding ruangan, aku juga tidak mendengar suara areez sejak aku bangun tadi, entah bagaimana dia menolongku semalam aku tidak tau dan aku juga tidak mau bertanya, aku malu sudah merepotkan dia dan jatuh hanya karna mengantuk...

ibu duduk di samping ranjangku lalu Abah mengajak areez duduk di sofa yang tak jauh dari ranjangku, aku hanya terdiam bertatap mata dengan ibu, kepalaku sedikit pusing dan ingin melanjutkan tidur lagi, tapi aku urungkan setelah melihat mereka yang sudah menungguku bangun. Entah berapa lama aku tidak sadarkan diri dan aku belum melihat jam lagi.

aku mendengar suara abah berbincang dengan areez

" ngga apa-apa... Bukan salahmu " ucap Abah samar di telingaku " jangan merasa bersalah... Justru aku mengucapkan terimakasih karna telah menjaga putriku" sambungnya, aku bisa melihat dari ekor mataku Abah sedang mengelus pundaknya pelan.

tak lama seorang suster masuk membawakan makanan dan beberapa obat

" mbak aleea... Apa ada yang sakit, mungkin pusing atau mual? " tanyanya

" sedikit pusing " jawabku pelan, lalu Suster memberikan beberapa obat yang harus aku minum setelah makan, dan mengecek tekanan darahku sebelum suster pergi.

Aku segera ganti posisiku yang berbaring dan duduk sendiri, aku tidak mau merepotkan mereka, aku mengambil sendok dari tangan ibu yang mau menyuapiku

" leea bisa makan sendiri Bu " ucapku pelan, aku makan perlahan dan minum obat yang sudah di berikan, banyak sekali obatnya sampai aku mual.

" aleea... Abah dan ibu sebentar lagi pulang sebentar ya... Nanti malam kesini lagi" ucap Abah

" semalam ibu terburu-buru sampai tidak membawa baju "sambung ibu, aku mengangguk pelan menyetujui mereka, toh gpp juga sendirian, aku bisa sambil meneruskan ceritaku.

Aku melihat Abah dan ibu pergi, di ikuti areez melangkah di belakang mereka, akhirnya aku sedikit lega karena tidak ada mereka, karna sebetulnya aku sungkan ada mereka, aku jaim untuk bergerak atau yang lainnya, apalagi areez yang belum lama aku tau meski belum mengenalnya, tapi dia baik.... Ekhmmmm..... Maksudnya?....... Eh.........

aku mencoba turun dari ranjang, tapi entah mengapa ranjangnya lumayan tinggi atau aku yang kependekan, aku mencoba turun perlahan dari ranjang, aku ambil tiang infus dan berjalan dengannya ke lemari di bawah tv, (ruanganya VIP guys, jadi ada tv dan lemarinya buat naro baju dll) tapi anehnya tidak ada apapun, alias kosong, aku membuka pintu sampingnya tapi kosong juga.

lah kemana..... Batinku.

Aku menoleh ke sekitar, mungkin di taruh di tempat lain, mataku mengedarkan pandangan dan aku melihat jaket hitam yang tidak asing di mataku ini, aku melangkah ke arah sofa sambil mengingat pernah lihat dimana, aku raih jaketnya dan aku lihat ada handphone dan ada handphone satu lagi entah punya siapa. Aku ambil handphone ku dan ku biarkan jaket dan handphone satunya tetap di situ, mungkin punya areez ketinggalan, aku memegang tiang infus ku dan berbalik ke ranjang lagi.

" kok sudah jalan mbak leea " ucap suara laki-laki, hampir saja handphoneku jatuh karna kaget, aku menoleh ke arah belakang, ternyata areez sudah berdiri tepat di belakangku.

" maaf hp.nya mbak aleea semalam mati, tadi pagi sudah saya cas, mau saya kembalikan kalo mbak leea sadar " ucapnya sambil menunduk dan aku berjalan pelan menjauh

" kok Ndak pulang " tanyaku peduli, sebenarnya heran kenapa areez masih disini, atau mungkin Abah menyuruhnya untuk menjaga aku disini, tapi bukakankah harusnya Abah tau dia belum pulang sama sekali sejak kemarin malam, aku juga engga tau sih... Dia sudah pulang atau belum. tapi harusnya Abah menyuruhnya pulang untuk istirahat bukan.

" saya jagain mbak leea " ucapnya

" di suruh Abah?... Apa Ndak capek? " tanyaku, sebenarnya aku ingin dia saja yang pulang bukan Abah dan ibu.

" mboten (tidak) .... Saya tidak capek mbak... juga bukan disuruh Abah, saya mau sendiri " jawabnya sopan tapi aku heran, kenapa menawarkan diri, dia kan bukan siapa-siapa, bukan saudara apalagi keluarga, lebih heran lagi Abah mengijinkan areez yang bukan muhrim untuk menjagaku, apa ga salah ini.

" kok boleh?... Kan bukan muhrim" tanyaku cepat, aku tidak menoleh ke arahnya, aku sibuk dengan handphoneku meski sebenarnya aku gatau apa yang aku pencet dan lihat dari handphoneku, hahahahaha....

" maaf mbak leea... saya menawarkan diri karna saya lihat Abah dan ibu mbak leea tidak tidur sama sekali sampai mbak lea sadar, ibunya mbak leea juga kelihatan sangat lelah karna menangis dari semalam, jadi Abah mengijinkan saya setelah menimbang-nimbang lagi, Abah menemani ibu agar supaya ibunya mbak leea bisa sedikit istirahat " ucapnya panjang menjelaskan

" emmmm.... " gumamku

" saya akan tunggu di luar agar mbak leea nyaman, kalau butuh apa-apa mbak leea WhatsApp saja " ucapnya cepat sebelum aku mengatakan sesuatu lagi, dia langsung keluar dari ruangan dengan menggenggam handphone dan jaketnya.

Padahal aku ingin berterima kasih karna sudah Menolong dan bersedia menemani sampai tidak pulang, dia keluar ruangan dan menutup pintu, tapi setelah itu aku justru merasa kesepian padahal aku sangat suka sepi, tapi kali ini aku merasa ada yang kurang. Entahlah... Mungkin karena ini bukan kamarku di rumah.

Aku turun lagi dari ranjang dan memilih untuk duduk di sofa saja daripada di rajang seperti orang sakit, di sofa juga bisa senderan dengan nyaman, aku memainkan handphoneku, membuka galeri dan melihat foto kemaren yang ku ambil, ternyata ada foto Selfi aylin dan ada aku tertidur di belakangnya, mungkin dia memainkan handphoneku saat aku tertidur kemaren, dan ada foto saat aku aku di masjid sheik Zayed, aku mengingat lagi, tapi ingatanku berantakan seperti puzzel yang belum tersusun dan gambar gambar berputar-putar di kepalaku, sakit sekaliii....

perutku tiba-tiba mual... Dan aku tidak bisa menahan untuk tidak muntah, akhirnya aku muntah dan menjatuhkan handphoneku ke lantai, setelah itu pandanganku menghitam dan badanku terasa ringan dan aku dengar suara areez berteriak memanggil namaku sampai perlahan suaranya mengecil dan tidak terdengar lagi di telingaku, pandanganku menghitam, kepalaku berdenyut hebat, setelah itu aku tidak sadar lagi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!