NovelToon NovelToon
Aku Ternyata Putra Kaisar Wanita Dinasti Zhou

Aku Ternyata Putra Kaisar Wanita Dinasti Zhou

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Sistem / Mengubah sejarah
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: RRS

Yudi seorang pria dari dunia modern terlempar ke Tahun 700 masehi di pulau Buton, saat ayahnya meninggal Ayahnya mengatakan Bahwa ibunya ada di Bumi bagian utara

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RRS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33: Darah di Atas Salju, Crimson di Balik Mata

​November 701 Masehi — Taman Angkasa Islamabad

​Malam di Islamabad adalah sebuah mahakarya teknologi dan estetika. Di atas ketinggian Bukit Margalla, Yudi telah membangun sebuah kompleks taman gantung yang dikenal sebagai Taman Angkasa. Tempat ini adalah perpaduan antara flora eksotis Himalaya yang diawetkan dengan teknologi bio-kubah dan lampu-lampu kristal yang berpendar lembut seperti kunang-kunang digital.

​Malam itu, untuk pertama kalinya sejak kelahiran Zulkarnain, Yudi memutuskan untuk mengambil cuti total dari segala urusan negara. Ia ingin memberikan waktu yang layak bagi Yue Qing—bukan sebagai seorang permaisuri, melainkan sebagai seorang istri yang telah berjuang bertaruh nyawa demi garis keturunannya.

​Yudi berjalan perlahan, jemarinya bertautan erat dengan jemari Yue Qing. Mereka berjalan di atas jalan setapak transparan yang di bawahnya mengalir air jernih dengan ikan-ikan bioluminesensi. Angin malam yang dingin terhalang oleh medan pelindung atmosferik yang tipis, menyisakan hawa sejuk yang nyaman.

​"Yudi," bisik Yue Qing lembut. Ia menghentikan langkahnya dan menyandarkan kepalanya di bahu kokoh suaminya. Harum kayu cendana dari pakaian Yudi menenangkan jiwanya. "Lihat bintang-bintang itu. Di Islamabad, mereka terasa sangat dekat, seolah kita bisa menyentuhnya hanya dengan menjulurkan tangan."

​Yudi melingkarkan lengannya di pinggang Yue Qing, menariknya lebih dekat. "Dulu, saat aku masih di Tibet, aku sering menatap langit yang sama. Aku bertanya-tanya apakah aku akan membangun sesuatu yang abadi. Tapi malam ini, saat menatap langit bersamamu, aku sadar bahwa kekaisaran, tank, dan jet tempur itu hanyalah benda mati. Keabadian yang sesungguhnya ada di sini, dalam detak jantungmu."

​Yue Qing tersenyum, wajahnya merona di bawah cahaya rembulan. "Kau selalu tahu cara membuat hatiku luluh, Sang Penakluk. Apakah kau akan terus memanjakanku seperti ini saat Zulkarnain besar nanti?"

​"Aku akan memanjakan kalian berdua hingga dunia ini kehabisan cahaya," jawab Yudi dengan nada penuh janji.

​Keheningan yang romantis menyelimuti mereka. Dunia seolah berhenti berputar. Namun, di tengah kedamaian yang sempurna itu, insting tempur Yudi yang tajam mendadak berteriak. Ada distorsi kecil di udara—sebuah pergerakan yang terlalu halus untuk telinga manusia biasa, namun terdeteksi oleh sensor taktis yang terintegrasi dalam sistemnya.

​Pengkhianatan di Kegelapan

​Dari balik bayang-bayang pilar kristal yang gelap, sebuah siluet bergerak dengan kecepatan luar biasa. Itu bukan robot, bukan juga tentara biasa. Itu adalah pembunuh elit dari klan bayangan Ceylon—prajurit yang telah melatih diri untuk menembus sensor panas dan gerakan. Mereka dikirim oleh sisa-sisa loyalis yang ketakutan akan ekspansi Rahmad, berniat memenggal kepala kekaisaran ini tepat di jantungnya.

​Satu bilah keris panjang berbisa meluncur menuju punggung Yue Qing yang terbuka.

​"Awas!" teriak Yudi.

​Dalam hitungan milidetik, Yudi tidak memiliki waktu untuk mengeluarkan senjata dari inventory. Insting pertamanya bukan untuk membunuh, melainkan untuk melindungi. Ia memutar tubuhnya dengan keras, memeluk Yue Qing sepenuhnya dan menggunakan tubuhnya sendiri sebagai perisai hidup.

​Jleb!

​Bilah baja dingin itu menembus jubah sutra Yudi, menghujam dalam di punggung sebelah kiri, tepat di bawah tulang belikat. Yudi mengerang tertahan. Rasa panas menyengat menjalar ke seluruh sistem syarafnya. Racun neurotoksin tingkat tinggi dari hutan Ceylon segera bereaksi terhadap aliran darahnya.

​"Yudi!" Yue Qing menjerit saat merasakan tubuh suaminya melemas dalam pelukannya.

​Yudi jatuh berlutut, napasnya memburu. Matanya mulai berkunang-kunang, namun ia tetap memaksa tangannya untuk memeluk Yue Qing agar tidak terjatuh. "Lari... Yue... lari..." bisiknya sebelum kegelapan total menelan kesadarannya. Yudi jatuh pingsan di pangkuan istrinya dengan darah yang mulai membasahi lantai transparan.

​Bangkitnya Amarah Sang Phoenix

​Melihat tubuh suaminya yang tak berdaya dan bersimbah darah, sesuatu di dalam diri Yue Qing pecah. Selama ini, ia adalah permaisuri yang anggun, lembut, dan penuh kasih. Namun, ia lupa bahwa di dalam nadinya mengalir darah penguasa Zhou yang kejam dan garis keturunan yang mistis.

​"Beraninya... beraninya kalian menyentuh matahariku!" suara Yue Qing berubah menjadi desis yang dingin dan mengerikan.

​Secara tiba-tiba, udara di sekitar mereka bergetar hebat. Tekanan atmosfer meningkat drastis. Warna mata Yue Qing yang sebelumnya merah delima (Ruby) yang indah, kini mulai berpendar dan berubah warna menjadi Crimson Red yang gelap dan pekat seperti darah segar. Ini adalah manifestasi dari kemarahan murni yang membangkitkan kekuatan terpendamnya.

​Dari kegelapan di sekeliling taman, belasan sosok bayangan muncul dengan gerakan yang hampir tidak terlihat oleh mata telanjang. Mereka adalah Shadow Phoenix, unit pengawal rahasia Yue Qing yang dibentuk secara khusus oleh Maharani Wu Lin dari elit-elit Zhou yang paling mematikan. Selama ini mereka hanya diam, namun ketika nyawa tuan mereka terancam, mereka menjadi malaikat maut.

​"Tangkap mereka hidup-hidup! Aku ingin mereka merasakan neraka sebelum mereka mati!" perintah Yue Qing dengan suara yang bergetar karena murka.

​Para pembunuh Ceylon itu mencoba melarikan diri, namun para Shadow Phoenix bergerak lebih cepat. Dengan menggunakan rantai baja dan teknik totokan saraf, para pembunuh itu dilumpuhkan dalam hitungan detik. Tak satu pun dari mereka yang bisa lolos.

​Yue Qing tidak peduli pada para tawanan itu. Ia kembali mendekap kepala Yudi di dadanya, air mata crimson menetes di pipinya. "Bertahanlah, Yudi! Jangan tinggalkan aku! Galuh! Panggil tim medis! Sekarang!"

​Statistik Kekaisaran & Kondisi Darurat (November 701 M)

​Kondisi Kaisar Yudi Rahmad:

​Status: Kritis (Tertikam bilah berbisa).

​Lokasi: Ruang Medis Intensif Istana Agung Islamabad.

​Tindakan: Prosedur detoksifikasi otomatis dari sistem sedang berjalan, namun membutuhkan waktu pemulihan.

​Kondisi Permaisuri Yue Qing:

​Status: Stabil namun dalam kemarahan besar (Berserk Mode).

​Perubahan Fisik: Mata berubah menjadi Crimson Red (Indikasi kebangkitan kekuatan garis keturunan Zhou).

​Kekuatan Pengawal: Shadow Phoenix

​Jumlah: 50 Personel Elit (Hanya 12 yang terlihat saat kejadian).

​Kemampuan: Infiltrasi, Sabotase, dan Pengawalan Jarak Dekat.

​Afiliasi: Setia sepenuhnya kepada Yue Qing dan garis keturunan Zhou-Rahmad.

​Status Global:

​Ceylon: Dalam ancaman kehancuran total. Intelijen Rahmad telah mengonfirmasi keterlibatan klan bayangan Ceylon.

​Islamabad: Lockdown total. Seluruh gerbang kota ditutup, jet tempur melakukan patroli udara 24 jam.

​Malam yang seharusnya menjadi kencan romantis berakhir dengan tragedi yang menyulut api peperangan baru. Di dalam kamar medis, Yudi berjuang melawan maut, sementara di luar, Yue Qing berdiri dengan mata merah darah yang menatap ke arah selatan—ke arah Ceylon. Dunia akan segera tahu bahwa membangunkan amarah seorang istri yang cintanya terluka jauh lebih berbahaya daripada menghadapi sejuta tentara.

​Kini, bukan hanya Yudi yang akan menaklukkan dunia, tapi Yue Qing yang akan membakarnya demi membalas setiap tetes darah suaminya.

Terus scroll Gays

1
anggita
ikut dukung like👍, iklan☝☝aja, moga novelnya lancar.
Aisyah Suyuti
good
Fajar Fathur rizky
cepat bantai semua kedua itu thor
Fajar Fathur rizky
update yang banyak thor bikin mcnya membuat Kekaisaran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!