NovelToon NovelToon
Antara Dua Dunia

Antara Dua Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Transmigrasi ke Dalam Novel
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ai_Li

​"Wajahnya identik dengan Ali, pacar LDR-ku yang lembut. Tapi pria di depanku ini adalah Alistair, Pangeran Agung yang siap memenggal kepalaku jika aku berani kabur lagi!"

​Lia terbangun di tubuh Aurellia, istri Pangeran Agung Ivalice yang dikenal kejam dan obsesif. Di novel aslinya, Aurellia tewas mengenaskan setelah mengkhianati Alistair demi Pangeran Yovan yang licik. Demi menghindari maut, Lia harus mengubah alur. Ia pun nekat mendekati Nenek Suri yang disegani dan mendadak jadi istri "penurut" yang membuat Alistair curiga sekaligus salah tingkah. Akankah strategi Lia menjinakkan sang tiran berhasil? Ataukah ia justru terjebak dalam obsesi gelap pria yang wajahnya terus mengingatkannya pada sang kekasih?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ai_Li, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6: Tidur Berhadiah Jetlag Dunia Lain

Sinar matahari pagi yang menembus celah gorden membangunkan Alistair. Ia menoleh ke samping dan mendapati Aurellia masih terlelap, meringkuk dengan sangat nyaman di balik selimut.

Alistair tertegun sejenak. Menatap wajah damai istrinya seperti ini adalah kemewahan yang dulu mustahil baginya. Biasanya, pagi hari di kamar ini hanya diisi oleh suara bantingan pintu atau caci maki.

Alistair memutuskan untuk bangkit. Namun, saat ia hendak mengangkat kaki kirinya dengan tangan, sebuah rutinitas yang ia lakukan setiap hari karena kakinya mati rasa, sesuatu yang mustahil terjadi.

Srett.

Ibu jari kakinya bergerak sedikit saat menyentuh lantai yang dingin. Alistair membeku. Ia mencoba menggerakkan otot betisnya, dan ada sensasi seperti kesemutan hebat yang menjalar.

Ia bisa merasakan tekstur karpet!

"Apa yang terjadi?" gumamnya tak percaya.

Ingatannya langsung melayang pada minuman pahit yang dipaksakan Aurellia kemarin sore.

Apa mungkin efek ramuan itu secepat ini?

Namun, karena jadwal sidang di pusat pengadilan sudah menantinya, Alistair menepis pikiran itu. Ia harus segera pergi. Tanpa ia sadari, di atas ranjang itu, istrinya sedang bertarung dengan rasa lelah luar biasa setelah "operasi rahasia" semalam.

Waktu berlalu dari pagi, siang, hingga matahari mulai terbenam. Alistair kembali ke kediamannya dengan langkah (atau tepatnya putaran roda) yang lebih ringan dari biasanya. Hal pertama yang ia tanyakan pada pelayan di depan aula adalah keberadaan istrinya.

"Di mana Putri?"

Pelayan itu menunduk takut.

"Maaf Pangeran, Putri belum keluar kamar sejak pagi tadi."

Rahang Alistair mengeras. Pikiran negatif langsung memenuhi kepalanya.

Kabur lagi? Apakah keramahan kemarin hanya pengalih perhatian agar penjagaan longgar?

Dengan kecepatan penuh, Alistair memacu kursi rodanya menuju kamar utama. Ia membanting pintu kamar, siap untuk murka. Namun, betapa terkejutnya dia saat melihat pemandangan di atas ranjang masih sama persis seperti saat ia tinggalkan tadi pagi.

Lia masih di sana. Terlelap dengan posisi yang sangat santai, bahkan hampir jatuh dari bantal. Tidak ada tanda-tanda penculikan atau upaya kabur. Dia hanya... tidur. Benar-benar tidur seperti simulasi mati.

Alistair mendekat, memastikan istrinya masih bernapas.

"Bagaimana bisa seseorang tidur seharian tanpa bergerak?" gumamnya heran.

Ia tidak tahu bahwa tubuh Aurellia sedang melakukan pemulihan otomatis, efek samping dari penggunaan energi medis tingkat tinggi semalam. Karena tidak tega melihat wajah letih itu, Alistair kembali keluar.

"Biarkan saja. Mungkin dia memang sedang sangat kelelahan."

Malam mulai menjemput saat Lia akhirnya merasakan kesadarannya kembali. Ia meregangkan tubuhnya hingga terdengar bunyi krek di punggungnya. Dengan rambut yang acak-adakan seperti sarang burung dan nyawa yang baru terkumpul separuh, ia duduk di pinggir ranjang.

"Udah pagi, ya?" gumam Lia sambil mengucek mata, suaranya serak khas bangun tidur.

"Gila, nyamannya tidur di kasur sultan. Baru kali ini gue tidur senyenyak ini. Emang bener kata orang, kalau nggak punya utang tidur jadi tenang."

Lia berdiri dengan lunglai, berjalan menuju jendela besar yang masih tertutup rapat.

"Pelayan di sini gimana sih, udah siang kok jendela nggak dibuka. Nggak dapet vitamin D nanti gue."

KREEEEKK!

Lia membuka daun jendela lebar-lebar, siap menyambut sinar matahari. Namun, sedetik kemudian matanya membelalak. Bukan cahaya terang yang ia dapati, melainkan langit hitam pekat bertabur bintang dan suara jangkrik yang bersahut-sahutan.

"HUAAAAAAA!" Lia teriak spontan.

Seorang pelayan langsung lari masuk ke kamar dengan wajah pucat.

"Maaf Putri! Ada apa? Apa ada penyusup?"

Lia menunjuk ke luar jendela dengan tangan gemetar.

"Ini... kenapa di luar gelap?! Emang di kerajaan ini mataharinya lagi cuti atau gimana?"

Pelayan itu berkedip bingung, menatap Lia seolah-olah sang putri sudah benar-benar kehilangan akal sehatnya.

"Hari memang sudah larut malam, Putri. Sepertinya karena Tuan Putri terlalu lama tidur, Anda jadi sedikit... linglung."

Lia memegang kepalanya yang mendadak pening lagi.

"Berapa lama emangnya gue, eh maksudnya saya, saya tidur?"

Si pelayan menelan ludah sebelum menjawab hati-hati.

"Sejak kemarin malam saat tuan putri tertidur di sini, Putri baru bangun sekarang. Anda melewatkan waktu makan pagi, siang, dan sore."

Lia melongo.

"APA?!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!