Kisah seorang anak perempuan yang selalu mendapatkan ketidakadilan dari sang ibu. gadis itu sering di bandingkan dengan saudara saudara nya sendiri. karena tuntutan ibunya, Lusiana harus terjun menjadi wanita malam, di sebuah club ternama di kota.
bagaimana car gadis itu bertahan dari keras nya dunia. apakah gadis itu mampu bahagia, atau malah sebaliknya?? ikuti kisah Lusiana sekarang juga!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ba.6
Ken Asta, atau dikenal dengan sebutan pria dingin itu merupakan mafia yang digilai oleh para wanita-wanita muda. Pria itu benar benar begitu berpengaruh di negeri tersebut. laki laki itu tak kenal ampun bila menghadapi para musuh musuhnya. Ken sering sekali mendapatkan keuntungan besar, dengan pengaruhnya sebagi mafia yang kejam. Kehidupan laki laki itu juga tak mudah, banyak rintangan yang sudah ken lalui, dengan menjadi seperti saat ini.
Ken merupakan CEO di perusahaan ternama, dan banyak orang yang ingin bekerjasama dengan nya. Bahkan pria itu sering sekali mendapatkan klien Klien dari luar negeri. Kekuatan dan kekuasaan nya benar benar banyak orang orang penting yang ingin menjalin kerja sama, dan tentu cukup sulit menjalin kerja sama dengan pria dingin itu. Harus sesuai dengan keinginan dan persetujuan nya saja. Tapi orang orang yang sudah menjalin kerja sama dengan Ken, mendapatkan keuntungan besar sehingga banyak orang iri yang bisa berdekatan dengan pria itu dan bisa menjalin hubungan kerja sama yang baik.
"Bos, klien nya sudah sampai." ucap rendi yang sudah memberitahukan kepada sang asisten nya.
"Hmm." gumam Ken dengan wajah datar nya membuat asisten Rendi hanya bisa menggerutu dalam hati saja. Bos nya itu benar benar pelit suara. Bahkan berbicara saja dia yang penting penting saja, setelah itu dia hanya diam dan tak mengatakan apapun lagi.
Rendi sang asisten juga memastikan bahwa pertemuan ini berjalan dengan lancar, tanpa ada hambatan apapun.
Saat berjalan menuju ke ruangan rapat, tak sengaja pria itu menabrak seorang gadis dari arah berlawanan. sehingga hampir saja keduanya terjatuh, Ken merasa begitu kesal, apalagi wanita itu bersentuhan dengan nya. bagaimana nanti kalau tangan nya akan alergi.
"Tuan, maafkan saya." ucap lusi dengan nada takut nya. bagaimana bisa dia begitu ceroboh saat ini.
"Kau tak bisa berjalan dengan benar?" sarkas ken dengan nada berat nya itu, sehingga membuat Lusi merasa merinding. Pria di hadapan nya benar benar sangat menyeramkan.
"Maafkan saya tuan, saya benar benar tak sengaja." ucap lusi yang menundukkan kepalanya dengan takut.
Rendi yang tau bahwa gadis itu tak sengaja, merasa kasihan seketika. Untung saja saat ini Lusi menggunakan masker di wajah nya.
"Bos, sebaiknya kita melanjutkan perjalanan saja. Klien kita pasti sudah menunggu bos saat ini." ucap rendi yang mencoba meredakan emosi tuan nya itu.
Tatapan ken masih tetap tajam ke arah gadis itu, dan dia melihat dari atas ke bawah penampilan gadis itu merasa tak asing baginya.
"Bos?" ucap rendi yang menyadarkan lamunan nya itu.
"Aku tak suka orang ceroboh seperti mu!" ucap Ken dan langsung pergi meninggalkan Lusi yang masih diam kaku di tempat.
"Huft....aman. Ya ampun Lusi, mengapa kau begitu ceroboh. Pria itu benar benar sangat menyeramkan." gumam nya dengan nada merinding seketika. apalagi tatapan Ken yang begitu tajam, membuat gadis itu tampak lemah seketika.
"Aku juga tak menyukai mu tuan aneh, kau benar benar menyeramkan bagi ku!" ucap gadis itu dengan suara pelan nya.
Lusi langsung pergi menuju ke ruangan, untuk mempersiapkan dirinya saat ini. Tamu tamu dari bar itu pasti sudah menunggu. Dia tak ingin hari nya menjadi buruk dan membuat mereka menilai nya buruk.
"Semangat Lusi!" gumam nya saat bercermin dan memperbaiki penampilan nya saat ini. Lusi saat ini memakai rok selutut dan baju lengan panjang yang sedikit longgar. Tak lupa pula dengan masker di wajah nya itu, rambut nya pun di sanggul dengan rapi.
Sedangkan diruangan privat saat ini, Ken dan juga asisten nya Rendi menyambut tamu penting nya dengan formal. Bahkan Ken hanya menjabat tangan secara singkat saja, sebagai bentuk formalitas perusahaan.
"Selamat datang tuan Ken." ucap pria paru baya dengan tatapan berbinar saat melihat klien nya sudah hadir di sana.
"Terima kasih atas sambutan formal nya tuan Jon." ucap nya singkat dan langsung duduk di kursi yang sudah di sediakan.
Keduanya langsung mengadakan rapat, dan langsung membahas tentang perusahaan. Ken diam sambil mencerna misi dan visi laki laki paru baya di depan nya itu. Dan itu tak cukup memuaskan bagi nya.
"Apakah kau yakin dengan persentase saham ini?" tanya Rendi yang tau bahwa saat ini pria itu cukup mencurigakan.
"Sangat yakin tuan. karena perusahaan kami sudah memprediksi nya!"
Tak lama para pelayan datang membawakan minuman ke dalam ruangan privat tersebut. beberapa gadis gadis malam juga hadir di sana dan itu di pesan langsung oleh tuan Jon.
Beberapa wanita malam itu langsung menuju ke arah Ken. Pria itu langsung menatap tajam para gadis murahan itu. Lusi yang berjalan masuk, dengan membawa nampan berisi minuman kaget saat melihat pria yang tak sengaja dia senggol tadi.
"Deg.... Jantung nya berdetak kencang saat ini, apalagi pria itu langsung menatap nya dengan tatapan membunuh'.
"Tamat lah riwayat mu Lusi!" gumam nya dalam hati yang begitu gemetar saat ken menatap nya tajam.
Ken tak menyangka, gadis yang tak sengaja tertabrak nya saat berjalan tadi, salah satu pelayan nya mami we. Tatapan nya sinis memandang rendah ke arah Lusi yang tampak ketakutan itu.
"Ternyata dia tak lebih dari seorang jalang!" gumam nya dalam hati dan masih memandang sinis ke arah Lusi.
Rendi cukup kaget saat gadis itu berada di sini, dia melihat gadis itu membawa minuman di tangan nya, apakah dia salah satu orang nya we. Tapi seperti nya tugas nya berbeda dengan para wanita malam yang masuk.
"Tuan, mau aku temeni minum?" tanya salah satu di antara mereka dengan nada manja nya.
"Jangan berdekatan dengan bos ku." ucap rendi yang langsung mencegah para wanita malam itu yang ingin berdekatan dengan bos nya.
Para wanita malam itu sedikit kecewa dengan penuturan dari pria di sebelah Ken. mereka sudah mempersiapkan diri begitu matang, dan malah berakhir kecewa. Rendi juga menyuruh mereka duduk di sebelah tuan Jon saja, sebab saat di sebelah bos nya, pasti akan murka. Jadi demi kebaikan bersama dia langsung mencegah mereka terlebih dahulu.
"Maaf mengundang mereka tanpa persetujuan dari mu tuan, aku berpikir karena ini pertemuan pertama kita, maka akan bersenang senang dengan mereka." ucap tuan Jon dengan santai nya.
"Aku tak ada waktu untuk hal seperti ini tuan Jon!" sindir Ken dengan nada ketus nya.
Ken hanya menatap nya dengan tajam, dari tadi kesabaran nya benar benar di uji oleh pria tua itu.
karena melihat wajah Ken yang terlihat kesal, tuan Jon langsung tersenyum canggung. Dia berusaha menaikkan mood laki laki itu, agar tak membatalkan kerja sama yang telah dia rancang sebaik mungkin.
"Hei kau, tuangkan minum nya. Mengapa hanya menjadi patung!" ucap tuan Jon kepada Lusi yang masih terdiam di tempat.
"I...ya tuan." ucap gadis itu dengan sedikit terbata.
Ken masih menatap nya, oleh sebab itu Lusi hanya bisa berdiam kaku, dan bingung dengan kondisi saat ini.
"Ayo tuan Ken. Nikmati minuman ini, aku sudah memesan nya khusus untuk mu!"
Ken mengangguk singkat, dan langsung memegang gelas minuman itu di tangan nya.
Apa mgkin Lusi putri konglomerat yg di culik waktu bayi..