NovelToon NovelToon
Kaisar Pedang Penelan Surga

Kaisar Pedang Penelan Surga

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Balas Dendam
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di Sekte Langit Biru, Xiao Fan hanyalah murid sampah yang terdampar di Alam Kondensasi Qi lapis pertama. Dicemooh, dihina, dan nyaris diusir ke dapur luar—ia dianggap sebagai aib terbesar sekte. Namun, tak seorang pun tahu bahwa di balik tubuh lemahnya, tersimpan jiwa Kaisar Pedang yang pernah mengguncang sembilan langit. Selama tiga tahun, pedang kuno bernama Penelan Surga menggerogoti seluruh kultivasinya. Kini, pedang itu telah terbangun. Dengan teknik terlarang yang membalikkan hukum Surga dan Bumi, Xiao Fan memulai jalan sunyinya sebagai Kaisar Pedang Iblis. Misi pertamanya: menghancurkan sekte yang merendahkannya... hanya dalam seratus hari. Namun bagi Xiao Fan, tiga hari sudah lebih dari cukup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17: Kota Giok

Kota Giok berdiri di lembah subur yang dikelilingi perbukitan hijau.

Xiao Fan dan Liu Ruyan memasuki gerbang kota saat matahari sore mewarnai langit dengan semburat keemasan. Jalanan utama dipenuhi pedagang yang menggelar dagangan di kiri-kanan—kain sutra, perhiasan giok, senjata, pil obat kultivasi, bahkan monster kecil dalam sangkar bambu.

"Ini... berbeda dari yang kuingat," bisik Liu Ruyan.

"Sudah berapa lama kau pergi?" tanya Xiao Fan.

"Tiga tahun." Mata gadis itu menerawang. "Aku dikirim ke Sekte Langit Biru tepat setelah ulang tahunku yang keempat belas."

Mereka berjalan menyusuri keramaian. Beberapa orang menoleh, mengenali Liu Ruyan. Bisik-bisik mulai terdengar.

"Itu putri dari cabang ketiga, bukan? Yang katanya tidak punya akar spiritual?"

"Kenapa dia kembali? Apa dia diusir dari sekte?"

"Kasihan. Dulu dia cukup menjanjikan sebelum ketahuan cacat."

Liu Ruyan menunduk, mengepalkan tangan di balik lengan baju. Xiao Fan meliriknya.

"Angkat kepalamu."

Gadis itu menoleh.

"Mereka hanya mengulang apa yang mereka dengar. Bukan apa yang mereka tahu." Xiao Fan menatap lurus ke depan. "Kau bukan gadis yang sama seperti tiga tahun lalu. Tunjukkan itu."

Liu Ruyan menarik napas panjang. Lalu ia mengangkat dagunya. Punggungnya tegak. Langkahnya mantap. Bisik-bisik di sekeliling tidak berhenti, tapi ekspresinya tidak lagi terluka.

Mereka menemukan sebuah penginapan sederhana di sudut kota—Penginapan Angin Timur. Dua lantai, kayu tua, tapi bersih. Pemiliknya seorang wanita paruh baya dengan senyum ramah yang sedikit memudar saat melihat Liu Ruyan.

"Nona Liu... Anda kembali?"

"Aku butuh dua kamar, Bibi Chen."

Wanita itu mengangguk ragu, lalu mengantarkan mereka ke lantai atas. Setelah memastikan kamar mereka bersebelahan dan tidak ada penyadap Qi, Xiao Fan duduk di kamarnya dan mulai menyusun rencana.

Sistem di kepalanya sudah memberikan informasi tentang Klan Liu.

[Klan Liu: Didirikan 3.000 tahun lalu. Spesialisasi: Jalur Es dan Jalur Penyembuhan. Memiliki tiga cabang utama. Cabang pertama menguasai politik klan. Cabang kedua mengelola perdagangan. Cabang ketiga—cabang Liu Ruyan—adalah cabang terlemah, fokus pada administrasi arsip dan sejarah.]

[Paman Pertama Liu Yuan: Penjaga Perpustakaan Klan. Usia 178 tahun. Alam Fondasi Inti Puncak. Dikenal sebagai pertapa yang jarang keluar dari perpustakaan.]

[Liu Chen: Anggota cabang kedua. Alam Kondensasi Qi Lapis Ketujuh. Ayahnya adalah Kepala Cabang Kedua, Liu Zhen.]

Xiao Fan merenung. Liu Chen adalah masalah, tapi bukan masalah utama. Yang ia butuhkan adalah informasi tentang segel dalam diri Liu Ruyan. Dan untuk itu, ia harus bertemu Liu Yuan.

Menyerbu masuk ke kompleks klan di siang bolong adalah kebodohan. Tapi malam ini... malam ini ia akan berkunjung tanpa undangan.

"Guru."

Suara Liu Ruyan dari balik pintu.

"Masuk."

Gadis itu membuka pintu dan berdiri di ambang. Wajahnya gelisah. "Guru... apa kita akan menemui klanku besok?"

Xiao Fan menatapnya. "Kau ingin menemui mereka?"

"Aku... tidak tahu." Liu Ruyan memainkan ujung lengan bajunya. "Aku ingin bertemu Ayah. Tapi aku takut bertemu Ibu. Dan aku tidak ingin melihat Liu Chen sama sekali."

"Ayahmu. Siapa namanya?"

"Liu Shan. Dia... dia satu-satunya yang membelaku dulu. Tapi dia tidak punya suara di klan."

Xiao Fan mengingat informasi dari sistem. Liu Shan, anggota cabang ketiga. Bekerja sebagai juru tulis di perpustakaan klan. Bawahan langsung Liu Yuan.

Menarik.

"Kau akan bertemu ayahmu," kata Xiao Fan. "Tapi tidak malam ini. Malam ini aku yang akan pergi dulu."

Liu Ruyan mengerutkan kening. "Pergi ke mana?"

"Perpustakaan Klan Liu. Aku perlu bicara dengan Liu Yuan."

Mata gadis itu membelalak. "Sendirian? Itu berbahaya! Kompleks klan dijaga ketat. Ada formasi pelindung dan penjaga di setiap sudut."

Xiao Fan tersenyum tipis. "Aku pernah menyusup ke Istana Kaisar Langit, Liu Ruyan. Perpustakaan klan kecil tidak akan menjadi masalah."

Ia berdiri dan berjalan ke jendela. Matahari sudah tenggelam. Langit berubah ungu tua.

"Kau tetap di sini. Latih Qi Kematianmu. Jangan buka pintu untuk siapa pun."

"Tapi—"

"Itu perintah."

Liu Ruyan menutup mulutnya. Ia mengangguk, meski matanya masih penuh kekhawatiran.

Xiao Fan melompat keluar jendela, mendarat tanpa suara di atap rumah di sebelah. Bayangan malam menelannya.

[Navigasi: Kompleks Klan Liu berjarak 800 meter ke arah timur laut.]

Ia bergerak cepat. Atap ke atap. Bayangan ke bayangan. Teknik Langkah Bayangan Senyap membuatnya hampir tidak terlihat oleh mata biasa.

Dalam waktu kurang dari sepuluh menit, ia sudah bertengger di dinding luar kompleks Klan Liu. Di balik dinding, puluhan bangunan berdiri dengan arsitektur klasik—atap melengkung, pilar merah, taman-taman kecil. Lentera menyala di sana-sini.

Formasi pelindung berkedip samar di udara—sebuah kubah transparan yang akan membunyikan alarm jika ada penyusup.

Xiao Fan tersenyum. Formasi kuno seperti ini sudah ia bobol ribuan kali di kehidupan sebelumnya.

Ia meletakkan telapak tangannya di permukaan kubah. Qi Kematian mengalir, bukan untuk menghancurkan, tapi untuk meniru. Qi Kematian adalah energi yang melampaui hidup dan mati. Bagi formasi pelindung, ia bukan penyusup. Ia adalah bagian dari alam.

Kubah itu bergetar pelan, lalu terbuka celah kecil—cukup untuk satu orang masuk.

Xiao Fan melesat masuk. Celah menutup di belakangnya tanpa suara.

Ia mendarat di taman kecil, tersembunyi di balik rimbunan bambu. Di kejauhan, ia melihat bangunan terbesar di kompleks—Aula Utama. Di sana, lampu masih menyala. Suara-suara terdengar.

Xiao Fan mendekat, bersembunyi di balik pilar.

Dari celah jendela, ia melihat Liu Chen berdiri di tengah aula, wajahnya merah padam. Di depannya, duduk tiga pria tua dengan jubah hijau—para Tetua Klan Liu.

"Aku sudah bilang! Gadis itu kembali! Dan dia membawa seorang pemuda aneh!" suara Liu Chen nyaring. "Dia mempermalukanku di Desa Batu Hijau! Lalu dia mengalahkan tiga pembunuh yang kusewa!"

Salah satu Tetua—pria dengan janggut putih panjang—menghela napas. "Kau menyewa pembunuh, Chen? Itu tindakan gegabah."

"Itu demi kehormatan klan! Gadis cacat itu seharusnya tidak kembali!"

Tetua lain mengangkat tangan. "Tenang. Kita akan mengirim orang besok pagi ke penginapan. Membawa Liu Ruyan kembali ke klan. Pemuda itu... kita akan tanyai. Jika tidak berbahaya, kita usir. Jika ya..."

Ia tidak menyelesaikan kalimatnya.

Xiao Fan menyeringai dalam bayangan. Besok pagi? Sayangnya, ia tidak suka menunggu.

Ia berbalik dan menghilang ke arah lain kompleks—menuju bangunan tua beratap hitam yang berdiri terpisah dari yang lain.

Perpustakaan Klan Liu.

Tempat Liu Yuan menunggu. Dan tempat rahasia Putri Kegelapan tersimpan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!