Satu malam karena pengaruh alkohol, Arkananta Mahendra merenggut segalanya dari Zevanya, seorang pelayan hotel yang tak berdaya. Arkan pergi tanpa tahu wajah wanita itu, meninggalkan Zevanya dengan janin yang tumbuh di rahimnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nia Rmdhn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ambisi Clarissa
Mata Arkan menatap wajah ayahnya yang mulai renta dan dipenuhi garis keriput karena sakit.
Rasa bersalah Arkan muncul.
Di saat yang sama,
ingatannya kembali terbang pada malam di hotel itu bersama zevanya.
Bayangan tentang sang pelayan wanita di hotel melintas di pikiran Arkan.
namun ia segera menepisnya.
Ia harus memilih,
mengikuti keinginan ayahnya,
karna melihat kondisi nya yang sakit² tan.
"Baiklah,"
ucap Arkan,
suaranya terdengar sangat berat.
"Aku mau dan aku akan bertemu dengan Clarissa."
"ayah sangat senang mendengar itu, ayah akan persiapkan semuanya"
ucap baskara
Keesokan harinya Di sebuah griya mewah milik keluarga Wijaya,
Clarissa Adeline berdiri di depan cermin.
Gaun rancangan desainer ternama membalut tubuhnya dengan sempurna.
Secara fisik,
ia adalah definisi kecantikan yang diinginkan setiap pria.
"Cantik sekali, Clarissa. Kamu benar-benar kebanggaan Mama,"
ujar Siska Wijaya yang masuk ke kamar sambil membawa kalung berlian.
Clarissa tersenyum manis.
"Terima kasih, Ma. Clarissa hanya ingin melakukan yang terbaik untuk nama keluarga Wijaya."
Siska wijaya memakaikan kalung itu ke leher Clarissa anak angkat nya.
"Papa sudah bicara dengan Baskara Mahendra. Arkananta setuju dan ingin bertemu denganmu.
Ini adalah langkah besar, Sayang.
Jika kamu berhasil menjadi menantu keluarga Mahendra,
posisi kita di dunia bisnis tidak akan tergoyahkan."
Clarissa mengangguk patuh,
namun jemarinya meremas pinggiran gaunnya. Ia tahu betul posisinya di rumah ini.
Meskipun Hendra dan Siska Wijaya sangat menyayanginya,
ia hanyalah "pengganti" dari putri kandung mereka yang hilang belasan tahun lalu.
Setiap kali Hendra menatap foto lama putri kandungnya yang hilang,
Clarissa merasa takhta yang ia duduki hanyalah istana pasir yang bisa runtuh kapan saja jika sang putri asli tiba-tiba kembali.
"Aku tidak boleh membiarkan itu terjadi,"
batin Clarissa.
" Aku harus mengamankan posisiku.
Menikah dengan Arkananta Mahendra adalah satu-satunya cara agar aku punya kekuasaan sendiri,
tanpa bayang-bayang status anak angkat."
Bagi Clarissa,
Arkananta bukan sekadar calon suami,
melainkan tiket emas untuk selamanya menjadi "Ratu" yang tak tergantikan.
Ia sudah menyelidiki latar belakang Arkan dia pria dingin,
pekerja keras, dan tampan.
semua perempuan ingin memiliki nya.
"Aku akan membuat Arkan bertekuk lutut padaku,"
gumam Clarissa setelah siska keluar dari kamar.
"Tidak akan ada yang bisa merebut posisi ini dariku. Tidak juga putri kandung keluarga Wijaya, apalagi wanita lain."
Clarissa mempersiapkan segalanya untuk pertemuan pertama mereka di sebuah restoran eksklusif.
Ia memastikan setiap detail penampilannya sempurna.
Restoran mewah itu terasa begitu sunyi bagi Arkananta.
Di hadapannya,
Clarissa Adeline duduk dengan keanggunan yang sempurna,
namun Arkan bahkan tidak menghiraukanya.
Sepanjang pertemuan,
Arkan lebih banyak menatap layar ponsel atau menjawab dengan ucapan singkat.
"Arkan!"
tegur Baskara dengan nada rendah.
namun penuh ancaman saat melihat putranya begitu cuek.
"Aku sudah di sini, Ayah. Apa lagi?"
jawab Arkan dingin.
Baskara menarik napas panjang,
lalu menatap Hendra Wijaya dan Clarissa secara bergantian.
"Sepertinya pertemuan singkat seperti ini tidak cukup untuk kalian saling mengenal. Karena itu, aku sudah memutuskan sesuatu."
Arkan mengerutkan keningnya,.
Firasatnya mulai tidak enak.
"Clarissa akan mulai bekerja di PT Senja Abadi mulai besok. Dia akan mengisi posisi manajer pemasaran,"
lanjut Baskara dengan tegas.
Arkan tersentak,
ia hampir saja melepaskan sendoknya.
"Ayah! posisi itu sudah di isi aku tidak mungkin menggantikan nya dengan clarissa."
gas terus sampai mereka bersatu..💪💪💪