NovelToon NovelToon
Mengasuh Bos Gila!

Mengasuh Bos Gila!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Whidie Arista

Riana terpaksa menjadi Sekertaris Zayn Abimanyu yang gila kerja dan sangat ketat karena Sekertaris sebelumnya memilih Resign karena tak kuat menanggung beban kerjanya. Namun bukan hanya itu masalahnya, Riana menemukan sesuatu yang lebih gila dari Bosnya itu.

Lima kepribadian dalam satu tubuh. Zayn, Ares, Dewa, Rayan dan Bram, setiap nama punya karakter masing-masing.

Dewa si penggoda ulung - Miss I Love You.

Ares - Kakak cantik, tubuh Kakak wangi sekali.

Rayan - si culun yang pemalu.

Bram - Ketua Geng motor rahasia.

Sedang Zayn, si bos dingin yang entah sejak kapan mulai tertarik dengan Riana, wanita yang menjadi pelindungnya, pemegang rahasianya yang seluruh dunia tidak boleh tahu, termasuk keluarganya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Whidie Arista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 6 - Apa dia tahu?

“Pagi Pak,” sapa Riana sambil menaruh piring berisi makanan di meja makan.

“Pagi,” jawabnya kaku, “kenapa kamu ada disini pagi-pagi begini?” tanyanya sambil mengalihkan pandangannya kearah lain.

“Nak Riana nginep disini, Ibu yang suruh,” sahut Ibu Rum.

Zayn berdecak pelan, kemudian kembali ke lantai atas, satu kesimpulan yang dia dapat, Riana pasti sudah tahu rahasianya, apa lagi dia terlihat biasa saja saat melihat pakaian yang Zayn kenakan saat ini.

‘Cih, benar-benar memalukan,’ batinnya.

“Cepat mandi, lalu sarapan,” teriak Ibu Rum, dia bicara seperti pada anaknya bukan pada majikan.

“Ibu udah kenal lama ya sama Pak Zayn, kalian seperti Ibu dan anak,” komentar Riana.

“Iya, dulu Ibu tetangga orang tuanya Zayn. Sayangnya pas orang tuanya meninggal Ibu lagi diluar kota, baru setelah dewasa Ibu ketemu dia lagi,” jelasnya.

Riana manggut-manggut sambil tersenyum.

Selepas sarapan Riana dan Zayn pun berangkat bersama, kali ini Zayn yang menyetir sedang Riana sibuk menyusun jadwal rapat dan pertemuan yang harus Zayn hadiri di tabletnya.

Zayn melirik tipis-tipis kearah Riana, jemarinya mengetuk-ngetuk kemudi pelan, dia ingin bertanya tentang hal yang Riana ketahui tentang dirinya, namun mulutnya begitu berat untuk berucap hingga suaranya pun tak mampu melewati kerongkongannya. Sejujurnya dia sangat malu, citra Bos tegas dan berwibawanya baru saja runtuh dihadapan Riana.

Hening menyelimuti sepanjang perjalanan hingga mobil memasuki pekarangan kantor pun mereka tetap diam. Riana keluar lebih dulu, matanya masih tetap sibuk menatap layar tabletnya, kali ini dia sedang mengawasi grafik pasar saham disana, hingga tak menyadari jika sejak tadi Bosnya itu terus melirik kearahnya.

Mereka masuk kedalam lift khusus para petinggi perusahaan, kantor Zayn dan Riana berada di lantai yang sama, bahkan ruangannya pun tak jauh hanya terhalang dinding kaca yang ditutupi dengan tirai krey tipis sebagai penghalang.

Zayn duduk dengan hati tak tenang, dia ingin bertanya tapi tak berani, dia terus melirik kearah dinding kaca pembatas ruangannya dengan ruangan Riana. Dia berjalan beberapa jengkal, tubuhnya merapat ke dinding agar tak ketahuan jika dia tengah mengintip.

Tampak Riana tengah bicara di telpon, namun telinga Zayn tak mampu menjangkaunya, ruangan-ruangan disini dibuat kedap suara jadi suara dari ruangan lain tak akan sampai terdengar ke ruangannya.

‘Kenapa dia gak bertanya tentang kejadian semalam, seharusnya dia bertanya kan?’ batinnya, lagi-lagi dia mengintip dari balik krey ruangannya.

Riana bangkit membuat Zayn terkejut, dia lekas kembali ke tempat duduknya mengira Riana akan masuk ke ruangannya, namun dia salah tujuan wanita itu adalah dapur dan mesin kopi otomatis.

Riana meregangkan ototnya, baru bekerja setengah hari saja dia sudah mengantuk, dia butuh kafein untuk menyegarkan pandangannya.

Zayn menunggu di ruangannya dengan harap-harap cemas, menyusun kata untuk menjaga wibawanya tetap aman di hadapan Sekertarisnya itu. Namun yang ditunggu tak kunjung datang, Zayn bangkit kembali mengintip Riana dari tempat yang sama, dan luar biasanya dia ada disana duduk sambil menikmati secangkir kopi.

“Wah Riana, kamu enak-enak minum kopi di sana sedang saya disini mondar-mandir kaya setrikaan,” dia berdecak kesal sambil kembali duduk di kursi kebesarannya.

Dia menekan telpon kabelnya, dia putuskan untuk bicara langsung alih-alih hanya menebak.

“Riana, datang ke ruangan saya!” titahnya.

Tak berselang lama Riana pun datang, “ada apa Pak?” tanyanya.

“Ini coba kamu periksa sebelum saya menandatanganinya, takutnya ada kesalahan,” dalihnya.

Riana menyambutnya, kemudian membaca berkas tersebut, tak ada yang salah menurutnya, semua sudah sesuai seperti yang dia tahu.

“Sudah Pak, tidak ada kesalahan di berkasnya, Bapak bisa menandatanganinya dengan aman,” komentar Riana.

“K-kamu yakin, tapi saya rasa ada yang kurang tepat," Ujarnya.

“Benarkah, bagian yang mana pak?” tanya Riana dia membentangkan berkas itu dihadapan Zayn, mencari bayit kesalahan yang dia maksud.

“Itu, yang itu saya rasa kurang tepat,” ungkapnya gugup.

“Yang ini? Saya rasa ini sudah sempurna Pak, ini sudah sesuai dengan berkas yang kita inginkan,” jelasnya.

“Kamu ini, Bosnya itu saya atau kamu? Kalau saya bilang kurang ya kurang, cepat suruh Revisi lagi sana,” kesalnya.

“Revisi lagi? Bapak tahu sudah berapa kali saya minta ini di Revisi, ini buang-buang waktu Pak, saya banyak kerjaan Bapak Revisi saja sendiri,” Riana menaruh berkas itu kembali dan pergi meninggalkan Zayn yang termangu diruangannya.

“Hah, apa tadi dia bilang? Heh Riana, kembali kamu ke sini!” teriakannya terhalau oleh pintu yang telah tertutup.

“Bodo amatlah kesel gue, marah ya marah. Lagian itu berkas udah bagus juga, ngapain dirubah lagi, nambah-nambah kerjaan gue aja,” gerutunya sambil berlalu kembali ke ruangannya.

1
Susi Akbarini
gak aneh..
riana kan pawang zayn..

🤣🤣😄😄💪💪❤😍😍
Susi Akbarini
lanjutttt...
❤❤❤😍😍😍
Susi Akbarini
waaahhh..
itu bukan ketergantungan..
tapi ..

cemburu berat...
🤣😄😄😍😍❤💪💪💪❤❤
Susi Akbarini
lanjuttttttt..

😍😍❤❤💪💪💪
Susi Akbarini
cie3..
zayn cemburuuuu..

😄😄😍❤💪💪
Susi Akbarini
waduhhh..
akankah Riana ninggkain zayn saqt ada mamanya..

😍😍❤❤💪💪💪
Susi Akbarini
cie2..
jadi senyum2 bacanya..

😄😄😄😄😄😍😍❤💪💪💪
Susi Akbarini
waaahhhh..
zayn mulai ada rasa..

mereka berdua deh..

😄😄😍😍❤💪💪💪
Susi Akbarini
lanjutttt..

😍😍❤💪💪
Susi Akbarini
waahhhh..
bener2..
kasihan zayn..
dirawat tapi diundat2...
😍😍😍❤❤💪💪
Susi Akbarini
Apakah zayn takut melepas gelar anak org kaya nya...
klai gk takut..
minggat aj azayn..

😄😄❤❤💪💪
Susi Akbarini
swtelah sekian laa rayyan baru muncul ..
❤😍😍💪💪💪
Susi Akbarini
lanjuttttt...
❤❤😍💪💪💪
Susi Akbarini
waaaahhhh..

spesies baru lagi ini..

😄😄😄😄❤❤😍💪1
Susi Akbarini
lanjuttttt...

❤❤❤❤❤❤😍😍😍😍😍💪💪💪
Susi Akbarini
akankah rara membocorkan rahasia riana dan zayn..

🤣🤣😄😄❤❤😍💪💪
Susi Akbarini
kasihan zayn...
❤❤😍😍💪
Susi Akbarini
tak kirimi kopi biar gk ngantuk...

🤣🤣😄❤❤😍💪
Whidie Arista 🦋: maacih, author emang lagi ngantuk, auto seger langsung ✌️🤣
total 1 replies
Susi Akbarini
kok aurin..

bukan aruna ya kak..

😄❤😍💪
Whidie Arista 🦋: typo kayanya kak, wkwk 🙏 otw benerin makasih dah kasih tahu😆
total 1 replies
Susi Akbarini
mingkin gk suka ama aruna...

😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!