not allowed to copy , cerita ini 100% hasil dari pikiran ku sendiri, jadi jangan copy cerita ini,
cerita ini berjudul *menikah dengan musuh!! *
pemeran perempuan dalam cerita ini sangat membenci seorang lelaki yang sangat nakal dan sering bolos waktu sma, dan nama nya adalah ALRESCHA dan kerap di panggil al/reska
ayana/ pemeran utama dari cerita ini sangat membenci al,namun al menyukai nya dari zaman sma hingga kuliah, namun al sama sekali tidak pernah mengungkapkan cinta nya kepada ayana, dan sekarang dia di pertemukan lagi, dan di paksa oleh kedua orang tua mereka untuk menikah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NaNa/ji-eun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 6
saat ini ayana masih sangat merasakan sakit yang begitu dalam karena ucapan al
entah mengapa ucapan itu sangat menusuknya, padahal dia sering dikatai oleh Zean, namun ia tidak pernah menangis hingga sesegukan seperti ini
"napa sih ucapan ou itu nusuk banget ke hati gw" (ayana)
sebuah mobil tiba tiba singgah di tepi pantai yang ayana tempati, keluarlah seorang pria yang menggunakan kemeja hitam dan celana hitam
siapa lagi kalau bukan Alrescha, ayana yang melihat kehadiran al, ia pun langsung menghapus air matanya
"kamu kenapa ayana" (al)
Dengan lembut al bertanya kepada ayana, namun
"apaan sih gw baik baik aja, ngapain lu kesini"(ayana)
Ayana berusaha menutupi kesedihannya, ia tidak ingin al mengetahui bahwa ia menangis karena al
namun, mata yang sembab, hidung yang memerah itu tidak menutupi semua nya
"saya tau kamu menangis" (al)
"siapa yang nangis sih" (ayana)
"mata dan hidung mu tidak bisa berbohong ayana" (al)
"apaan sih, mata gw tadi kelilipan, soalnya pasirnya beterbangan, terus hidung gw merah karena di sini udaranya dingin, alay banget sih lu, mana mungkin gw nangis" (ayana)
alasan ayana memang masuk akal, tapi al tidak bisa di bohongi, apalagi supir ayana sudah memberitahu al bahwa ayana nangis hingga sesegukan
jadi ayana tidak akan bisa berbohong kepada al
"udah deh gw mau pulang, pak ayo pulang" (ayana)
"baik non" (pak supir)
mereka pun pulang dan di ikuti oleh al yang mengemudikan mobil di belakang mobil yang di kendara i ayana
namun, mobil yang di kendarai oleh ayana tiba tiba saja berbelok, al yang melihat itu pun langsung mengikuti nya
ternyata ayana singgah membeli cemilan terlebih dahulu, agar di kamar nanti ia tidak menangis lagi, padahal di rumah al banyak cemilan yang di siap kan namun ia memilih untuk membeli di luar
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sesampainya di rumah al, ayana baru saja masuk ke rumah itu, langsung di sambut oleh ibu mertua nya yang masih setia menggendong reva
"haloo tante, ajak aku ke kamar tante" (alifa)
Ayana hanya menghela nafas dan langsung mengambil reva dari gendongan ibu mertuanya
ayana pun membawa reva ke kamarnya, sebenarnya tangan ayana tidak sanggup mengangkat reva, karena tadi dia habis menangis hingga sesegukan
jika ayana menangis, tangannya memang tidak bisa menggenggam kuat, cemilan yang dia beli saja beberapa kali terjatuh
namun ia menguatkan tangannya agar reva tidak jatuh di gendongannya
di kamar ayana langsung mengambil ipad milik nya, dan menonton drama yang berjudulu speed and love
dia menonton sambil menidurkan reva, dia sudah seperti seorang ibu
Di sisi lain, ada al yang terus menerus melibat ayana, karena ia merasa bersalah, ia tau bahwa ayana menangis karena nya
"al, ambil reva, tidurin di situ, gw masih mau nonton" (ayana)
al pun nurut kepada ayana, dia langsung mengambil reva dan menidurkan nua tepat di tengah kasur, agar ayana dan al masih bisa tertidur di kiri dan kanan reva
agar al tidak tau bahwa ia menangis karena ulah nya, ayana pun membuka pembicaraan
"besok ke kampus pagi, siang, sore atau malam" (ayana)
"sepertinya jadwal besok itu di siang hari" (al)
"oh ok" (ayana)
ayana menonton drama itu hingga larut malam, dia tidak sadar bahwa jam sudah menunjukkan pukul 23.25
al terbangun dan melihat ayana yang masih setia dengan drama nya pub berdiri dan mengambil ipad milik ayana
"ngapain di ambil sih" (ayana)
"udah larut malam ayana, sudah waktunya tidur" (al)
ayana pun melihat jam, dan ya, memang sudah jam 11 malam, dia pun pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka nya dan memakai skin care
dan langsung menidurkan dirinya di dekat reva
...****************...
sekarang menunjukkan pukul 2 pagi, reva tiba tiba menangis histeris yang membuat ayana terbangun
ayana mengecek suhu badan reva, namun tidak ada tanda tanda demam, dan popok nya juga tidak full
ayana pun langsung menggendong reva, dan tiba tiba saja reva berhenti menangis, ia pun terus menggendong nya sekali kali menutup matanya
Saat ayana merasa reva sudah cukup tenang, ayana menidurkan kembali reva di samping nya, namun reva kembali menangis, dan ya, terpaksa ayana menggendongnya kembali
sudah 3 kali percobaan ayana menidurkan reva di kasur, namun reva selalu menangis
ayana pergi mengambil 5 bantal di lemari al dan langsung menyusun nya di kiri dan kanan ayana, karena ayana berniat untuk tidur sambil menggendong reva
setelah sudah di anggap aman, ayana pun mulai menutup matanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
di pagi hari, ayana mencoba turun ke bawah sambil membawa reva, ia mencari keberadaan alya, karena ingin memberikan reva ke ayana, namun alya tidak ada di rumah itu
ayana mencari ke kamar mereka pun tidak menemukan keberadaan alya
"eh, bibi, kak alya ke mana?" (ayana)
"loh, tadi subuh udah pulang ke kota non"(bibi)
"lahh, terus reva gimana bi" (ayana)
"kata non alya tadi, suruh non ayana aja yang jaga, soalnya kalau di kota gk ada yang jagain reva, apalagi non alya dan tuan rezki juga sibuk kerja" (bibi)
"hah, gimana ceritanya sih, nanti anak nya nyariin kak alya gimana, terus ayana kan juga kuliah" (ayana)
"tenang aja ayana,kalau kamu lagi kuliah kan ada mama yang jagain" (alifa)
"tapi kalau reva nyariin mama nya gimana mah" (ayana)
"kan kamu bisa pura pura jadi mamah nya dulu" (alifa)
"hmmm, yaudah deh kalau gitu" (ayana)
Sebenarnya ayana tidak ingin menjaga reva terlalu lama, karena takutnya reva tidak mengenal mama nya, dan akan membenci mama nya karena tidak pernah merawatnya sedari kecil
namun ia akan mengajarkan anak itu agar tetap mengingat mama nya dan tidak akan membenci kedua orang tuanya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
saat ayana di kampus, reva selalu menang histeris, dia seperti mencari seseorang hingga badannya panas
"aduh reva, hey gk boleh nangis,aduh reva nanti kamu batuk loh kalau nangis terus" (alifa)
alifa mulai kehabisan cara untuk menenangkan reva, dia sudah membawanya keluar, sudah memberikannya mainan, namun reva tetap saja menangis
"bibi, tlp ayana bi, suruh ayana pulang" (alifa)
Satu satu nya cara yang alifa dapat adalah, menyuruh ayana pulang, siapa tau eva mencari ayana
"aduh nyonya,non ayana tidak mengaktifkan paket data nya" (bibi)
"aduhhh gimana ini" (alifa)
tak kunjung lama, ayana pun pulang dari kampus, alifa yang melihat ayana datang pun langsung memberikan reva kepada ayana
"ayana coba kamu gendong reva siapa tau dia berhenti nangis" (alifa)