NovelToon NovelToon
Takdir Dari Bayangan

Takdir Dari Bayangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Akademi Sihir / Epik Petualangan / Anak Genius
Popularitas:734
Nilai: 5
Nama Author: J. F. Noctara

Arkan Noctis memasuki Akademi Duskveil, tempat para penyihir muda dilatih dalam tiga kekuatan utama: alam, cahaya, dan malam. Namun berbeda dari murid lain, Arkan datang membawa satu tujuan—mengungkap kebenaran tentang keluarganya yang selama ini dianggap sebagai simbol kegelapan dan kehancuran.
Pencariannya membawanya pada sebuah ritual kuno yang hanya bisa dilakukan dengan menyatukan ketiga jenis sihir.
bagaimana cara arkan menyatukan ketiga jenis sihir itu?? dan apa kebenaran dari keluarga noctis?? Ayoo mulai baca Takdir dari Bayangan!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon J. F. Noctara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 : Bisikan di Taman Natureveil

Sore hari di Akademi Duskveil selalu memiliki suasana yang berbeda.

Jika pagi dipenuhi kesibukan kelas dan latihan sihir, maka sore adalah waktu ketika akademi terasa lebih hidup. Para murid berkumpul di berbagai sudut halaman—ada yang berlatih mantra, berdiskusi tentang pelajaran, atau sekadar berjalan santai di taman.

Di wilayah Natureveil, suasana itu terasa lebih kuat lagi.

Pepohonan tinggi mengelilingi bangunan batu yang dipenuhi tanaman merambat. Bunga-bunga berwarna cerah bermekaran di sepanjang jalan setapak, dan udara dipenuhi aroma segar tanah serta daun.

Di tengah taman utama, beberapa murid Natureveil sedang berlatih sihir alam.

Ada yang membuat air melayang di udara seperti bola kecil yang berputar. Ada juga yang menumbuhkan tanaman dari tanah hanya dengan menyentuhnya.

Namun hari itu, perhatian sebagian dari mereka tidak sepenuhnya pada latihan.

Karena di bawah pohon besar di tepi taman—

Leyna sedang berdiri menunggu seseorang.

Ia bersandar ringan pada batang pohon tua, tangan terlipat santai di depan dada.

Beberapa murid Natureveil lewat di dekatnya.

Sebagian dari mereka menyapanya.

Sebagian lainnya hanya melirik dengan senyum kecil.

Leyna sudah terbiasa dengan perhatian seperti itu.

Sejak tahun pertamanya di akademi, banyak murid—terutama para murid laki-laki—yang mencoba mendekatinya. Entah untuk berbicara, berlatih bersama, atau sekadar mencari alasan untuk berada di dekatnya.

Awalnya ia merasa canggung.

Namun lama-kelamaan ia belajar untuk mengabaikannya.

Namun hari ini berbeda.

Karena untuk pertama kalinya, ia menunggu seseorang dari rumah lain.

Beberapa menit kemudian—

Arkan muncul di ujung jalan taman.

Ia berjalan dengan langkah tenang seperti biasa, jubah Darkveil yang ia kenakan bergerak pelan tertiup angin sore.

Beberapa murid Natureveil langsung memperhatikannya.

Bisikan kecil mulai terdengar.

“Itu Arkan Noctis.”

“Dia yang kemarin dibicarakan di aula makan.”

“Kenapa dia datang ke sini lagi?”

Arkan tidak memperhatikan mereka.

Matanya langsung tertuju pada Leyna.

Leyna melambaikan tangan kecil.

“Kau datang.”

Arkan berhenti di depannya.

“Kau bilang kita harus bicara.”

Leyna mengangguk.

“Ya.”

Ia melihat sekeliling taman.

“Bukan di sini.”

Arkan mengikuti pandangannya.

Beberapa murid memang tampak memperhatikan mereka.

Leyna menunjuk ke arah jalan kecil di belakang taman.

“Ada tempat yang lebih sepi.”

Mereka berjalan menyusuri jalan setapak yang sempit.

Semakin jauh dari taman utama, semakin sunyi tempat itu.

Pepohonan menjadi lebih rapat, dan suara murid-murid di kejauhan perlahan menghilang.

Akhirnya mereka sampai di sebuah tempat kecil di dekat kolam alami.

Airnya jernih, memantulkan cahaya matahari sore yang mulai meredup.

Leyna berhenti di sana.

“Tempat ini jarang ada orang.”

Arkan berdiri di dekat batu besar di tepi kolam.

“Solan belum datang?”

Leyna menggeleng.

“Dia bilang akan datang sedikit terlambat.”

Beberapa saat mereka berdua hanya berdiri dalam keheningan.

Angin sore menggerakkan permukaan air kolam dengan lembut.

Leyna akhirnya berkata,

“Jadi.”

Ia menatap Arkan.

“Kau masih mendengarnya?”

Arkan tidak langsung menjawab.

Ia memejamkan mata sebentar.

Fokus.

Beberapa detik berlalu.

Lalu ia membuka mata lagi.

“Ya.”

Leyna menghela napas.

“Seperti apa?”

Arkan menatap air kolam yang tenang.

“Seperti nyanyian.”

Leyna sedikit mengerutkan kening.

“Nyanyian… bagaimana?”

Arkan mencoba mencari kata yang tepat.

“Bukan seperti lagu manusia.”

Ia berhenti sejenak.

“Lebih seperti… melodi yang datang dari sangat jauh.”

Leyna menatapnya dengan serius.

“Apa kau merasa nyanyian itu memanggilmu?”

Pertanyaan itu membuat Arkan terdiam.

Ia memikirkan kembali perasaan yang ia rasakan di menara.

Perasaan bahwa suara itu… mengenalnya.

Akhirnya ia menjawab pelan.

“Mungkin.”

Leyna duduk di batu di tepi kolam.

“Itu tidak terdengar menenangkan.”

Arkan setuju.

“Memang tidak.”

Leyna menatap permukaan air.

“Kalau nyanyian itu datang dari dunia bayangan…”

Ia melanjutkan dengan pelan,

“Berarti sesuatu di sana tahu tentangmu.”

Arkan tidak menyangkal.

Justru itu yang membuatnya gelisah.

Beberapa detik kemudian—

Langkah kaki terdengar dari jalan setapak.

Solan muncul dari balik pepohonan.

“Akhirnya aku menemukan kalian.”

Leyna menoleh.

“Kau lama sekali.”

Solan mengangkat bahu.

“Guru Lightveil memutuskan memberi ceramah panjang tentang sejarah sihir penyembuhan.”

Ia mendekati mereka.

“Dan aku tidak bisa keluar begitu saja.”

Ia kemudian menatap Arkan.

“Kabar buruk atau kabar baik?”

Arkan menjawab singkat.

“Aku masih mendengarnya.”

Solan menghela napas pelan.

“Aku tidak yakin itu kabar baik.”

Ia duduk di batu lain di dekat mereka.

“Kita harus memikirkan apa arti semua ini.”

Leyna berkata,

“Penjaga gerbang mengatakan keluarga Noctis adalah penjaga bayangan.”

Solan mengangguk.

“Dan makhluk itu mengenali Arkan.”

Ia menatap Arkan.

“Itu berarti hubungan antara keluargamu dan dunia bayangan jauh lebih dalam dari yang kita kira.”

Arkan menyilangkan tangan.

“Masalahnya… aku tidak tahu apa-apa tentang itu.”

Leyna mengangkat alis.

“Benarkah?”

Arkan mengangguk.

“Keluargaku tidak pernah membicarakan hal-hal seperti itu.”

Solan terlihat berpikir keras.

“Kalau begitu ada dua kemungkinan.”

Leyna menoleh padanya.

“Apa?”

Solan mengangkat dua jari.

“Pertama, keluargamu sengaja menyembunyikannya.”

Ia menurunkan satu jari.

“Dan kedua…”

Ia menatap Arkan dengan serius.

“…bahkan mereka sendiri tidak lagi tahu kebenarannya.”

Keheningan kembali muncul.

Angin sore bertiup melalui pepohonan.

Beberapa daun jatuh ke permukaan kolam.

Leyna akhirnya berkata,

“Kita harus kembali ke perpustakaan bawah tanah.”

Arkan menoleh padanya.

“Kenapa?”

Leyna menunjuk Arkan.

“Karena kau menemukan ritual itu di sana.”

Ia melanjutkan,

“Kalau ada catatan tentang penjaga gerbang atau keluarga Noctis, kemungkinan besar ada di tempat yang sama.”

Solan setuju.

“Itu masuk akal.”

Namun Arkan tidak langsung menjawab.

Ia masih memikirkan sesuatu yang lain.

Nyanyian itu.

Setiap kali ia mencoba mengingatnya—

Melodinya terasa semakin jelas.

Seolah-olah jarak antara dirinya dan suara itu semakin pendek.

Arkan berkata pelan,

“Ada satu hal lagi.”

Leyna dan Solan menatapnya.

“Apa?”

Arkan mengerutkan sedikit kening.

“Nyanyian itu…”

Ia berhenti sejenak.

“…semakin kuat.”

Leyna langsung merasa tidak nyaman.

“Sejak kapan?”

“Sejak pagi.”

Solan menatapnya serius.

“Itu berarti segel mungkin belum sepenuhnya stabil.”

Leyna berdiri dari batu.

“Atau…”

Ia menatap Arkan dengan ekspresi yang sedikit khawatir.

“…nyanyian itu memang ditujukan padamu.”

Angin sore bertiup lebih kuat sekarang.

Permukaan kolam bergelombang pelan.

Solan berkata,

“Kalau begitu kita harus mencari jawabannya sebelum sesuatu yang lain terjadi.”

Arkan mengangguk pelan.

Ia menatap langit sore yang mulai berubah jingga.

Untuk sesaat, dunia terasa normal kembali.

Akademi.

Taman.

Teman-teman baru.

Namun jauh di dalam pikirannya—

Ia tahu semuanya telah berubah.

Gerbang dunia bayangan sudah terbuka sekali.

Dan sesuatu di sana…

Sekarang tahu namanya.

Arkan Noctis.

1
Palu Hiji
up up upppp!!!!!
Palu Hiji
cerita yang aku sukaaaaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!