NovelToon NovelToon
Erick-Melina Dosen Dan Mahasiswinya

Erick-Melina Dosen Dan Mahasiswinya

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Dosen / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Greta Ela

Melina Lamthana tak pernah merencanakan untuk jatuh cinta ditahun pertamanya kuliah. Ia hanya seorang mahasiswi biasa yang mencoba banyak hal baru dikampus. Mulai mengenali lingkungan kampus yang baru, beradaptasi kepada teman baru dan dosen. Gadis ini berasal dari SMA Chaya jurusan IPA dan Ia memilih jurusan biologi murni sebagai program studi perkuliahannya dikarenakan juga dirinya menyatu dengan alam.

Sosok Melina selalu diperhatikan oleh Erick Frag seorang dosen biologi muda yang dikenal dingin, cerdas, dan nyaris tak tersentuh gosip. Mahasiswi berbondong-bondong ingin mendapatkan hati sang dosen termasuk dosen perempuan muda. Namun, dihati Erick hanya terpikat oleh mahasiswi baru itu. Apakah mereka akan bersama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Greta Ela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Kabar perpindahan Bu Luna ternyata menjadi awal dari perubahan besar di kelas Biologi. Seminggu setelah pengumuman itu, grup kelas kembali ramai. Ketua kelas mengirim pesan singkat namun mengejutkan

"Guys, dosen pengganti Bu Luna adalah Pak Erick"

Melina membaca pesan itu berulang kali. Dadanya terasa mengencang, entah karena kaget atau karena perasaan lain yang sulit ia pahami. Bunga yang sedang menyisir rambutnya langsung mendengus pelan.

"Fix, hidup kita makin tegang," gumam Bunga.

Melina hanya tersenyum tipis. Ia tak tahu harus merasa senang atau khawatir.

"Banyak mahasiswi yang tak suka lagi melihat Pak Erick karena sifatnya yang begitu tegang." ujar Bunga

"Bagaimana denganmu, Mel?"

"Aku juga tidak tahu, dari cara bapak itu marah dan mengeluarkan teman kelas kita jadi agak takut juga sih aku." jawab Melina

Hari pertama Pak Erick masuk sebagai dosen pengganti, suasana kelas berbeda. Ia berdiri tegak di depan, rapi seperti biasa, suaranya tenang namun penuh tekanan. Matanya memperhatikan seluruh ruangan, lalu berhenti sedikit lebih lama di arah tempat duduk Melina. Bukan tatapan mencolok, tapi cukup membuat Melina menunduk tanpa sadar.

Dalam hati, Erick merasa puas. "Akhirnya".

Tanpa Bu Luna, tak ada lagi bayangan masa lalu yang mengganggunya. Tak ada lagi alasan untuk menjaga jarak berlebihan. Ia kini resmi mengajar kelas itu dua kali seminggu. Dua kali seminggu melihat Melina, mendengar suaranya, memperhatikan caranya mencatat, caranya bertanya, caranya mengerutkan dahi saat berpikir.

Hari demi hari berlalu. Minggu berganti bulan. Erick semakin menikmati perannya. Ia selalu tampak profesional di kelas, namun batinnya dipenuhi rasa senang yang tak ia sembunyikan dari dirinya sendiri. Ia hafal kebiasaan Melina yang datang lebih awal, duduk di sisi kiri, selalu membawa pulpen warna biru dan hitam.

Sementara itu, Melina mulai merasakan perubahan dalam dirinya. Awalnya hanya rasa canggung. Lalu menjadi gugup. Hingga akhirnya berubah menjadi rasa penasaran yang tak ia akui. Setiap kali Pak Erick menjelaskan materi, Melina berusaha fokus, tapi kadang justru terjebak memperhatikan nada suaranya, gerakan tangannya, atau tatapan matanya yang seolah bisa menembus pikirannya.

Suatu malam, Erick duduk sendirian di ruang kerjanya. Laptop menyala, lampu redup. Ia membuka Instagram, lalu mengetik nama Melina di kolom pencarian. Akun itu tidak terkunci.

Saat Erick membuka profil Melina, alisnya terangkat.

Nama akunnya sudah pernah muncul di notifikasi beberapa bulan lalu.

Melina pernah melihat profilnya.

Senyum kecil di wajah Erick, senyum yang lambat dan penuh arti.

"Jadi kamu juga penasaran," gumamnya pelan.

Ia menelusuri unggahan Melina satu per satu. Foto bersama Bunga di kafe sederhana, foto langit senja dari balkon apartemen, foto buku catatan kuliah dengan coretan warna-warni. Tidak berlebihan, tidak dibuat-buat. Justru itu yang membuat Erick semakin terpikat. Ia menyimpan beberapa foto itu, bukan untuk dibagikan, hanya untuk dirinya sendiri.

Empat bulan berlalu tanpa terasa. Perkuliahan berjalan normal, tapi ada jarak yang perlahan menipis. Erick mulai sering menyapa Melina di luar kelas. Di kantin, di lorong fakultas, bahkan sekali di minimarket dekat kampus.

"Hari ini capek ya?"

"Atau... tugas Biologi kemarin sudah dikerjakan?"

Sapaan itu selalu terdengar wajar, tapi bagi Melina, setiap kata terasa berbeda. Ada getaran kecil di dadanya yang makin sering muncul. Ia jadi lebih sering memikirkan Pak Erick, lebih sering diam, dan lebih jarang bercerita pada Bunga.

Hingga suatu malam, notifikasi Instagram Melina berbunyi.

Sebuah pesan masuk dari akun yang sudah sangat ia kenal.

@Erickfrag:

"Selamat malam, Melina. Maaf mengganggu. Saya hanya ingin memastikan kamu sudah memahami materi minggu ini."

Melina menatap layar ponselnya lama sekali. Jantungnya berdegup cepat. Tangannya gemetar saat mengetik balasan.

"Iya Pak, sudah... terima kasih."

Pesan itu seharusnya berhenti di sana. Tapi tidak.

Percakapan berlanjut. Tentang kuliah. Tentang rencana liburan. Tentang hal-hal ringan yang perlahan menjauh dari sekadar akademik. Erick selalu menjaga bahasanya sopan, tapi perhatian kecilnya terasa nyata.

Sejak saat itu, jarak Melina dan Erick semakin kabur. Mereka sering bertemu tak sengaja. Erick selalu tahu kapan Melina selesai kelas. Selalu tahu tempat makan favoritnya. Melina mulai menyadari perubahan pada dirinya sendiri. Ia tidak lagi sepolos dulu. Ada kegelisahan, ada harap yang tumbuh diam-diam, dan ada rasa bersalah yang ikut menyertainya.

Suatu sore, saat Melina berjalan pulang bersama Bunga, Bunga menatapnya lama.

"Mel… kamu kenapa sih akhir-akhir ini beda?"

Melina terdiam. Ia ingin jujur, tapi kata-kata itu selalu tertahan di tenggorokan.

"Aku cuma capek," jawabnya akhirnya.

Namun di dalam hati, Melina tahu, ini bukan sekadar capek. Ada sesuatu yang sedang menyeretnya pelan-pelan ke arah yang tak ia pahami sepenuhnya. Dan di sisi lain, Erick tersenyum puas, merasa langkahnya semakin dekat dengan tujuan yang sejak lama ia inginkan.

Tak ada yang tahu, bahwa pertemuan mereka bukan lagi sekadar dosen dan mahasiswi.

Dan tak satu pun dari mereka menyadari, bahwa perasaan ini akan membawa konsekuensi yang jauh lebih besar dari yang mereka bayangkan.

Bulan berlalu hingga UAS, mereka melewati semuanya dengan berbagai tantangan. UTS dilewati dengan baik. Erick sengaja membuat materi UTS mudah Ia ingin seluruh mahasiswanya mendapatkan nilai A darinya.

Besoknya UAS terakhir....

"Mel, kali ini UAS nya susah gak ya?" Bunga gugup

"Semoga tidak."

Kepala Jurusan masuk ke kelas mereka lalu memberikan soal lembaran pilihan berganda dan esai dengan waktu hanya 1 jam. Melina mengerjakannya dengan sungguh-sungguh lalu mengumpulkannya sebagai yang pertama. Ia izin pada Bunga untuk pergi ke toilet dan menyuruhnya untuk menunggu didepan gerbang kampus.

Melina merasa senang karena UAS semester satu ini begitu mudah dan gampang dicapai. Tapi Ia harus siap untuk semester depan selanjutnya.

Saat Melina memasuki toilet, suasanya sangat sepi, hanya ada dia ditoilet itu. Apa mungkin orang-orang masih mengerjakan UAS.

Melina lalu masuk dan buang air kecil, setelah itu Ia bercermin dan memperbaiki rambutnya.

Tak lama, Melina lalu keluar dari toilet dan terkejut melihat Pak Erick berdiri didepan toilet mahasiswa khusus perempuan.

"Melina." ujarnya

"Iya...pak." balasnya gugup

"Bagaimana UAS mu?" tanya Pak Erick dengan suara rendah

"Lancar pak." jawabnya pelan.

Pak Erick lalu melangkah lebih dekat. Ia ingin menyentuh Melina disitu juga. Ia tak tahan melihat gadis ini tanpa sentuhannya.

"Libur mulai besok, kan?" tanya Pak Erick

"Iya, pak."

Sontak Pak Erick dengan berani menyentuh tangan Melina.

"Melina, saya rasa kita memiliki perasaan yang sama. Saya tahu kamu stalking Instagram saya setiap malam dan tentu saja saya melakukan hal yang sama pada Instagram kamu." ujarnya

Melina lalu terdiam, Ia tak bisa mengelak. Pak Erick ingin langsung mengungkapkan perasaannya pada Melina saat itu juga tetapi Ia menahannya.

Pak Erick merasa tegang. Ia tak mungkin menghancurkan gadis polos ini. "Agh, sialan belum saatnya." ujarnya dalam hati sambil menenangkan dirinya yang tegang.

"Saya diluan ya pak." ujar Melina lalu meninggalkan Erick

Erick melihat cara Melina berjalan dengan rok itu membentuk pinggangnya.

"Hmmm..." ujarnya.

Melina langsung menemui Bunga digerbang kampus

"Lama banget sih kamu, ngapain aja sih di toilet." ujar Bunga kesal

"Maaf Bunga, tadi perut aku mules." ucap Melina mencari alasan.

Mereka lalu pergi ke apartemen. Bunga berencana pulang ke rumahnya karena selesai UAS sementara Melina tidak pulang karena Ia tahu tiket pesawat pasti mahal.

"Mel, kamu beneran gak pulang? Kamu berani disini sendiri?" Bunga khawatir

"Aku berani kok. Kalau aku bosan, aku akan telpon kamu. Soalnya tiket pesawat mahal, aku tak ingin memberatkan orang tuaku." ujarnya

Bunga lalu mengangguk. Anak orang kaya emang beda. Itulah Melina, gadis polos yang dapat beasiswa tapi lebih memilih untuk menabungkan uangnya.

Malamnya saat Bunga beres-beres pakaian, Melina melihat ponselnya bahwa Pak Erick mengirimkan pesan lewat Instagram

@Erigfrag:

"Malam Melina, besok saya ingin bertemu denganmu dikampus pukul 09.00, ada yang mau saya bicarakan. Ingat, hanya kamu yang datang."

Melina membalas

"Baik pak."

Setelah Bunga menyusun pakaiannya, Ia lalu tidur dan tinggal menunggu Esok ke Bandara.

1
CACASTAR
bagus
Kasychan`●⑅⃝😽
panas ga tuh si erick🤣
ℜ𝔞𝔦𝔫 𝔦𝔫 𝔖𝔲𝔪𝔪𝔢𝔯
Pada dasarnya. wanita akan benar - benar aman dan di ratukan di tangan pria yang benar - benar tulus mencintainya. Semoga hubunganny Langgeng pak Erick dan melina /Rose//Determined/
ℜ𝔞𝔦𝔫 𝔦𝔫 𝔖𝔲𝔪𝔪𝔢𝔯
Rupanya milan ni terkenal dimana mana lah...🤭
MARDONI
Melina yang milih nunggu libur semester tuh keliatan dewasa dan kalem… makin bikin aku sayang sama dia.
Greta Ela🦋🌺: Awas nanti Pak Erick ngamuk, kak Doniii🤣
total 1 replies
MARDONI
Baru seminggu tapi rasanya Melina udah nyatu banget sama dunia kampus 🥺 vibes-nya tenang dan nyaman
Noname
sepertinya akan ada sesuatu yang terjadi 🗿
L̲̅I̲̅L̲̅Y̲̅V̲̅E̲̅Y̲̅
kirain luna maksa wkwkwk 🤣, untunglah sadar diri🤭
Hans_Sejin13
kenapa dengan bunga tulip nya ?
Greta Ela🦋🌺: Kenapa hayo?👀
total 1 replies
chemistrynana
dan Yap,sudah ku duga🤭🤭🤭
Mike_Shrye ❀∂я⒋ⷨ͢⚤
duh bunga.. Melina kan masii ingin berduaan ama pak dosen👉👈
Mike_Shrye ❀∂я⒋ⷨ͢⚤
tersadar😌
Greta Ela🦋🌺: Boleh dong🤭
total 3 replies
Alyaaa_Lryyy.
lelah letih lesuu campur mnjdi satuu , huff kuat2 yah klian brduaa , ttp sling menguatkan satu sm lain 🤗
Mike_Shrye ❀∂я⒋ⷨ͢⚤
ga kebayang klo misal ada yg ketuk pintu 🙈
Mike_Shrye ❀∂я⒋ⷨ͢⚤: berharap pas enak enaknya ada yang ketuk pintu 🤣🤣🤣
total 2 replies
d_midah
udah bikin anak orang nangis, malah gak nongol.
kemana bang Erick? lagi nangis di pojokan😭😭
Greta Ela🦋🌺: Tabok aja ka Mida😇
total 1 replies
d_midah
😭😭😭😭😭 tiba-tiba dibuat nangis😭
d_midah
Yaampun bang, kamu jahat🥲
Anak orang kamu bikin nangis🥲
d_midah
Kasian banget babang satu ini, udah gak tahan🥲
nikahin dulu gih pak😇
Greta Ela🦋🌺: Stres dia itu ges. Kalau perlu tabok aja ya
total 1 replies
d_midah
Hayoloh pak Erick, kamu buat anak orang galau 🤭
d_midah
setan datanglah.. setan datanglaaah,😈😈 terus goda pak Erick 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!