NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Pria Dingin

Mengejar Cinta Pria Dingin

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: vinoy

Setelah menyelesaikan tugasnya Nungky kembali ke rumahnya, namun setelah kejadian itu membuat sesuatu merubah hatinya.

Haruskah dia memperjuangkan cintanya kepada orang yang bahkan tidak pernah mengenal cinta?

Atau haruskah dia melupakan cintanya lagi sama. seperti yang dia lakukan kepada Awan?

NB: Ini Lanjutan dari Kepentok Cinta Nungky, jadi kalau bingung silahkan baca novel itu terlebih dahulu 🤭🤭

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vinoy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tawuran emak-emak berdaster

Di depan kompleks perumahan yang terbilang cukup mewah tapi tidak semewah seperti rumah Rania dan juga Ricko, dua kubu ibu-ibu tengah berdiri saling berhadapan sambil melemparkan tatapan tajam pada masing-masing lawan, dikedua tangan mereka terdapat beberapa alat-alat seperti sapu, panci, wajan, spatula dan berbagai peralatan lain yang biasa ada di rumah, bahkan ada juga yang membawa tong sampah entah untuk apa.

Nungky dan ketiga sahabatnya berdiri di belakang Desi, Hani beserta ibu-ibu lain yang tinggal di kompleksnya, dia menatap ke seberang dimana para ibu-ibu kompleks sebelah berdiri sambil memegang amunisi masing-masing, jika dilihat ibu-ibu di kompleks perumahannya kalah banyak dengan ibu-ibu di pihak lawan yang jumlahnya cukup lebih banyak dari mereka.

Kemudian seorang ibu-ibu paruh baya yang badannya cukup berisi berjalan beberapa langkah mendekati rombongannya, ibu paruh baya itu terlihat angkuh dengan memakai  perhiasan yang memenuhi tangan dan juga lehernya, Nungky tidak tau emas asli atau hanya imitasi, yang jelas dia yakin jika ibu paruh baya itu adalah ketua geng dari ibu-ibu kompleks sebelah.

"Berani juga kamu ya Des nantangin aku, pake bawa pasukan kamu yang Cemen semua lagi, udah kebayang sih kompleks kalian itu isinya cuma ibu-ibu kurang kerjaan!" Ucap si ibu paruh baya tersebut sambil tersenyum mencemooh, para ibu di belakangnya ikut tertawa seolah-olah apa yang dikatakannya itu adalah hal yang pantas untuk ditertawakan.

"Heh Buntelan kasur memangnya kamu pikir kita itu berani ngadepin ibu-ibu berlemak kayak kalian?" Teriak Desi menatap si ibu paruh baya yang ternyata bernama Linda dengan penuh amarah.

"Des yang benar kamu pikir kita takut bukan berani, kelihatan banget dong kalau kita ini kalah saing!" Bisik Heni membuat Desi berdehem untuk menutupi rasa malunya karena salah bicara.

"Maaf Hen aku keceplosan lihat muka si Linda bikin aku gak konsen, emasnya bikin silau tau!" Bisik Desi membuat Heni terkikik geli sambil mengangguk, ibu-ibu dibelakang mereka yang  melihat itu ikut tertawa padahal mereka sendiri tidak tahu apa yang dibicarakan oleh sang ketua geng yaitu Desi dan Heni.

"Kamu itu ya Des sudah banyak gaya gak punya nyali lagi!" Ucap Linda sambil tersenyum sinis, kemudian matanya menoleh menatap Nungky dan ketiga sahabatnya yang berdiri di belakang Desi dan Hani."Anak yang paling jelek itu siapa anak kamu ya Des, pantes sih buah gak akan jauh dari pohonnya" Ucapnya lagi sambil tertawa terbahak-bahak.

"Enak saja anakku itu anak paling cantik dan imut!" Ucap Desi tidak terima sambil menarik Nungky yang tersenyum bangga dengan ucapan ibunya itu."Dia itu udah cantik, **** eh pinter calon dokter lagi, gak kayak anak kamu yang sukanya kelayaban gak jelas!" Ucapnya balas menyindir sejujurnya dia tidak begitu menyukai hal-hal tentang memandang rendah orang lain, tapi jika melawan Linda si biang onar dia terpaksa melakukannya.

"Hallo Tante Lilin apa kabar, kenalkan aku Nungky si Cantik dan Imut kalau Tante mau aku bisa dijadiin calon mantu-loh" Sapa Nungky sambil cengengesan, mendengar itu Desi melotot menatap anaknya dengan tajam, bagaimana bisa anaknya itu malah menawarkan diri jadi menantu dari musuhnya.

"Nung ngapain kamu ngajuin jadi calon mantu, emangnya kamu mau punya mertua rese kayak si Lilin itu?" Bisik Desi.

Nungky tersenyum sambil menoleh menatap ibunya."Kalau aku jadi nikah sama anaknya kan enak nanti anaknya bisa kita siksa, sekalian juga sih Ma anaknya Tante Lilin kan emang ganteng Calon Pilot lagi siapa yang gak mau" Ucap Nungky panjang lebar sambil cengengesan.

"Oh iya kamu bener juga ya Nung, kalau mau jalan-jalan keluar negeri atau keluar kota bisa gratis kita" Ucap Desi sambil tersenyum membuat yang lain menatap mereka berdua bingung.

"Heh kalian bisik-bisik apaan Hah, pasti kalian itu lagi mikirin rencana licik buat ngejebak anakku, dengar ya Des sampai kapanpun aku tidak akan Sudi jika anakmu jadi menantuku, yang pantas jadi menantuku hanya gadis-gadis cantik dan kaya, seperti teman-teman anakmu bolehlah" Ucap Linda panjang lebar sambil menatap Rania, Gisuwa dan Veyya dengan mata berbinar, apalagi saat melihat Wajah dan Penampilan Rania yang begitu cantik dia sangat ingin menjadikannya untuk jadi istri dari anaknya.

"Teganya kamu Tante Lilin, aku si Nungky cantik dan imut jadi terharu loh!" Ucap Nungky sambil mengelap air mata buayanya.

"Maaf Tante Lilin kita gak berminat punya mertua galak sama tukang rusuh kayak Tante!" Ucap Veyya sambil tersenyum sinis.

"Kita emang cantik Tante tapi kalau mau cari calon laki sama mertua pilih-pilih juga kali!" Ucap Gisuwa sambil mengibaskan rambutnya yang mengenai mata Veyya membuat rambutnya langsung dijambak oleh Veyya.

"Ampun Veyy ampun!" Ucapnya sambil meronta untuk melepaskan diri.

Veyya melepaskan jambakan-nya sambil menatap Gisuwa kesal."Makannya jangan banyak tingkah, lagi mau perang nih!" Omelnya kesal.

"Kalau aku sih bukannya sombong ya Tan, tapi aku itu udah punya laki sama mertua yang baik banget, gak kayak Tante kebanyakan gaya" Ucap Rania dengan nada menyindir.

"Dasar kurang ngajar kalian memang tidak tahu diri!" Ucap Linda kesal sambil melempar panci yang dipegangnya.

Bruk

"Aduh tolong Putri cantik kena tembak" Ucap Nungky penuh drama sambil memegang keningnya yang terkena panci.

"Serang!" Teriak mereka secara bersamaan.

Kedua kubu yang terdiri dari ibu-ibu tersebut saling baku hantam dengan memakai alat-alat yang mereka pegang, Desi menjambak rambut salah satu ibu yang langsung membalas dengan menendangnya, Heni dibantu Chika memukuli seorang ibu berbadan yang cukup besar menggunakan panci.

"Rasain kamu dasar ibu rese tukang rusuh" Ucap Heni kesal sambil memukuli ibu-ibu tersebut."Ayo Chik hajar jangan kasih kendor!" Ucapnya lagi membuat Chika mengangguk kemudian dia mengambil kecoa yang lewat dan memasukannya kedalam daster yang dipakai si ibu tersebut.

"Argghh Tolong ada monster masuk kedalam baju!" Teriak si ibu panik sambil berlari meninggalkan arena perang.

"Kamu belajar dari mana Chik, kok pinter sih bisa bikin tuh ibu-ibu kabur?" Tanya Heni menatap anaknya penuh tanya.

"Tau dari pengalaman Ma, di Medan perang itu kita memang butuh strategi biar menang tanpa harus ngeluarin banyak tenaga" Ucap Chika sambil tersenyum bangga.

Di sisi lain Nungky dan ketiga sahabatnya berusaha untuk membalas jambakandan pukulan dari ibu-ibu yang mengelilingi mereka."Ampun dah ternyata emang lebih susah ngelawan emak-emak dari pada preman!" Ucap Nungky sambil melempar seekor kodok kepada ibu-ibu di depannya yang langsung menjerit ketakutan.

"Rasakan pukulan maut dari Nungky si Cantik!" Teriaknya sambil melemparkan seekor kucing yang kebetulan lewat tersebut.

"Arghhh tolong aku diamuk massa!" Teriak Nungky sambil berlari menghampiri ketiga temannya untuk menghindari ibu-ibu yang mengejarnya sambil memegang sapu dan Tong sampah.

"Ayo guys kita serang mereka!" Ucap Rania sambil berdiri saling membelakangi bersama ketiga sahabatnya.

Ketiga sahabatnya itu mengangguk setuju."Aku lawan yang ibu-ibu pake konde itu, tadi aku kena Jambak sama dia coba" Ucap Veyya menatap seorang ibu-ibu berkonde dengan tatapan penuh dendam.

"Aku yang mana ajalah yang penting kita menang!" Ucap Gisuwa pasrah.

"Ayo Serang, pantang mundur sebelum menang!" Teriak Nungky heboh mengibarkan semangat seperti pahlawan kepada para ibu-ibu dan ketiga sahabatnya itu.

Dengan penampilan yang sudah acak-acakan mereka-pun kembali menyerang para ibu-ibu yang mengelilingi mereka dengan kekuatan penuh. Mereka saling baku hantam tanpa mempedulikan badan dan wajah mereka yang sudah tidak karuan, kedua kubu tersebut seolah tidak ingin mengalah satu sama lain.

Nungky bersama Gisuwa bekerja sama untuk mendorong seorang ibu-ibu yang berbadan cukup besar hingga masuk ke Tong sampah yang dia bawa sendiri, Mereka berdua tertawa terbahak-bahak melihatnya namun sedetik kemudian mereka terjatuh karena tendangan ibu-ibu lain.

"Ya Allah maafkan hamba karena melawan emak-emak berdaster!" Ucap Nungky pelan sambil berlari menjauhi massa.

"Berhenti, apa yang kalian lakukan!" Teriak seseorang menggunakan speaker.

Sontak setelah mendengar suara yang menggelegar tersebut baku hantam antara ibu-ibupun berhenti, mereka menoleh menatap ke arah sumber suara dimana seorang pria paruh baya tengah berdiri menatap mereka dengan dua satpam yang berdiri di belakangnya.

"Hai Om Naim apa kabar Om, Pak RT baik?" Sapa Nungky menatap Pak Naim yang merupakan ketua RT tersebut sambil cengengesan.

_________

JANGAN LUPA KOMEN N LIKE'NYA WOY!!!😁😁🤣🤣🤣

Udah crazy up ya, abis stok besok gak Thu bisa up atau gak😘😘😘😘😘

SALAM GESREK

OTHOR CANTIK PARIPURNA

1
TiSafi
/NosePick//NosePick//NosePick/
TiSafi
/Chuckle//Chuckle//Chuckle/
TiSafi
ngakak mulu
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
👍👍👍👍
Hasrie Bakrie
Assalamualaikum aq hadir ya ☝️🌹
Ara25
baik
Suherni
bagus
inayah machmud
🤭🤣🤣🤣🤣🤣
Wiwik Wiwik
Biasa
aisya_
pas baca kadal pdhl Kendal sumvvah ngakak😁😁
Memyr 67
huuu othor gesrek bikin cerita tegang
Susanti M.S
menghibur sekali🥰🥰🥰
Wisna Al-Khansa
ampun Thor.. aku gak kuat nahan tawa..sampe keram perut ku tuh
Reynaa Sri Wahyuni
harus nya jngan end dulu dong thor, aku tuh pengen tahu MP nungky dan ricko seperti apa🤣🤣
Reynaa Sri Wahyuni
kata nya tempat ini hanya d ketahui nungky dan ricko. ko zahra dan chika ada d sana sih?
Reynaa Sri Wahyuni
aku gak kuat thor🤣🤣🤣🤣🤣
Reynaa Sri Wahyuni
bank kerokan pasti
Insan Rohman
pasti ceweknya.cewek jadi2an 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yass
baca ulang cerita nunung ke 4x sambil minum GoodDay😅
Rika Piliang
ke ingat masa kanak2 dulu juga nakal kayak gitu😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!