NovelToon NovelToon
Barryneald

Barryneald

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintamanis / Patahhati / Badboy / Tamat
Popularitas:104.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Kei68

Semenjak mama dan kakek meninggal, hidup Ryuna seperti kereta api tanpa rel. Memiliki papa, namun dia tak pernah mencintai mamanya dan menginginkan dirinya. Bagi papanya, hidup dengan mamanya itu hanya sebuah kecelakaan dan paksaan.

Memiliki kepribadian introvert dan pendiam. Ryuna sering kali di-bully dan dipandang remeh oleh teman-teman satu sekolahnya.

Hidup Ryuna terasa komplit.

Ya, komplit untuk semua luka dan derita.

Tapi, sikap lembut Barry padanya membuat Ryuna sering kali marah dan tak membutuhkan belas kasihannya.

Barry menegaskan bahwa dia benar-benar mencintainya. Tapi, semua lelaki di mata Ryuna sama saja. Mereka hanya sosok pria kasar yang berhati dingin.

Apakah Barry juga bersikap dingin seperti papanya suatu hari nanti? Apakah mungkin cinta yang dilontarkan Barry itu tidak semata-mata hanya untuk menjebak lalu mempermalukannya di depan semua orang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kei68, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 6. B-A-R-R-Y

“Lihatlah luka ini yang sakitnya abadi..., yang terbalut hangatnya bekas pelukmu...." Barry bernyanyi dengan riangnya lantas menduduki kursi di sebelah Ryuna yang merasa risi dengan keberadaannya.

Nyebelin banget sih, nih, cowok. Ryuna menjauhkan dirinya dari Barry yang sepertinya sengaja menyenggol lengannya. Barangkali dirinya tidak punya hati, mungkin cowok itu sudah ia depak sejauh 5 kilo meter dari sini.

Tidak seperti Ryuna yang risi akan kehadiran Barry, justru Viona menyambutnya dengan senyuman bahagia.

“Suara lo cukup bagus, gue suka dengernya.” Sanjung Viona menampilkan senyum lebar.

“Makasih, Viona. Senyum lo manis banget, tapi gue nggak pernah ngeliat dia senyum.” Barry menggeleng-gelengkan kepalanya seperti kecewa akan sikap Ryuna yang pendiam.

“Oh biasa, otaknya sebrilian kristal, jadi maklum.” Tutur Viona seperti berbisik, namun masih bisa didengar oleh Ryuna, karena dia berada di tengah mereka.

Viona mengetuk-ngetuk pelan di atas pelipis kanannya dengan jari telunjuknya dengan alis matanya turun naik. Barry memagut-magut mengerti, diacungkannya jempol memberi selamat.

“Na, kok di sini cuma banyak ceweknya ya?” Barry menggaruk pelipisnya saat matanya menyapu ke sekelilingnya hanya ada perempuan yang mendominasi kantin.

“Oh iya, gue lupa bilang, ini kantin khusus cewek dan kantin khusus cowok ada di ruang sebelah.”

"Oh? Ya udah, gue pergi." Barry mulai bangkit, tapi sorot matanya tetap menatap Ryuna dengan tersenyum smirk.

Tatapannya mampu meleleh menjadi es batu jikalau ada yang memerhatikannya selain Viona, sesaat kemudian dia pergi meninggalkan meja mereka, pergi ke kantin khusus cowok untuk mengisi energinya kembali.

Viona tersenyum kecil, matanya menangkap teman di sebelahnya yang masih berkutat dengan makanannya. “Gue ngerasa dia itu cowok baik, jadiin aja dia teman lo.”

Perkataannya lagi-lagi tidak digubris, Viona kembali melanjutkan aktivitas menambah staminanya. Ia tahu gadis itu pasti ingin mengatakan jika hal semacam itu tidaklah penting.

Sementara Barry menemukan teman baiknya sedang duduk di salah satu bangku, menikmati hidangan makanan yang telah dipesannya. “Hai, Rafan, gue boleh duduk di sini gak?”

“Nggak ada yang melarang, ini untuk umum.” Jawabnya dengan santai. Rafan memakan makanannya yang sempat tertunda karena kedatangan Barry.

"Oke.” Barry akhirnya duduk di hadapan Rafan yang meliriknya seraya tersenyum kecil.“ Lucio nggak ikut makan?"

"Nggak. Dia di kelas," jawab Rafan seadanya.

Teman yang satu itu memang jarang sekali terlihat dengan mereka.

Tidak ada suara lagi di antara mereka, Barry menatap nampannya yang penuh dengan makanan. Meraih sumpitnya dan mencoba mencicipi makanan di kantin barunya itu, dia mengambil mi ramen saus pedas di atasnya, juga ada nasi goreng berwarna kecokelatan bercampur dengan sayur mayur yang dipotong kecil-kecil dalam piring aluminium.

Wanginya lumayan menggoda indra penciumannya. Lumayan. Senyuman kecil terukir di bibirnya, dia mulai lahap untuk menghabiskan makanannya dengan nikmat. Rafan yang sekilas meliriknya hanya mengulas senyum samar, dia makan begitu tenangnya.

...***...

“Albert Einstein orang paling pintar sedunia, seseorang yang memiliki otak yang genius dan sangat berpengaruh terhadap perkembangan ilmuan.” Viona memagut-magut kecil seraya melihat catatannya.

“Lebih baik gue ceritain tentang dia aja, yang lainnya gue kurang tau.” Viona mencoret-coret buku tulisnya, sesekali dia mengetuk-ngetuk pelan keningnya seolah berpikir.

“Na, lo milih Albert Einstein?”

“Ya, gitu deh.”

“Kalau menurut gue, karangan lo itu... gue ngerasa lo terlalu menyanjung dia dengan kalimat seperti itu. Ceritakan aja sedikit tentang dia seorang fisikawan teoretis kelahiran Jerman yang mengembangkan teori relativitas, satu dari dua pilar utama fisika modern bersama mekanika kuantum. Tambahkan sedikit fakta tentang karya-karyanya dikenal karena berpengaruh terhadap filsafat ilmu. Persamaan Einstein yang paling dikenal adalah rumus kesetaraan massa-energi E\= mc² yang dijuluki dengan persamaan paling terkenal di dunia,” Sarannya. Tanpa sadar Ryuna malah menceritakan setengah tentang biografi seorang fisikawan itu.

“Eksotis! Lo ngejelasin itu semua kayak bercerita tau nggak. Hebat.” Viona mengacungkan jempolnya. “Setelah ini bantu gue ya ngarang kata-kata lo tadi. Lo terlalu berambisi, gue jadi sulit buat ngulangin lagi dalam waktu satu menit.”

Ryuna hanya diam enggan menanggapi kemudian kembali fokus pada buku tulisnya untuk melanjutkan tugasnya yang sudah hampir selesai. Duduk di kursi panjang menghadap ke lapangan luas memang menyenangkan, Ryuna menyukai ide bu Finara, sang guru sejarah yang menyuruh teman satu kelasnya berpencar mencari tempat nyaman untuk belajar, atau lebih tepatnya belajar secara outdoor.

Dengan begitu mereka lebih leluasa berpikir luas menemukan ide-ide tentang tugas mereka masing-masing.

Bu Finara menyuruh anak kelas XI MIPA 2 untuk menceritakan salah satu ilmuwan yang berpengaruh pada dunia karena hal itu juga ada hubungannya dengan pelajaran sejarah. Kenapa tidak? Seorang ilmuwan juga sejarah, bukan hanya sejarah di Indonesia saja, tapi totalitas dunia.

Ryuna dan Viona memilih di tempat terbuka seperti duduk di bangku panjang di bawah pohon teduh. Mereka memilih tempat itu supaya berpikir tenang saja memandang bangunan dan langit.

Sebenarnya taman adalah tempat yang cukup membuat rileks pikiran juga, tapi sudah terlebih dahulu temannya yang lain menempati tempat itu. Seperti yang sudah ditebak Viona, sahabatnya itu tidak suka keramaian. Ketenangan yang membuat Ryuna mampu berpikir jernih dan membebaskan semua angannya.

Tanpa diduga di tempat lain, seorang laki-laki yang kini sedang duduk di atas bola basket sembari mengamati sesuatu dengan tatapan lurus. Kedua matanya menyipit bukan sedang menatap pohon di hadapan sana, tapi ada sosok manusia cantik di bawahnya yang sedang duduk setengah menunduk dengan jari-jarinya memegang pena, menari-nari di atas kertas putih.

Rafan tiba-tiba datang dan menunduk lalu menatap arah yang dilihatnya. “Ngeliatin cewek?”

Barry tersenyum semringah. “Kayaknya iya, dan lo? Lo nggak ada niat buat nyari salah satu dari mereka juga? Sebenarnya perasaan lo itu gimana sih, Fan?”

“Nggak tau. Hidup gue penuh buku dan universitas. Lagian gue nggak bakal tertarik buat kenal hal semacam itu. Bahkan gue paling nggak suka ngurus soal hati.” Rafan tersenyum kecil mendribel bola yang kemudian dioper Barry kepadanya.

"Mau gue cariin? Ada kok, dia temannya cewek gue. Dia cukup manis.”

Rafan menggeleng, mata sipitnya kemudian menoleh ke samping. Langkahnya membawanya untuk duduk di kursi panjang, matahari kembali terik memantulkan sinarnya ke lantai lapangan. Cukup panas.

Barry ikut duduk di sebelahnya. “Hidup lo terlalu damai banget dan monoton, Fan, pulang sekolah dengan selamat lalu belajar di kamar.”

“Ya, gitulah,” Balasnya. Rafan mengedikkan bahunya, seolah-olah tidak peduli dengan kenyataan itu.

"Kapan lo mau berubah? Hati-hati, bisa-bisa lo jadi cowok yang nggak laku-laku." Rafan hanya termangu. Sejak kecil ia hidup seperti pangeran di istana maka lain lagi dengan Barry yang hidupnya ingin banyak pengalaman. Mendatangi tempat-tempat yang belum pernah dipijak, mencoba hal-hal baru, bebas dan tak suka dikekang. Memang dia orang yang cukup berpengaruh karena otak cerdasnya, tetapi Barry ingin menjadi orang yang bebas.

"Lo sama Ryuna itu pacaran?" tanya Rafan tiba-tiba.

"Sedang menuju ke sana, sebenarnya gue kesal sih. Dia cuma nganggap gue tembok," cetusnya.

"Terus, kenapa lo manggil dia cewek lo?"

"Bukan apa-apa, cuma ngingetin orang-orang sekitar aja kalau dia adalah punya gue walau itu belum terjadi. Termasuk lo, jangan suka dia. Gue tau dia cantik dari lahir batin, dan lo incar saja Viona, dia lumayan buat lo," ujar Barry panjang lebar.

"Nggak, gue nggak jago nikung," jawabnya. Rafan tersenyum samar.

Setelah bergulat dengan pikiran masing-masing, Barry pamit pergi. Ke mana lagi kalau bukan menghampiri dua cewek yang masih berada di sana, entah kenapa dirinya suka melihat Ryuna yang flat face. But, It's so beautiful.

“Lo kesini lagi?” Viona menyadari kehadiran Barry yang telah duduk manis di depannya dan juga Ryuna.

“Mau nyapa dia, tapi sombong. Dari kemarin-kemarin dia selalu menghindar dari gue.” Ungkap Barry terus menatap gadis di depannya yang mencoba untuk tidak memedulikannya, tapi matanya terus bergerak tidak tenang.

Viona tersenyum kecut. Dia sudah bisa menebak jika laki-laki ini menyukai Ryuna. Padahal ia sudah telanjur suka padanya. Tapi, melihat ketulusan Barry membuatnya menjadi rela, demi sahabat ia harus melupakan perasaan itu. Ia hanya ingin Ryuna berubah, siapa tahu dengan kehadiran Barry bisa membuat sahabatnya jadi bahagia.

“Kalau lo mau berusaha pasti hasilnya nggak akan sia-sia.” ucap Viona sembari melirik Ryuna yang enggan juga berkomentar.

Barry tersenyum simpul, matanya selalu ingin menatap gadis itu terus-menerus. “Ya gue ngerti, gue nggak akan nyerah.” jawabnya sembari tersenyum. Lalu dia beralih mengamati Ryuna dan berkata. “Hai Ryuna, ingat, aku Barryneald Haris. B-A-R-R-Y."

Sepanjang apa pun dia memperkenalkan diri, tetap Ryuna akan bersembunyi di balik wajahnya yang datar. Mengabaikan dan bersikap apatis adalah hal yang selalu ia lakukan.

"Sinting!" Pungkasnya. Ia beranjak pergi meninggalkan kedua orang itu dengan sikap angkuh.

1
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
kasian ryuna, korban broken home
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
semangat
Kam1la
selamat kak, karya kk sudah taman and happy ending. saya suka
Keii68: makasih kak :')
total 1 replies
Ai_syida
semangat up nya thor 🤗
Keii68: mksih kak :))
total 1 replies
Rian Cappuchino
kak mampir yuk ke Novel ku.Judulnya "Ray Stardust".Kutunggu kedatangan kalian.

Terima kasih
Om Rudi
Yuk tertawa bersama di Petualangan Tina Ayu
Om Rudi
lanjut
TAUFIQ H.
Kalau ada waktu boleh mampir ke "RANSA - Rasa dan Rahasia" kak. Saya akan selalu menantikan jejak kakak
Wynstelle
Good thor
chonurv
semangat
Mia Mlnd
like kaka 🤗😍
semangat dan sukses selalu ya
jgn lupa mmapir ya 🤗😍
Driva Ratnasari
semangat ya nulisnya... ceritanya seru... boomlike deh buat karya kamu ini...
Numpang promote juga ya
kalau sempat ke karya ku juga ya guys... terimakasih..
SEMANGAT... JAGA KESEHATAN KALIAN...
Driva Ratnasari
semangat ya nulisnya... ceritanya seru... boomlike deh buat karya kamu ini...
Numpang promote juga ya
kalau sempat ke karya ku juga ya guys... terimakasih..
SEMANGAT... JAGA KESEHATAN KALIAN...
Nureti
hai kak 👋
sukses iya kak untuk karyanya

jangan lupa mampir di karya pertamaku yang menceritakan tentang cowok letoy yang selalu ditolak sama cewek dalam judul THE FAILED PLAYBOY.

Terimakasih 🙏
zoo
next up kakak zheyang semangat
Ftl03
Bom Like dari LITTLE RAINBOW 😆😆 semangat Thor.. jangan lupa mampir...
Flora
yaaah kok dihapus
Keii68: Itu pun kalau ada yang ngedukung :')
total 2 replies
ͼӈªȋϩȧ
semangat up kk
salam damai dari keturunan raja
🍬🧀Kara
Semangatt update ya kak 🤗💪
dionyzeus
semangat kak jgn lupa mampir lagi ke THE COLD CEO
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!