NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti

Pengantin Pengganti

Status: tamat
Genre:Obsesi / Dijodohkan Orang Tua / Cintapertama / Tamat
Popularitas:6.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Anindita Ningtias

PROSES REVISI KARENA BANYAK KATA YANG SALAH KETIK DAN SPASI YANG BERLEBIHAN!

Steve Fabian dan Aletta Quenby Elvina terjebak dalam pernikahan yang tak mereka inginkan. Pernikahan Steve gagal karena Clara tunangannya pergi meninggalkannya tiga hari sebelum pernikahan. Kedua orang tua Steve memilih Aletta sebagai pengantin pengganti untuk Steve.

Aletta Quenby Elvina walaupun tidak ada rasa sedikit pun terhadap Steve bagaimana pun mereka kini terikat dalam ikatan yang sakral Aletta tetap menjalankan tugasnya layak seorang istri walaupun Steve Fabian tidak seperti itu terhadapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindita Ningtias, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 6

Kini Aletta berada di kantin ia tidak terlalu bersemangat untuk menyantap makanannya kini sudah masuk tiga hari ia mengajukan permohonan pinjaman tapi belum juga ada kabar.

Terlintas di pikiran Aletta untuk meminta bantuan kepada keluarga Pak Rizwan yang sudah pasti akan dibantu Aletta segera menggelengkan kepalanya untuk tidak memikirkan hal itu, sampai kapan ia akan bergantung terus kepada keluarga itu.

Ia tidak boleh merepotkan keluarga Pak Rizwan lebih banyak lagi, alasan ia dan Ibunya keluar dari rumah Pak Rizwan karena tidak ingin merepotkan lebih banyak lagi tapi jika meminta tolong lagi maka itu akan sama saja.

"Tidak, itu tidak boleh" ucap Aletta pelan membuyarkan pikirannya.

Aletta tak makan terlalu banyak karena selera makannya tidak sebesar biasanya pikirannya sedang kacau selesai makan Aletta melangkahkan kakinya kembali menuju ruang atas lantai empat.

Saat tibanya di meja kerjanya belum sempat mendudukkan dirinya Viona mengatakan sesuatu yang membuatnya sedikit takut.

"Bapak nyuruh kamu ke ruangannya" ucap Viona

"Kenapa mbak?" tanya Aletta gelisah

"Ngga tau, bapak cuma pesan buat bilangin ke kamu untuk ke ruangannya kalo udah dateng" jelas Viona.

"Yaudah deh mbak, aku masuk ya" ucap Aletta.

Aletta melangkahkan kakinya menuju ruangan Ceo saat di depan pintu ia membalikkan wajahnya menatap kearah Viona dengan raut wajah takutnya hal itu membuat Viona tertawa pelan.

'toktoktok' Aletta mengetuk pintu ruangan

"Masuk" ucap seseorang dari dalam sana.

Mendengar perintah dari dalam Aletta pun membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan.

"Permisi pak" ucap Aletta saat melangkah masuk ke dalam

Saat Aletta melangkahkan kakinya maju mendekati meja kerjanya, ia pun meminta Aletta untuk duduk di sofa tamu.

"Tunggu dan duduklah di sana" ucapnya sambil menunjuk sofa

"Ah baik pak" ucap Aletta memutar haluannya

Aletta duduk di sofa menunggu bosnya untuk mengajaknya bicara tapi suasana ruangan itu hening hanya terdengar suara ketikkan keyboard komputernya yang berasal dari bosnya itu.

"M-maaf pak, apa sebaiknya saya tunggu dilu-" ucapan Aletta lagi-lagi di potong olehnya

"Tunggu sebentar lagi" ucapnya.

Aletta hanya mengangguk-anggukkan pelan kepalanya menyetujui perintah yang diberi bosnya itu, sekitar lima belas menit kemudian Steve beranjak berjalan mendekati Aletta ia duduk bersebrangan dengannya.

"Kamu sudah berapa lama kerja disini?" tanyanya

"Sudah sekitar tiga bulanan pak" jawab Aletta

"Saya dengar kamu mengajukan permohonan pinjaman?"

"Iya pak"

"Delapan belas juta itu bukan uang yang sedikit dan kamu juga baru kerja tiga bulan disini, bahkan kamu belum pernah melakukan apapun" ucapnya yang membuat Aletta menundukkan kepalanya merasa bersalah.

"M-maaf pak, s-saya mengajukan pinjaman karena membutuhkan uang" ucap Aletta

"Untuk apa kamu uang sebanyak itu?" tanyanya lagi

"Un-untuk berobat ibu saya pak" jelas Aletta

"Permohonan pinjaman kamu saya tolak karena kinerja kamu saya ngga tau bagus tidaknya jadi saya tidak bisa menyetujui permohonan itu, meskipun kamu sekretaris saya tapi tidak ada yang bisa menjamin pinjaman itu terlebih delapan belas juta itu bukan uang yang kecil" jelasnya lagi

Aletta sebenarnya sudah menduga hal ini sejak saat kepala bagian keuangan mengatakan kemungkinan yang kecil untuk mendapatkan pinjaman tersebut tapi tetap saja ia tak bisa biasa-biasa saja mendengar hal itu.

Aletta tidak bisa mengangkat wajahnya ia takut bosnya melihat raut wajah kecewanya Aletta sangat berharap pinjamannya disetujui karena hanya itu yang bisa ia lakukan ia tak mungkin meminjam ke keluarga Pak Rizwan.

Tapi sekarang ia tidak ada pilihan mau tidak mau ia harus meminta tolong pada keluarga Pak Rizwan untuk yang terakhir kalinya Aletta berjanji bahwa ini yang terakhir kalinya.

Kini Aletta hanya memiliki dua pilihan meminta bantuan kepada keluarga Pak Rizwan atau melihat Ibunya sakit terus-terusan, hanya memikirkan fakta bahwa Ibunya akan terus bolak-balik rumah sakit membuat Aletta menjadi sedih bibirnya bergetar ia ingin sekali menangis.

Hingga akhirnya tangisannya dapat ia tahan karena ucapan yang di lontarkan Steve padanya.

"Ada satu cara untuk kamu dapatkan uang itu" ucapnya.

Flashback On

Saat Aletta sedang berada di kantin kepala bagian keuangan datang ke ruangan Steve untuk memberitahukan jika Aletta sekretaris barunya mengajukan permohonan pinjaman.

"Sekretarismu mengajukan pinjaman sebanyak delapan belas juta sepertinya ia sangat membutuhkan uang" ucap Fendy kepada Steve

"Viona? Untuk apa dia uang sebanyak itu" tanya Steve pada Fendy

"Bukan Viona tapi Aletta, aku tidak tau apa kegunaannya tapi yang jelas dia terlihat seperti sangat membutuhkannya" jelasnya.

"Aletta? Ah wanita kecil itu" ucap Steve acuh tak acuh

"Sudah berapa lama dia kerja disini?" tanya Steve

"Katanya sekitar tiga bulanan" ucap Fendy mendengar hal itu membuat Steve membulatkan matanya

"Yang benar saja, tidak tolak saja itu" ucap Steve pada Fendy

Setelah obrolan panjang itu Fendy pun pergi meninggalkan ruangannya Steve menghela nafasnya mendengar hal yang tidak masuk akal itu tapi ketika kembali menyibukkan dirinya dengan komputernya seketika pikirannya untuk menjadikan Aletta pengantin pengganti pun terlintas.

Mengingat hal yang dikatakan Fendy kalau Aletta adalah orang yang di rekomendasikan Kak Resty kakak iparnya itu pun membuat Steve memutar kembali kenangan saat-saat kumpul keluarga kak Resty terkadang menyebutkan nama Aletta.

Steve jadi memikirkan tentang pengantin pengganti karena ucapan Papa nya terakhir kali sebelum ia meninggalkan rumah tadi malam hal itu terus terngiang-ngiang di pikirannya karena itu ia mencoba memanfaatkan situasi Aletta untuk itu ya walaupun ia tidak tau apa wanita itu akan menerimanya atau tidak.

Setelah memikirkan banyak tentang hal itu Steve pun menghubungi meja Sekretarisnya untuk meminta Aletta menemuinya ke ruangan.

"Halo Pak, Ada yang bisa saya bantu" ucap Viona

"Dimana gadis itu?" tanya Steve

"Maksud bapak Aletta? Aletta sedang makan siang pak" jawab Viona

"Ah, suruh dia ke ruanganku saat sudah kembali" ucap Steve baru sadar jika sekarang sudah masuk jam makan siang.

"Baik pak" ucap Viona sebelum Steve mematikan sambungannya

Tak lama kemudian wanita bernama Aletta itu pun kini berada di ruangannya ia menyuruh Aletta untuk menunggunya ia kini tengah memikirkan apa keputusannya ini benar atau tidak.

Setelah lama memikirkannya Steve pun meyakinkan dirinya kalau mungkin saja ini yang terbaik pernikahannya hanya tinggal beberapa hari lagi setidaknya dia harus mencobanya terlepas bagaimana tanggapan wanita itu.

Flashback Off

1
Kasmawati S. Smaroni
sok2an jg si aletta sdh tau istri pengganti
Dewi Yanti
gemes ich knp g bs tegas sich jd cowo greget jd nya
Dewi Yanti
harus nya emag gt pergi ja, biasanya klo udh kehilagan baru akan menyesal. klo aletta ttp diam sj mlh ngelunjak g kan sadar" kesalahan nya
Yundari Gayosa
keren
Leew
same mind mbak, kirain bakal nyuruh ngambil sendiri wkwkw
Dewi Fuzi
aletta harus tegas itu bagus bukan nya istrinya egois klu terlalu lemah suaminya gak bakal mikir setiap ketemu mantan d rayu sedikit udah meleleh kedip"dikit kayak orang cacingan iya hayo aja lah makan ati jd istri nya mending pisah dari pada tersiksa batin tiap waktu
Dewi Fuzi
jadi lelaki harus tegas steve klu memang udah jd mantan ya simpan di tempat mantan bukan nya terus d gandeng " siapa yg mau percaya berteman dgn mantan
nana supriyatna
Luar biasa
Ririn Nursisminingsih
mkanya dari awal jujur steve klau udah ketauan gini...bisa salah paham dong
Ririn Nursisminingsih
steve ini cowok kok plin plan kasian aleta
Shifa Burhan
wanita munafik itu melaknat wanita lain yang baik dan suka pada suaminya tapi kebaperan dan memuja pria lain yang baik dan suka padanya

ini salah ciri2 wanita munafik dan kita bisa lihat dari karya nya
Shifa Burhan
pemikiran menjijikan dan munafik dari seorang wanita yang dibawa kedalam novel

*intrkasi suaminya dengan wanita lain dipandang menjijikan tapi intraksi nya dia (istri) dengan lelaki lain dibenarkan dengan berbagai alasan (menjijikan) anggap adalah, saudara lah (muak)
dan ini buktinya intraksi steve dan clara kalian laknat tapi intraksi aletta dengan reyhan kalian bela dan benarkan

*steve baik pada clara kalian laknat tapi aletta kegatelan pada reyhan kalian bela dan benarkan

*steve baik pada clara kaian laknat tapi reyhan yang menjijikan mencari perhatian pada istri orang kalian benarkan

*pelakor kalian laknat tapi pebinor kalian puja2 (ini adalah pemikiran wanita munafik), reyhan kalian spesialkam, bisa kontak fisik dengan istri orang, selalu dibela, kelakuan selalu dibenarkan, bisa memprovokasi suami orang, bebas memukul suami orang dan tidak dianggap salah,

pokoknya novel ini adalah novel wanita munafik
Siti Malika
Alhamdulillah Thor puas ceritanya bagus gak lebay sukses terus dengan karya"
Siti Malika
maaf Thor aku tidak cuma mamfir tp aku baca dengan serius maaf bukannya gak mau komen tp sedang serius
selir jansen༻
aku jg gemezz sm Steve, gk pny peny pendirian
selir jansen༻
mankanya kalo suka tu ngomong boss, sekarang jd penyesalan kan
selir jansen༻
dasar odoh
selir jansen༻
Steve kaukan CEO, kau pny it handal, pany orng2 terbaik, kenapa kau dk make mereka utk mencarinya, dasar payah
Reza Gumelang Gumelang
istrinya egois,,,ada masalah bknya ngomong mlh tinggal pergi,
Dwi Werdani Solo
nah lho ketauan bini....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!