NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Ghayana

Takdir Cinta Ghayana

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Triyani

Sakit hati karena merasa dibohongi oleh semua orang, membuat gadis cantik bernama Ghayana Lestari Herlambang atau biasa dipanggil Ana memutuskan hidup seorang diri dinegara yang begitu asing.

Ana memutuskan untuk hidup seorang diri dinegara sakura, Jepang. Namun tanpa diduga duga, disana Ana bertemu dengan seorang pemuda bernama Reynaldi.

Seorang pria yang jauh lebih muda dari Ana, yang selalu saja bersikap konyol saat bersama dengannya namun hal itu membuat hati Ana kembali menghangat setelah sekian lama membeku karena sakit hati oleh pria bernama Revan.

Namun disaat Ana ingin mulai membuka hatinya kembali, Ana malah dipertemukan kembali dengan Revan yang saat ini sudah menyandang status duda tanpa anak.

Lalu, apakah Ana akan memilih untuk bersama kembali dengan Revan setelah pria itu kembali sendiri dan menyatakan perasaan cintanya??


Atau memilih bersama dengan Reynaldi yang sudah jelas jelas menyembuhkan luka hatinya??

Yukk ikuti kisah mereka disini...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Reynaldi Adinata

Sementara dibelahan bumi lain nya...3 Tahun setelah pernikahan Revan dan Kaila.

"Morning guys,"

"Morning too betie,"

Seketika ruang kerja itu riuh dengan hadirnya dua orang sahabat dekat yang baru saja datang dengan bergantian. Dua orang gadis yang selalu membuat suasana ceria dan ramai.

"Keiko, bisa tidak kalau tidak buat keributan? Ini sudah jam kerja, jangan sampai mereka yang sedang fokus bekerja terganggu dengan suara kamu yang berisik itu," tegur salah satu atasan yang saat ini tengah berada diruang kerja mereka.

"Denger tuh, makanya kalau datang itu biasa aja. Nggak usah ribut," cebik salah satu rekan kerja Keiko.

"Kamu juga sama Ana. Ini, peringatan buat kalian berdua," jawab sang atasan lagi.

Huuuuuuuu

Seketika ruangan itu kembali riuh dengan suara ledekan rekan rekan kerja disana yang tengah meledek Ana. Seorang gadis asal indonesia yang sudah lama bekerja di Osaka, Jepang.

"Sudah sudah, sekarang kalian kembali bekerja. Dan kamu Ana, hari ini akan ada pegawai magang. Dan salah satu dari mereka akan ada dibawah pengawasan kamu, ingat. Lakukan yang terbaik, dan bimbing dia dengan baik juga. Ok?"

"Baik Bu,"

"Baiklah kalau begitu, sekarang kalian lanjutkan pekerjaan kalian. Nanti jika para pegawai magang itu sudah siap, Ibu akan panggil kalian yang sudah Ibu tunjuk sebagai pembimbing mereka,"

"Baik Bu," seru semua nya secara serempak.

Ana dan Keiko pun beranjak ke tempat duduk mereka masing masing. Meski selalu bertingkah konyol dan pecicilan, kedua wanita yang saat ini sudah memasuki usia 25 tahun itu selalu serius dalam bekerja.

Mulut keduanya akan sama sama terkunci jika sudah berhadapan dengan layar komputer yang selalu terpajang indah dimeja kerja mereka masing masing.

Setelah 30 menit berlalu, atasan yang bernama Bu Ayumi Hataki pun kembali keruangan itu dan memanggil beberapa orang yang sudah ditunjuk untuk menjadi pembimbing anak anak magang yang memang mereka semua berbeda devisi.

Termasuk dengan Ana, wanita muda itu ditunjuk sebagai pembimbing dibagian desain. Meski memiliki kemampuaan mendesain yang sangat luar biasa, namun tampaknya Ana masih menikmati peran nya sebagai karyawan.

Dengan kemampuan yang dimiliki, sejujurnya Ana udah bisa mendirikan perusahaan nya sendiri. Namun, lingkungan kerja yang menyenangkan juga jam kerja yang tidak terlalu ketat. Membuat Ana begitu betah menjadi karyawan diperusahaan itu.

Meski memiliki atasan yang cukup cerewet, namun Bu Ayumi begitu penyayang dan perhatian pada para karyawan nya. Itulah mengapa sampai saat ini, Ana masih betah bekerja disana.

Ana pun berjalan mengikuti langkah atasan nya menuju ke ruangan meeting. Karena para karyawan magang sengaja di kumpulkan disana untuk diperkenalkan pada karyawan pembimbing mereka dan juga sebagai perkenalan pertama pada para karyawan senior.

"Selamat siang semua, maaf saya terlambat." ucap Bu Ayumi saat memasuki ruangan itu.

Ana sendiri mengikuti langkah Bu Yasumi dari belakang. Ana hanya mengangguk serta menunduk sopan untuk menyapa mereka.

Ana lalu mengedarkan pandangan nya, menatap satu persatu calon karyawan yang akan mulai bergabung bekerja disana bersama dengan nya.

Set

Deg...

Seketika, Ana dibuat tertegun saat netranya bersitatap dengan seorang pemuda yang juga tengah menatap nya dengan sangat lekat.

Bahkan pemuda itu tidak melepaskan pandangan nya dari Ana meski Ana sudah membuang muka nya kearah lain.

"Wajah itu? Kenapa bisa sangat mirip?" gumam Ana dalam hati.

Ana pun mencoba fokus pada Bu Ayumi yang tengah menerangkan sistem kerja disana untuk sekedar mengalihkan perhatian nya pada sosok yang begitu mirip dengan seseorang dimasa lalu nya.

"Ok, sekarang kalian ikut dengan para senior untuk memulai kerja kalian disini. Saya mohon kalian bisa bekerja sama dengan baik dan melakukan pekerjaan dengan baik juga. Selamat siang dan selamat bekerja,"

Semua yang hadir pun tampak berhamburan keluar ruangan setelah Bu Ayumi menutup acara perkenalan dan pembagian tugasnya kepada para pegawai magang itu.

Kini, ruangan itu hanya berisikan dua orang saja. Ana yang sedari tadi pikiran nya mulai kacau dengan kehadiran pria yang begitu mirip dengan Revan menjadi tidak fokus dengan apa yang tengah terjadi saat ini.

Sementara dengan pemuda itu, dia menunggu sang pembimbing beranjak dari ruangan itu. Pemuda itu tampak setia dan sabar menunggu Ana beranjak darai kursinya. Namun setelah 15 menit berlalu, sepertinya Ana masih larut dalam lamunan nya.

Hingga pemuda itu pun mulai beranjak mendekati meja dimana Ana tengah duduk termenung menatap kosong meja yang ada didepan nya.

Tok

Tok

Tok

"Hah, a_ada apa?" tanya Ana tergeragap karena kaget dengan ketukan yang dilakukan oleh pemuda tadi.

"Apa kita akan terus disini? Semua orang sudah mulai bekerja dari 15 menit yang lalu," jawab nya.

"Hah? Apa? Kenapa kamu tidak memberi tahuku?" tanya Ana yang langsung bengkit dari duduknya lalu segera keluar dari ruangan meeting dan di ikuti oleh pemuda tadi.

"Dia yang melamun, kenapa aku yang disalahkan," gumam nya sembari mengikuti langkah Ana dbelakang nya.

Tidak beberapa lama, keduanya pun tiba diruangan tempat Ana bekerja. Tepat disamping meja kerja Ana ada meja kerja kosong yang akan digunakan oleh pegawai magang itu.

"Ini meja kerjaku dan itu meja kerja yang akan kamu pakai selama magang disini. Tanyakan saja jika ada hal yang tidak kamu mengerti,"

"Nama,"

"Apa? Nama? Memang nya ada apa dengan namamu?"

"Bukan namaku, tapi namamu. Siapa namamu, bukan kah aku harus tahu nama pembimbingku kan?"

"Ah iya, maaf, Ana. Namaku Ghayana, tapi panggil saja Ana, dan kamu?"

"Rey, Reynaldi Adinata,"

Deg...

"APA?"

1
Uba Muhammad Al-varo
bagus👍👍👌
Uba Muhammad Al-varo
Anna........ ternyata nasib cintamu sungguh menyakitkan dan menyedihkan
Mira Hastati
bagus
Lala Al Fadholi
dulu aja ana di kalahkan oleh sahabatnya sekarang baru tahu kan rasanya cinta d kalahkan org dekat
hallo assalamualaikum, maaf sebelumnya kak, sepertinya author nya tidak terlalu salah akan hal ini, ini menurut pendapat ku, tor lain kali kalo buat cerita jangan di tunda tunda, lasung saja ke inti dari apa yang ingin kamu buat dalam novel, dari bab bab ini kamu seperti memancing perasaan pembaca
🌸 Triyani 🌸: waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. terima kasih kak, karena sudah mampir dan baca karya aku. sebelumnya, mohon maaf jika ceritanya buat nggak nyaman, hanya saja. mengenai alur cerita, ini semua atas saran editor pada saat itu. jadi, mohon maaf sekali lagi kalau alurnya bikin penasaran dan terima kasih karena sudah mampir 🙏🤗
total 1 replies
Sri Ariyanti
thor untuk visualnya knp gak disini aja, soalnya gak punya ig.
Sri Ariyanti
ok
Fano Jawakonora
tinggalkan sj dia, tendangkontolnya sdh duda itu kmu masih prawan masa mau kasi prawan mu sma duda bau
Fano Jawakonora
kelahi sj kalian berdua, habis itu ana dapat laki"yg syg sama dia
Fano Jawakonora
sok dewasa sok keren lagi dasar tengiik
Fano Jawakonora
yg satu ingusan sok ngatur yg satu duda suka cemburu, jadi tendang mereka berdua semoga ana dpt laki"yg brnar syg dn peduli sama dia biar bikn hti revan sakit sesakitnya yg ana rasakn dulu
Fano Jawakonora
sdhlah revan apa yg kmu lskukan juga sangat menyakitkn buat ana dan ana juga hny senyum sebagai sebagai seorg kk buat rey bau kentut itu
Fano Jawakonora
Rey kentut bau konyol juga bau sok tbtb dok akrab sok ngatur sok tau bau paling jengkel
Fano Jawakonora
krnapa ada org yg sok tau sok akrab gitu ya rasanya trllu lebay cerita terkait seorang rai yg hny pegawai magang, heran aj org seperti itu yg suka mksa kehendak org lain bikin gatal tangn ini bila ada di dunia nyata sdh aku hajar sampai pingsan
Ami Juwita
sangat menarik
echa purin
👍🏻
Uniie Gentra
kenapa juga abangnya nyembunyiin status revan sama kaila??aneh ni kakak koq lebih bela sahabat drpd adik sendiri
Nency Neny
rey aj lebih baik
Ema
bagus
Ray
selalu begitu, gimana kalo Kaila baik, pasti gak inget sang cadangan 😅😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!