Memiliki ibu yang selalu sinis terhadap hidup membuat masa kecil Kikan tidak bahagia. Banyak orang memandang hina dirinya. Namun ketika Rey Stinson yang populer dan tampan menjadi pacarnya, Kikan akhirnya punya sesuatu untuk dibanggakan.
Ia pun berusaha keras agar tidak kehilangan Rey, apalagi begitu sadar dirinya hamil. Ketika Rey mencampakkannya, Kikan bersifat agresif. Meski begitu, bukan ia yang menabrak pacar baru Rey. Sayang Kikan tidak bisa membuktikannya.
Belasan tahun mendekam di penjara, Kikan akhir ya dibebaskan. Ia pun kembali ke Kota kecilnya untuk mengenal lebih dekat anaknya yang dibesarkan Rey.
Sebenarnya Rey tidak memercayai Kikan, tapi tekad dan ketegaran hati Kikan perlahan meruntuhkan tembok Rey.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sartikai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 6
Sekolah Kikan dulu telah mengizinkannya lulus meskipun ia bolos selama tiga minggu terakhir tahun seniornya. Tetapi ijazah SMA takkan banyak membantu menutupi catatan kriminalnya. Kikan belum menyebutkan tentang bisnis yang telah dimulainya sejak masih dipenjara. Ia tak tahu apakah usaha ini akan berhasil, tapi ia telah mendapat pemasukan dengan membuat gelang kulit pria untuk dewasa maupun remaja. Wanita yang memberinya laptop, nyonya weli telah mengunggah gelang gelang itu di situs belanja online selama tiga tahun terakhir. Dari situ lah belakangan ini Kikan mendapatkan uang yang ia kirimankan untuk Jason. Dia dan nyonya weli berbagi keuntungan, tapi sekarang setelah bebas, ia tak lagi membutuhkan bantuan nyonya weli.
Kikan merogoh ke dalam tas dan mengeluarkan kantong serut kulit. "Aku, hmm, punya hadiah kecil untukmu," katanya pada Jason. "Jangan terlalu senang, ini bukan apa apa. Kau bahkan tidak harus memakainya, aku hanya Ingin tahu apakah kau menganggap ini keren."
"trims" kata Jason ketika menerima kantong serut yang membungkus hadiahnya. Cara membungkus hadiah yang tak biasa membuat tampak maskulin.
Kikan tidak mengatakan bahwa ia yang membuat gelang tersebut. Ia tak Ingin memberi alasan pada anak itu atau siapa pun untuk tidak menyukai pemberiannya. "Kau boleh membukanya nanti" tapi Jason telah merogoh dan mengeluarkan isinya, sebelum Kikan selesai bicara.
"Apa itu?" tanya Rey.
"Gelang," seru Jason, nada gembira dalam suaranya membuat Kikan sedikit lega. Anak itu tidak terdengar seakan membenci hadiahnya.
"Jadi kau pernah melihatnya?" tanya Kikan, berusaha menerka apakah Jason hanya berusaha mencoba menjaga perasaannya.
"Ya, tapi tidak persis seperti ini." Jason membalik - balikkan gelang tersebut ditangannya yang sudah seukuran tangan dewasa. Untungnya, anyaman kulit itu, dihiasi Kikan dengan sepotong batu olahan yang diukir dalam bentuk lambang burung elang. Dikencangkan dengan tali yang ukurannya bisa diatur. "Keren, bagaimana mendapatkannya?"
Pelayan Wanita datang dengan membawakan pesanan mereka, dan Kikan pura-pura tidak mendengar pertanyaan itu. Jason begitu fokus memasang gelang, lalu menikmati makanan. Sehingga tidak mengejar jawaban.
Dari situ percakapan menjadi sedikit kaku. Kikan bertanya tentang nilai Jason di sekolah, mengekspresikan rasa bangga atas prestasi yang bagus dan menyemangatinya agar tetap seperti itu. Akan lebih wajar jika Kikan berbicara dengan Rey juga, tapi ia sangat berhati hati agar tidak mengajukan satupun pertanyaan kepada pria itu. Kikan tidak Ingin rey mengira ia masih punya perasaan terhadapnya. Kadang kadang hubungan singkat mereka dulu, terputar ulang didalam benak Kikan. Biasanya saat larut malam, itu merupakan kenangan terindah yang ia miliki. Walau begitu, ia mengatakan pada diri sendiri kenangan tersebut akan tetap menjadi kenangan, apapun yang terjadi, karena ia belum pernah berhubungan sedekat itu dengan orang lain.
Kikan belum genap delapan belas tahun ketika dipenjara, dan meskipun ada beberapa penjaga pria yang mendekatinya selama tinggal disana, membuat beberapa temannya iri, ia belum pernah mencium siapapun selain Rey. Kikan sadar ia hanya punya waktu singkat untuk mengenal anaknya sebelum anak itu mencapai usia dewasa. Ia tak mau membuang buang waktu dengan pria manapun. Terutama mengingat betapa begitu mudah berubah dan tak dapat dipercayanya kaum pria itu. Seperti Rey dulu, yang jatuh cinta padanya kemudian kehilangan rasa cinta itu dengan sangat cepat.
ininakan membebaskan trauma kamu
kan kuat banget elu
tidak ada waktu untuk bersedih
semua harus dikuat kuatin yaass