NovelToon NovelToon
Jodoh Mama Twins

Jodoh Mama Twins

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Single Mom / Anak Kembar
Popularitas:40.6k
Nilai: 5
Nama Author: INRUMIDITAH

Elena, seorang wanita cantik berkulit putih dengan lesung dipipi kanan dan kirinya. Ia adalah seorang ibu dengan sepasang anak kembar, Cantika dan Brian.

Pernikahan Elena dan suaminya bukanlah pernikahan berlandaskan cinta. Mereka menikah karena desakan dari Ana, ibu dari suaminya.

Elena menahan diri selama tiga tahun dengan pernikahannya, Elena memikirkan kedua anaknya jika ia bercerai dengan suaminya.

Suatu hari, Elena murka dengan perilaku Rendra, suaminya. Ia pun mengajukan cerai kepada Rendra. Rendra yang tak mencintai Elena pun akhirnya menyetujui untuk bercerai.

Apakah perceraian Elena akan berjalan lancar? Bagaimana Elena menjalani kehidupannya sebagai single mom? Ayo, simak kisahnya! 🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INRUMIDITAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari pertama masuk sekolah

Setengah jam kemudian. Kini, perut Cantika dan Brian telah terisi penuh oleh kue. "Alhamdulillah, aku sudah kenyang," ucap Cantika sambil mengangkat kedua tangannya keatas, ia sedang merenggangkan otot ditubuhnya.

"Ya sudah, sekarang kita pulang. Kan sehabis makan langsung pulang, iya nggak, Ka?" ucap Brian sambil menaik-turunkan alisnya.

"Sembarangan! Mana boleh begitu!" tegas Cantika.

"Tapi, aku ngantuk. Ya sudah yuk, kita minta tante Putri buat anterin kita pulang." Cantika berjalan menuju ke sebuah dapur di toko tersebut.

Sesampainya di dapur, Cantika terpesona dengan beberapa kue ulang tahun yang sedang dihias oleh Putri dan karyawannya. "Waah, bagus banget hiasan kuenya, Tante," ucap Cantika kagum.

"Benarkah? Terima kasih pujiannya Cantika yang cantik," respon Putri.

"Sama-sama, Tante. Oh iya, apa tante bisa antar aku dan Kak Brian pulang? Aku kangen mama Elena," pinta Cantika.

"Pengen pulang ya? Baiklah, tapi tunggu sebentar ya, tante cuci tangan dulu," ucap Putri.

"Oke, Cantika tunggu didepan ya." Cantika berlari keluar dari dapur.

...~...

Beberapa saat kemudian, Putri keluar dari dapur, ia melihat Cantika dan Brian yang sedang duduk di sofa. Cantika dan Brian sedang membuka lembar demi lembar sebuah koran yang berada diatas meja.

"Lagi lihat apa?" tanya Putri kepada Cantika dan Brian.

"Lagi lihat gambar," jawab Cantika.

"Lagi lihat berita," jawab Brian.

"Lo, memangnya Brian sudah bisa membaca?" tanya Putri terkejut.

"Bisa tapi sedikit-sedikit, Tante. Karena aku dan Cantika belajar juga dirumah bersama mama," jawab Brian.

"Begitu, kalau Cantika sudah bisa membaca juga kah?" Putri berganti bertanya kepada Cantika.

"Sudah dong Tante, walaupun sedikit-sedikit juga," ucap Cantika sambil cekikikan.

"Kalian memang anak-anak hebatnya mama Elena." Putri mengacungkan dua jempol kepada Cantika dan Brian.

"Tentu saja," ucap Cantika dan Brian dengan bangga.

Kapan ya aku bisa punya anak yang menggemaskan seperti mereka? batin Putri sambil tersenyum. "Sekarang, jadi pulang enggak?" tanya Putri memastikan.

"Jadi, yey ... yey ... yey ... kita pulang." Cantika berlari keluar toko, dan langsung menuju ke mobilnya Putri.

Putri dan Brian menyusul dibelakang. Setelah itu, Putri dan kedua anak kembar itu pun masuk kedalam mobil. Putri mulai menghidupkan mesin mobilnya, lalu melajukan mobil dengan kecepatan standar.

Beberapa saat kemudian. Mobil Putri telah sampai di halaman rumah Elena, Cantika dan Brian langsung turun dari mobil setelah mobil terparkir. "Mama ... kami pulang." Cantika berlari menuju kedalam rumah.

"Tante, ayo masuk dulu," ajak Brian.

"Baiklah," respon Putri.

Setelah itu, Elena, Clarissa, Putri dan kedua anak kembar itu berbincang-bincang di ruang tamu. "Terima kasih ya Tante Putri, sudah nganter dan jaga anak-anak mama Elena," ucap Elena kepada Putri.

"Sama-sama mama Elena," respon Putri.

"Ngomong-ngomong, Om Henry sedang tidak ada dirumah kah?" tanya Putri yang tak melihat papanya Elena.

"Papa sedang di toko, satu minggu lalu, aku membuka toko baru. Toko baru itu menjual berbagai jenis bahan bangunan, dan aku menyerahkan kepada papa untuk mengurusnya," jelas Elena.

"Begitu, alhamdulillah, selamat ya untuk toko barunya." Putri mengucapkan selamat kepada Elena.

"Sama-sama, Tante," ucap Elena.

"Oh iya, ngomong-ngomong aku nggak bisa lama-lama disini. Karena, di toko sedang banyak kerjaan. Putri pamit, Tante." Putri mencium punggung tangan Clarissa.

"Hati-hati ya dijalan. Terima kasih juga karena telah menjaga anak-anak tadi," kata Clarissa.

"Iya, Tante. Dadah mama Elena, dadah Cantika dan Brian, wassalamu'alaikum." Putri melambaikan tangannya lalu masuk ke mobilnya.

"Wa'alaikum salam," jawab ke-empat orang itu bersamaan.

Setelah kepulangan Putri, Elena mengajak mama dan kedua anaknya untuk masuk kembali kedalam rumah. Semoga, pada hari pertama masuk sekolah, aku bisa mengantar anak-anak untuk belajar pertama kalinya, batin Elena.

*

*

*

Sepuluh hari kemudian. Hari ini adalah hari pertama Cantika dan Brian masuk sekolah. Kini, Cantika dan Brian telah siap untuk berangkat ke sekolah mereka. Elena pun juga sudah siap untuk mengantarkan kedua anaknya bersekolah. "Apa kalian sudah siap?" tanya Elena kepada kedua anaknya. Elena dan kedua anaknya kini telah berada didalam mobil. Tentu saja, mereka sudah berpamitan dengan Clarissa terlebih dahulu.

"Siap, Ma," jawab Cantika dan Brian secara bersamaan.

Elena pun melajukan mobilnya. Sepanjang perjalanan, Cantika begitu banyak bicara, ia sudah tidak sabar untuk masuk kedalam kelas barunya. "Berisik sekali kamu, Dik?" protes Brian kepada Cantika.

"Biarin! Blee." Cantika menjulurkan lidahnya kepada Brian.

"Ih, jangan kayak gitu ah, jorok! Tuh air liurnya keluar semua," ucap Brian dengan nada tidak suka.

"Eh, mana ada! Sembarangan!" Elak Cantika.

"Sudah-sudah, kita sudah sampai di sekolah ini. Itu teman baru kalian sudah banyak yang datang. Ayo keluar," ajak Elena kepada kedua anaknya.

Elena mengantarkan kedua anaknya kedalam kelas mereka. Didalam kelas sudah ada bu guru Dita. "Bu, saya titipkan kedua anak saya. Saya pamit dulu," ucap Elena kepada Dita.

"Baik, saya akan berusaha sebaik mungkin dalam mengajar anak-anak. Nanti akan diberitahu digrup whatsapp jika anak-anak sudah akan keluar," jelas Dita.

"Baik, Bu. Saya pamit, wassalamu'alaikum," pamit Elena.

"Wa'alaikum salam," Dita menjawab ucapan salam dari Elena.

Elena keluar dari area sekolah. Tadi, ia juga sudah berpamitan kepada kedua anaknya untuk pamit pulang. Alhamdulillah, mereka mau aku tinggal, batin Elena. Sekarang, aku akan pergi ke toko dulu, aku akan mengecek barang baru yang masuk hari ini, batin Elena lagi.

Elena pun langsung masuk kedalam mobil, dan melajukan mobil menuju ke toko-nya. Elena memutar musik untuk menemaninya selama perjalanan menuju toko-nya. Beberapa lagu telah diputar, dan putaran lagu terakhir adalah lagu tentang percintaan, Elena pun langsung mematikan lagu itu. Hah, untuk apa aku mendengarkan lagu tentang percintaan, buang-buang waktu, batin Elena.

Tak berselang lama, mobil Elena telah sampai didepan toko-nya, Elena sudah disambut oleh salah satu karyawannya, Lea. Kenapa Lea disitu? Apa dia menunggu kedatanganku? batin Elena yang melihat Lea dari dalam mobilnya.

Elena membuka pintu mobilnya dan menghampiri Lea. "Ada apa Lea? Apa kau sedang menungguku?" tanya Elena kepada Lea.

"Benar, Bu. Saya sedang menunggu kedatangan ibu Elena. Mari saya jelaskan didalam mengenai barang baru yang masuk hari ini." Lea mengajak Elena masuk kedalam toko.

Satu jam berlalu. Disisi lain, terjadi kepanikan karena Cantika tiba-tiba mengalami sesak napas. Dita yang khawatir, langsung menghubungi Elena." Assalamu'alaikum, Bu. Cantika mengalami sesak napas, tolong ibu segera kesini ya," ucap Dita dalam panggilan telepon.

"Wa'alaikum salam, apa? Baiklah, saya akan segera kesana," ucap Elena pada panggilan telepon. Elena segera melajukan mobilnya menuju ke sekolah, Elena sangat khawatir dengan keadaan putrinya.

1
奥布里
adik kakak saling menguatkan...
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Penyesalan selalu datang belakangan Ren, sudahlah biarkan Elena menjemput bahagianya dan kamu mulai lembaran baru, belajar dari masa lalu, jadilah pribadi yang lebih baik, jadilah ayah yang bisa dibanggakan oleh Brian dan Cantika
Dewi Payang
Akhirnya Joe sadar👍
Dewi Payang
Semoga berhasil
Dewi Payang
Aku juga ngerasa sakit Elena
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
Makin Seru Kk
Perjuangan Ucup mampir
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Nah lho siapa nih, sang mantan suami kah??? atau siapa 🤔🤔🤔
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Sabar ya Joe, semua ada waktunya
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Ternyata Mamanya Joe seperti ini sifatnya, sudahlah Joe, kamu enggak butuh pengakuan dari dia, jalani saja hidupmu sendiri
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Orang yang menangis itu tidak selalu cengeng Boss
ciber ara
rasa ingin menabok Joe : 📉
sabar ya elena 😬 semoga Joe segera sadar
Mia
ceritanya terlalu monoton kak..
coba diselipin kejadian apa di bbrapa moment biar lebih kelihatan nyata ceritanya
Inru: Baik, Kak. Terima kasih masukannya.
total 1 replies
Nurul Afidah Oemari
mudah2 joe lebih baik
Inru: Aamiin..

Terima kasih dukungannya kakak, sehat selalu.
total 1 replies
Erni Sari
ayo semangat
Nurul Afidah Oemari
semoga kali ini berhasil joe sadar dong
ciber ara
baru baca langsung sedih dibuat joe
kok bisa rukyah nya gagal?
Dewi Payang
Apaan si Joe
Dewi Payang
jahat ya Alya
Dewi Payang
Kebayang wajah lucu cantika😄
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Ya kali disuruh nginep.... mimpi Joe 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!