Nama nya Nadia biasa di panggil Diah
Hari ini Nadia berangkat kekota bersama Abang Sugi, saudara jauh dari Almarhum Ayah.
Abang Sugi mengajak Nadia bekerja di rumah majikan nya di kota, sebagai perawat yang mengurus orangtua majikan nya yang sudah lansia dan memiliki riwayat penyakit stroke.
Demi Mak, Nadia putus kan tidak melanjutkan Sekolahnya dan Ikut Abang Sugi bekerja di kota.
Mak sakit-sakitan dan butuh obat setiap bulan nya agar bisa bertahan melawan penyakitnya.
Datuk Iskandar, Nama Tuan Besar yang akan di rawat oleh Nadia.
Datuk Iskandar memiliki anak bernama Encik Rafiq yang merupakan seorang pewaris tunggal Belibis group.
Encik Rafiq merupakan sosok yang kharismatik dan baik namun pendiam. umurnya kurang lebih 30 tahun.
Nadia memanggilnya Pakcik.
Sesuai permintaan Datuk Iskandar.
karna masih dalam satu rumpun melayu.
Keadaan akhirnya memaksa Encik Rafiq menikahi Nadia secara Siri.
karna sebenarnya beliau telah memiliki seorang istri yang sedang melanjutkan kuliahnya di Sidney Australia.
Pernikahan siri antara Nadi dan Encik Rafiq menimbulkan banyak konflik diantaranya.
Akankah pernikahan Nadia dan Encik Rafiq mampu bertahan?
Bagaimana akhir pernikahan Nadia?
Akankah harapan Nadia untuk menjadikan pernikahan mereka sah di mata hukum dan pemerintah dapat terwujud?
Yuk simak ceritanya dalam novel terbaru author berjudul 'Menikah Siri'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 6. Menjadi Anak Angkat
Datuk Iskandar kemudian mengumumkan pada seisi rumah tentang siapa Nadia sebenarnya.
"Jadi terhitung mulai hari ini, Diah bukan lagi perawat di rumah ini, melainkan anak angkat saya Datuk Iskandar" ucap nya menjelaskan pada semua nya.
Semua kemudian turut bahagia mendengar penjelasan Tuan Besar terkait siapa Ayah Nadia dan alasan mengapa Nadia di angkat menjadi anak oleh Datuk Iskandar.
"Mak Tua dan Bik Sari tolong bantu Nadia mengemas pakain nya dan pindahkan ke kamar atas yang berseberangan dengan kamar Rafiq ya..!!" ujar Datuk Iskandar lagi pada Mak Tua dan Bik Sari.
"Baik Tuan" jawab keduanya kemudian.
"Datuk.. Diah rasa tak apalah Diah tetap tinggal di kamar belakang dekat dengan Mak Tua dan Bik Sari Tuk.. Tak perlu lah pindah kamar.." ucap Diah pula pada Tuan Besar.
"No..No..No.. Pokoknya Diah mesti pindah ke kamar atas ya.. Tak boleh menolak karena ini perintah..!" jawab Datuk Iskandar kemudian.
"Sekarang waktu nya Datuk istirahat jadi tolong antar Datuk balik ke kamar ya.." ucap nya lagi pada Diah.
Diah mengangguk dan menuruti perintah.
Mak Tua dan Bik Sari kemudian membantu Diah berkemas pindah ke kamar atas yang berseberangan dengan kamar Tuan Muda.
"Dulu kamar ini sering di pakai sama istri Tuan Muda.. Tapi semenjak Dia pergi ke luar negri kamar ini tak pernah lagi di pakai" ujar Mak Tua menjelaskan pada Diah tentang kamar yang akan Diah tempati mulai malam ini.
Kamar yang sangat indah dengan walpaper bunga lily yang di gradasikan dengan warna ungu.
Tempat tidur yang senada dengan lemari dan meja rias yang terbuat dari jepara asli, sangat cantik menghias kamar yang berukuran cukup besar ini.
Jendela besar yang mengarah ke luar taman membawa hawa sejuk ketika di buka.
Nadia sangat terpesona melihat kamar indah yang akan di tempati nya.
"Makasih ya Mak sudah bantu Diah beberes kamar" ujar Diah sambil memeluk Mak Tua.
"Sama-sama sayang... Mak di kampung macam mana? Dia dah tau tentang ayah Diah dan Tuan Besar?" tanya Mak Tua kemudian.
"Sudah Mak.. tadi Diah langsung telepon beliau dan Datuk pun berbicara langsung dengan Mak. Mak nangis terharu dan bersyukur sekali" jawab Diah pada Mak Tua.
"Alhamdulillah.. Syukurlah kalau begitu" Ujar Mak Tua lagi.
"Mak.. Diah takut Tuan Muda marah dan tak terima dengan semua ini.." kata Nadia lagi menceritakan kegelisahan nya pada Mak Tua.
"Insyaallah Tuan Muda tak akan marah.. Tenang saja ya.. " jawab Mak Tua pula menenangkan Nadia.
Nadia kemudian mengangguk pelan.
"Yaudah Mak mau turun masak untuk makan malam dulu ya.." ucap Mak Tua lagi berdiri dan meninggalkan Diah di kamar nya.
"Mak tunggu.. Diah ikutlah.. Diah bantu Mak dengan Bik Sari masak ya.. Sekalian belajar, biar nanti kalau dah berkeluarga boleh masak kan suami dan anak-anak... hahaha" Ujar Nadia sambil menggandeng tangan Mak Tua menuju dapur.
Mereka tertawa bersama.
Nadia merasa begitu bahagia hari ini dan merasa sangat bangga terhadap almarhum Ayah nya yang begitu baik dan sanhat menjaga persahabatan nya dengan Datuk Iskandar.
"Ya ALLAH terimakasih untuk semua ini.. tetap bimbing hamba ya ALLAH agar tidak menjadi manusia yang kufur nikmat.. Titip Mak di kampung ya ALLAH.. sehatkan beliau selalu.. Aamiin" ucap Nadia dalam doa nya yang terucap di hati.
mksh ya thor🙏