Cerita ini merupakan cerita fantasi yang berunsur kisah manusia serigala di dalamnya. Mengisahkan seorang wanita bernama Elleona yang hidupnya selalu menemui masalah, dari pack tempat tinggalnya hancur, keluarganya habis di serang, ia di-reject mate-nya sendiri, hingga masalah-masalah yang selalu saja ia temui seakan kebahagiaan enggan untuk menghampiri.
Lalu, apakah Elleona akan berakhir bahagia?
atau
Elleona tidak akan pernah bahagia hingga akhir hidupnya?
Silahkan baca novel gratis ini dengan perlahan. Akan bosan di awal dan semoga tidak di akhir, selamat membaca :)
Salam kenal,
ptrmyllln
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ptrmyllln, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ELLEONA 06
Plak!
Elle meringis menahan panas yang berada di pipinya. Jiplakan jari langsung berada di sana.
"Sudah ku bilang b*tch! Jangan dekati Alex! Aku sudah memperingatkan mu untuk menjauhinya! Tapi kau malah melanggar ucapanku!" ucap Sarah menggebu-gebu. Setelah percumbuan tadi Sarah langsung mencari Elleona.
"Oh aku tau, kau ingin memberikan tubuh kerempengmu ini padanya bukan? Kau ingin jadi pel*curnya bukan? Kau jal*ng kecil--"
Plak!
Tanpa Elle sadari tangannya sudah membalas tamparan yang diberikan Sarah tadi. Habis sudah kesabarannya, ia sudah tak tahan dihina seperti itu. Dada Elle nampak naik turun tak beraturan tanda emosinya tidak stabil.
Akibat tamparan itu sudut bibir Sarah sedikit mengeluarkan cairan berwarna merah. Sarah menyeringai mendapati kali ini ia akan menang.
"Apa yang kau lakukan, Elle? Aku tidak pernah menyakitimu. Baiklah jika kau ingin begitu maka aku akan menuruti perkataanmu aku akan pergi jauh dari hidupmu dan juga Alpha Alex, Elle." Sarah berucap seraya memegang pipinya, dari ucapan Sarah nampak sekali Sarah lah yang tersiksa di sini.
Dahi Elle mengekerut bingung, apa yang dimaksud oleh Sarah? Bukankah Sarah yang menyuruhnya menjauhi Alex? Kenapa ia membalikkan perkataannya?
Grrr ...
Terdengar suara geraman dari arah belakang, belum sempat menoleh tubuh Elle langsung terhuyung ke samping.
Elle mendongak melihat siapa yang mendorongnya itu, air mata Elle langsung meluruh melihat pelaku yang mendorongnya.
"Apa yang kau lakukan?! Kau menamparnya?!" suara menggelegar darj seorang Alpha Alex itu membuat burung gagak yang sedang bertengger di pohon terbang bertehamburan. Suaranya yang terdengar sangat marah itu membuat Elle sangat ketakutan.
Mendapati keberadaan Alpha Alex, Sarah langsung memeluk tubuh kekarnya, ia terisak di sana.
Elle tersenyum kecut melihat akting Sarah, sungguh ratu drama yang pantas diberikan nominasi.
"Jawab!"
Elle terdiam, ia menatap Sarah datar. "Ya," jawabnya terlihat menantang.
Elle sudah siap dengan perkataan menyakitkan lainnya, tapi jangan salahkan jika tiba-tiba emosinya tidak bisa terkontrol.
"Kau menyiksa kekasihku hanya karena menginginkanku?! B*itch!" maki Alpha Alex. Bukankah perkataannya sama sekali tidak mencerminkan seorang Alpha?
"DASAR WANITA PEMBAWA SIAL! JAL*NG MURAHAN!"
Elle memejamkan matanya, emosi Elle sudah tak terbendung lagi mendengar kata-kata Alex yang sangat merendahkannya itu. Tiada yang lebih menyakitkan dibandingkan dengan hinaan oleh matemu sendiri.
Elle bangkit dari tersungkurnya tadi, ia menatap nanar Alpha Alex.
Plak!
Tanpa diduga tangan Elle sudah melayangkan tamparan ke wajah tampan pria itu. Sedetik kemudian Elle yang terkejut dengan reaksi tangannya, ia memandang tangannya penuh penyesalan. Kaki Elle melemas dan akhirnya ia luruh ke tanah masih dengan memandang tangannya.
"Kau?! Berani sekali kau memukul Alpha?! Di mana sopan santunmu?!"
PLAK!
Teriakan Alex disertai tamparan di pipi mulus Elle. Lagi, Elle di tampar lagi!
Sudut bibir Elle sudah mengeluarkan banyak darah karna tamparan demi tamparan keras yang sudah melayang di pipinya.
"Ma-maaf sa-saya--"
"Pergi!" usir Alex datar.
"T-ta-tapi--"
"AKU BILANG PERGI! Pel*cur sialan!"
Lagi-lagi Elle memejamkan matanya, kata-kata itu terus mengalun di telinganya. Elle berlalu dengan air mata yang terus mengalir, sedangkan di sana Sarah tersenyum puas..
'Kita bukan pel*cur seperti ucapan mate, kita orang yang baik, Elle! Nenek sihir itu yang pel*cur! Aku tidak terima, Elle!' teriak Lea yang sudah meraung terisak. Lea adalah serigala kuat, jika ia menangis artinya perbuatan Alpha Alex sungguh menyakitkan.
'Aku tau, Lea ... sakit ... hatiku sakit,' isak Elle memukul-mukul dadanya sesak.
Lea terdiam, tidak berapa lama ia berbicara kembali, 'Ayo kita bangun, jangan menyerah Elle. Kita lewati masa ini sama-sama. Aku yakin suatu saat nanti pasti kita akan bahagia, percaya padaku,' ucap Lea.
'Lea, aku tau kau juga merasakan sakit. Tapi kau malah menghiburku. Terima kasih Lea, jika tidak ada kau mungkin aku sudah tiada lagi didunia ini,' isaknya lagi.
'Oh ayolah Elle kau harus kuat demi orang tua kita!'
Elle mengangguk, ucapan Lea sedikit membuat hati Elle lega. 'Terimakasih Lea, aku sangat menyayangimu."
'Sayangnya aku tidak,' ucap Lea diiringi kekehan dan isakan oleh keduanya. Mungkin hati Lea ini terbuat dari baja, maka dari itu meskipun dipecahkan berkali-kali hatinya tetap utuh, tidak akan hancur.
Setidaknya Lea bisa menjadi penyemangat hidup Elle dikala ia sedang terpuruk seperti ini. Elle tidak bisa membayangkan jika dia seorang manusia biasa, mungkin dia sudah mati gantung diri seperti berita manusia yang sering ia tonton. Ah untuk sekarang dia bersyukur menjadi bangsa werewolf.
***
Seorang pria nampak duduk bersandar di bawah pohon. Pria itu memandang tajam bulan yang sedang membulat sempurna. Wajahnya datar, tiada senyum tawa atau ekspresi apapun yang dikeluarkannya meskipun ia sudah memenangkan perang beberapa waktu lalu.
Pikirannya kosong, entah sampai kapan ia akan seperti ini. Dulu, dia tidak seperti ini. Dulu adalah kebalikan dari dirinya yang sekarang. Dirinya yang dulu sudah pergi, sudah mati, sudah menghilang bersama dia yang pernah ada di hatinya.
Mate? Benda apa itu? Apakah sejenis sampah yang menjijikan? Itulah kata-kata yang akan ia keluarkan jika seseorang menanyakan mate padanya.
"Maaf mengganggu, Alpha. Saya mendapatkan undangan dari Grey Moon Pack untuk Anda," ucap Beta dengan membungkuk hormat. Hanya keluarga dan Betanya saja yang tau dimana tempat favoritnya dikala ia ingin sendiri.
Dulu, Beta adalah sahabatnya. Mungkin sudah hukum alam jika Alpha bersahabat dengan Beta. Tapi itu dulu, sekarang? mungkin kata sahabat tidak akan tersemat lagi pada Beta itu.
"Undangan apa?" tanyanya tanpa mengalihkan tatapannya seakan jika teralihkan maka bulan itu akan menghilang.
Jika dilihat maka klan lain mengira dia adalah klan vampire, karena kulit tubuhnya cenderung lebih pucat dari bangsa werewolf, matanya yang agak menghitam ditambah lagi wajahnya yang datar dan tatapan yang dingin semakin mendukung penampilannya jika menyamar menjadi klan penghisap darah itu.
"Saya belum membacanya, Alpha. Sebelum Anda perintahkan,"
"Bacalah,"
Beta mengangguk meskipun Alpha membelakangi nya, ia membuka pita merah yang mengikat undangan itu. "Untuk--"
"Aku tidak menyuruhmu membacakannya untukku,"
Lagi-lagi Beta membungkuk. "Maaf, Alpha."
"Apa isinya?"
"Surat undangan pesta memperingati hari lahir Alpha Grey Moon Pack, yang akan di adakan dua minggu lagi. Anda diharapkan untuk hadir di sana, Alpha," jawab Beta tegas.
Alpha tidak memberikan respon apapun, dia mengangkat sebelah tangannya tanda agar si Beta pergi dari sana.
Dengan membungkuk hormat sang Beta langsung meninggalkan tempat itu. Beta menghela napas berat melihat Alphanya, semoga saja Moon Goddes memberikan lagi cahaya kehidupan untuk menerangkan gelapnya hati Alpha yang suram itu.
***
Hrs'a ada keterangan dlm kurung apa itu pack, mate, alpa, rougu dll,,, bikin bingung di awal bc..
Cb lanjut lg..