Kirana adalah seorang gadis cantik dan pintar,tak hanya itu ia juga memiliki tubuh yang menggoda bagi siapa saja yang melihatnya.Kirana yang bekerja menjadi tulang punggung bagi keluarga demi menghidupi ibu dan adiknya,sang ayah sudah berada dialam surga,mau tak mau Kirana yang menggantikan sosok sang ayah untuk mencari nafkah.Sifat Kirana baik hati dan tidak sombong,wajar saja kalau kirana banyak disukai oleh pria lain,bahkan atasannya sendiripun mulai tertarik padanya.
Key adalah seorang pria tampan dan dingin sifatnya,Key adalah atasan dari Kirana.Mungkin semesta menakdirkan mereka berdua,hingga mereka terjerat tali perjodohan antara kedua orang tua.
Bagaimana rekasi Key saat dijodohkan oleh Kirana?asistennya sendiri yang akan menjadi calon istrinya.Dan bagaimana reaksi Kirana saat ia tahu bahwa calon suaminya adalah atasannya sendiri?mari ikuti kisahnya.
#KiranaKey(double K)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewiliafat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 6
Aku langsung berjalan cepat menuju ruangan manager killer itu.
"Ada apa pak?" tanyaku.
"Kamu itu tuli ya?hah?" tanya pria itu menatapku tajam.
"Tuli kenapa pak?saya bisa denger suara bapak ko," jawabku tanpa salah.
"Kenapa Dito yang nganter roti bakarnya,saya kan nyuruh kamu!" jelasnya marah.
"A-nu pak," jawabku gugup.
"Kalau kamu bosan kerja disini,bilang saya biar kamu saya pecat!" ujarnya dan langsung berdiri dari kursi.
"Ya Tuhan,bagaimana ini,aku harus jawab apa,aku masih butuh pekerjaan ini jangan sampai aku dipecat," ucapku dalam hati.
"Ma-af pak,saya tadi tiba-tiba sakit perut,makannya saya minta tolong Dito untuk membawa roti bakarnya lalu diantar ke bapak," ucapku yang disertai kebohongan.
"Kalau sakit ya pulang!" ucapnya dan langsung mendekatiku.
"Saya masih kuat ko pak," ucapku takut.
"Kalau saya bilang pulang ya pulang!ini perintah" ucapnya lagi dan semakin dekat denganku.
"Ba-ik pak," ucapku gugup.
Saat aku ingin berbalik keluar,lenganku dipegang oleh tangan pria itu.
"Sebelum kamu pulang,siapkan berkas meetingku hari ini ya," ucapnya lembut.
"Dasar pria aneh,tadi marah-marah kaya macan,sekarang berlaga so lembut,cuihh" desisku dalam hati.
Aku kembali ke meja kerjaku untuk menyiapkan berkas meeting hari ini,dan aku langsung menuju ke ruangan manager killer itu.
"Permisi,ini pak berkasnya," ucapku sambil menyodorkan berkas coklat.
"Sekarang cepat pergi!" ucapnya dingin setelah ia menerima berkas yang sudah ku berikan.
"Tuh liat aja sifatnya,tadi lembut sekarang balik lagi kaya macan,dasar gemblung" ujarku dalam hati.
Waktu menunjukan pukul 11.00,aku sudah tiba dirumah kecil yang sederhana,rumah yang membuatku nyaman dan tenang sekaligus tempat tinggalku sehari-hari.
"Lho,kamu sudah pulang nak," tanya ibu yang melihatku sudah terduduk disofa.
"Iya bu," jawabku singkat sambil melepas flatshoesku.
"Tumben,ada apa memangnya?" tanya ibu lagi.
"Tak ada apa-apa bu,aku disuruh pulang ya aku nurut saja," jawabku sambil tersenyum kepada ibu.
"Sebenernya aku pulang karna aku bohong bu,pura-pura sakit padahal aku sehat-sehat saja,hihihi" tawaku dalam hati.
Aku langsung merebahkan tubuhku dikamar kecil bernuansa pink,tak butuh waktu lama,aku sudah terlelap.
"Tok...Tok...Tok" terdengar suara pintu diketuk.
Wanita paruh baya itu membuka pintu rumah sederhana,betapa kagetnya ia melihat siapa yang datang.
"Rina,apa kabar?" tanya pria paruh baya itu.
"Alhamdulillah kabar saya baik,silahkan masuk Pak Dirga," ucap wanita paruh baya yang merupakan ibu Karina.
"Sebentar pak saya buatkan minum," pamit wanita paruh baya.
"Ah tidak usah Rina,aku kesini hanya mampir untuk mengundang kalian makan malam bersama dirumahku," jelas Pak Dirga.
Rina terhenti dan langsung duduk berhadapan dengan pria paruh baya itu.
"Tidak usah repot-repot pak," sela Rina.
"Sudah lama kan kita tidak bertemu,lagipula istriku juga merindukanmu," jelasnya lagi.
"Baik pak,nanti saya mengajak anak-anak datang kerumah," jawab Rina.
"Yasudah,kalau begitu aku pamit,ini alamat rumahku,ku tunggu kedatanganmu," pamit pria paruh baya itu yang bernama Dirga.
"Iya pak hati-hati," ucap Rina dan langsung menutup pintu rumahnya.
Pak Dirga adalah sahabat dari suami Rina atau ibunya Karina,dan istri dari Pak Dirga adalah Bella yang merupakan sahabat Rina atau ibunya Karina.Mereka dulu sering berjalan bersama (double date) 2 tahun lalu kecelakaan terjadi yang mengakibatkan suami Rina meninggal,dan Rina menjadi janda beranak 2.
"Karina,nanti temani ibu ya kerumah sahabat ibu," ucap Rina yang merupakan ibu Karina.
"Ada acara apa emang bu?" tanyaku sambil mengucek-ngucek mataku.
"Hanya makan bersama,karena sahabat ibu baru pulang dari luar negeri," jawab ibu.
"Iya bu," ucapku dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan badan.
Pukul 18.00,setelah sholat magrib aku bersiap-siap diri,menggunakan baju yang pantas dan menghias mukaku dengan sedikit olesan make-up.
"Biar ga malu-maluin amat," ucapku dalam hati sambil melihat pantulan penampilanku dicermin.
"Dito kamu yakin ga ikut?" tanyaku pada adikku yang bernama Dito.
"Ga kak,aku mau ngerjain tugas," ucap laki-laki itu yang sibuk menulis disebuah lembar kosong.
"Ayo nak,kita naik taksi saja,Dito kamu jaga rumah ya," ucap ibuku.
Tak butuh waktu lama,taksi sudah mendarat dialamat yang tertuju,terdapat rumah mewah yang terdiri dari pilar pilar yang bergaya ala eropa.
Jangan lupa like dan komentar ya,biar aku makin semangat ni nulisnya,hehe
jgn lma lma...