NovelToon NovelToon
Kisah Cinta Kalila

Kisah Cinta Kalila

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama
Popularitas:214.2k
Nilai: 5
Nama Author: septriani wulandari

Kalila gadis yang terlahir cantik dan lugu. Ia memutuskan untuk mengubah dan tidak memikirkan penampilan lagi sejak ia mengalami patah hati pada saat SMP. Kisah cinta pertama yang membawa dampak keterpurukan dalam hidupnya.

Suatu hari Kalila bertemu dengan seorang pria yang merupakan guru baru di sekolahnya. Ia tidak menyangka luka lama yang dipendamnya kembali bangkit hingga menyisakan rasa sakit.

Mungkinkah Kalila mampu kembali melewati hari-harinya seperti dulu? Ataukah rasa sakit itu akan terus membelenggu hidupnya?

Follow IG Author yuk
@Septriani_wulan15

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon septriani wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 Hukuman

Bab 6 Hukuman

Seperti cacing kepanasan, itulah yang dirasakan Kalila saat ini. Biasanya gadis cantik ini selalu memainkan ponselnya sebelum tidur. Dalam hati Kalila dia mengumpat kesal perlakukan Akbar yang mengambil ponselnya.

Tok! Tok! Tok!

Kalila mengetok pintu Kamar Kama dan langsung membukanya, sebelum si empunya mempersilakan dia untuk masuk.

“Ada apa, De?” tanya Kama yang sedang mengerjakan tugas sekolah.

“Bang, minjem ponsel buat main game dong,” Kama mengerutkan keningnya.

“Memangnya ponsel kamu kemana? Jangan bilang disita lagi!” Memang ponsel Kalila sering sekali diambil oleh guru, karena dirinya yang sering ketahuan bermain game disaat jam mata pelajaran. Kalila hanya tersenyum dan langsung mengambil ponsel Kama tanpa seizinnya. Kama hanya menggelengkan kepalanya dan membiarkan Kalila mengambil ponselnya.

Di dalam ponsel Kama sengaja Kalila menyimpan beberapa game kesayangannya. Entah kali ini dia sama sekali tidak menikmati permainan yang biasanya tidak bisa dia tinggalkan. Wajah Akbar terus sana gentayangan dalam pikirannya.

“Aaaaaa!” teriak Kalila di bawah bantal. Kalila benar-benar benci harus merasakan perasaan yang sudah dia lupakan sejak tiga tahun yang lalu.

***

Pagi hari seperti biasa Ana harus membangunkan anak perawannya yang sangat sulit diatur. Ana menggelengkan kepalanya saat melihat kamar anak gadisnya yang seperti kamar pecah. Buku dan baju yang berserakan di mana saja, sudah menjadi pemandanga sang ibu setiap pagi.

Terlebih dahulu Ana berjalan ke arah jendela untu membuka tirai, agar matahari masuk ke kamar Kalila. Mendapati sinar matahari yang langsung menyoroti matanya, membuat Kalila merasa silau dan mengerenyitkan dahinya.

“Mami! Lila masih ngantuk!” ucapnya berat dengan suara ciri khas orang yang baru bangun tidur.

“Mau bangun sekarang atau nunggu Mami ambil air segayung?” jelaa mendengar itu membuat Kalila langsung bangun dari tidur ya dan bergegas berlari masuk ke kamar mandi. Ana tertawa kecil melihat sanga akan sambil menggelengkan kepala melangkah kaki keluar kamar.

Di sisi lain, Akbar bangun lebih pagi menyiapkan sarapan untuk keluarga yang dia sayangi, terlebih sang adik yang kini sudah sekolah di sekolah dasar. Semenjak ibunya yang sering mengeluh sakit, semua urusan rumah Akbar yang mengerjakan.

“De, makan yang banyak ya! Bu, hari ini Mas kemungkinan pulang telat, karena ada buku yang harus Mas cari di toko buku,” ucap Akbar sambil mengalaskan nasi goreng untuk sang ibu.

“Iya, Nak. Asal jangan terlalu malam ya!” Akbar tersenyum mengangguk.

Selesai makan, Akbar dan adiknya yang bernama Aisyah pamit untuk pergi. Terlebih dahulu Akbar mengantarkan adik kesayangannya ke sekolah yang tidak jauh dari rumah dan lanjut dia akan menjemput sarah di rumahnya. Tapi, sebelum Akbar melajukan motornya, dia mengambil ponsel Kalila yang sejak tadi bergetar. Bukan hari ini saja, tapi sejak semalam ponsel itu bergetar. Terlihat di layar ponselnya tertuliskan nama 'Orang gila'. Akbar mengerenyitkan dahi dan kembali dia memasukan ponsel itu ke saku. Akbar sengaja tidak mengangkatnya, karena dia tidak mau mencampuri urusan orang lain.

Hanya butuh waktu beberapa menit saja, Akbar pun tiba di rumah Sarah. Sarah sudah berdiri di depan pagar rumahnya dan melempar senyuman, saat melihat Akbar datang. Seperti biasa Akbar membantu Sarah untuk memakaikan helm pada Sarah, karena tangan Sarah yang dipenuhi oleh buku-buku tugas yang segaja dibawa pulang untuk diperiksa.

Sampai di sekolah, Kembali Akbar membantu Sarah untuk melepaskan helmnya. Gendis yang baru saja datang terlihat sangat kesal dan langsung menghampiri keduanya.

“Selamat pagi, Pak Akbar!” sapa Bu Gendis dengan senyuman genitnya.

“Pagi, Bu!” sapa Akbar balik sambil melepaskan perlahan genggaman tangan Gendis di lengannya.

Di waktu yang sama, Kalila pun datang bersama dengan kedua saudaranya. Saat turun dari mobil, mata Kalila langsung tertuju pada Akbar yang masih berada di parkiran motor. Kedua mata mereka saling memandang, tapi dengan cepat Kalila memalingkan pandangannya dan berjalan masuk ke dalam.

“Maaf, saya duluan masuk ke dalam ya!” ucap Akbar langsung menyusul langkah Kalila. Sarah juga Gendis yang masih berada di parkiran motor saling memandang sinis dan akhirnya keduanya pun masuk dengan saling mengadu bahu mereka.

Akbar sedikit berlari untuk mengejar Kalila yang sudah jauh di depannya.

“Kalila!” panggil Akbar seketika menghentikan langkahnya.

“... ikut saya ke UKS!” titah Akbar. Kalila membuang napas kasar dan terpaksa mengikuti langkah Akbar.

Selama dokter sekolah cuti, sementara Akbar menjadikan UKS sebagai ruangannya sekalian untuk memantau apabila ada yang sakit. Sampai di UKS, Akbar menyuruh Kalila untuk duduk terlebih dahulu.

“Ini ponsel kamu! Bapak berharap, tidak ada alasan sakit lagi untuk memainkan game!” ucap Akbar tegas yang seketika membuat Kalila merasa kesal.

“Kok Bapak berpikir seperti itu? Saya ini ....” belum selesai Kalila membela diri, Akbar langsung memberikan selembar kertas untuknya.

“Ini surat pernyataan kalau kamu tidak akan mengulanginya lagi sebagai hukuman buat kamu. Tulis sebanyak 100 kali dan berikan pada saya saat jam istirahat.” Kalila kali ini benar-benar sangat geram dengan perlakuan Akbar padanya. Dia mengebrak meja sambil berdiri dan membuat Akbar seketika merasa kaget.

“Pak! Saya beneran ....”

“Kalila! Apa yang kamu lakukan?” ucap Sarah yang baru masuk ke dalam UKS. Kalila membuang napas kasar dan mengambil kertas yang disodorkan oleh Akbar tadi padanya. Tanpa pamit, dia langsung melangkah keluar dengan menahan emosinya. Itu Kalila lakukan, karena tidak ingin menambah masalah berhadapan dengan Sarah.

“Kalila ....” dengan cepat Akbar menarik tangan Sarah untuk menahannya agar tidak mengejar Kalila.

“... Pak, anak seperti itu harus dikasih pelajaran!” ucap Sarah emosi.

“Sudah biarkan saja, Bu. Ini juga salah saya karena sudah memberikan hukuman padanya. Kalau boleh tahu, ada perlu apa ibu ke sini?” Sarah pun terpaksa melupakan rasa kesalnya pada Kalila dan memberikan surat perintah untuk menghadap kepala sekolah.

“Terima kasih ya!” ucap Akbar sambil mengambil amplop putih dari tangan Sarah. Bel masuk berbunyi, Sarah pun pamit pada Akbar sambil melemparkan senyuman pada Akbar.

Akbar merasa bersalah pada Kalila. Tidak seharusnya dia memberikan hukuman tambahan padanya. Tapi entah kenapa, dia sangat ingin melakukan itu agar dia punya alasan untuk bertemu dengan Kalila.

Berbeda dengan Kalila, dia masuk ke dalam kelas dengan sangat emosi. selama perjalanan menuju kelas, Kalila terus saja mengumpat dalam hatinya tentang Akbar.

‘Dasar tua nyebelin! Aku sumpahin lo bakal kepeleset jatuh hari ini,’ gumam Kalila yang tidak sadar akan sumpahnya.

~Bersambung~

1
Mommy JK 💜
Luar biasa
Susiwisnu
lanjut dooong
M. Namikaze
Desi apa Nurma?
M. Namikaze
seketika jadi mobil
M. Namikaze
masih lanjut g ini ka?
M. Namikaze: hampir setahun lho,, ada apakah ??
total 2 replies
Meili Wardiani
semangat kk akhirnya up
Heri Hidayat
akhirnya up juga.... seneng nya aq Thor
Wati_esha
Apa Nurma sedang berfirasat?
Wati_esha
Kalila begitu pengertian.
Wati_esha
Alaric .. masih ragu karena faktor umur.
Wati_esha
Apa yang akan Alaric katakan pada Akbar ya?
Wati_esha
Hmm Alaric ketahuan deh kalau membantu Akbar. 😉
Wati_esha
Akbar terlalu emosional.
adning iza
terima ksih thoorrr untuk up nya smoga sllu up smp end ya thoorrr
atteu
lupa lagi thor ceritanya
👸ᴿᵃᵗᵘ ᴹⁱᶜⁱⁿ 🤴: yuk baca lagi yuk...
author juga lanjut nulis baca lagi dr awal 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Nuraisyah Syarifudin
trims thor udah up aku menunggu lama mudah2an jangan lama lagi
👸ᴿᵃᵗᵘ ᴹⁱᶜⁱⁿ 🤴: aku terharuuuu 😭😭😭😭
kirain udah ga ada yang mau baca 😭😭😭
total 1 replies
Mommy 2 R
suka
Nivia Olive
Kalo dah tamat dah baru baca biar ga kelamaan nunggu ✌️😊
Kusreni Amalo
kapan update lagi??
Nuraisyah Syarifudin
kapan up lagi udah lama thor kangen ama kalila
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!