NovelToon NovelToon
Dikejar Cinta CEO ( Lika Liku Cinta Aira )

Dikejar Cinta CEO ( Lika Liku Cinta Aira )

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:376.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda Nova

Apa yang terjadi jika hubungan yang dibina sejak lama hancur dalam sekejap mata ?

Itulah yang dirasakan oleh Aira. Ia sungguh tak menyangka jika suami tercintanya akan membawa wanita lain masuk ke dalam rumah tangganya.

Lalu, akankah Aira mempertahankan rumah tangganya ? Atau mengakhiri semua yang telah dibangun ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Nova, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengalah

Aira akhirnya keluar dari dalam mobil dengan membawa Bayu dalam pelukannya. Aira dan Yuda berjalan menuju pintu masuk rumah dimana wanita itu tengah berdiri menyambut mereka.

" Mas dan mba sudah pulang... Aku senang akhirnya mba memutuskan kembali lagi. Maafkan... "

" Sudahlah, lebih baik kita masuk dulu. Kita bicarakan di dalam " Yuda memotong ucapan wanita itu kemudian masuk ke dalam rumah diikuti oleh Aira dan wanita itu.

Ketiganya kini duduk di sofa. Sedangkan Bayu baru saja tertidur di kamarnya. Aira duduk di samping Yuda, sedangkan wanita itu duduk di bagian sofa lainnya. Tidak ada pembicaraan yang keluar dari mereka. Semuanya diam dengan pikiran masing-masing hingga akhirnya Yuda membuka obrolan.

" Tasya, ini adalah Aira. Istriku yang sangat aku cintai. Aku telah menjelaskan semuanya pada Aira tentang kita dan... "

Tiba-tiba Tasya mendekati Aira, lalu bersimpuh di hadapan Aira.

" Maafkan aku mba... Sungguh ini semua bukan kesalahan mas Yuda. Semua yang terjadi di luar kendali kami. Mas Yuda tidak bersalah, mba... " ucap Tasya lirih, ia tak kuasa melihat penderitaan pasangan suami istri itu yang hancur karena kehadirannya.

" Kau bangunlah... Aku sudah tahu semuanya. Tidak ada yang harus disalahkan, semua sudah terjadi " ucap Aira sambil membantu Tasya agar bangun dan duduk di sampingnya.

" Mba, memaafkan aku ? " tanyanya sambil menatap wajah ayu Aira.

" Aku akan pergi, mba... Mas Yuda bisa menceraikan aku. Lagipula, mas Yuda sudah menunjukkan rasa tanggung jawabnya. Aku bersedia untuk pergi " tambahnya lagi.

Aira tercengang mendengar ucapan yang keluar dari bibir Tasya. Aira menelisik ke dalam tatapan Tasya, ia tahu jika wanita disampingnya itu berkata tulus.

" Kamu tidak ingin mempertahankan pernikahanmu ? " tanya Aira lagi. Ia ingin mencari tahu, wanita seperti apa yang dinikahi oleh suaminya.

Tasya terhenyak dengan pertanyaan Aira sama halnya dengan Yuda yang tidak pernah menyangka Aira akan mempertanyakan hal itu. Tasya memalingkan wajahnya ke arah Yuda, kemudian menghela nafas. Sementara Yuda memilih untuk pergi ke kamar Bayu.

" Apa artinya pernikahan jika tidak ada cinta di dalamnya ? Bagiku pernikahan itu sakral. Setiap wanita pastinya ingin pernikahan yang bahagia, kalau bisa terjadi satu kali seumur hidup. Tapi berbeda dengan pernikahanku dengan mas Yuda... Pernikahan tanpa cinta, hanya sekadar memenuhi tanggung jawab semata atas sesuatu yang terjadi karena takdir. Aku pun tak ingin menjadi penyebab kehancuran pernikahan kalian " tutur Tasya dengan penuh penyesalan.

Aira tersenyum, puas dengan penuturan yang diberikan Tasya. Ia bisa menarik kesimpulan jika Tasya adalah wanita baik-baik. Aira menyadari jika ini semua adalah jalan hidup dari sang maha pencipta.

" Aku siap jika Mas akan menceraikan aku... " lirih Tasya. Sepertinya ia sudah memiliki firasat jika Yuda bermaksud untuk menceraikannya.

Wajah cantik Tasya nampak pucat, sepertinya ia tidak dalam kondisi yang baik. Mungkin karena lelah memikirkan nasib hidupnya atau karena hal lainnya. Semua tak luput dari pengamatan Aira.

" Kamu baik-baik saja ? " tanya Aira khawatir, ia memberanikan diri untuk memulai percakapan dengan Tasya yang sedari tadi terdiam.

" Jangan khawatir mba... Aku baik-baik saja " lirih Tasya. Ia bangkit dari duduknya, namun seketika tubuhnya jatuh terkulai, beruntung Aira mampu menahan tubuh Tasya.

" Mas... " Aira berteriak memanggil Yuda.

Tak lama Yuda datang bersama dengan Bayu. Ia segera menghampiri Aira dan membawa Tasya ke kamarnya, sementara Aira menghubungi dokter.

Sekitar setengah jam kemudian, dokter Budi datang dan memeriksa keadaan Tasya.

" Bagaimana keadaannya dok ? " tanya Aira begitu dokter Budi selesai memeriksa Tasya.

" Dia hanya kelelahan saja. Sebaiknya dijaga agar tidak stres karena tidak baik untuk perkembangan janin dalam kandungannya " jawab dokter Budi.

" Ja... Janin ? Maksud dokter, dia hamil ? " tanya Aira meminta penjelasan lebih.

" Iya, sepertinya begitu. Sebaiknya diperiksa ke dokter kandungan untuk mengetahui usia kehamilannya. Saya hanya memberikan vitamin saja " jelas dokter Budi sambil memberikan resep kepada Aira.

" Te... Terima kasih, dok " ucap Aira sambil mengantarkan dokter Budi keluar dari kamar Tasya.

Yuda yang sedari tadi berada di luar kamar bersama Bayu, lalu mengantarkan dokter Budi menuju halaman rumah.

Aira masuk kembali ke kamar Tasya, ia duduk di samping ranjang Tasya. Ia memperhatikan Tasya, wanita cantik yang secara tidak sengaja menjadi orang ketiga dalam kehidupan rumah tangganya.

Aira menghela nafas, kini ia tidak tahu harus berbuat apa. Jika tadi ia menyetujui keinginan Yuda untuk menceraikan Tasya, sepertinya kini pendiriannya berubah karena mengetahui kehamilan Tasya.

" Tuhan... Jika ini adalah ujian untukku. Kuatkan aku, sabar dan ikhlaskan hatiku dalam menerima segala ketentuan yang telah Kau takdirkan untukku " batin Aira.

Pintu kamar terbuka, tampak Yuda dan Bayu dari balik pintu. Mereka menghampiri Aira. Bayu segera bergerak duduk di pangkuan Aira. Sementara Yuda berdiri disamping Aira sambil melihat Tasya yang masih memejamkan matanya.

" Bagaimana keadaannya ? " tanya Yuda.

" Sepertinya kita harus membawanya ke rumah sakit, mas " jawab Aira.

Yuda mengerutkan keningnya, ia tidak mengerti dengan jawaban Aira. Karena tadi dokter Budi mengatakan jika Tasya baik-baik saja, hanya butuh istirahat dan tidak terlalu lelah.

" Kenapa harus dibawa ke rumah sakit ? Bukankah dokter Budi sudah mengatakan bahwa ia baik-baik saja " Yuda mencari tahu alasan Aira ingin membawa Tasya ke rumah sakit.

" Kita harus periksa mas... Untuk mengetahui pasti usia kehamilan Tasya " ucap Aira dengan suara lirih.

" Apa ? " tanya Yuda kaget mendengar ucapan Aira. Yuda bergerak mundur, namun tangan Aira segera menahannya.

" Mas... Ada anak kamu di dalam rahimnya Tasya "

" Tidak... Itu tidak mungkin... " Yuda berusaha mengelak.

" Sebesar apapun kamu menolak, tapi dia sudah hadir disana, mas. Kamu harus bertanggung jawab sepenuhnya... " tegas Aira dengan nada suara bergetar.

Walaupun ia kecewa, tapi Aira berusaha tegar.

" Tidak... Bukankah kita sudah sepakat. Aku akan berpisah dengannya, dan kita bisa kembali ke kehidupan kita sebelumnya " Yuda berusaha meyakinkan Aira untuk tetap meninggalkan Tasya.

" Mas... Kamu jangan egois. Ada anak kamu disana... Kamu tidak bisa meninggalkan mereka " ucap Aira melawan perkataan Yuda.

" Lalu kamu mau aku tetap bersamanya ? Begitu ? " tanya Yuda dengan nada suara meninggi.

Aira tidak menjawab pertanyaan Yuda. Ia hanya diam, tak tahu harus berkata apa.

" Mba... " panggilan lirih Tasya membuat Aira berpaling dari Yuda

Rupanya Tasya baru saja siuman. Ia terlihat berusaha untuk bangun dan menyandarkan kepalanya pada headboard ranjangnya.

" Kamu baik-baik saja ? " tanya Aira sambil menghampiri Tasya.

Tasya menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan dari Aira.

" Cuma pusing sedikit " lirih Tasya.

" Kalau begitu, kita periksa ke rumah sakit sekarang " seru Aira.

" Memangnya kenapa harus periksa ke rumah sakit mba ? " tanya Tasya bingung dengan ucapan Aira yang ingin membawanya ke rumah sakit.

" Nanti saja, aku akan jelaskan padamu " jawab Aira.

Mereka akhirnya berangkat menuju rumah sakit setelah Aira menjelaskan kondisi Tasya menurut dokter Budi. Di dalam mobil ketiganya tak berkata apapun. Hanya suara Bayu berceloteh yang terkadang disahuti oleh mereka. Baik Aira, Yuda maupun Tasya ketiganya larut dalam pikiran masing-masing.

" Tuhan... Ada kehidupan lain dalam diriku. Haruskah aku bahagia ? Lalu bagaimana dengan mereka ? " batin Tasya sambil melihat ke arah Aira, Yuda dan Bayu yang duduk di jok depan mobil.

" Mengapa dia harus hamil ? Aku tak bisa bersamanya, tapi aku juga tak bisa meninggalkannya. Ah, kenapa harus terjadi seperti ini ? " tanya Yuda dalam hati sambil mengemudikan mobilnya.

" Mungkin aku harus mengalah. Kurasa ini keputusan terbaik yang bisa aku lakukan. Ya... Aku harus mengalah. Maafkan aku mas, aku tak bisa bersamamu. Maafkan mama Bayu, kita harus berpisah dengan papa " batin Aira.

1
Erna Sri Mardiana
Luar biasa
kavena ayunda
si pelakor ngelunjak😂 jangan dket2 takut gatel
Fitri Saswati
GK kalah ganteng SM kay
Fitri Saswati
beruntung Yuda istri y cantik2
Fitri Saswati
dikasih SM Allah kyk begini satu aja jadi lh. tpi aku cm bs halu
Fitri Saswati
gantungan mna SM yuda
anti pebinor pelakor
Dalam novel aku lebih respack tasya dari pada aira

Aira
Menurut aku Aira hanya wanita bisa (tidak spesial tidak juga jahat), suaminya menikah lagi dia merasa dikhianati dan dia tidak bisa menerima itu dan dia memilih berpisah, dan mencari kebahagiaannya yang lain

Tasya
Korban opsesi pria, dan terjebak pernikahan dengan wanita beristri dan dia dicap pelakor yang mengakibatkan rumah tangga hancur, dia menerima status istri kedua untuk lelaki yang tida ia cinta tapi dia berusaha menerima lelaki itu, kebesaran hati seorang istri yang melihat suaminya masih berharap dan mngejar2 manta istrinya, dia berkali2 menahan sakit melihat suaminya mengharapkan wanita lain dan berjuang untuk wanita lain itu langsung dihadapannya, ingat tasya wanita kaya, dia tidak perlu suami kayak yuda, tapi karena tasya sangat menghormati pernikahan dan statusnya sebagai istri dia iklas menerima Yuda apa adanya dan selalu berjuang menahan sakit hati lihat suami mengejar wanita lain)

Coba poling pada lelaki pilih mana sosok Aira atau tasya pasti saya yakin 100℅ pilih tasya udah kaya, iklas, tidak banyak nuntut, berjuang,
Lala Sweet
ska dgn cerita nya, semangat author 💪🏼
It's me Delovee: Terima kasih kakak 🙏😍
total 1 replies
Kim Sun
baru kali ini aq baca novel benci ma peran utama...
Kim Sun
Aira a egois ya...
Yustina Sumarti
panggil BangKay 😆😆
It's me Delovee: wk wk wk wk 🤣🤣
total 1 replies
Yustina Sumarti
ceritanya bagus banget, kenapa yg like baru, dikit, semangat thor
Nova Lyza
aku kira kay yg bertemu dengn aira di pesta pernikahan sarah dan leo..
Dyah Oktina
gambar tokohnya keren2... 👍
Dhewi Sigual Gual
Romantis sekali kamu kay😊
Yastriza Yesti
Seneeeng kali baca karyamu ini author. Bahasanya enak dan mudah dipahami. Narasinya pun luwes serta emosinya dapat banget. Sebagai pembaca, aku ikut larut dan hanyut mengikuti alurnya.
selamat ya Thor... makin sukses dengan karya-karya lainnya😘🤗🤗
It's me Delovee: Terima kasih kakak 🙏🙏😘
total 1 replies
Nina Hani Anissa
kasihan yuda ya,!!aira akhirnya bersama kay
*k🎧ki€*
mamang 😜
yunna
syukur la pasti Aira minum pil KB
yunna
kn bisa minum pil KB aneh novel ni
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!