NovelToon NovelToon
Gadis Jalanan Terobsesi Pada CEO

Gadis Jalanan Terobsesi Pada CEO

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Tamat
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria Susanti Harahap

Bagi Adrian, Dira hanyalah seorang gadis jalanan yang pernah ia selamatkan. Namun bagi Dira, Adrian adalah alasan ia bertahan hidup, bangkit dari kemiskinan, dan mengubah takdirnya.

Malam itu, ia bertekad mengubah dirinya bukan sebagai gadis jalanan lagi, melainkan wanita yang siap melakukan apa saja demi memiliki pria yang telah menguasai hatinya.

"Sekecil apapun kesempatan itu, akan ku manfaatkan sebaik mungkin!" (Dira)

#CintaRomantis

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria Susanti Harahap, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34

Awalnya Beri masih menanggapi setiap cerita dengan sangat serius. Namun karena frekuensinya semakin sering, ia mulai terbiasa. Sore itu, ketika Dira kembali memasuki ruang kerjanya tanpa membuat janji, Beri bahkan tidak lagi mengangkat kepala dari berkas yang sedang dibacanya. Ia hanya tersenyum tipis sambil berkata, "Hari ini Adrian ngapain lagi?"

Dira yang baru saja duduk langsung terdiam beberapa detik. "Kok Kakak tahu?" tanyanya heran.

Beri akhirnya menutup map di tangannya lalu memandang Dira sambil terkekeh. "Karena kalau kamu datang jam segini tanpa urusan bisnis, sembilan puluh sembilan persen pasti habis bertemu Adrian."

Dira langsung nyengir malu. "Ketahuan, ya?"

Beri menggeleng pelan. "Bukan ketahuan lagi. Kamu sekarang benar-benar berubah."

Dira mengernyit. "Berubah bagaimana?"

Beri menyandarkan tubuhnya ke kursi, lalu menunjuk Dira dengan pena yang masih berada di tangannya. "Kamu sekarang persis anak SMA yang baru pertama kali jatuh cinta."

Dira spontan memukul pelan lengan Beri menggunakan bantal sofa. "Ih... apaan, sih!"

Beri malah tertawa semakin keras. "Serius. Benar-benar hilang jejak CEO-nya. Di luar sana semua orang mengenal Dira sebagai CEO muda yang dingin, cerdas, pemberani, dan susah dikalahkan saat negosiasi. Begitu ketemu Adrian, semua gelar itu hilang. Yang tersisa cuma perempuan yang senyum-senyum sendiri gara-gara satu pesan singkat."

Dira memonyongkan bibir, tetapi beberapa detik kemudian ia ikut tertawa. "Ya habis gimana lagi..." gumamnya pelan. "Aku juga bingung sama diriku sendiri."

Beri hanya menggeleng sambil tersenyum. Ia sebenarnya senang melihat Dira bisa tertawa lepas seperti itu, meski penyebabnya bukan dirinya.

Namun sore itu, senyum di wajah Dira perlahan memudar. Ia menarik napas panjang lalu memeluk bantal di pangkuannya erat-erat. "Tapi hari ini aku juga kesel."

Beri mengangkat sebelah alis. "Sekarang kenapa lagi?"

Dira mendengus pelan. "Mas Adrian itu..." Ia berhenti sejenak, seolah sedang menyusun kalimat. "Dia masih baik sama Mayang."

Beri tidak langsung menanggapi. Ia hanya menunggu Dira melanjutkan.

"Padahal dia sudah curiga kalau Mayang pernah selingkuh. Aku kira dia bakal marah atau setidaknya menjaga jarak lebih jauh. Tapi dia tetap sopan, tetap perhatian, tetap menghargai Mayang. Dia memang tidak sedekat dulu, tapi dia juga tidak benar-benar pergi." Dira menghela napas panjang. "Ini nggak adil."

Beri memandang Dira cukup lama sebelum akhirnya tersenyum tipis. "Itu karma."

Dira langsung menoleh cepat. "Hah?"

Beri mengangkat bahu santai. "Karma karena kamu juga tidak adil."

Dira mengerutkan dahi. "Apanya yang nggak adil?"

Beri menjawab tenang, "Kamu menyukai laki-laki yang masih punya pasangan. Sekarang kamu kesal karena laki-laki itu tetap berusaha menghormati hubungannya. Bukankah itu justru membuktikan kalau Adrian memang laki-laki yang baik?"

Dira terdiam sesaat. Ia tahu ucapan itu tidak sepenuhnya salah. Namun tetap saja hatinya sulit menerima. Ia mendecakkan lidah pelan. "Isss... Kakak!" protesnya sambil kembali memukul pelan lengan Beri.

"Kok malah nyerang aku?" Beri terkekeh geli. "Aku cuma mengingatkan."

Dira menggeleng kuat-kuat sambil menyilangkan kedua tangan di dada. "Lagipula mana ada yang namanya karma. Aku nggak percaya begituan."

Beri tertawa kecil melihat ekspresi kesal Dira yang lebih mirip anak kecil daripada seorang CEO yang disegani banyak pengusaha. "Ya sudah," katanya sambil mengangkat kedua tangan tanda menyerah. "Kalau bukan karma, anggap saja pelajaran hidup."

Dira masih cemberut beberapa detik, tetapi akhirnya ia ikut tertawa.

Beri pun tersenyum. Di hadapan dunia, Dira adalah pengusaha muda yang nyaris tak pernah kalah. Namun setiap kali menyangkut Adrian, perempuan itu selalu berubah menjadi gadis yang sedang merasakan cinta pertamanya, lengkap dengan rasa cemburu, gugup, dan tingkah laku yang sering kali membuat Beri hanya bisa geleng-geleng kepala sambil diam-diam menahan perih di dadanya sendiri.

***

Gedung ballroom hotel berbintang lima malam itu dipenuhi para pengusaha, investor, pejabat, dan tokoh-tokoh penting dari berbagai daerah. Lampu kristal yang menggantung di langit-langit memancarkan cahaya hangat, sementara layar LED raksasa di sisi panggung terus menampilkan daftar perusahaan dengan pertumbuhan terbaik tahun ini. Suasana berlangsung meriah, tetapi tetap berkelas.

Di antara ratusan tamu yang hadir, nama Dira menjadi salah satu yang paling banyak diperbincangkan. Dalam satu tahun terakhir, perusahaan skincarenya berkembang sangat pesat. Ia berhasil memenangkan beberapa tender bergengsi, mengakuisisi sejumlah perusahaan kecil, memperluas lini bisnis, bahkan mulai diperhitungkan sebagai investor muda yang agresif namun tetap menjunjung tinggi etika bisnis. Banyak orang yang awalnya meremehkannya kini mulai mengakui kemampuannya.

"Selanjutnya, penghargaan Young Business Excellence Award diberikan kepada CEO muda dengan pertumbuhan perusahaan paling pesat tahun ini."

Ruangan mendadak hening. Nama-nama finalis muncul di layar. Tak lama kemudian, pembawa acara membuka amplop pemenang. "Dan penerima penghargaan tahun ini adalah..." "...Nona Dira!"

Seluruh ballroom bergemuruh oleh tepuk tangan. Sorot lampu langsung mengarah ke tempat Dira duduk. Dengan gaun berwarna putih gading yang elegan, Dira berdiri sambil membungkukkan badan sebagai bentuk penghormatan kepada para tamu. Wajahnya tetap tenang, meski di dalam hati ia teringat perjalanan panjang yang telah dilaluinya. Tak seorang pun di ruangan itu tahu bahwa bertahun-tahun lalu ia hanyalah seorang gadis jalanan yang bahkan tidak pernah bermimpi bisa berdiri di panggung semewah ini.

Dira melangkah naik ke atas panggung. Ia menerima plakat penghargaan sambil tersenyum kepada kamera. Flash kamera menyala bertubi-tubi. Beberapa wartawan bahkan sudah menyiapkan pertanyaan untuk mewawancarainya setelah acara selesai. "Selamat, Bu Dira!"

"Terima kasih."

"Bagaimana rasanya menerima penghargaan ini?"

Dira tersenyum. "Ini bukan hasil kerja saya sendiri. Di belakang saya ada tim yang luar biasa. Penghargaan ini saya persembahkan untuk mereka dan untuk semua orang yang pernah memberi saya kesempatan untuk bangkit."

Jawabannya kembali disambut tepuk tangan. Setelah sesi foto selesai, Dira turun dari panggung. Ia baru beberapa langkah berjalan ketika seseorang memanggil namanya.

"Dira." Suara itu sangat dikenalnya. Adrian.

Dira menoleh. Di samping Adrian berdiri seorang wanita anggun berusia sekitar lima puluh tahun. Penampilannya mewah, aura elegannya begitu kuat. Tatapannya begitu tajam, membuat siapa pun yang melihatnya langsung merasa wibawanya.

Adrian menghampiri Dira sambil tersenyum bangga. "Selamat."

"Terima kasih, Mas Adrian."

"Aku sudah bilang, kan? Kamu pasti akan menjadi pengusaha besar."

Dira tersenyum malu. "Mas terlalu memujiku."

Adrian menggeleng. "Bukan memuji. Aku hanya mengatakan kenyataan." Lalu Adrian menoleh kepada wanita di sampingnya. "Oh ya, perkenalkan. Ini ibu saya."

Dira spontan menundukkan kepala dengan sopan. "Selamat malam, Tante."

Wanita itu menjawab. "Selamat malam."

"Jadi kamu Dira?"

"Iya, Bu."

Dira masih berdiri di samping Adrian ketika beberapa kolega bisnis menghampiri untuk mengucapkan selamat. Setelah berbincang singkat, Adrian meminta izin.

1
...
ya sudah lh,,
...
sumpah cerita nya bikin Mut3rmuter.. tapi penasaran. karena emang dr awal aku mau nya beri yg nikah sama dira. karena selama ini beri yg bnyk berjuang untuk dira
...
dan setelah berjuang demi restu mertuamu sendiri dira,, kamu baru nyesel. pengen gue tendang aja😭😭😭
...
kenapa makin kesini cerita nya malah makin ngawur.. harus nya sebelum nikah sama Adrian dira nyesal nya. 😭😭😭 kamu ini jahat thor.. bkin cerita muter² obok² Hati mereka aja.
...
ibu egois,, ini cuma prank kan bu. kamu mau uji cinta Adrian dan dira kan😭😭😭
...
menghidupi ayah dan keluarga,,/Slight/ bukan kh ayah nya sebatang kara, cuma punya anak dira aja kn
...
dira😭😭😭😭😭
...
beri😭😭😭
...
knp sekarang sebutannya beliau thor.. kesan nya kayak udah tua
...
hati mu terbuat dari apa sih ber🥲🥲🥲
...
gimana tuh komentar ibu nya Adrian,, msh kh memandang kasta🤣🤣
...
nahh lohh,, beri benerkah beri?? kmu punya rasa sama dira
...
egois gak sih kalau adrian yg selalu ada di hati dira, pdhl dr awal dira berjuang beri lah yang selama ini jd tameng untuk dira
...
nah kan beri lagi,, 🥲🥲 padahal beri yang selalu ada di sisi dira😭😭 egois gak sih klu dira sama beri aja😭😭
...
bingung dengan beri, beri ini tipe orang seperti apa. dulu aku kira dia menyukai dira, tp makin kesini kelihatannya beri hanya menganggap dira seperti adik nya sendiri.
...
malah sekarang beri lh yg selalu berada di sisi dira..
...
Adrian kapan kembali?? apakah Adrian tahu usaha dira selama ini karena dia
...
aku kira Adrian yang datang, ternyata beri
...
sejauh ini bagus.. kata-kata nya bagus,, typo gak ada. teruskan
Hara Hari
sepertinya Beri suka Dira🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!