NovelToon NovelToon
You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )

You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Anak Yatim Piatu / Trauma masa lalu / Roman-Angst Mafia / Gangster / Enemy to Lovers / Tamat
Popularitas:5M
Nilai: 5
Nama Author: Andrieta rendra

Freya Stephany Limabrata, adalah sosok wanita cantik serta periang yang banyak memiliki harapan hidup dan impian.

Namun suatu malam di kediamanya, terjadi sebuah pembantaian yang menewaskan Orang tua serta kakak laki-lakinya. Dan hanya menyisahkan dia seorang diri di dunia.

Bertemankan dengan sepi dan penderitaan menjalani kerasnya hidup, membuat Freya bertekad akan membalaskan dendamnya kepada sosok pembunuh itu.

Dan siapa sangka, di saat dia ingin membalaskan dendamnya kepada sosok Aiden Giovano penguasa Dunia Gelap dan terang, dan juga mempunyai kedufukan sebagai Ketua Mafia serta Gengster yang paling di takuti, hingga dia mendapatkan Julukan sebagai Dewa kematian ini, malah justru menjeratnya dengan sebuah rantai cinta keposesifan yang sangat menakutkan.

Membuat Freya ingin sekali pergi namun kakinya selalu di rantai bagaikan hewan tak berperasaan.

“Aku tidak akan pernah menerima pernikahaan dengan seorang pembunuh orang Tuaku seperti mu, cuiihhh,” bentak Freya meludahi wajah Aiden yang terlihat hina di depanya.

“Kamu istriku, bukan musuhku! Sampai kamu matipun aku tidak akan pernah melepaskan mu ingat itu!”balas Aiden tegas.


Follow Instagram Author @Andrieta_rendra🙏🏻❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andrieta rendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 6

🌹 Happy Reading 🌹

"Arrrggghhh, ampun Tuan, ampun," jeritan suara korban Aiden di saat dirinya mulai menyilet wajah mereka dengan perlahan.

"Hahaha, aku sudah pernah bilang untuk jangam pernah mengkhianati ku, cara kalian ingin menjatuhkanku itu sangat salah, dan ya inilah akibat dari pebuatan kalian," balas Aiden dengan sangat santai, sambil terus menyilet dan merobek dengan dalam wajah-wajah mereka.

Bahkan saat ini Aiden mulai menyilet dan merobek kulit wajah mereka dari kepala hingga ke leher, hingga hanya tersisa Daging dan tulang saja yang masih tersisa. "Aarrrgghh,,aaarrgghh, sakitt," teriak kesakitan mereka yang benar-benar sudah tidak bisa di gambarkan lagi.

Dan karna merasa berisik, Aiden mulai menyilet urat nadi di leher mereka dengan pelan, sehingga sakit itu sudah tidak bisa di ungkapkan lagi bagaiamana rasanya.

Bahkan sudah tidak ada lagi jeritan dari mereka, karna nyawa mereka sudah benar-benar hilang di renggut oleh dewa kematian satu ini.

"Ahhhh sampah ini sangat merepotkan," lirihnya ketika melihat leher dua pria itu sudah mengnganga lebar karna ulahnya.

"Bersihkan mereka, jangan lupa bakar mayat mereka hingga menjadi abu," perintah Aiden dengan tegas pad anak buahnya.

"Baik Tuan," jawab mereka lalu segera pergi menyelesaikan pekerjaan tuanya.

Setelah kepergian anak buahnya, Aiden kembali menatap ke arah Freya yang masih diam mendengarkan lagi di earphone. Tanpa sedikitpun mendengar jeritan mereka semua.

Aiden melihat tangan dan tubuhnya yang terlumuri oleh darah, "aku tidak akan pernah menyentuhnya dengan darah manusia lain yang berada di tubuhku, karna dia milik ku, maka hanya darah ku saja yang boleh bersentuhan dengan kulitnya," gumamnya pelan, dan kini beralih melangkah untuk membersihkan dirinya dan mengganti pakaianya telebih dahulu.

Setelah selesai baru dia kembali memeluk tubuh Freya posesif, "aaahh," Freya terkejut ketika ada orang yang memeluknya.

Dengan cepat Aiden langsung membuka earphone dan penutup mata Freya, "baby it's me," lirihnya pelan dan segera membuka rantai yang mengikat Freya sedari tadi.

Freya yang sudah berhasil terlepas dari penutup mata itu, kini mengalihkan pandangan matanya ke sekitar, dan melihat banyaknya dara yang berceceran dan masih baru di lantai, dan menandakan jika Aiden baru saja menyelesaikan aksinya.

Melihat Freya yang tidak menatapnya, membuat Aiden merasa geram, "I'am yours Freya, look at me! Aku tidak suka kamu melihat ke arah lain, aku mau hanya aku yang berada di pandanganmu bukan yang lainya, apa kamu paham," tegasnya pada Freya yang kini kembali menatap matanya.

"Oke," balas Freya singkat. Karna percuma untuk di bantah. Baginya orang waras mengalah.

Dengan cepat Aiden langsung menggendong tubuh Freya, untuk pulang. Agar tidak ada orang lain yang menatapnya.

Sepanjang jalan, baik Aiden maupun Freya kini hanya tenggelam dengan masing-masing pikiran mereka. Hingga saat sampai di rumah, Aiden langsung menarik Freya untuk masik ke dalam kamar dan beristirahat.

"Tidurlah sayang, aku ingin membersihkan diriku terlebih dahulu," seru Aiden dengan pelan, dan memberikan kecupan di kening Freya.

Namun dia tidak lupa untuk merantai salah satu tangan wanitanya agar tidak bisa kabur kemana pun. Membuat senyum licik yang tadi terlihat di wajah Freya kini menghilang seketika melihat tanganya yang kembali di rantai seperti ini.

"Cikh sial! Tadinya aku pikir bisa kabur ketika dia mandi, tapi nyatanya pria gila ini benar-benar tidak akan melepaskanku," batin Freya yang terus menerus berpikir bagaimana caranya bisa kabur dari jeratan Aiden.

Cuppp,ccuup Aiden kembalia mencium kening Freya sebelum melangkahkan kakinya ke kamar mandi. "Tunggu sebentar ya sayang, aku tidak akan lama," ucapnya, dan segera masuk ke dalam.

"Arrrrgghh siapa yang menunggumu bodoh," umpat Freya ketika tubuh Aiden telah hilang di telan pintu.

Freya kembali menggelengkan kepalanya pusing, dan mengitari pandanganya untuk mencari sesuatu yang berada di dekatnya agar rantai ini terlepas dari tanganya.

Freya melihat ada sebuah peniti di sisi tempat tidur. Sepertinya pembantu di sini sengaja menggunakannya agar bedstreet ini tidak berherak kemanapun.

Dengan perlahan Freya mengambilnya dan menggunakanya untuk membukan kuncian yang berada di rantai ini.

Dia tau cara menggunakanya karna dulu dia pernah mengikuti gerakan organisasi sosial dan pencerahan agar bisa membebaskan diri dari situasi menyulitkan.

Semenit, dua menit, tiga menit, hingga menit kelima Freya baru berhasil membukanya. Kleelkkk, rantai itu terbuka sempurna. "Hahah, say good bye to Mr. Psychopat," tawanya sinis. Dan segera melarikan dirinya keluar.

Freya mempercepat langkahnya untuk bisa pergi keluar, dan ckleekkk ternyata Aiden tidak mengunci kamarnya sehingga dengan mudahanya dia bisa kabur.

"Terkadang orang pintar bisa menjadi orang bodoh yang tidak menjaga kewaspadaanya." Lirih Freya tersenyum menang. Karna selangkah lagi dia bisa keluar dari rumah laknad ini.

Freya kembali menutup pintu itu dan menguncinya dari luar. Dan membuang kuncinya ke sembarang arah.

Namun sialnya di saat dia mengunci pintu itu, bersamaan juga dengan Aiden yang baru saja keluar dari kamar mandi.

"Are you slepping baby?" Tanya Aiden yang belum menyadari hilangnya tawanan di kamarnya. Karna dia masih berada di walkclosed buat mengambil pakaianya.

Setelah itu dia baru keluar, dan melihat Freya sudah tidak ada di tempatnya, dan rantai yang sudah terbuka. "Arrrrgghh brengsek, aku sudah bilang jangan pernah pergi tanpa izinku, dan sekarang rupanya kamu ingin bermain denganku sayang," gumamnnya dengan senyum iblisnya.

"Mari kita bermain Nyonya Aiden Giovani."

To be continue.

Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎

Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, Sinder 😭

*Walau hanya sekedar Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *

Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭

Terima kasih🙏🏻🙏🏻

Follow IG Author @Andrieta_Rendra

1
Erina Munir
ya ampuun authoor ...bner3 sadis nih manusia berhati belis...ga pantes d sebut manusia dix tuuh
Erina Munir
knp ga mampos aja tuh s aiden...ihh..bnre2 belis
Erina Munir
hamidun nih pasti freya
Erina Munir
aduuh shanti..luh ngegali lubang kubur luh sendiri klo smp kejadian 😆😆😆
Erina Munir
weleeh..weleeh...105 pengawsl...😄😄😄
Erina Munir
freya kamu ga kapok sm s belis...ush dehh ikutin aja apa kata jigongnya....
Erina Munir
😏😏😏😏😏
Erina Munir
sebbell aku mah thoor...sama s belis...iihh
Erina Munir
kaya yg paling sempurna aja seeh luh aideen...enek gueehh
Erina Munir
najiiss....idiiih...amiit2 sm s aiden
Erina Munir
untung maknya dateng..dasak belis klakuan kaya orang ga waras...hadeeh...pegel bacanya emosi jiwa
Erina Munir
mengerikan
Erina Munir
ada ys orang kaya aiden...adantpi hanya d sini ya thor...semoga ga aiden2.lainya
Erina Munir
itu aiden oramg apa iblis ya thor...aku bner2 jijik sama aiden....kesian banget freya.

mending mati aja klo gitu mah
Erina Munir
tuhhh miin udaahh...mau nambah lgii ga bisa
Tifanny Lette
do'anya bagus Thor
aku suka😇😇😇
Bul Bul
Sok yang mau jadi istri Aiden dipersilakan kesediaannya puntung 🤣😭
Parida Edi
sayangnya ini hanya trjadi ada di novel²
Author_Ay: Permisi

yuk baca kak novelku SUAMIKU 5 MILYAR

BERI LIKE, KOMEN DAN VOTE YA

JANGAN BOOM LIKE
total 1 replies
Sasa Al Khansa 💞💞
jadi inget agent Ali.. tontonan kesukaan si sulung..
Dedy Harianto
oc bos
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!