NovelToon NovelToon
Obsesi Cinta Tuan Arogan

Obsesi Cinta Tuan Arogan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Matcha Lala

Nadia menikahi pria yang tidak pernah mencintainya. Sang suami adalah teman masa kecil nadia. Namun dimas melupakan gadis tersebut. Selama pernikahan mereka, Nadia terus merasakan sakit yang teramat sakit. Melihat sang suami bersama dengan wanita lain. Sang suami masih berhubungan dengan wanita yang masih berstatus kekasih. Dan bahkan mengajak kekasihnya itu untuk datang ke rumah. Setiap hari Nadia harus melihat kemesraan sang suami dengan wanita lain di depan mata sendiri. Nadia hanya bisa menahan rasa sakit yang ia rasakan demi keutuhan rumah tangganya. Nadia berprinsip menikah sekali seumur hidupnya. Nadia juga tidak ingin berpisah dari Dimas pria yang ia cintai sedari dulu. Dan ia ikhlas menerima rasa perih yang tidak pernah di dapatkan dari keluarganya. Nadia yakin, suatu saat nanti sang suami akan mencintainya juga, walaupun ia tidak terlalu yakin dengan hal tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Matcha Lala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

"Halo," ucap Darren.

["Gimana kabar Lo? Udah lama banget Lo enggak kabarin gue, kirain udah mati,"] ucap Nathan.

"Jangan bercanda, enggak lucu tai," ucap Darren.

Terdengar suara tertawa kecil di seberang ponsel, Darren yang tadinya tidak mood langsung ikut tertawa kecil.

["Jadi gimana kabar Lo? Sudah ada pendamping hidup belum?,"] ucap Nathan.

"Kabar gue baik, dan masih sama, belum menemukan yang pas," ucap Darren.

["Hahaha masih jomblo ternyata, mau gue cariin kekasih? Selagi gue masih di kota, di mana gadis cantik berada,"] ucap Nathan.

"Skip, Lo apa kabar?," ucap Darren.

["Kabar gue baik ren, gue mau tanya sesuatu sama Lo, boleh enggak?,"] ucap Nathan.

"Asalkan jangan tanya yang aneh aneh, gue gebukin Lo," ucap Darren.

Terdengar suara tertawa kecil di seberang sana.

[" Gimana kabar adik gue?, dia bahagia enggak setelah menikah dengan Dimas?. Gue denger kalau Dimas itu sahabat Lo, pasti Lo tau gimana rumah tangga mereka. Ya walaupun Lo itu orangnya cuek. Tapi, pasti Lo pernah denger kabar rumah tangga mereka,"] ucap Nathan.

'gue tau semuanya, adik Lo terluka selama menikah dengan Dimas. Tapi gue enggak bisa bilang masalah ini sama Lo, gue sudah janji sama Nadia untuk merahasiakan semua ini. Sorry bro, gue enggak bisa ingkar janji sama Nadia,' batin Darren.

Darren berbicara di dalam hati, Karena ia benar benar tidak sanggup memberitahu semuanya ke Nathan. Dia sudah berjanji kepada Nadia. dan seorang laki laki harus menepati janjinya.

"Gue enggak tau, tanya aja ke adek Lo. Gue jarang ketemu dia, Lo tau sendiri gimana sibuknya gue," ucap Darren.

["Yaudah deh, kalau ada apa apa kabari gue,"] ucap Nathan.

"Siap, ya udah gue matiin teleponnya. Gue udah ngantuk parah nih," ucap Darren.

[Siap, have a nice dream bro,"] ucap Nathan.

"Lo juga, have a nice dream," ucap Darren.

Panggilan pun berakhir, Darren memasukkan ponselnya ke dalam saku jaketnya, setelah itu ia memilih untuk masuk ke dalam kamar. Ia langsung berbaring di atas kasur dan memejamkan kedua matanya karena benar baner mengantuk.

*************************************

Pagi hari. Nadia sudah bangun lebih awal dari yang lainnya. Nadia langsung menyiapkan pakaian yang akan di gunakan oleh suaminya. Setelah selesai barulah dia keluar dari dalam kamar dan menuju dapur. Terlihat ibu mertuanya sudah berada di dapur, tengah memotong wortel.

"Mama sudah bangun ternyata, Naida kira mama masih tidur," ucap Nadia.

"Mama sudah bangun dari jam 5 subuh tadi, mama enggak bisa tidur nad. Mama sudah tidak sabar jalan jalan bareng menantu dan anak mama," ucap ibunya Dimas.

Ibu dari Dimas benar benar sangat bahagia, ia sudah tidak sabar untuk pergi jalan jalan bersama anak dan menantunya. Nadia tersenyum kecil dan membantu ibu mertuanya untuk memotong wortel.

"Kita mau buat sup ya ma?," ucap Nadia.

"Iya, sup kesukaannya Dimas. Sup wortel dan kentang. Dia paling suka dengan sup ini," ucap ibunya Dimas.

Nadia menganggukkan kepalanya. "Kamu siapkan bahan bahan yang lain aja ya, biar mama yang potong wortel dan kentangnya," ucap ibunya Dimas.

"Baik ma," ucap Nadia.

Nadia langsung mengeluarkan bahan bahan dari dalam kulkas untuk membuat sup. Akhirnya ibu dari Dimas dan nadia langsung membuatkan sup kesukaan Dimas. Tak lupa mereka juga membuat masakan yang lain. Setelah selesai mereka langsung menata masakan mereka di ruang makan. Dimas dan sang ayah sedang menuruni anak tangga dan berjalan ke arah ruang makan dengan pakaian rapi.

"Lihat mereka mirip kan?," ucap ibunya Nadia.

Nadia menatap ke arah Dimas dan ayah mertuanya. Memang benar apa yang di ucapkan oleh ibu mertuanya. Dimas sangat mirip dengan ayahnya. "Iya ma, mereka mirip," ucap Nadia.

"Mama kesel, masak anak mama mirip papanya semua. Cuman kakak ipar kamu yang mirip mama, ya itu juga cuman matanya saja," ucap ibunya Dimas.

Ibu dari Dimas sedikit kesal saat mengingat bahwa anak anaknya tidak ada yang mirip dengannya.

Nadia tertawa kecil. "Enggak papa ma, yang penting mereka lahir dari rahim mama. Mau mirip siapapun, yang penting mereka sehat dan tumbuh dengan baik," ucap Nadia.

Ibu dari Dimas menyetujui perkataan Nadia. "Besok cucu mama mirip siapa ya? Mirip kamu atau mirip Dimas?," ucap ibunya Dimas.

Nadia langsung terdiam saat mendengar ucapan ibu mertuanya. Dimas dan sang ayah sudah duduk di kursi yang ada di ruang makan.

"Sudah ma, jangan bahas itu dulu. Lebih baik kita makan," ucap ayahnya Dimas.

"Hehehe iya pa, ayo nak kita makan," ucap ibunya Dimas.

Ibu dari Dimas langsung menarik pelan tangan menantunya untuk duduk di sampingnya. Nadia pun mengambil makanan untuk Dimas.

"Makannya favorit anak mama. Dim, kali enggak pernah makan seafood lagi kan?," ucap ibunya Dimas.

"Enggak ma, ya kali Dimas mau makan seafood, Dimas kan alergi makanan itu," ucap dimas.

Ibu dari Dimas menganggukkan kepalanya. "Bagus, Nadia inget ya Dimas alergi seafood. Kalau dia makan seafood, nanti badannya bakal merah merah, terus sesak nafas dan demam tinggi. Jadi jangan sampai dia makan seafood ya," ucap ibunya Dimas.

Nadia menganggukkan kepalanya. "Nadia akan mengingatnya ma," ucap Nadia.

Ibu dari Dimas menganggukkan kepalanya, dan mereka pun langsung memakan sarapan pagi bersama. Setelah selesai sarapan mereka langsung bersiap siap untuk pergi ke mall, sesuai dengan perjanjian mereka tadi malam. Di dalam kamar, dimas tanpa sengaja masuk ke dalam kamar saat Nadia tengah membuka bajunya.

"Sorry," ucap Dimas dan langsung keluar dari dalam kamar.

Nadia langsung bergegas memakai baju miliknya. "Sudah selesai kak," ucap Nadia.

Saat mendengar ucapan dari sang istri, Dimas langsung masuk ke dalam kamar. "Kalau pakai baju di kamar mandi, jangan sembarangan. Untung gue yang masuk, kalau orang lain gimana? Mau Jual tubuh?," ucap Dimas.

"Kak, bisa enggak sekali aja jangan berbicara keras kepadaku. Semua ucapan kakak itu benar benar sudah keterlaluan. Aku diam bukan berarti aku lemah, tapi aku enggak mau memperpanjang masalah. Tapi semakin aku diam, ucapan kakak semakin menyakiti hati. Aku istri kakak loh, kenapa kakak tega mengecap aku sebagai wanita murahan? Kenapa kak?," ucap Dimas.

Nadia benar benar sudah tidak tahan lagi Dimas. Setiap perkataan Dimas sudah sangat keterlaluan dan menyakiti hati Nadia. Nadia sudah tidak bisa tinggal diam, jika dia terus diam maka Dimas akan semakin menjatuhkannya dan akan semakin menginjaknya.

"Oh udah berani sekarang?, Lo itu memang pantas di sebut dengan wanita murahan. Semua pria Lo deketin, kalau wanita baik baik enggak mungkin mau berdekatan dengan pria lain. Paham engg-------,"

"Apa bedanya dengan pacar Kakak? Dan apa bedanya dengan kakak? Kakak sudah memiliki istri tapi masih berhubungan dengan wanita lain di luar sana. Satu lagi, Jessica bukan wanita baik. Mana ada wanita baik, menemui pria di bar dan berciuman bersama dengan pria lain. Kalian sama saja, jadi kita enggak ada bedany-------,"

Ucapan Nadia terpotong saat Dimas menampar pipi nadia. "Jangan pernah menjelek jelekkan kekasih gue. Jangan samakan kekasih gue dengan Lo yang persis dengan wanita murahan!," bentak Dimas.

Dimas benar benar marah, dan mengepalkan kedua tangannya. Sedangkan Nadia meneteskan air matanya. Perdebatan mereka terhenti saat mendengar suara ketukan pintu dari luar kamar. Kebetulan kamar mereka kedap suara. Apa yang terjadi di dalam kamar tidak akan terdengar sampai keluar. Dimas menyenggol bahu Nadia dan membuka pintu untuk sang ibu.

"Lama banget sih?," ucap ibunya Dimas.

"Nadia lagi make up ma, kita tunggu di depan saja ya," ucap Dimas.

Ibu dari Dimas menganggukkan kepalanya dan Nadia yang melihat kepergian sang suami langsung menghela nafas dengan kasar. "Kuatkan hamba ya Allah," gumam Nadia.

1
Novansyah
lanjut kk menurut AQ bagus sih
Novansyah
bagus kk lanjut update nya tapi jangan lama2
Zuri Atulaini
ini novel gila jangan di baca aku gk mau langjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!