NovelToon NovelToon
Happy In Sin - Dosa

Happy In Sin - Dosa

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Cinta Seiring Waktu / Patahhati
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Vienbluu

“Sikapmu sekarang sama seperti wanita murahan.”

“Kau yang membuatku terlihat seperti itu, jadi jangan salahkan aku.”

•••

Giselle Uchiyama tak pernah tahu apa arti sebenarnya dari kebahagiaan sebelum ia bertemu dengan seorang pria yang anehnya dapat membuat Giselle bertingkah gila hanya untuk mendapat perhatian.

Namun…

Bagi Jio Pratama, Giselle hanyalah iblis berparas bidadari yang siap menghancurkan hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vienbluu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 5

•••

Setelah pertandingan yang cukup melelahkan itu Jio berganti pakaian, ia beristirahat di backstage yang ditemani oleh Bagas Chandra–sang pelatih.

"Bagus Jio, aku beruntung memiliki petarung handal seperti dirimu.”

“Kau memang tangguh tapi ingat, tetaplah waspada. Aku tak ingin kau terluka apalagi sampai cidera, jangan sampai wajahmu terkena pukulan lagi, mengerti?”

“Ini bayaranmu malam ini." Ucap Bagas seraya memberikan amplop tebal berisi uang tersebut.

"Terima kasih coach..."

"Tck… sudah kubilang berhenti memanggilku coach."

"Baiklah Kak Bagas..."

Bukan Jio yang menjawab ucapan Bagas, melainkan Yoshi yang baru saja datang dan langsung menyela percakapan antara Jio juga Bagas diiringi tawa mengejeknya yang membuat Bagas kesal.

Berjalan mendekat kemudian duduk di kursi tepat di hadapan dua pria yang tadi tengah berbincang.

"Jio biasakan memanggilnya Kakak, kau tahu dia mudah tersinggung." Ucap Yoshi meledek bagas.

"Bisakah kau tak perlu repot-repot datang kemari? kau membuatku muak."

"Wah... Benar-benar teman kurang ajar."

"Kau…! Bicara yang sopan aku lebih tua darimu, dasar bodoh!" Bentak Bagas.

"Benar juga, maafkan aku Paman..." Ucap Yoshi membungkuk hormat kemudian tertawa.

"Dasar orang gila..."

Ketiganya tertawa setelah mendengar ucapan Bagas yang terlihat kesal pada Yoshi.

Mereka sudah lama saling mengenal, hingga tak segan lagi untuk bergurau seperti itu. Katakanlah mereka sahabat meski memiliki jarak usia yang berbeda.

"Yoshi, kau dari mana? Biasanya setelah pertandingan selesai kau sudah menunggu kami di sini." Tanya Jio.

"Ohh itu, saat perjalanan kemari Hito menghadangku dan mengatakan padaku untuk menyuruhmu berhati-hati, lalu dia pergi. Dia pikir siapa dirinya, yang benar saja."

"Perhatian sekali dia." Sahut Jio diiringi tawanya.

Yoshi berdecak, "Bukan hati-hati yang seperti itu bodoh!"

"Biarkan saja, dia hanya ingin memprovokasi dirimu jangan terlalu dipikirkan." Sela Bagas.

Jio mulai beranjak dari duduknya.

"Sudahlah dia selalu begitu, kalau begitu aku pergi dulu."

"Tetap saja berhati-hatilah. Hito itu gila, dan kau tahu itu..." Ujar Yoshi.

"Tapi kau lebih gila dari pada dia. Harusnya aku berhati-hati padamu, ya sudah aku pergi..."

Bagas tertawa puas melihat Yoshi terperangah dengan raut kesal di wajahnya, "Iya sana pergilah."

"Menyebalkan."

•••

Jio berjalan keluar gedung menuju tempat ia memarkirkan motornya. Tiba di tempat yang ditujunya, Jio melihat seorang gadis tengah duduk di atas motor miliknya.

Gadis itu terlihat sedang menunggu seseorang.

Jio pun menghampiri lalu menegurnya, "Permisi, bisa kau duduk di tempat lain? Ini motorku dan aku ingin pergi."

Gadis yang semula duduk membelakangi Jio–yang tengah berdiri malas menunggunya turun dari atas motor–tersebut, kini mengalihkan atensinya pada Jio membuat pria itu terkejut melihat siapa gadis di depannya sekarang ini.

Gadis itu melompat turun dari atas motor sambil tersenyum memandang Jio, berjalan mendekatinya dan berdiri tepat di hadapan Jio.

"Kau tak mengingatku?" Ucapnya seraya mendekatkan wajahnya untuk menatap Jio.

Jio sontak memundurkan tubuhnya memberi jarak aman antara dirinya dan si gadis. Bohong jika Jio tidak mengingatnya, dia tahu dan ingat betul siapa gadis di hadapannya ini.

"Hei... aku orang yang kau tolong di club waktu itu, dan aku orang yang kau tabrak di depan minimarket tadi sebelum perjalanan ke sini. Masih belum ingat?" Ujarnya berusaha mengingatkan Jio.

Jio hanya menatap gadis itu tanpa minat menjawab pertanyaannya. Gadis itu mulai terlihat kesal dan kembali mendekat pada Jio.

"Dengar aku tahu kau tidak tuli ataupun bisu.”

“Aku Giselle Uchiyama." Ucap Giselle sambil tersenyum mengulurkan tangannya untuk berjabat-tangan dengan pria di hadapannya tersebut.

Namun pria itu menepis tangan Giselle dan menggeser tubuh gadis itu untuk menyingkir dari hadapannya.

"Minggir."

Giselle terlalu terkejut atas tindakan dan ucapan pria tadi.

Selama ini tidak ada seorangpun pria yang bisa menolaknya, bahkan untuk sekedar mendapat perhatian Giselle mereka rela untuk berlutut di hadapannya.

Tapi apa, pria di depan matanya ini bahkan tak mau untuk sekedar menerima jabat-tangannya.

"Jio Pratama!" Seru Giselle lantang yang membuat pria yang semula berjalan menuju motornya itu berhenti dan kembali menghadapnya.

"Jio Pratama... itu namamu, kan?”

“Jadi di sini tempatmu belajar berkelahi? Petinju bayaran, boxing illegal, mahasiswa Universitas Neosentra, itu dilarang bukan?" Ujar Giselle sembari menunjukkan sebuah gambar melalui ponselnya.

"Siapa kau? Dari mana kau tahu?" Tanya Jio melangkah tergesa mendekati Giselle.

Giselle terkekeh, "Itu benar-benar kau?”

“Astaga… Tuhan memang tidak adil. Kau tampan, tapi bodoh juga pelupa.”

“Aku ingat betul seorang pria pernah menabrakku di koridor kampus lalu pergi seolah tak terjadi apa-apa dan sekarang aku yakin itu kau. Bahu ini tak hanya menabrakku sekali tapi dua kali." Giselle sambil tersenyum menepuk bahu Jio.

"Singkirkan tanganmu."

"Tidak mau."

"Singkirkan sebelum aku–“

Jio berniat pergi setelah menyelesaikan kalimatnya tapi yang terjadi adalah kebalikannya belum selesai kalimatnya terucap, ia menghentikan sendiri ucapannya tersebut saat netranya tak sengaja melihat sekumpulan preman berbadan besar terlihat sedang mengamati dirinya juga Giselle.

Karena takut mereka akan mencelakai Giselle jika dirinya pergi, Jio langsung mendorong tubuh Giselle Ke dinding di sampingnya, mengikis jarak antara dirinya dengan Giselle.

Jio mengarahkan tangannya ke pinggang Giselle dan mendekatkan wajahnya, kemudian mulai memiringkan kepalanya.

Posisi Jio saat ini refleks membuat Giselle mengalungkan tangannya ke leher Jio seraya tersenyum dan menutup kedua matanya.

•••Vienbluu (annavienbluu)

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!