NovelToon NovelToon
Mahar Seribu Rupiah

Mahar Seribu Rupiah

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Uul Dheaven

Liburan yang harus nya bahagia, harus berakhir duka saat Renata Di jebak oleh sahabat dan calon suami nya. Renata tidak menyangka jika hari itu ia harus menikah dengan seorang pengangguran. Dengan mahar Seribu rupiah yang di miliki oleh pria asing itu, mereka pun akhirnya sah di mata para masyarakat.
Renata tidak pernah semalu itu. Ia di anggap berzina dan akhirnya di paksa menikahi pria asing.
Orang tua nya tidak tahu. Ia sendirian di sana. Mereka semua telah meninggal kan nya di desa terpencil itu.
Akan kah Renata bisa bangkit?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uul Dheaven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencoba bertahan

Renata masih menangis karena tidak bisa menghubungi kedua orang tua nya. Ia sangat menyesal karena hanya bisa mengingat nomor Papa dan Mama nya saja. Sedangkan nomor ponsel saudara nya yang lain, sama sekali tidak bisa ia ingat.

"Sudah lah jangan menangis. Mungkin nomor nya salah. Coba ingat-ingat lagi." Ucap suami nya.

"Tidak mungkin. Papa dan Mama hanya memakai nomor khusus supaya aku mudah mengingat nya. Fuad, aku sekarang tidak memiliki siapa-siapa lagi. Aku sendirian di desa yang asing ini."

Huhuhuhuhu

"Kamu ini nangis aja terus. Memang kamu pikir, aku dan ibu ku itu setan? Kalau memang tidak bisa di hubungi, kita tinggal mencari tahu bagaimana cara nya kita bisa pergi ke kota. Pasti orang-orang yang ada di desa ini tahu."

"Kamu benar juga. Kalau gitu, ayo kita tanya kan pada mereka."

Dengan semangat Renata dan Fuad mencari seseorang yang bisa di ajak berbicara. Pasti di antara mereka ada yang tahu bagaimana cara nya pergi ke kota.

Apalagi toko-toko yang ada di pasar itu pasti membutuhkan barang yang berasal dari kota. Kenapa Renata tidak berpikir hal itu.

Setelah berpikir, akhirnya Renata kembali lagi ke toko emas. Ia yakin pasti pemilik nya tahu bagaimana cara untuk pergi ke kota. Tidak mungkin seseorang yang bekerja di toko emas tidak pernah jalan-jalan ke kota.

"Kamu gadis yang tadi, kan? Ada perlu apa lagi kembali ke sini? Apa mau jual emas lagi?"

"Bukan, Pak. Itu,, saya mau bertanya sesuatu."

"Apa yang mau kamu tanyakan?"

"Begini, apa bapak tahu bagaimana cara nya kita ke kota besar? Saya penasaran bagaimana kehidupan di sana."

"Kamu mau ke kota?"

"Ya."

"Pasti karena baru dapat uang banyak, terus kamu mau senang-senang di sana. Tapi, yang perlu kamu tahu. Tidak mudah bagi kita untuk keluar dari desa ini. Ada pos penjagaan ketat yang harus kita lewati."

"Apa? Kok bisa seperti itu? Sudah seperti melewati perbatasan saja."

"Tapi kita memang berada di desa perbatasan."

Renata terdiam. Ia begitu terkejut. Ternyata ia di buang ke desa yang ada di perbatasan. Dan ia sama sekali tidak tahu desa apa itu. Sungguh Renata sangat bodoh bisa di bohongi sampai sejauh ini oleh mereka berdua.

"Lalu, apa kita tidak bisa lolos? Apa saja persyaratan nya?"

"Hmm,, gampang sih. Yang penting uang. Tapi, kasihan juga kamu kalau uang mu habis hanya untuk diberikan pada mereka. Lebih baik uang itu di tabung dulu atau kamu buat usaha yang lain."

Renata lagi-lagi terdiam. Apa memang ia tidak di ijinkan untuk kembali lagi ke keluarga nya? Desa itu, sungguh penuh misteri. Ia heran darimana Marisa tahu tentang desa ini.

"Baiklah. Saya permisi pak. Terima kasih atas saran bapak. Tapi, mana tahu bapak nanti ke kota, apa saya bisa minta tolong? Saya akan berikan uang yang pantas."

"Baik. Tapi saya belum tahu kapan harus keluar. Nanti saya hubungi kamu. Silahkan tinggalkan nomor ponsel."

Renata meninggal kan nomor ponsel nya di selembar kertas. Setelah itu, ia dan Fuad mencari salah satu pekerja yang bisa memasang listrik di gubuk milik mertua nya.

Renata tidak lagi menangis. Ia hanya diam dan terus berpikir untuk rencana ke depan nya. Apa yang harus ia lakukan untuk mendapatkan uang yang banyak. Dengan begitu, ia bisa keluar dari desa itu.

******

Renata memandang tanah subur yang ada di hadapan nya. Sungguh lahan itu terbentang sangat luas. Matahari masih belum menampakkan sinar nya dan Renata sudah berada di sana untuk melihat dan memeriksa tanah tersebut.

"Aku tidak menyangka. Tanah di sini sangat subur. Semoga saja, apa yang aku tanam bisa tumbuh dengan baik."

Renata terus mencangkul tanah itu hingga membentuk gundukan. Tidak lama kemudian, Ibu mertua nya datang sambil menje-wer telinga Fuad.

"Aduh, sakit. Ibu ini kenapa sih? Aku masih ngantuk juga."

"Dasar laki-laki tidak tahu malu! Lihat lah istri mu itu. Pagi-pagi sudah memegang cangkul. Sekarang, bantu dia. Kalau tidak, ibu usir kamu dari rumah ini."

"Iya Bu. Iya."

Fuad akhir nya membantu Renata untuk menggemburkan tanah. Tidak banyak. Hanya beberapa gundukan saja. Rencana nya Renata akan menanam sayuran terlebih dahulu.

Dengan ilmu dan juga kehebatan nya selama ini, pasti tanaman itu tumbuh subur. Selama ia tinggal di kota, belum pernah ada tanaman yang gagal ia tanam. Renata memang sangat ahli dalam tumbuhan.

"Nak, kamu yakin mau menanam sayur? Dengan uang yang kamu miliki, kamu tidak perlu bekerja keras lagi. Ibu tidak mau kamu kesulitan."

Ibu mertua nya Renata merasa bersalah pada menantu nya itu. Tampak wajah nya sendu saat melihat keringat yang membasahi tubuh sang menantu.

"Bu, sejak dulu aku memang suka menanam apapun. Dan aku juga tidak pernah gagal. Ibu percayaa ya sama aku."

"Iya. Pantas saja semalam mendiang bapak nya Fuad datang ke mimpi ibu. Beliau berkata, ada harta karun yang saat ini berada di keluarga kita. Dan ternyata, harta karun itu adalah kamu."

"Ibu ini ada saja. Saya manusia. Bukan harta karun."

"Tidak. Kamu memang harta karun nak Renata. Kehidupan kami langsung berubah sejak ada kamu."

"Ibu ini sungguh lucu. Bu, kami bisa seperti ini berkat emas dan perhiasan yang ibu berikan."

Mereka pun tertawa bersama. Wajah tirus itu sudah tampak lebih baik. Ibu nya Fuad pun sudah jarang batuk sejak ada Renata.

Setelah berbincang-bincang, Renata kembali berdiri di atas tanah yang esok akan ia tanami benih. Ia memejamkan mata nya dan berdoa. Memang seperti itu lah ia setiap kali akan menanam tanaman.

"Ya Allah, aku tahu semua yang terjadi adalah takdir dari mu. Jika memang takdir ku untuk menguasai kebun ini, berkati lah usaha ku. Jadikan apa yang aku tanam menjadi berhasil dan berkah. Jadikan semua nya bermanfaat bagi semua yang menikmati nya. Aaaamiiin."

Setelah berdoa, Renata pun langsung kembali ke dalam rumah milik mertua nya. Didalam sana. Rencana nya listrik akan di alirkan ke rumah itu besok.

Renata juga membeli semen dan keramik. Ia akan menyuruh Fuad bekerja membetulkan lantai rumah tersebut. Sedikit demi sedikit, ia harus mencari kesibukan supaya tidak teringat dengan orang tua nya.

Renata bertekad. Ia harus sukses. Dengan begitu ia bisa dengan mudah kembali dan bertemu dengan orang tua nya. Ia harus membuat desa itu dikenal melalui usaha nya. Dan ia, tidak boleh menyerah.....

1
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Iya tuh siksa dulu pake racun baru kasih kemusuhna biar ditambah siksaan na 🤣🤣
🏡s⃝ᴿ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
biaar lgsg eeek
🏡s⃝ᴿ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
nahh betul tuhh
kasih racun saja tuh 🤣🤣🤣🤣
🏡s⃝ᴿ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
smg fuad smbuh dan betulan dia je ius gtu
🏡s⃝ᴿ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
semoga saja istrinya sah baik dan mau kompromi
aduh kan ya gmn masa iya krn uang bnyk trus bnyk istri kan ya kasihan istri sah pertamnya kan
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Waduh 😅
Maulidia Okta
baskoro... Gak sadar juga... udh kena karma lho
🏡s⃝ᴿ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
setiap apa yg dinperbuat pasti ada karma
tinggal ngu aja kapan itu datang
weeekkk
🏡s⃝ᴿ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
ehh beni jadi kek gtu ya

ahahaha soookorrrrr

ben kapok
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Dasar koplak emang si beni /Facepalm/
Atifah Diani
lanjut
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Abisin aja tu si Baskom, jangan kasih ampun pokona mah 😏/Determined//Determined/
🏡s⃝ᴿ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
klo pribasa jawa wis dintulung tp malah mentung
perlu di tiadakan itu
🏡s⃝ᴿ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
lho jadi baskoro gila menumpang hidup tp malh berbuat gitu
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
gila sih baskoro, tp namnya iri sakit hati susah untuk di hilang kan
🏡s⃝ᴿ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
waduh blm kapok ya udh kena gatel2 mau di rusak semua kebun nya
🏡s⃝ᴿ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
ohh ternyata kek amnesia gtu ya si fuad
jangan2 fuad anak jenius tp krn kecelakaan jd kek gtu
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
thor lanjut, penasaran sama fuad
pasti trauma yg buat dya sprti anak kecil stop di memori di situ juga
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Wah ingatan fuad sembuh nih.. Ayo thor up yg banyak /Determined//Determined//Facepalm/
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
cerita nya bagus
ringan dan bisa belajar dari ketulusan berteman it seperti apa
Uul dheaven: terima kasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!