NovelToon NovelToon
Rekan Kerja, Mantan Pengantin

Rekan Kerja, Mantan Pengantin

Status: tamat
Genre:Action / Dark Romance / Tamat
Popularitas:23.8k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Evelyn Shen ditinggalkan Damian Lu di hari pernikahan mereka tanpa pesan, tanpa penjelasan. Sejak itu hidupnya runtuh, dihina, lalu diusir oleh keluarganya sendiri.

Lima tahun kemudian, Evelyn kembali sebagai detektif tangguh. Takdir mempertemukannya lagi dengan Damian, kini jaksa elit yang cerdas dan ahli bela diri, dalam sebuah kasus besar yang memaksa mereka bekerja sama.

Bagi Evelyn, Damian adalah pria yang menghancurkan hidupnya.

Bagi Damian, Evelyn masih wanita yang paling ia cintai.

Dan di antara luka, rahasia, serta kebenaran yang perlahan terungkap… apakah Evelyn akan memaafkan pria yang pernah meninggalkannya? Atau justru kebenaran di balik kepergian Damian akan menghancurkan mereka untuk kedua kalinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Evelyn bangkit dengan tubuh gemetar. Seorang pria paruh baya berdiri di hadapannya.

“Paman… siapa?” tanya Evelyn pelan.

Pria itu menatapnya lama, lalu tersenyum kecil.

“Tidak ingat aku? Kita pernah bertemu sekali saat bertugas.”

Evelyn mengerutkan kening, mencoba mengingat, tetapi pikirannya masih kacau oleh tekanan dan rasa hancur yang belum reda.

“Aku… tidak ingat.”

Pria itu menghela napas. “Aku Kapten Wong, bagian kriminal.”

Nama itu membuat Evelyn sedikit terkejut. Wajah samar dari masa lalu perlahan muncul, meski belum sepenuhnya jelas.

“Anda… Kapten Wong?” gumamnya. “Aku tidak menyangka kita bertemu lagi dalam keadaan seperti ini.”

Kapten Wong mengangguk pelan. “Aku juga tidak menyangka.”

Ia menatap Evelyn lebih serius.

“Jaksa Shen, kau harus bangkit. Kau harus lanjutkan hidupmu dan membungkam mereka yang menghinamu.”

Evelyn tertawa kecil, pahit. “Aku bukan jaksa lagi. Aku dipecat secara tidak hormat.”

“Lalu kenapa?” sahut Wong cepat. “Dipecat bukan berarti karirmu berakhir. Ditinggalkan bukan berarti kau tidak bisa hidup tanpa dia. Diusir bukan berarti hidupmu bergantung pada orang lain. Dihujat bukan berarti kau tidak bisa bangkit.”

Ia melangkah lebih dekat, suaranya menguat.

“Kau masih kau, Evelyn Shen. Dan itu tidak berubah hanya karena satu keputusan orang lain.”

Evelyn menunduk. “Bangkit? Dengan cara apa? Namaku sudah tercemar. Reputasiku hancur dalam sehari. Siapa yang mau menerimaku?”

Kapten Wong diam sejenak, lalu menjawab mantap.

“Kalau kau mau, bergabunglah dengan timku. Aku sedang butuh seseorang yang tangguh dan berani.”

Evelyn mengangkat wajahnya perlahan. “Apakah aku masih bisa? Semua orang sudah tahu keadaanku.”

Wong tidak langsung menjawab. Ia menatap jauh, seperti mengingat masa lalunya sendiri.

“Aku pernah di posisimu,” katanya akhirnya. “Aku pernah salah menembak orang dalam sebuah operasi. Aku diskors, dijatuhi sanksi, bahkan harus membayar ganti rugi. Bertahun-tahun aku dianggap sebagai pembunuh.”

Evelyn terdiam, mendengarkan.

“Aku bangkit bukan karena orang percaya padaku,” lanjutnya, “tapi karena aku tidak berhenti. Aku terus bekerja, sampai akhirnya aku berhasil memecahkan kasus besar.”

Ia menatap Evelyn lebih dalam.

“Setelah itu, pandangan mereka berubah. Orang-orang yang dulu menghakimiku mulai menyebutku pahlawan.”

Suasana hening sesaat.

“Kalau aku bisa melewati itu,” kata Kapten Wong pelan namun tegas, “kau juga pasti bisa.”

Evelyn terdiam cukup lama. Kata-kata Kapten Wong tidak lagi terdengar seperti dorongan biasa, tetapi seperti arahan yang sudah dipikirkan matang.

Kapten Wong menarik napas pelan sebelum berbicara lagi.

“Untuk saat ini, yang paling kau butuhkan adalah menyembuhkan lukamu.”

Evelyn menatapnya, masih rapuh. “Menyembuhkan…?”

“Ya,” jawab Wong tegas. “Perasaanmu harus benar-benar pulih dan menerima semua yang terjadi. Setelah itu, baru kau bisa melangkah lagi—kalau memang kau masih ingin.”

Ia mengeluarkan sebuah kartu nama dan menyodorkannya.

“Temui dokter psikiater ini. Dia akan membantumu keluar dari keadaan yang sedang menjeratmu.”

Evelyn menerima kartu itu dengan tangan sedikit gemetar.

“Dia akan mengerti situasimu,” lanjut Wong. “Dan kalau pikiranmu sudah lebih tenang… datanglah menemuiku lagi.”

Evelyn mengangguk pelan, lalu perlahan berbalik dan pergi dari tempat itu, membawa kartu nama tersebut seperti sesuatu yang sangat berat sekaligus satu-satunya harapan yang tersisa.

Tak lama kemudian, seorang pemuda mendekat sambil membawa payung di tangannya.

“Paman,” tanyanya, “kenapa tidak langsung saja dia diajak bergabung? Dia terlihat punya kemampuan.”

Kapten Wong menatap arah kepergian Evelyn sebelum menjawab.

“Karena dia belum siap.”

Pemuda itu mengerutkan kening.

“Kalau dipaksa masuk sekarang, dia tidak akan bertahan,” lanjut Wong. “Dia baru saja kehilangan kariernya, reputasinya, dan kepercayaan dirinya—semua dalam waktu singkat. Itu bukan luka kecil.”

Ia menatap pemuda itu.

“Dia butuh waktu untuk kembali menjadi dirinya sendiri.”

Pemuda itu mengangguk perlahan. “Aku mengerti.”

Kapten Wong tersenyum tipis.

“Wesley,” katanya, “kelak kalian akan menjadi rekan yang hebat. Kalian akan membuktikan bahwa tim ini adalah yang paling dihormati.”

Wesley mengepalkan tangan.

“Aku tidak akan mengecewakan Paman.”

Kapten Wong mengangguk pelan.

“Itu yang ingin kudengar.”

Dua bulan kemudian.

Evelyn berdiri di ambang pintu rumah yang dulu pernah ia sebut “rumahnya”. Suasana di dalam terasa sama, tapi orangnya sudah berbeda.

Langkahnya masuk pelan. Tatapannya dingin, jauh dari Evelyn yang dulu runtuh dan gemetar.

Di dinding ruangan itu, foto pernikahan itu masih tergantung—senyum yang dulu terlihat hangat sekarang justru terasa seperti ejekan.

Evelyn menatapnya lama. Rahangnya mengeras.

“Aku Evelyn Shen,” ucapnya pelan tapi tajam, “akan melupakan semua ini… termasuk hubungan palsu kita.”

Tangannya meraih botol minuman di meja.

Tanpa ragu, ia melemparkannya ke arah foto itu.

BRAK!

Kaca pecah berhamburan. Bingkai retak, gambar pernikahan itu hancur sebagian, jatuh miring di dinding.

Evelyn berdiri diam, napasnya stabil, tapi matanya menyimpan sesuatu yang dingin dan dalam—bukan lagi luka yang menangis, tapi luka yang berubah menjadi tekad.

Ia kemudian mengambil serpihan kaca itu, menatap foto pernikahan yang sudah retak.

“Aku bersumpah atas darahku…” ucap Evelyn, suaranya dingin dan bergetar, “kalau aku masih mencintaimu, maka aku akan mati dengan mengenaskan.”

Tangannya menggenggam kaca itu kuat, sampai ujungnya menekan telapak tangannya—bukan melukai, tapi cukup untuk membuat rasa sakit itu nyata sebagai pengingat.

Darah di telapak tangannya mengalir deras

Ia melepaskan kaca itu perlahan.

“Evelyn!” seru Amy sambil melangkah masuk. “Tanganmu terluka!”

Evelyn menoleh sekilas, lalu menatap lukanya dengan dingin.

“Ini hanya luka kecil,” ucapnya datar. “Sebagai pengingat untuk tidak mencintai dia. Semuanya telah berakhir. Dan saatnya aku mulai hidup baru.”

Amy terdiam, masih terlihat cemas.

Evelyn mengalihkan pandangan ke seluruh ruangan, matanya kosong namun tegas.

“Amy, tolong carikan beberapa orang,” lanjutnya. “Buang semua barang yang ada hubungannya dengan dia. Dan rumah ini… jual saja.”

Amy ragu sejenak. “Evelyn, kau yakin?”

“Iya,” jawab Evelyn singkat tanpa emosi."yang kuinginkan sekarang membuktikan pada mereka yang menghinaku... bahwa aku belum kalah."

1
Dian Fitriana
update
Mei TResna Rahmatika
cepet bangett kak udah end aja😭
Dame Manalu
maafkan lah Evelyn,balikan SM Damian+ketemu ayah kandung.dua kebahagiaan sekaligus
Kinara Widya
maafkanlah evelin
Kinara Widya
lanjut kak ...tambah seru..serasa LG nonton film kungfu Andy lah...😂
merry
trm ajj ksh Steven hdp sndri evelyn lgian kmu jdi ad ayahnya🙏🙏🙏🙏
merry
berati bpkmu Steven evelyn, dgrinn duluu pnjlsann x ya knp Steven tglin mmu
Dame Manalu
karna mungkin tuan ma mafia,tapi mafia yg memberantas org korupsi doank makanya BS kenal jaksa Damian..
Kinara Widya
yaaa d gantung...tambah up kak...makin penasaran
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
btw knp Steve ma nggak bertanggung jawab dlu waktu tau dya melakukan kesalahan
Mei TResna Rahmatika
nanggung kak, penasaran 🤭
merry
jgn jgn Steven papa y evelyn tu 🤔🤔🤔
Kinara Widya
terima Damien ya evelin
merry
Ohw ternyta Ronald nikh sm luci dh pyn ank dan,,, dgn Ronald gk pyn ank mlhnn Ronald selingkuh dgn cwe lain,,, dan pyn ank tp mrk gk tau malu y dh numpang mau morotin hartanya lg,, bhknn evlin lbh tgl di luar dr pd serumah dgn manusia gk tau diri cm syg ajj evlin selma in ngalah sm eve
merry
pantes Ronald gk syg eve lbh syg ank selingkuhan ya,, ternyta evlin bukn ank kandung ya,, berati disini lucy mm y evlin bodoh ya mau ajj ngerawat ank hsil perselingkuhan suaminya dgn cwe dalih luci cinta sm Ronald,,, dan lucy gk tau klo laki y ngegrotin harta bersama ank yan🤔🤔🤔
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
usir saja dan penjarakan mereka
Kinara Widya
bagus Evelin...hajar terus 2 orang tidak tau malu itu
Kinara Widya
siapa sebenarnya ayah Evelin...pantes saja Ronald tidak menyukai Evelin ...karena bukan darah dagingnya
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
jd bpk kandung Evelyn siapa, nah bener kan pantasan roland g suka Evelyn
merry
banjingan bgtt si Ronald dh selingkuh ank selingkuhan y yg rawat mm ya evelyn lg🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️ank selingkuhan gk tau dri lg mau bunuh ev sm mmy trs ajkinn mmy tgl drmh milik mmy evelyn lgg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!